Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 81


__ADS_3

Mira dan Vita akhirnya kembali ke kantor setelah mereka mengirim video rekaman percakapan Mona dan Riky ke grup mereka dan di sepakati nanti malam mereka akan kumpul kecuali Ridwan karena Ridwan sedang berada di kampung Susi dan akan diwakili oleh Rudi.


sedangkan Ridwan bertugas mengawasi keluarganya dan pergerakan Mona setelah nanti Mona berada disana dan Ridwan sampai saat ini masih bersikap seolah tak tahu apa apa kalau kehidupannya terancam untuk mengelabui Ivan and the gank dan mere dapat mengumpulkan bukti dengan leluasa.


Malam pun tiba mereka berkumpul di rumah Andi,


" jadi sekarang bukti yang kita butuhkan semakin banyak apa kota mau bergerak sekarang atau bagaimana?" kata Farhan membuka pembicaraan


" kalau menurut gue sih momen nya belum tepat, melihat Susi dan Ridwan masih masa berkabung, terus mereka juga belum melakukan gerakan yang begitu besar, jadi sebaiknya kita melakukan hal antisipasi dan mengikuti permainan mereka dulu supaya mereka tidak curiga" Reyanand memberi saran


" iya yang gue kasian si Arif soalnya sekarang yang mereka fokuskan Susi sama Arif dan bukanya hal mustahil kalau mereka juga akan mengincar pak Agus dan Rayhan juga soalnya Susi adalah ujung tombak yang paling mereka harapkan untuk menghancurkan Ridwan" kata Andi, dan mereka pun mengangguk mengerti


" tapi bukan berarti kita juga santai soalnya sasaran mereka bukan hanya Ridwan tapi kalian juga dan kita harus selalu waspada sama orang orang sekitar kita" kata Rudi


"dan sebenarnya yang paling aman posisi dari kita adalah gue sama Rudi soalnya mereka belum tahu siapa gue, dan mereka nggak tahu kalau gue sama Rudi adalah bagian dari kalian" kata Reynand


" gue ada lihat pergerakan yang mencurigakan di perusahaan dan orang yang Deket sama gue" kata Farhan


" bang gue curiga sama si Tiya sekretaris lu" kata Budi " soalnya gerak geriknya sering masuk ruangan lu kali lu nggak ada" kata Budi


" tenang aja gue simpen kamera pengawas di banyak titik di ruangan gue dan di sekitar mejanya juga, dan juga bukan hanya dia gue juga curiga kalau bukan hanya dia pasti ada yang lain yang kerjasama sama dia" kata Farhan menjeda ucapannya untuk meminum kopi yang ada didepannya " yang gue belum tahu apakah dia juga bagian dari Ivan atau bukan dan apa hubungannya?" sambung Farhan lagi" dan mereka yang ada menyimak dengan serius pernyataan Farhan


" kalau kalian bagaimana?" tanya Reynand pada Mira dan Vita, Reynand sangat khawatir dengan keselamatan mereka terutama Mira karena mereka sudah resmi menjalin hubungan serius dan Syifa juga sudah sangat dekat dengan Reynand malah Reynand sudah ingin segera meresmikan hubungan mereka tapi Mira ingin Ridwan menyelesaikan dulu masa berkabungnya, dan itu sudah disepakati oleh semuanya, karena mereka memutuskan untuk melangsungkan pernikahan secara tertutup yang penting sah di mata hukum agama dan kesatuan Reynand mengingat Reyanand adalah seorang abdi negara yang harus melewati beberapa tahap prosedur yang harus di lakukan untuk melakukan pernikahan dan selama sebulan ini Mira dan reynand sudah melewatinya cuma tinggal secara agama dan KUA harusnya sudah terlaksana hari kemarin cuma mengingat Ridwan yang tidak berada di tempat jadi mereka mengundur ya sampai Ridwan kembali.


" kita sepertinya belum melihat ada yang mencurigakan" kata Vita

__ADS_1


" ya selain kita sekarang mendapat klien yang menurut kita kasusnya janggal tapi belum kita sepakati sih." tambah Mira


" sebaiknya kalian jangan sembarangan ambil kasus, soalnya kita tidak tahu dari mana orang akan menjatuhkan kita melalui apa" kata Reynand khawatir sama calon istrinya


" iya aku ngerti semoga semuanya berjalan dengan baik" kata Mira sambil tersenyum kearah Reynand.


"kalau kalian gimana, kalian harus lebih hati hati soalnya lingkungan kalian paling mudah untuk di jatuhkan karena kalian berhubungan dengan masyarakat luas jadi kalau kalian tidak pandai kalian akan dengan mudah mendapat masalah" kata Rudi pada Andi dan Ana


" iya memang sampai saat ini kami belum tahu" kata Andi


" tapi menurut kita si Ivan cinta banget sama lu Na" kata Vita pada Ana, Ana hanya menarik nafas berat sbil tersenyum miris mendengar apa yang Vita katakan


" iya kalau menurut kita sepertinya posisi kalian tidak terlalu berbahaya mengingat Ivan yang masih sangat mencintai Ana karena kita yakin mendengar obrolan Mona sama Riky tadi siang" kata Mira lagi


" iya pasti " kata Andi


" jadi sekarang intinya kita jangan dulu bergerak kita untuk sementara mengikuti permainan mereka dulu sambil pura pura bego aja, sambil mencari titik terlemah dari mereka" kata Reynand menarik kesimpulan dan di sepakati boleh semuanya


" iya sebaiknya kita bubar udah malem, terutama kamu sayang Syifa pasti nunggu" kata Reynand pada Mira dan di angguki oleh Mira sambil tersenyum.


" sebaiknya sebelum keadaan aman kamu tinggal disini aja " kata Andi pada Vita dengan nada khawatir


" tapi barang barang aku masih di apartemen" kata Vita


" ya sudah gue anter lu bawa barang barang lu" kata Ana

__ADS_1


" sebaiknya kamu malem jangan bepergian hanya kalian perempuan saja, lu aja ndi yang antar Vita" saran Rudi, karena Rudi tahu, sebenarya mereka sama sama punya rasa cuma tapi mereka juga punya gengsi yang gede.


" tapi adek gue sendiri" sanggah Andi


" kalian pergi saja aku nggak pulang dulu sebelum kalian balik" kata Rudi


" iya aku mau ngobrol masa kuliah dulu sama Rudi, kalian pergi saja" Kat Sebayang mengerti maksud Rudi


" iya kalian nggak balik sampai pagi juga nggak apa dech" kata Rudi sambil terkekeh " gue mau usaha dulu so...aw sakit na" kata Rudi memegang pinggangnya yang sakit karena cubitan Ana


" eh ****** lu mau ngapain Adek gue" kata Andi sambil melotot ke arah Rudi.


" kakak tenang aja aku nggak bakalan kenapa napa, aku tahu sifat Rudi" kata ana menengkan


" ya sudah kalian baik baik di rumah, kami pergi dulu" akhirnya Andi setuju untuk mengantar Vita untuk mengambil barang barang Vita karena untuk sementara Vita akan tinggal di rumah Andi


" kamu hati hati dek kalau ada apa apa hubungi kakak yah" pesan Andi pada Ana


" ok siiiiiip" jawab ana mantap dengan menunjukkan jari jempolnya mantap.


Akhirnya mereka pun berangkat meninggalkan Rudi dan Ana yang mengantarkan mereka kedepan dan melambaikan tangan nya pada Andi dan Vita.


sepeninggal Andi dan Vita mereka ngobrol di taman belakang, mete duduk di bangku yang ada di bawah pohon, mete bercerita tentang kenangan mereka waktu masih kuliah, sebenarnya mereka tidak kuliah di kampus yang sama tapi tempat tinggal mereka yang tetanggaan apartemen mereka berada di lantai yang sama dan yang membuat mereka dekat adalah karena mereka berasal dari negara yang sama, mereka sering menghabiskan waktu bersama, bahkan sebenarnya Rudi menaruh hati pada Ana tapi sikap Ana yang seakan menutup diri untuk memulai hubungan membuat Rudi mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaan pada Ana.


tapi setelah sekian lama mereka bersama, Rudi memendam rasa itu sampai saat ini rasa itu masih rapih tersimpan dengan rapih, dan setelah sekarang mereka bertemu lagi Rudi memantapkan hati untuk berusaha mendekatkan diri secara perlahan tapi pasti Rudi akan mengungkapkan perasaannya pada Ana di waktu yang tepat, dan Rudi bertekad akan membuat ana jatuh cinta dan menerimanya sebagai pendamping hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2