Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 98


__ADS_3

Sesampainya Ana di ruangannya langsung mengirimkan pesan pada Indra tentang dia yang menerima Bunga yang Ana yakini itu dari Ivan dan juga ketika melihat seseorang yang mengikutinya saat makan siang tadi bersama Mira dan Vita tadi di rumah makan.


" om aku hari ini dapet bunga dari seseorang yang aku nggak tahu dari siapa, dia menitipkan bunganya ke resepsionis Rumah sakit dan kata resepsionisnya itu di berikan oleh seorang anak kecil dan katanya di di suruh seseorang, dan tadi waktu aku makan siang ada seseorang yang mencurigakan dia pake Hoodie dan masker Mira sama Vita juga tahu" pesan Ana


" ok" jawab Indra singkat


" kok ok saja sih" Ana mengirim kembali pesan dia kesal dia sudah segitu panjangnya ngetik eh Indra hanya membalas dengan dua huruf itu.


" terus?" jawabnya lagi


" ih ni orang lagi ngirit apa gimana masa dia cuma bales dikit amat " kesal Ana bermonolog sendiri sambil mengeratkan rahangnya


" tau ah kesel" kata Ana lalu memasukkan ponselnya ke saku dan langsung mengunjungi pasien pasiennya di ruang rawat.


Di tempat lain Mira dan Vita sedang di perjalanan baru saja selesai bertemu dengan kliennya.


" Ta, sepertinya mobil hitam itu ngikutin kita dari tadi lu nyadar nggak apa perasaan gue doang" kata Mira sambil menoleh kebelakang dan terlihat sebuah mobil hitam sepertinya kemenag benar mengikuti mereka


" iya gue rasa juga kayak gitu, lu kirim pesan pada grup kita kali kita di ikuti dan setelahnya lu hubungi laki lu cepat" perintah Vita sambil menambah kecepatan mobilnya


" guys kita ada uang ngikutin,mobil hitam" Mira


"tetap tenang aku sudah dapat posisi kalian" kata Reynand


" hati hati dek" kata Farhan pada Mira


" Abang nyusul" timpal Budi


" posisi kita ada di dekat kalian, kita merapat" kata Susi dan ternyata bersama Ridwan


" sayang suruh Vita bawa mobil ke dekat lampu merah,Budi lu dari arah belakang, Si suruh Ridwan dari arah timur Farhan dari barat gue dari selatan kita kunci pas perempatan itu" Reynand memeberi arahan


" ok" semua serentak


" aduh mereka semakin dekat" Mira panik


" jangan panik sayang posisi kalian sebentar lagi sampai, semua sudah siap di posisi masing masing


" siap" jawab mereka

__ADS_1


" merapat!!!" perintah Reynand dan ketika mobil mereka merapat mobil hitam itu tanpa di duga berbelok kearah jalan tikus dan kabur


" ah sial" kata mereka sambil turun dari mobil


"kamu nggak apa apa sayang?" tanya Reynand pada Mira dan langsung memeluknya


" Alhamdulillah juara baik cuma kaget saja" jelas Mira


" iya gue serasa lagi main film action tau nggak"


Kata Vita sambil mengelus dadanya meredakan detak jantungnya yang masih berdetak tidak beraturan.


" nggak apa-apa penjahatnya lepas yang penting kalian baik baik saja " kata Budi sambil memeluk Mira dan Vita bersamaan


dan di angguki semuanya.


" ya sudah mulai sekarang para cewek jangan pergi sendirian harus ada teman, kamu ingatkan Ana soalnya Ana yang paling di sorot sekarang" kata Reynand


" tapi kan Ana di awasi om Indra terus" kata Vita


" ya walaupun di awasi tetep saja buat jaga jaga, karena om Indra pun masih banyak kerjaan lain kita harus bisa saling melindungi jangan hanya mengandalkan pihak kepolisian kita juga harus bisa saling melindungi karena kita semu dalam bahaya" jelas Reynand dan di angguki semuanya


" ya sudah kalian sudah mau pulang?" tanya Farhan pada Vita dan Mira


" ok kalau gitu aku antar kamu pulang dulu" kata Reynand


" kalau gitu Abang ikuti kamu pulang ke rumah Andi dulu " kata Farhan pada Vita


" aku nggak apa apa bang pulang sendiri aja" kata Vita


" kamu mau kejadian kaya tadi mending tadi berdua sama Mira nah terus sekarang kamu sendirian kamu mau gimana?" kata Budi pada Vita


" iyeeee abaaaang" jawab Vita sambil memutar bola matanya malas.


" Nah gitu jangan sok jagoan " kata Budi sambil mengacak rambut Vita


" nurut sama kita kita ya jangan bandel" kata Ridwan pada Vita sambil memencet hidung Vita dengan senyum


" ih kalian ini nyebelin " kata Vita sambil menghentakkan kakinya kesal

__ADS_1


" aku bukan anak kecil tau nggak" sambung nya lagi


" bagi kita kalian tetap adik kecil kami" kata Budi


" dan itu akan tetap berlaku sampai kapan pun" sambung Ridwan.


" kecuali kamu buatku sayang, Vita sama Ana tetap adik Abang" kata Reynand


Vita menghambur ke pelukan Farhan dan membenamkan kepalanya di dada Farhan, Vita terharu dengan kasih sayang mereka semua yang selalu menjaganya


" jangan tinggalin aku sendirian aku nggak mau kehilangan kalian seperti aku kehilangan bang Yoga" katanya sambil menangis, mendengar itu Budi, Reynand, dan Ridwan ikut bergabung memeluk Vita


" kamu jangan ngomong kaya gitu kamu adalah kenangan kami dari Yoga kamu akan tetap jadi adik kesayangan kami" kata Ridwan


" Itulah mereka menyayangi kami bertiga lebih dari nyawa mereka sendiri" kata Mira pada Susi yang begitu terpana melihat kasih sayang mereka pada Vita " kamu jangan kaget apalagi cemburu sama kami bertiga karena kami bertiga di mata mereka adalah adik kesayangannya " kata Mira sambil merangkul bahu Susi yang melongo melihat kedekatan mereka.


" aku terharu melihat kalian yang begitu sangat saling menyayangi, pantas saja mereka sangat marah ketika kamu di sakiti Bang Arif" kata Susi pada Mira, Mira mengangguk


" Mir, aku senang lihat Bang Rey begitu mencintai kamu tidak seperti waktu bersama dengan bang Arif kamu begitu kaku" kata Susi, Mira menghela nafas panjang mendengar ucapan Susi


" Alhamdulillah semoga seterusnya mas Rey seperti itu Si" kata Mira


" Aamiin" kata Susi


" sudah sore ayo kita pulang" kata Budi " bang lu balik kantor saja kan bentar lagi meeting nya di mulai biar gue yang anter Vita" sambungnya lagi dan di setujui oleh Farhan


" ayo sayang aku antar, tapi aku balik kantor lagi Om Indra nyuruh aku menghadap" kata Mira


" ya udah terserah kamu saja" kata Mira masuk ke mobil yang sudah di bukakan suaminya.


akhirnya mereka pun berpencar kearah tujuan mereka masing masing.


" sayang nanti kamu makan malam dirumah nggak" tanya Mira pada Reynand


" aku nggak tahu sih tapi akan ku usahakan, kamu tahu sendiri kan jadwal kerja aku seperti apa?" kata Reynand sambil mengelus pipi Mira


" oh ya udah yang semangat cari nafkahnya buat ank istri ya" kata Mira sambil tersenyum lebar menggoda Reynand


" oh pastinya dong, oh ya sayang Syifa bentar lagi ****** tahun mau dirayain nggak?" tanya Reynand

__ADS_1


" nggak tau sih paling syukuran biasa aja soalnya kondisinya kayak gini juga.


" ya udah nanti kita bahas lagi aja ya" kata Reynand lagi.


__ADS_2