Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 25


__ADS_3

Arif yang di antar Mona sampai di parkiran rumah sakit, Aris sudah siap membuka pintu mobil tapi tertahan oleh pegangan tangan Mona


" bang, aku ikut turun ya aku mau ketemu orang tua kamu" Aris mengernyitkan dahi


" anu apa?" tanya bingung


" aku kan dulu sudah membuat kesalahan dulu, sekarang aku ingin memperbaiki semuanya, aku kan sudah jadi teman kamu " tatapan Mona penuh harap " mona, denger, kamu akan aku bawa ketemu sama orang tua aku tapi jangan sekarang soalnya suasana tidak pas, orang tuaku pasti akan menginterogasi ku karena Mira pulang duluan, dan itu akan jadi nambah masalah kalau kamu ikut sekarang, mereka akan menyangka kamu penyebab Mira pulang duluan, kamu ngerti kan maksud. aku," kata Arif sambil memegang tangan Mona lembut untuk meyakinkan Mona, dan diangguki lemah oleh Mona.


" ya sudah kamu masuk gih dan aku pulang"


" iya langsung pulang jangan keluyuran" kata Arif sambil mengacak rambut Mona dan keluar dari mobil, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kejadian itu.


" Arif diantar siapa? " dan akhirnya Ridwan dapat melihat dengan jelas ketika sang pengemudi membuka kaca mobil untuk sekedar menatap punggung Arif yang masuk gedung rumah sakit, ya orang itu adalah Ridwan.


" pantas dia tadi pagi tidak melakukan apapun untuk memberikan pembelaan pada Mira ternyata benar dugaan ku, kamu akan menyesal Rif menyia nyiakan istri sebaik Mira"


" eh tapi tunggu bukannya tadi mama sama bapak bilang kalau Arif pergi sama Mira, tapi kenapa dia malah diantar mona, ah jangan-jangan, lalu kemana Mira ?"

__ADS_1


gumamnya dalam hati, pertanyaan itu berputar di otaknya dia mengkhawatirkan Mira,tapi dia berfikir mungkin Mira nginep sama sahabatnya.ridwan lalu beranjak menuju parkiran untuk pulang setelah tadi dia pamitan pada mertuanya untuk isty dirumah karena besok dia harus berangkat ke kantor karena ada meeting penting.


sedangkan Arif berjalan menuju ruang rawat bu Diah, dia langsung membuka pintu tanpa mengetuk dulu


"assalamualaikum ..." ucapnya sambil masuk lalu dia mengedarkan pandangannya mencari sosok Mira


" waalaikumsallam, lho Rif kok sendiri, Mira mana, ini Ridwan bawa bakso buat Mira dia tahu Mira sangat suka dengan baso" kata pak Agus dan di angguki Bu Diah


" lho bukanny Mira tadi sudah pulang duluan?"


" oh mungkin Sam sahabatnya" kata Arif menenangkan orang tuanya padahal hatinya sudah jedag jedug


" cepet telepon sahabat nya Mira sekarang" kata Bu Diah dengan tatapan jengkel


"atau kamu hubungi Mira dulu" dan Arif langsung menghubungi Mira tapi nomor nya tidak aktif dan hanya operator, Arif tambah gugup akhirnya di mau telepon Ana tapi detik berikutnya dia baru sadar dia tidak memiliki nomor Ana


" kenapa diam ayo telpon" kata Bu Diah

__ADS_1


" aku nggak vtau nomornya ma" kata Arif menunduk lesu


" coba kamu tanya dokter Andi, kalau nggak salah Ana kan adik dokter Andi." kata pak Agus dan diangguki oleh Arif sambil langsung menekan tombol panggilan kepada Andi


" halo ndi, ana dirumah nggak'?" tanyanya


" ada tapi sudah tidur" kata Andi tersenyum


" kalau Mira ikut ana nggak'"


" nggak tuh ana pulang sendiri, emangnya kenapa?"


" itu hmmmm anu..."


" jangan bilang kalau Mira minggat ya, kalau bener aku yang akan mengejar kamu" kata Andi dengan nada suara yang sangat tinggi


" ya sudah nanti gue jelasin,gue mau cari mira dulu" dan Arif langsung menutup sambungan nya

__ADS_1


__ADS_2