Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 56


__ADS_3

setelah mengantar rayhan kesekolah Ridwan tak langsung kekantor dia mampir dulu ke firma hukum Vita dan Mira untuk membahas keinginannya untuk mengambil hak asuh Rayhan.


sesampainya di ruangan Vita dan Mira yang memang di bikin satu ruangan antara Mira dan Vita dan ternyata mereka sudah menunggu.


Ridwan yang sudah biasa datang ketempat itu langsung masuk tanpa mengetuk


" assalamualaikum..." sindir Mira sambil pada Ridwan yang masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung nyelonong duduk


" waalaikumsallam..." balas Ridwan dengan santai seakan tanpa dosa


" oh dasar tamu nggak ada akhlak" kata Vita mendelik yang hanya di balas Ridwan dengan mengangkat bahu tak acuh


" ada apa bang pagi pagi" tanya Vita yang langsung duduk di sofa di hadapan Ridwan yang disusul oleh Mira


" iya kayaknya serius amat" sambung Mira sambil menatap Ridwan, Ridwan menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Vita dan mira


" apa gue punya celah nggak buat ngajuin hak asuh buat Rayhan" katanya sambil menatap ke arah jendela ruangan itu, Mira dan Vita tak langsung menjawab mereka saling pandang dan menghembuskan nafas sebelum menjawab

__ADS_1


" kalau kamu mau ngegugat Susi dengan menggunakan hasil tes DNA dan bukti bukti yang kamu serahkan sebelumnya kekita kamu sama sekali tidak berhak mengajukan hak asuh buat Rayhan bang" kata Mira


" bisa tapi dengan kasus baru, dengan bukti perselingkuhan Susi misalnya, dengan catatan bukti bukti yang ada sebelumnya di hapus, itu justru peluang lu besar" sambung Vita


" karena kalau ada orang yang berniat misahin Lo sama Rayhan dan mengetahui atau memiliki bukti kalau Rayhan bukan ayah biologis Rayhan peluang Lo sangat sangat tipis malah bisa di bilang nggak ada." sambung Vita lagi menjelaskan


" jadi menurut kalian gue harus bagai mana?" kata Ridwan sambil menatap wajah Vita dan Mira sendu


" gini aja kita harus rundingin masalah ini sama yang lain dan bagaimana menurut pendapat mereka dan dengar masukan dari mereka setelah itu kamu bisa mengambil keputusan apa yang terbaik buat kamu dan Rayhan" kata Mira


" ya udah gue sekarang hubungi mereka biar cepet dapat keputusan dan selesai" dan Ridwan langsung mengirimkan voice note pada grupnya dengan berisi


" Lo semua harus datang ke kantornya Vita sama Mira sekarang ini penting menyangkut kehidupan seseorang" katanya sambil tersenyum puas, Vita dan Mira yang mendengar itu melotot pada Ridwan malah merebahkan tubuhnya di sofa panjang sambil memejamkan matanya


" dasar gila..." kata Vita kesal dan tak habis fikir


" aku ternyata salah selama ini menganggap kamu pria kalem ternyata jauh dari bayangan" kata mira, Ridwan hanya terkekeh mendengar Omelan kedua perempuan itu.

__ADS_1


" udah Lo pada jangan berisik gue mau istirahat dulu Lo pada kerja gih" katanya dengan nya yang masih tetap terpejam dan bibir di gigit menahan tawa, memang apa yang di katakan Mira benar image dia sebagai orang kalem runtuh di hadapan tujuh orang itu dan semua boroknya dia akan muncul dengan sendirinya di hadapan mereka dan begitu pun dengan yang lain tak ada yang mereka tutupi mereka saling tahu kebaikan dan keburukan mereka masing masing.


Baru saja Mira dan Vita menduduki kursi mereka terdengar suara ponsel Ridwan dan Ridwan mengangkatnya


" ya..."


"...."


" ok, awasi terus kalau ada yang penting banget hubungi gue lagi" katanya sambil menutup sambungannya.


" dari siapa bang " tanya Mira


" orang suruhan gue yang gue utus buat ngawasin susi" kata Ridwan sambil kembali memejamkan mata dia ingin mengistirahatkan mata dan gilirannya yang serasa ingin meledak di tubuhnya, kalau saja dia sendiri tanpa ada sahabat sahabatnya entah dia akan sanggup atau tidak menjalani hidup yang penuh dengan sandiwara dan kepalsuan selalu menyertai hidupnya dan dia sudah lelah menjalaninya dan dengan dukungan dari para sahabatnya dia mulai bangkit dan berusaha untuk terlepas dari semua jeratan itu dan kehadiran vita, Ana dan Mira menjadi sebuah hiburan tersendiri buat ridwan, celotehan dan kelakuan mereka yang selalu mengundang tawa. Ridwan sangat bersyukur Allah telah menghadirkan mereka dalam hidupnya.


Ridwan menarik nafas panjang untuk meringankan beban yang dia pukul.


"ooooh..." kata Vita dan Mira sambil mengangguk, dan Ridwan pun melanjutkan rebahannya sambil menunggu yang lain datang.

__ADS_1


__ADS_2