Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 115


__ADS_3

Indra, Reynand, Ridwan, Farhan dan Budi masih mengendarai motor mereka, dan Indra memberi isyarat agar yang lain berhenti dan menepi,


" ada apa om" tanya Reynand Heran,


" kita cari makan sebentar,gue dari pagi belum sempat makan dan sekalian kita mencari informasi dari tim kita yang yang melakukan penyelidikan dan mencari tahu keadaan di rumah" jelas Indra


" tapi om, aku khawatir sama keadaan istri aku dia sedang hamil muda, aku tak mau terjadi sesuatu pada calon anak dan istriku" katanya dengan wajah kusut dan lelah,


" gue tahu perasaan lu Rey, sebab istri gue juga bersama Mira dan Ana", Kata Ridwan sambil mengusap kasar wajahnya,


" kalian harus kuat, bener kata Bang Indra, kita cari makan dulu, kita harus jaga tubuh kita supaya jangan sakit, karena mereka membutuhkan kita dan menunggu kita datang untuk menyelamatkan mereka, kalau kita lemah mau nyelametin pake apa, tubuh aja reyot" kata Farhan sambil menepuk pundak Reynand dan Ridwan


" gue sama bang Farhan juga sama karena Mira dan Ana adalah adik kita, jadi kita sama khawatirnya sama kalian berdua, bener kata Bang Indra dan bang Farhan, ya sudah kita makan dulu" kata Budi lagi,dan akhirnya mereka, memarkirkan motor mereka di sebuah restoran dan memesan makanan. dan mereka makan walaupun mereka kehilangan nafsu makan tapi mere harus makan untuk mengumpulkan energi mengahadapi semua kemungkinan, setelah selesai makan Indra membuka suara


" lu cek deh di mana titik mereka sekarang?" kata Indra kepada Reynand


" mereka sepertinya menuju ke daerah Bogor deh om" kata Reynand sambil mengernyitkan keningnya


" menurut kalian apa ini ada hubungannya sama si Ivan?" tanya Ridwan


"gue rasa begitu, itu titiknya, kita kirim ke satlantas Bogor, " kata Indra dan Reynand mengerutkan keningnya


" mereka berhenti di daerah Depok " kata Reynand


" zoom Rey, di mana itu dan kita hubungi kepolisian setempat" perintah Indra dan Reynand melakukannya.tiba tiba ponsel Reynand berdering tanda ada telepon masuk.


Reynand mengerutkan keningnya karena yang menghubunginya adalah no tak di kenal sedang yang tahu no itu hanyalah orang orang terdekatnya


" siapa Rey?" tanya Indra, Reynand menggelengkan kepalanya tanda tak tahu

__ADS_1


" angkat Rey, kali aja dari orang yang ada hubungannya sama penculikan mereka" kata Farhan, dan Reynand dan yang lainnya menyetujui nya dan menggeser tombol hijau


" halo, ini dengan pak Reynand?" kayanya


" iya, saya sendiri, ini dengan siapa ya?" tanya Reynand bingung


"saya dimintai tolong sama ibu Mira untuk memberi tahu bapak kalau dia membutuhkan pertolongan " katanya


" sekarang dia dimana?" kata Reynand begitu kaget mendengar perkataan dengan mata berbinar, mereka sedang berusaha mengulur waktu mereka pura pura di toilet tapi di jagain penjahatnya, orang nya serem banget." katanya


" tapi istri saya dan yang lainnya baik baik saja kan" katanya tak sabar


" sepertinya tidak baik pak, soalnya penjaganya itu galak banget, dia bentak bentak sama tiga perempuan itu, " mereka semua mengepalkan tangannya nya dan mengeras kan rahangnya


" Bu tolong ibu bisa lihat nomor seri mobilnya Bu," kata Indra


" bukan nomor mobil ibu, tapi nomor mobil penculik itu Bu" kata Farhan gemas


"oh saya kira nomor mobil saya, oh iya nomornya XXX mobil Pajero sport warna hitam" katanya dengan jelas


" iya Bu sekarang tempatnya berada di mana?" tanya Indra


" di SPBU XXX daerah Depok pak" jelasnya


" iya Bu Terima kasih banyak atas informasinya"


kata Reynand dengan mata berkaca-kaca


" ibu bisa kami minta tolong lagi ibu tolong awasi terus mobilnya dan mereka masih sampai mereka pergi ke arah mana" kata Indra

__ADS_1


" oh iya pak menurut tulisannya mereka menuju ke Sukabumi, pak" jelasnya lagi


" aduh ibu terimakasih banyak informasi dari ibu sangat berharga buat kami, istri saya sedang hamil anak kami" kata Reynand


" Astaghfirullah, yang sabar ya pa semoga mereka semua selamat, saya tak bisa membantu banyak karena takut mereka bawa senjata" katanya merasa bersalah


" tidak apa Bu, justru dengan ibu bersedia menyampaikan pesan dari mereka ibu sudah sangat membantu kami, ya sudah Bu kami tutup kami menuju kesana, kalau ada perkembangan tolong hubungi kami" kata Reynand lagi katanya sambil memutus panggilan, dan mereka langsung menuju parkiran setelah sebelumnya menghubungi kantor polisi terdekat dengan lokasi yang ibu itu sampaikan dan mereka langsung melanjutkan pengejaran mereka terhadap orang orang yang mereka sayang, dan mereka juga tak lupa mengabari Andi dan Vita supaya jangan khawatir, karena mere sudah mendapat titik terang keberadaan Ana, Mira dan juga Susi.


Sedang dirumah Andi dan Vita, mereka tak bisa tenang, semua tamu sudah pulang


" gimana Ndi sudah ada kabar dari mereka" tanya Papi Anwar,Andi menggeleng lemah


" belum Om, aku takut terjadi apa-apa sama mereka, aku tak bisa bayangkan hidup kami tanpa mereka, aku lalai menjaga mereka" kata Andi sambil menerawang dengan mata yang sudah berkaca kaca


"kamu tenang saja mereka bukan wanita yang lemah, mereka wanita yang cerdas kalian tahu itu" kata papi Anwar sambil menepuk bahu keponakan nya


" Vita yang salah, kalau saja Vita tidak menyetujui permintaan kakak untuk menikah sekarang mungkin semua tidak akan terjadi, kakak benar kalau fokus kakak akan terpecah untuk menjaga Ana, kalau kakak menikah sebelum Ana" kata Vita sambil menangis sesenggukan


" hey kalian tidak salah, semua sudah diatur oleh Allah, jalan hidup manusia itu tidak selamanya datar pasti akan menemui tanjakan dan turunan begitu juga belokan atau jalan berbatu tapi kita harus sabar, berusaha dan berdoa menjalaninya,kita tidak bisa menghindar dari ketentuan yang Allah berikan pada kita" kata Bu Asih " Ibu tahu perasaan kalian seperti apa, ibu juga merasakan hal yang sama tapi kita sekarang disini bantu doa, Rey dan yang lainnya sedang berusaha mencari mereka, dan kita juga harus bersabar dan bertawakal kepada Allah, semoga mereka cepat di temukan dalam keadaan sehat walafiat" tambahnya lagi


tiba tiba ponsel Andi berdering dan ternyata itu dari Reynand, dan Andi dengan cepet mengangkatnya dan langsung dalam mode suara keras


" Ndi, lu dan semua tolong jangan khawatir, kita sudah menemukan titik terang, dan untuk saat ini kita sudah tahu keberadaan mereka, semoga saja kita keburu menyusul mereka dan bisa nyelametin mereka , tolong bantu kami dengan doa, kalian tetap tenang, dan tolong terus pantau situasi disana juga karena tidak sedikit kemungkinan mereka hanya mengalihkan perhatian, dan mereka mengincar kalian juga disana." pesan Reynand


" ingat jangan panik tetap waspada dan berdoa" kata Farhan lagi


" ya sudah kami berangkat dulu " kata Reynand memutuskan panggilan


" ya sudah sudah waktunya magrib kita shalat berjamaah dulu dan mereka yang akan menjaga kita" kata papi Anwar dan mere semua menyetujuinya, dan bergegas mengambil air wudhu dan melaksanan shalat magrib berjamaah.

__ADS_1


__ADS_2