
Keesokan harinya Mira dan Arif sudah sudah rapih begitu juga dengan Syifa yang juga ikut, ya mereka semalam memutuskan untuk pergi menemui Bu murni sama
" sudah siap?" Arif yang baru selesai manasin motornya masuk kedalam
" sudah ayo mumpung pagi, Syifa ayo nak cepet udah siang katanya mau ketemu nenek" Mira memanggil Syifa yang masih asik main boneka
"siap bunda, horee ketemu nenek ..." kata Syifa sambil langsung berlari keluar rumah.
" jangan lari lari nak ntar jatuh."
" ayaaaaaah..." Syifa langsung naik keatas motor yang sudah duduk Arif
" hmmmmm wanginya anak Aya pagi pagi mau kemana nih udah wangi aja pagi pagi" kata Arif sambil mencium pipi anaknya gemas
" iya dong ayah kan Syifa mau ketemu nenek jadi harus cantik, bundaaaaaa cepeeeeet"
" iya iya gak sabaran amat anak bunda" Mira berjalan sbil memasang helm .mereka pun berangkat.
tak sampai satu jam mereka sampai di depan rumah Bu Murni ibunya mira,
__ADS_1
"neneeeeek...." Syifa buru buru turun dari motor berlari menghampiri neneknya yang sedang menyapu halaman.
" yaaah cucu nenek tumben pagi pagi udah nyampe hmm.. wangi lagi" kata Bu murni langsung menyimpan sapu lalu memeluk cucunya.
" udah besar cucu nenek" sambungnya lagi
" iya dong nek kan Syifa makannya banyak,kata ayah sama bunda kalau Syifa banyak makannya ntar cepet besar" kata Syifa sambil memasang muka lucu.
" Assalamualaikum Bu, apa kabar, ibu sehat" Mira yang datang langsung menyalami ibunya
" Assalamualaikum Bu" disusul Arif menyalami mertua nya
" belum bu, kan sengaja pengen makan buatan ibu he he..." kata Mira nyengir mengandeng tangan ibunya, sedang Arif hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala sambil menyusul mereka masuk rumah. memang Mira kalau sama ibunya manja maklum anak bungsu dan anak perempuan satu satunya, kakak nya dua duanya laki laki sudah berkeluarga semuanya Andi si sulung bekerja di ibu kota sedang Budi kakak keduanya memiliki beberapa kios beras dipasar kota mereka tinggal, dan memiliki rumah tak jauh dari rumah Bu murni cuma terhalang dua rumah.
" ayo langsung aja kita sarapan mumpung masih hangat, " dan mereka pun makan dengan suasana hangat dan Syifa yang tampak gembira.
selesai makan Mira langsung membereskan meja dan mencuci piring bekas mereka makan.
" bagai mana keadaan Bu Diah? maaf ibu belum nengok lagi" kata Bu Murni membuka percakapan, sedang Syifa asik main sama Kayla anaknya Budi yang sedang main di rumah neneknya.
__ADS_1
" yah gitu deh Bu, belum ada kemajuan yang ada sekarang malah harus dioperasi lanjutan di rumah sakit yang lebih lengkap peralatan medis nya" kata Arif sambil menundukkan kepalanya sedih.
" yang sabar, jangan ngeluh itu cobaan buat keluarga kalian, terus ikhtiar jangan putus asa" kata Bu murni sambil mengusap punggung menantunya menguatkan.
" iya bu, sebenarnya kita datang kesini pagi pagi itu mau minta bantuan ibu kalau bisa" kata Mira menjeda ucapannya sambil menatap ibunya
" apa yang bisa ibu bantu? sebisa mungkin ibu akan membantu" kata Bu murni
" ini bu, tabungan bapak tabungan bapak hanya tinggal sedikit ditambah tabungan kami pun masih belum mencukupi untuk biaya operasi mama, jadiii kalau ada kami mau pinjam sama ibu" kata Mira pelan tapi masih bisa didengar sama semuanya,
" iya Bu maaf, sebenarnya kami malu datang hanya untuk minta bantuan ibu" kata Arif sambil menunduk malu rasanya.
memang kurangnya berapa? ibu ada sedikit simpanan tapi ibu tidak tau bisa menutupi kekurangannya atau tidak, sebentar" kata Bu murni sambil beranjak ke kamarnya.
tak lama sudah keluar lagi sambil menyerahkan sebuah kartu ATM
" ibu hanya punya itu, Mira tau PINnya, pakai seperlunya ya" kata Bu murni sambil membelai puncak kepala Mira yang di balut kerudung.
"terimakasih bu, kata Arif dengan mata berkaca-kaca sambil menatap mertuanya, ada rasa malu bercampur haru.
__ADS_1
ya sudah kalian cepet pulang biar Bu Diah cepat ditangani, sementara kalian sibuk mengurus pengobatan Bu Diah Syifa biar tinggal disini sementara" kata Bu murni karena Syifa pun gak mau pulang mereka pun pulang.