Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 96


__ADS_3

pagi pagi sekali Indra sudah ada dirumah Ana, Ana yang melihatnya sudah malas


" pagi banget om, " tanya Ana sambil tersenyum meledek


" iya nih sekalian minta sarapan" jawabnya cuek


" kenapa jauh jauh minta sarapan disini?" ketus Ana lagi


" kayaknya disini sarapannya enak" jawaban santai Indra


" sudah sudah, gini bang Indra datang kesini mau memberi tahu kita kalau rencana berubah, kamu nggak akan bareng terus sama bang Indra hanya sesekali tapi sering di saat sat genting saja tapi bang Indra akan terus ngawasin kita terutama kamu, tapi itu terserah kamu, atau mau rencana semalem saja sekarang kamu pilih yang penting kamu nyaman, tapi kalau kamu mau pake rencana baru kamu harus siap dibeberapa aksesoris kamu di pasangi alat pelacak dan alat perekam suara, Gimana?" kata Andi menjelaskan rencana dari kepolisian


" kalau menurut saya rencana b lebih efisien karena kamu tak merasa di kawal dan tak perlu merasa risih kamu bebas beraktivitas cuma ya itu dan hal itu bukan hanya kamu yang pake tapi sahabat sahabat kamu pake semua terutama kamu sama Susi karena kemungkinan besar incaran mereka adalah kamu dan Susi, Vita sama Mira juga di di pasang tapi tidak sedetail kalian berdua " jelas Indra


" aku suka yang ke dua saja karena aku lebih bebas bergerak, tapi kalau Ivan datang gimana?" tanyanya cemas


" kamu jangan takut dimana pun kamu kami akan tahu posisi kamu selama kamu tidak melepas alat ini" kata Indra


" ya sudah dari pada terus di ikutin om om mending pake itu deh" kata Ana pelan


" apa kamu bilang saya om om" kata Indra melotot. Ana hanya nyengir sambil mengacungkan jari tengah dan jari telunjuk tanda damai.


Akhirnya Indra memasang semua peralatan di di beberapa bagian tubuh dan aksesoris Ana.


" kamu ingat jangan bersikap kaku sehingga bisa menimbulkan kecurigaan, bersikap normal saja kalau kamu takut ya takut kalau kamu lagi marahnya marah jangan di tahan" petunjuk Indra dan itu di setujui olah Ana.


akhirnya mereka sarapan dengan tenang, ana yang sesekali mencuri pandang pada Indra yang duduk tepat di depannya, Indra cuek saja bukannya dia tidak tahu apa yang di lakukan Ana hanya saja dia ingin tahu sampai sejauh mana apa yang akan dilakukan gadis itu, yang menurutnya bocah.


" ya sudah dia antara kita semua harus selalu terhubung usahakan ponsel jangan sampai mati jangan pernah menyepelekan masalah walau sekecil apapun." jelas Indra lagi akhirnya mereka berpisah dengan arah tujuan masing masing Ana dan Andi berangkat bersama menggunakan mobil Andi karena mobil Ana masih ada dirumah sakit bekas tadi malam karena Ana di jemput Vita dan Mira jadilah mobilnya di tinggal di rumah sakit.


" ingat dek arahan dari bang Indra selalu waspada kakak tahu kalian memiliki ilmu bel diri tapi itu saja tidak cukup " Andi memperingatkan adiknya

__ADS_1


" siap kak" kata Ana mantap


" kalau bisa jangan terlalu banyak pulang malem sebelum magrib usahakan sudah pulang, apalagi sendiri" kata Andi lagi


" iya kakak ih lama lama kakak jadi kerutan cerewet sama om om itu ih" kata Ana kesal sama Andi yang Sudak berapa kali selau mengatakan hal yang sama


" kakak itu khawatir sama kamu, kamu adalah harta kakak yang paling berharga, kita sudah kehilangan papa sama Mama jangan sampai kakak kehilangan kamu juga" kata Andi pelan dengan mata berkaca-kaca


" aku tahu kakak sayang banget sama aku, aku minta maaf selalu bikin kakak khawatir, tapi Insyaallah aku akan selalu jaga diri" kata Ana sambil memeluk kakaknya yang sudah menjadi Ibu, ayah bahkan sahabat dalam segala hal


" kamu janji harus bahagia, karena bahagiamu adalah bahagia kakak" kata Andi sambil mengecup puncak kepala Ana dan mengeratkan pelukannya.


" ya sudah kita harus berangkat ini sudah siang nanti kesiangan" kata Andi melerai pelukannya lalu kembali menjalankan mobilnya yang tadi sempat menepi karena obrolan mereka, selama di perjalanan mereka tidak menanyakan kejanggalan di perjalanan semuanya lancar.sesampainya di rumah sakit Ana dan Andi langsung menuju ruangannya yang di depannya sudah terdapat antrian panjang pasien yang akan memeriksakan penyakit mereka, Ana tersenyum melewati mereka dan langsung masuk dan langsung memakai jas putih dan menyiapkan peralatan nya kegiatan mereka semua hari ini lancar tanpa hambatan yang berarti tiba waktu makan siang Ana baru selesai dengan aktivitas nya dia sedang meregangkan otot tubuhnya karena dari pagi pasien banyak banget. tiba tiba ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk ternyata dari Mira dan Vita yang mengajak makan siang


" guys makan yuk" Mira


" ayo dimana" Vita


" di depan RS aja gimana gue belum sempat visit ruangan soalnya" Ana


" deal" Vita


" asiaf" Ana


" kita otw" Vita dan pesan pun berakhir


" mbak saya makan siang dulu kali ada apa apa hubungi saya ok" kata Ana pada asistennya


" iya dok, oh iya dok tadi ada kiriman buat dokter maaf tadi saya lupa soalnya pasiennya banyak banget jadi baru sempat" kata Asisten Ana.


" " apa tuh saya serasa jadi ABG lagi" kata Ana sbil terkikik geli

__ADS_1


" ini dok" kata mbak Tina menyerap setangkai mawar putih kesukaan Ana, alis Ana terangkat satu


" dari siapa ?" mbak Tina hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu


" itu saya dapat dari resepsionis depan dok" jawab mbak Tina


" dari siapa?" Ana bermonolog sendiri sambil menatap bunga mawar putih itu dan ana membuka kartu ucapannya


" Maaf..."


hanya satu sama itu yang tertulis di kartu ucapan itu, Ana mengerutkan keningnya memikirkan siapa yang mengirimkan bunga itu untuk nya


" mungkinkah?" kata Ana sambil terus memandangi bunga itu


" kalau memang dia, apa yang harus Akau lakukan, aku nggak mau ketemu dia lagi, aku benci sama dia dia sudah menghancurkan segalanya segala yang aku susun" kata Ana dalam hati, setiap kali mengingat tentang laki laki itu lukanya seakan kembali berdarah.


" Astaghfirullah aku hampir lupa ada janji sama anak anak" katanya sambil menyimpan bunga itu di vas bunga bergabung dengan bunga yang lain, lalu beranjak dari duduknya


" ya sudah mbak aku keluar makan dulu ya" pamit Ana dan di angguki oleh mbak Tina sambil merapikan kembali peralatan yang sudah di gunakan.


Ana berjalan turun ke lobi sesampainya di meja resepsionis dia teringat akan bunga tadi kata mbak Tina dari resepsionis. Ana berjalan menghampiri meja resepsionis dan kedua wanita yang bertugas di meja resepsionis langsung berdiri dan membujuk sedikit sebagai penghormatan, Ana mengangguk sebagai balasan


" maaf dok ada yang bisa kami bantu" kata salah seorang dari mereka


" iya nih saya mau tanya tadi yang Nerima kiriman buat saya siapa ya" tanya Ana sambil tersenyum lembut


" oh yang bunga itu?" Ana mengangguk


"itu kita dapat dari anak kecil katanya disuruh seseorang memberikan bunga itu buat dokter" jalan resepsionis itu, Ana menghela nafas panjang mendengar itu lalu tersenyum pada mereka


" oh ya sudah, terima kasih ya" kata Ana

__ADS_1


" sama sama dok" kata mereka bersamaan


" ya sudah saya keluar cari makan dulu" pamit ya dan berjalan menuju parkiran.


__ADS_2