
mira, Farhan dan Desi tertawa, sedang ekspresi Mona melongo heran karena mana ada istri yang ikhlas selingkuh malahan berani cium sana sini didepan mata kepalanya dan lihat sekarang mereka malah tertawa bersama gila ini memang. melihat ekspresi Mona malah menjadi sebuah hiburan tersendiri buat mereka dan Budi yang tadinya marah karena Mona yang akan menyerang Mira kini ikut tertawa sambil geleng-geleng kepala melihat kebodohan Mona
" pacar Lo bego ya Rif, cinta memang aneh sudah punya istri pinter malah milih selingkuhan yang bego, tapi emang sih cocok soalnya Lo juga bego" kata Budi sambil tersenyum mengejek" ayo para peselingkuh kita pulang perut gue sakit ketika mereka melangkah agak jauh dari Arif dan Mona orang yang melihat kejadian itu mereka juga ikut heran
" pa maaf, apa benar anda selingkuh dan di izinkan sama istrinya?" Farhan, Mira Budi dan Susi saling pandang dan tertawa lagi
" dia adik ipar saya Bu " kata Desi dan mereka y berlalu sambil tertawa.
Orang orang yang mendengar itu saling pandang dan tawa riuh pun menggema.
" ayo pulang" kata Rif sambil berjalan cepat meninggalkan Mona yang masih belum menyadari kebodohannya mengikuti langkah Arif yang sudah berjalan jauh Mona sampai harus setengah berlari mengejar Arif, ketika sampai di depan Arif dan mobilnya dengan nafas tersengal karena capek dan memegang lututnya sambil mengatur napas lalu membuka pintu mobil dan duduk di kursi kemudi Arif menyusul duduk di kursi penumpang wajahnya sudah tidak enak dilihat
" bang kenapa Abang diam saja. harga diri Abang sedang direndahkan ini tapi Abang malah diam, Abang nggak cemburu?"
" kenapa aku harus cemburu sa..."
baru saja Arif membuka mulut sudah di dahului lagi " tapi emang sih ngapain juga harus cemburu, kan Abang nggak cinta sama dia" kata Mona pongah
Arif yang moodnya sudah hancur,males untuk mendebat lagi dia memutuskan diam dan memejamkan matanya dia bingung dan putus asa memikirkan ap yang akan terjadi kedepannya kakak kakaknya Mira sudah tahu masalah ini dan ini tidak akan sesederhana apa yang orang bayangkan ngomong ngomong masalah kakaknya mira, Arif tiba tiba menegakkan tubuhnya sambil menatap tajam pada Mona
__ADS_1
" kamu kenal sama Farhan" kata Arif pada Mona
Mona yang kaget mendengar pertanyaan Arif yang sama sekali tidak pernah ada di benaknya
menghentikan mobilnya dengan tiba tiba untuk situasi jalanan sedang lengang, Arif melotot pada Mona " kamu ini apa apaan sih?" tanya Arif dengan nada sudah naik satu oktaf
Mona mengatur napasnya dan merilekskan tubuh dan wajahnya
" it itu bang ada kucing nyebrang jadi aku ngerem" kata Mona gugup sambil menggaruk keningnya gugup dan lalu menjalankan kembali mobilnya " semoga saja dia tidak bertanya lagi tentang Farhan aku harus mengalihkan perhatiannya" gumam Mona dalam hati
"bang ibu gimana udah bisa di bawa pulang?"
" kenapa nggak tinggal dirumah Susi aja atau minta bantu suaminya, Ridwan kan kaya
" kaya? maksud kamu?"
" ya kaya, dia kan perusahaannya dimana mana,
makanya Susi tuh hidupnya wah," kata Mona
__ADS_1
" tapi tunggu jangan bilang Abang nggak tahu siapa Ridwan" kata Mona sambil mengerutkan keningnya
" pantes dia memindahkan ruang rawat mama keruang VIP tapi kenapa Susi bilang mereka hidupnya pas Pasan, apa mungkin Susi nggak mau kamingerecokin hidupnya" monolog Arif dalam hati
" kami malu ngerepotin mereka terus nggak enak" kata Arif beralasan
" bang gimana kalau Abang sama orang tua Abang tinggal di apartemen aku"
" nggak usah lagian bapak sama ibu belum bisa Nerima orang baru karena mereka sangat menyayangi Mira"
" itu apartemen aku yang satunya lagi berarti kita nggak serumah, nanti pelan pelan aku ngedeketin mereka" kata Mona meyakinkan
" lagian kan sayang bang kalau harus bayar kontrakan"
" iya juga sih aku juga mau cari kerja, tapi gimana kalau bapa sama mama nanya soal apart yang kita tinggali" "
"Abang bilang aja itu punya temen abang gampang kan? terus Abang juga bisa bantu aku ngelola kafe aku, gimana?" Arif nampak berfikir sepertinya memang tidak ada jalan lain karena untuk tinggal di tempat Susi nggak mungkin
" baiklah tapi kamu jangan dulu muncul dihadapan orang tua ku untuk sementara"
__ADS_1
"ok" dan akhirnya Mona mengantar Arif kembali kerumah sakit.