Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 95


__ADS_3

Kasus Ridwan sudah ditangani pihak kepolisian, tapi mereka belum menemukan siapa orang yang ada di balik semua kekacauan ini, sudah hampir seminggu Ivan masih berkeliaran tapi dalam pengawasan begitu juga dengan Riky dan Mona tapi sampai tahap ini masih belum ada bukti yang mengarah ada dalang dibalik kasus ini akhirnya AKBP Indra meminta mereka semua berkumpul


santai dan tidak memakai seragam


dan mereka bisa ngumpul di tempat Andi, mang yang paling enak untuk di pakai kumpul suasananya yang adem dan ada taman belakang yang penuh dengan tanaman sayuran, dan ada kolam ikan juga ada pondok yang cukup besar tempat mereka berkumpul, pondok itulah tempat paforit mereka


" sudah berkumpul semua Rey" tanya AKBP Indra pada Reynand


" belum Om, itu para cewek belum datang" jawab Reynand


" coba kamu telepon " katanya tapi tiba tiba kehebohan terdengar dari arah dalam rumah suara cempreng saling sahut dan tawa riuh, Reynand yang sudah akan mengeluarkan ponselnya urung karena dia sudah tahu siapa yang bikin rusuh di dalam sana siapa lagi kalau bukan istri dan para sahabatnya yang paling berisik gak pernah bisa diam.


" eh ada apa itu?" Tanya Indra kaget mendengar kehebohan itu, Reynand, Ridwan Farhan, Budi dan Andi hanya terkekeh mendengar dan melihat kebingungan Indra.


" Kakak, kakak tahu nggak aku baru selesai operasi langsung dimarahin om Vian katanya kakak kabur, untung Mereka nyelametin aku, jadi aku bisa lepas dari lubang neraka " Ana langsung saja ngomel ngomel dan ngadu tanpa peduli pada mereka yang ada karena dia sudah biasa tapi dia tak menyadari kalau ada orang lain selain sahabat sahabat kakaknya, Indra yang melihat itu hanya bisa melongo melihat kelakuan Ana, dan tak lama muncul tiga orang perempuan lagi sambil berebut cemilan padahal masing masing sudah memegang satu toples tapi tetap saja heboh dan para lelaki itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka itu adalah pemandangan yang sudah tidak asing bagi mereka, justru kalau mereka diam malah akan membuat khawatir tapi yang membuat para lelaki menahanan tawa adalah sikap Indra Sjafri yang baru di temui nya


" eh Ta itu cemilan gue" Ana yang tadi marah marah sama Andi sekarang beralih merebut toples cemilan dari Vita, mereka baru berhenti setelah mendengar deheman keras diantara mereka dan mereka langsung berhenti, dan yang pertama siapa orang itu adalah Mira


" Eh ada om Indra" kata Mira sambil nyengir lalu langsung meraih tangan Indra dan menyaliminya.

__ADS_1


" wih, body nya na, pokonya, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata" bisik Vita pada Ana, ana langsung mengalihkan pandangannya


" tapi kayaknya killer, iiii" jawab ana sambil berbisik, dan bergidik ngeri melihat tampang Indra yang terlihat datar


" cool dodol" timpal Susi


" cool dari Hongkong" ketus Ana dan akhir mereka pun tertawa cekikikan


" sudah, sekarang kalian sudah menilai segalanya tentang saya sekarang kalian duduk," katanya dengan wajah datar


" itu muka apa meja" bisik Ana tapi semua orang dapat mendengar apa yang diucapkan Ana


" layar datar" timpal Susi, Ridwan yang melihat tingkah Susi yang sudah ketularan sengklek oleh mereka menghela nafas panjangadavrasa sesal Ridwan mengizinkan Susi bergabung dengan mereka jadi terbawa gesrek.


" kalian mau diem nggak, kalau tidak kalian pergi saja" suara keras Indra akhirnya membungkam Mereka, Mira bersembunyi di belakang tubuh suaminya lalu memeletkan lidahnya pada sahabat sahabat sahabatnya meledek mereka sambil tertawa tapi tak bersuara ketiganya melebarkan mata pada Mira dan memperlihatkan kepalan tangan mereka tapi hanya pada Mira dan komat Kamit


" saya dengar kalian berisik unfaedah lagi kalian saya persilahkan pergi" ancam Indra lagi para lelaki mengulum senyum, mereka puas ada yang bisa membuat mereka diam.


" oh ya mungkin ada yang belum kenal dengan saya, perkenalkan nama saya AKBP Indra tapi biar lebih enak kalian bisa panggil saya Abang karena sepertinya umur kalian tidak beda jauh dengan saya, mungkin mulai sekarang kita akan sering bertemu dengan saya, karena saya yang dipercaya menangani kasus kalian, kalian jangan canggung mengatakan gala apa saja yang kalian temui yang bersangkutan dengan kasus ini" jelasnya tapi tetap dengan ekspresi datar, Ana memalingkan wajahnya sambil mencebikan bibirnya

__ADS_1


" heleh lebih akrab katanya tapi ekspresi nya itu beuh" tapi hanya bisa keluar dalam hati saja.


" oh ya Ana saya mau tanya, apa kamu pernah bertemu lagi baik secara sengaja atau tidak dengan Jovan" Ana tampak berfikir dan mengingat ingat lalu menggeleng


" nggak sih, kemarin aku seperti ada ngikutin waktu Akau keluar dari rumah sakit tapi aku nggak tahu itu benar atau hanya perasaan aku saja" jelas Ana


"kamu ingat ciri cirinya" Ana kembali menggeleng


" aku hanya merasa ada yang ngawasin aja, tapi hari ini nggak" kata Ana lagi


" dari penjelasan yang yang Rey jelaskan dan yang lainnya memang dia masih sangat mencintai kamu. dan setelah pertemuan kalian kemarin ada kemungkinan dia akan menemui kamu lagi" jelas Indra " dan boleh saya dan tim saya minta bantuan kamu, untuk bersikap jasa natural, temui jika ingin anda bertemu dan berbicara, dan kalau bisa anda korek informasi tapi dengan santai dan jangan terlihat gugup" jelas Indra " dan jangan takut anda dalam pengawasan saya sendiri " jelasnya lagi menenangkan, Ana mendengar semua penjelasan Indra,


" aku nggak mau ketemu dia lagi" katanya sambil menunduk dan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, karena dia yakin kalau bertemu kembali pasti akan memperdalam sakit yang selama ini, dia berusaha dia obati.


" om bisa nggak kalau si Ivan langsung kita tangkap saja" tanya Mira dia tahu apa yang dirasakan oleh Ana.


" bisa saja tapi kita ingin masalah ini tuntas sampai ke akar kita harus pancing dia untuk menunjukkan bukti bukti yang konkret, dan insting kami mengatakan kalau dia itu menjadi salah satu anggota sindikat tapi kita belum tahu sindikat apa, maka dari itu kita minta bantuan kamu supaya pancing dia untuk terus dapat menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya." jelas Indra lagi.


" tapi aku nggak mau Ana kenapa-kenapa bang, dia adik saya yang harus saya jaga " kata Andi seolah menolak rencana Indra

__ADS_1


" kalian semua jangan takut dan khawatir dengan keselamatan Ana dia akan terus bersama saya Sampi malam pulang kerumah, dan saya akan jadi sopir nya Ana, karena target Ivan adalah saksi kunci yang banyak menyimpan informasi tentang semua hal membahayakan banyak orang" kata Indra lagi, dan akhirnya mereka mengerti dan dengan terpaksa Ana juga mengikuti semua rencana yang telah disusun dengan baik oleh Indra dan timnya.


__ADS_2