
mereka semua duduk didepan ruang operasi menunggu dengan harap harap cemas, terdengar suara langkah kaki menghampiri mereka dan terlihat dari kejauhan Susi bersama dua orang perempuan
" Susi sama siapa sepertinya teman Susi ya bang?" tanya Mira sambil menoleh pada suaminya yang terlihat dengan ekspresi menengang dan muka pucat melihat ke arah Susi dan temannya dan tak menjawab sama sekali pertanyaan Mira,Mira yang heran dengan ekspresi suaminya seperti sedang melihat kuntilanak panik takut terjadi apa-apa sama suaminya soalnya dari tadi kelihatan khawatir banget dengan keadaan ibunya sekarang menampilkan ekspresi seperti itu Mira takut suaminya kesambet" bang Abang tidak apa-apa khan, istighfar bang" kata Mira lagi sambil menggoyangkan tangan suaminya yang diam tanpa kata Ridwan pun sama herannya dengan Mira sedang ekspresi pak Agus tak jauh beda dari Arif yang sama sama memasang ekspresi kaget dan tegang
" Astaghfirullah, tidak apa apa sayang, Abang cuma tegang aja mikirin ibu" kata Arif gugup seperti orang yang kepergok mencuri dan langsung salah tingkah
" mas, mama belum selesai operasi nya" tanya Susi langsung pada suaminya
" salam dulu Susi, kamu itu kebiasaan'"kata Ridwan kesal dengan sikap Susi yang nggak ada sopan santunnya
" ya udah Assalamualaikum, maaf lupa" katanya sambil nyey tanpa dosa.
__ADS_1
"iya masih didalam ini kita masih nunggu" kata Ridwan
" oh ya ma kenalin ini Mona sahabat aku dan yang itu mas udah kenalkan udah sering ketemu juga,oh ya mon ini laki gue yang tadi gue ceritain sama Lo" kata Susi pada Mona dan Ridwan mengenalkan Ridwan hanya menggaguka kepalanya sedikit kearah temannya Susi dia tidak begitu suka dengan Susi yang bergaul dengan Siska karena Ridwan menganggap membawa dampak buruk sama sifat Susi apalagi sekarang ditambah satulagi pasti tambah parah pikir nya.
" apa kabar bang, ini siapa kok duduknya deketan Abang pembantunya ya" kata Mona yang menatap sinis pada Mira sambil langsung duduk diantara Mira dan Arif, Mira tanpa sadar menggeser duduknya yang jadi terasa sesak sambil menatap kaget pada Mona.
semua orang melihat kearah Mona arif, Mona dan Mira yang sekarang posisi duduk mereka sudah empat empetan meliha Arif yang diam saja dan Mira yang hanya memandang pada Arif pak Agus sangat geram tak terima menantu kesayangannya dikatai pembantu sama wanita yang tidak punya akhlak menurut pa Agus
" iiiya ini istri saya" katanya dengan agak gugup
Ridwan yang menatap Ridwan penuh tanya dan sepertinya sedang menduga duga apa yang terjadi dengan Arif dia sama lelaki dan mengerti dengan sikap Arif.
__ADS_1
" oh istrinya aku kira pembantunya habis penampilannya biasa banget" kata Mona lagi.
Mira yang sudah tidak tahan dengan ucapan Mona
" oh maaf ya mbak siapa tadi namanya saya lupa habis mbaknya nggak terkenal kayak artis juga jadi saya lupa, penampilan saya memang biasa saja tapi menurut saya yang penting dapat menutup aurat bukanya pake baju tapi seperti telanjang, lagian ya mbak saya mau ngasih saran kali nanti beli baju harus bisa milih harus berfikir panjang sudah beli baju harganya mahal mahal malah dapat yang kurang bahan kan rugi" jawab Mira, dia bukan wanita lemah yang akan diam saja ketika harga dirinya di injak injak dia akan bertindak dan dia pun sangat kecewa sama Arif yang hanya diam tak ada pembelaan sama sekali. semua orang melongo mendengar perkataan Mira yang panjang lebar dan pedas, sebab Mira yang mereka tahu adalah wanita yang lemah lembut
" iya bener tu mir aku juga aneh sama wanita yang suka ngumbar auratnya soalnya bagi laki laki baik baik bukannya seneng lihatnya tapi jijik tapi beda sih kalau buaya malah serasa diumpankan tuh" kata Ridwan sambil tertawa puas." dan sus sebaiknya kamu pulang lagi aja bawa teman teman kamu pulang daripada disini bikin rusuh" tambah Ridwan lagi pada Susi, Ridwan sangat kesal pada sepasang adik kakak ini Susi yang bikin rusuh dan Arif yang hanya diam tidak da pembelaan sama sekali sama istrinya.
" mas apaan sih tadi nyuruh aku kesini, 'sudah disini malah disuruh pulang maunya apa coba" kata Susi menghentak hentakan kakinya karena kesal sama suaminya yang terkesan membela Mira. Siska yang sudah merasa hawa disekitarnya panas dengan perdebatan diapun langsung menarik tangan Susi dan Mona untuk dibawa pergi.
" ya sudah kami pergi dulu, permisi ." kata Mona sambil terus menyeret kedua tangan sahabatnya yang sudah bikin rusuh.
__ADS_1