Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
bab 14


__ADS_3

keesokan harinya Bu Diah melakukan pemeriksaan untuk menjalani operasi setelah kondisi Bu Diah dinyatakan siap operasi seorang pria berbadan tegap memakai jas putih menghampiri mereka yang berkumpul


"mana diantara kalian keluarganya pasien?" mereka langsung menjawab


" kami keluarga pasien dok" kata Arif


" Andi..."


" kak Andi" Ridwan dan Mira bersamaan menyebutkan namanya dengan kaget campur senang


" Ridwan Lo ngapain disini? dan ini Mira kan, Mira Andini?" kata dokter Andi menatap bergantian heran pada pada Ridwan dan mira" kamu sahabatnya Ana kan?" tanya lagi meyakinkan


" iya kak, gimana kabarnya ana sekarang? tuh anak gak pernah ngasih aku kabar lagi" kata Mira sambil tersenyum lalu memajukan bibirnya lucu.


" Ana baik malah dia jadi dokter di rumah sakit ini juga, dia dokter anak." kata dokter Andi menjawab " dan untuk sementara obrolannya kita tunda dulu, aku mau operasi dulu" dan di jawab anggukan oleh keduanya. dokter Andi lalu berbicara pada pak Agus dan Arif. sementara Ridwan menoleh pada Mira


" kamu kenal Andi mir?"


" iya kak Andi kakaknya sahabat aku Ana" kata Mira


" pantes aja dia langsung kenal sama kamu dan akrab" Arif yang tak mereka sadari sudah ada disamping Mira, ada nada tidak suka melihat dokter Andi dan Mira bicara begitu akrab.


Amira hanya tersenyum dan mengusap tangan suaminya

__ADS_1


" kamu cemburu ya" bisik Mira pada Arif yang disertai cengiran menggoda


" kamu itu" kata Arif tersenyum malu sambil mengusap tengkuknya.


" aku tinggal ke toilet sebentar ya" kata Ridwan pada semuanya.sambil berjalan menuju arah toilet, sebenarnya tujuan utamanya mau nelepon Susi istrinya untuk memberi tau kalau budiah sudah masuk ruang operasi dan menyuruh Susi k3umah sakit. dia langsung menghubungi Susi tapi sampai dering ketiga Ridwan sudah tampak kesal, tapi dia mencoba sekali lagi akhirnya tersambung


" iya mas, ada apa?" Susi langsung menjawab


" kamu lagi di mana?" tanya Ridwan karena terdengar sangat berisik dengan suara pembicaraan


" aku lagi disekolah Rayhan mas" kata Ridwan


"ada apa mas?" tanya dulu lagi mengulang pertanyaannya lagi


" aku mau ngasih tau ibu sudah masuk ruang operasi..."


" kamu nggak ada niatan datang gitu?" tanya Ridwan heran


" mas disana sudah terlalu banyak orang tidak baik di ruy sakit terlalu banyak yang nungguin ntar malah ganggu pasien lain lagi" jawab Susi


" kamu itu aku heran ya kamu itu anak kandung bapak sama ibu atau bukan sih, sepertinya kamu itu tidak ada khawatir khawatirnya sama sekali sama ibu sendiri, kamu itu kenapa sih" kata Ridwan kesal sekali dengan sikap istrinya.


" bukan kayak gitu mas, kan udah aku jelasin tadi, lagian aku lagi nungguin Rayhan sekolah

__ADS_1


" ya sudah, terserah kamu sajalah, kuharap kamu tidak akan menyesal nantinya" kata Ridwan dia kecewa sikap istrinya.


Ditempat lain di sebuah kafe


"Lo gila ya sus, ibu Lo lagi di rumah sakit" tanya Siska sahabatnya Susi. ya mereka sedang kumpul untuk merayakan pertemuan mereka kembali dengan Mona yang baru tiba di Indonesia


" Lo gak ikut nungguin disana? emang nyokap Lo sakit apa?" tanya Mona


" kanker payu**** sekarang lagi dioperasi" kata Susi santai "ngapain juga aku di sana udah banyak orang yang nunggu ada bapak, laki gue, Abang gue Ama bininya" katanya dengan raut kesal


" Abang Lo ada di sini sus?" tanya Mona


" iyaa..." jawab Susi


" eh ngomong ngomong gue penasaran Lo nikah Ama siapa kalau buka sama si Riky" tanya Mona lagi


" Lo gak bakalan kenal sih ntar lah gue kenalin" jawab Susi lagi


" tapi sus, gimana kalau kita kerumah sakit sekalian kenalan Ama laki l" kata Mona


" aaalaaah modus Lo, gue tau Lo pengen ketemu Ama abangnya si Susi kan Lo" todong siskapada Mona


" he he Lo emang sahabat gue yang paling the best Lo tau apa yang gue mau" kata Mona sambil cengar-cengir.

__ADS_1


" gila lo, bang Arif kan udah nikah udah punya anak malah, Lo mau jadi pelakor Lo"


" ya kalau dia mau, gak salah gue juga dong" jawab Mona sambil mengendikan bahunya santai " ya udah kita berangkat sekarang aja yuk gue udah nggak sabar" katanya sambil bersiap. dan mereka pun akhirnya meninggalkan kafe menuju rumah sakit.


__ADS_2