
palu hakim telah diketuk menandakan awal perjalanan Mira sebagai janda dan Arif sebagai duda hak asuh jatuh ke tangan Mira karena Arif tidak mempermasalahkan soal hak asuh dan Mira juga tidak mempermasalahkan soal Gono gini.
" Mir, Abang minta maaf karena Abang sadar selama menjadi suami kamu Abang belum bisa membahagiakan kamu, melimpahi kamudengan harta karena Abang begitu adanya, yang ada Abang membebani kamu dengan masalah," kata Arif kepada Mira dengan mata berkaca-kaca di sadar selama ini dia tak pernah melihat Mira tertawa dengan lepas, beda ketika Mira bersama sahabat sahabat nya jauh didalam lubuk hatinya dia merasa bersalah, karena bukannya berterima kasih atas semua yang telah dilakukan Mira untuk keluarganya tapi yang ada dia malah memberinya luka dan Arif merasa dirinya lelaki paling jahat karena telah menelantarkan Mira dan Syifa.
" nggak apa-apa bang, memang karena awal pernikahan kita yang bukan didasari cinta, Mak pondasi rumah tangga kita begitu rapuh menghadapi cobaan, aku hanya minta jangan batasi aku dan Syifa bertemu dengan bapak dan mamah begitu juga aku tak akan menutup akses kamu bertemu Syifa kamu ayahnya, dan aku berterima kasih atas lima tahun hidup bersama dengan ku, aku minta maaf aku selama ini belum bisa menjalankan tugasku sebagai seorang istri yan baik buat kamu, malah aku membuat kamu malu, aku wanita yang tidak pantas bersanding dengan seorang Arif yang sempurna" kata Mira sambil menunduk dia tidak munafik dibalik luka yang Arif berikan terselip rasa yang entah itu cinta atau hanya rasa sayang dan ada rasa yang hilang walaupun tidak begitu dominan karena Mira yang baru mulai belajar untuk menerima ikhlas menjadi istri Arif dan di saat bersamaan Arif malah menghancurkan rasa ikhlas yang mulai akan tumbuh itu.
" tidak tidak kamu wanita yang baik justru aku suami yang tidak tau diri " kata Arif dengan memutihkan air mata di tak peduli lagi disebut pria cengeng setidaknya dia ingin melakukannya saat ini untuk terakhir kalinya
__ADS_1
" maaf Abang minta maaf, mungkin kata maaf Abang tak akan bisa menebus semua luka yang Abang berikan buat kamu" katanya sambil menarik Mira kedalam dekapannya, Mira yang berusaha untuk melepaskan diri akhirnya meneyerah setelah mendengar perkataan Arif
" aku mohon izinkan begini sebentar untuk yang terakhir kalinya" katanya dan mereka pun menangis bersama ada sedikit rasa sesal untuk memilih berpisah terselip didalam hati mereka tapi mereka sadar mungkin ini takdir jodoh mereka yang hanya di beri waktu lima tahun saja.
" ehem saya rasa cukup untuk pelukan perpisahannya " sebuah suara mengagetkan mereka dan ternyata itu adalah suara Mona dengan tatapan penuh amarah kepada Mira.
" kamu itu perempuan nggak tahu diri ya, sudah di ceraikan juga masih saja usaha buat merayu Arif yang jelas jelas tidak pernah suka sama kamu aku jijik melihat kelakuan wanita macam kamu sampai begitu sedihnya kamu kehilangan Arif, oooh tapi pantas saja sih secara siapa yang mau sama janda yang miskin kayak kamu, sekarang aja kamu bergaul dengan orang-orang kaya tapi nggak nyadar kalau dirinya hanya wanita kampung yang miskin" katanya sambil menatap Mira dengan tatapan menghina.
__ADS_1
"kamu belain dia kamu sudah suka sama dia" kata Mona sambil menunjuk muka Mira dengan sangat dekat sampai sampai Mira memundurkan wajahnya agar tidak terkena telunjuk Mona.
"dan kamu masih menggap dia wanita baik baik, dan lihat dia di antar sama lelaki yang miara dia" Mona ternyata masih belum tahu siapa Mira dan apa hubungannya dengan farhan.
orang orang yang datang bersama Mira sontak tertawa terbahak mendengar perkataan Mona.
" Arif Arif ternyata kalian memang cocok sih pria bodoh dan perempuan bego" kata Farhan
__ADS_1
" yuk ah sayang kita tinggalin pasangan yaaaang... sudah lah" katanya tak melanjutkan ucapannya.
Mereka pun akhirnya membubarkan diri ketempat masing masing-masing.