Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 34


__ADS_3

" Ada apa ini, mau kemana kamu Arif?" semua mata tertuju pada arah suara, Arif menghentikan langkahnya sang mengangkat kepalanya demi melihat siapa yang mengeluarkan suara yang sangat keras Arif membelalakkan matanya kaget dengan orang yang ada dihadapannya. sedang Mira,Ana dan Vita pun tak kalah kagetnya " Lo apakan adik kesayangan gue hah" ternyata itu adalah Budi kakaknya Mira, wajah Arif memucat dia kaget dengan kehadiran Budi yang tiba-tiba ada di sana apa Mira sudah mebgadu pada Budi.


" kamu kakaknya perempuan nggak tau diuntungkan itu ya kebetulan ada disini, lihat adik kesayangan kamu pergi meninggalkan suaminya, eh bukanya terimakasih sudah dicariin Sam suaminya malah nuduh suaminya yang nggak nggak" cerocos Mona, malah jadi Mona yang ngadu


"terus apa hubungannya sama lo?" tanya Budi sambil mengernyitkan dahinya


" A aak aku... hmmm" Mona kikuk dia bingung harus Jawab apa dengan pertanyaan yang di luar ekspektasinya dia pikir dia akan mendapat simpatik tapi malah mendapat pertanyaan itu


" kalau memang dia pergi gue yakin ada yang terjadi dengan rumah tangganya seperti Lo yang jadi penyebab mereka bertengkar mungkin, karena gue tau siap adek gue" kata Budi lagi, sambil menatap tajam kearah mona.

__ADS_1


Budi berjalan menghampiri Mira, Ana dan Vita yang masih berpelukan menenangkan Mira,


" Ada apa dek? kamu kenapa nangis?" tanyanya lagi sambil mengusap sayang kepala adiknya berbanding terbalik dengan ekspresi nya menghadapi Mona dan Arif yang keras dan sinis, mereka bertiga langsung memeluk Budi


" Abaaang..." Arif mengecup kening mereka bergantian


" kalian kenapa hmmm?" tanya Arif lagi


" benar apa yang di katakan Vita," tanya Budi, Mira menenduk tak menjawab dan itu cukup menjadi sebuah jawaban umat Budi " ya sudah kita pulang ibu sama Syifa juga disini" kata Budi sambil menggandeng tangan Mira,Vita dan ana mengekor dari belakang. ketika melewati Arif Budi berbisik kalau itu benar habis Lo sama gue" katanya sambil terus berjalan, Arif masih diam

__ADS_1


" bang, kok Abang diam aja sih? apa kamu takut ?" katanya, Arif kaget dan langsung menoleh pada Mona


" kamu tahu rumah tangga ku diambang kehancuran" kata Arif dengan suara tinggi, bagaimana pun dia masih belum rela kalau rumahtangganya yang telah di bina selama lima tahun hancur begitu saja, walaupun dia belum tahu apakah dia sudah mencintai Mira atau belum tapi dalam hati kecilnya dia tak mau kehilangan Mira, tapi di satu sisi entah kenapa Mona masih dia harapkan. Arif berjalan setengah berlari mengejar Mira tapi terhenti karena di tahun Mona


" sebaiknya biarkan dulu bang, karena suasananya sedang panas yang ada bukannny dapat penyelesaian tapi malah tambah parah, kita cari solusinya" kata Mona dengan lembut, Arif menghembuskanya nafas lalu mengangguk pasrah." sekarang lebih baik kita makan Abang belum makan kan dari tadi." bujuk Mona lagi dan hanya menurut ketika tangannya di gandeng Mona. mereka berjalan keluar dari area mall karena mereka tak mau makan ditempat tadi semua mata yang melihat mereka seakan tidak suka.


Mona melirik Arif yang duduk di kursi penumpang sebelahnya dengan diam dan menatap kearah jendela, Mona tersenyum penuh arti " aku akan mendapatkan kamu lagi bang, bagaimanapun caranya" gumamnya dalam hati, Mona membelokan mobilnya kearah parkiran sebuah restoran, dan mereka pun makan dalam diam dengan pikiran masing-masing, tanpa mereka sadari sejak dari tadi mereka masuk sampai sekarang orang itu masih memperhatikan mereka


" Rif Rif, lo gali lobang kuburan Lo sendiri kalau kayak gini caranya" gumam Ridwan, ya orang yang mengawasi mereka adalah Ridwan yang baru selesai bertemu klien ketika dia berniat untuk pergi dia melihat Arif dengan Mona, dan Ridwan pun mengurungkan niatnya. karena meja mereka yang dekat.

__ADS_1


" bang kamu yang sabar ya, aku nggak habis pikir sama istri kamu itu kok bisa-bisanya ya bersikap kekanakan kayak gitu" kata Mona sambil mengelus punggung tangan Arif dan Arif hanya diam tak menjawab." dia bakalan rugi tau nggak ninggalin suami kayak kamu banyak perempuan antri pengen jadi istri kamu, eh dia malah dia siain kayak gini" kata Mona lagi dia terus usaha memprovokasi arif. akhirnya mereka menyudahi sesi makan mereka dan memutuskan kembali ke rumah sakit.


__ADS_2