
Mira menangis di dalam taksi yang dia naiki hatinya sakit menerima kenyataan bahwa suaminya mencintai wanita lain dan itu mantan kekasih nya dulu, walaupun dia sudah tau kalau wanita itu mantan kekasihnya tapi mendapatkan suaminya tidak menyangkal semua pertanyaan sudah menjelaskan dengan pasti bahwa suaminya masih mencintai.
"mau kemana neng?" dan Mira menghentikan tangisnya dan kaget setelah mendapat pertanyaan dari sopir taksi, dia tampak berfikir sebentar
"ke restoran sebrang rumah sakit Husada pak." kata Mira, dia bingung harus kemana kalau dia ke rumah kakak sulungnya dia nggak mau kakaknya itu marah' besar dan akan menghajar Arif habis habisan karena sejak awal kakaknya itu tidak menyetujui pernikahannya dengan Arif, akhirnya dia memutuskan menelpon Ana.
" halo, mir ada apa tadi siang kita udah ketemuan Lo udah kangen aja Ama gue" tapi ucapnya terhenti ketika mendengar suara isakan dari sebrang telepon" mir, Lo kenapa? Lo nangis? Lo di mana?" Ana bertanya tanpa jeda karena khawatir terjadi apa apa
"Na, hu hu.. gu gue di resto tadi siang."
" ok Lo tunggu di sana Lo jangan kemana mana sebelum gue datang ok gue kesana sekarang" kata ana sambil langsung memutuskan panggilan, langsung berlari menuju parkiran sambil menelpon Vita
"Vit, Lo langsung ke resto tadi siang Mira nangis di sana, cepet!" katanya tanpa memberikan kesempatan buat Vita bicara langsung memtus panggilan dan menjalan mobilnya kesebrang rumah sakit, ya tadi ana baru mau siap siap untuk pulang ketika Mira menghubunginya.
__ADS_1
ketika sudah sampai ana mengedarkan pandangannya mencari tempat Mira berada dan akhirnya dia menemukan Mira sedang duduk melamun, dia langsung menghampiri dan memeluk sahabatnya.
" Lo kenapa, heh" Mira tidak menjawab malah menangis dan mengeratkan pelukannya. " kita pindah private room ya?" dan di jawab anggukan oleh Mira. ketika mereka berdiri mau pindah keruangan private terdengar panggilan memanggil mereka dan terlihat Vita yang terengah engah menghampiri mereka
"ada apa? Lo kenapa?" tanyanya lagi pada Mira
"Udah jangan dulu ngomong kita pindah ke private dulu biar enak ngomongnya" bukan Mira yang menjawab tapi Ana, dan akhirnya mereka berjalan.
" brengsek tuh si Arif, playboy kampung, manusia munafik" ana terus saja ngomel sambil mengepalkan tangannya
" emang kayak apa sih tuh ceweknya nggak lebih cantik dari Lo kan mir,?"
" lah Lo pake nanya bentukannya kaya apa gue sih yakin ya yang namanya pelakor cuma modal paha" kata Ana lagi " terus rencana Lo sekarang gimana kita bantu, gimana kalau kita teror aja tuh si Arif sama ceweknya itu, di stress terus gila, tinggal di RSJ tuh mereka" kata Ana sambil menatap kedepan membayangkan kalau Arif dan mantan kekasihnya gila " seru tuh kayaknya" sambungnya lagi.
__ADS_1
Vita dan Mira sampai melotot mendengar usul Ana, mereka heran sejak kapan Ana memiliki otak kriminal kayak gitu lalu mereka bersamaan menggeplak Ana yang masih asik dengan hayalannya tentang Arif, sontak Ana terlonjak kaget mendapat geplakan mendadak dari dua sahabat nggak punya akhlak,
" otak Lo, kriminil amat, iya si Arif sama tuh cewek di RSJ nah lo di rutan mau Lo?" kata Vita gemas sama Ana yang hanya nyengir mendengar Omelan Vita.
" gue belum tau mau ngapain, tapi untuk sekarang gue nggak mau ketemu bang Arif dulu" kata Mira sambil tertunduk dan menghapus air matanya lagi
" gimana kalau ke rumah gue aja untuk sementara Lo tinggal dirumah gue dulu kita lihat reaksinya si PK? gimana?"
" hah PK, apa tuh PK" kata Mira dan Vita bingung,
" Playboy Kampung" jawabnya sambil nyengir Vita dan Mira saling pandang dan akhirnya mereka tertawa, Ana memang yang paling ajaib diantara mereka, Vita yang tomboy dan tegas dan Mira yang kalem tapi kali udah ngumpul jadi sengklek.
akhirnya mereka pun pergi dan akan menginap di rumah Ana dan Vita pu ikut bersama mereka.
__ADS_1