
keesokan paginya mereka semua telah bersiap Arif sudah meminjam mobil tetangganya yang akan membawa mereka kerumah sakit pagi pagi sekali mereka berangkat.
" semua sudah siap?" tanya Arif yang memegang kemudi duduk di depan bersama pak Agus sedangkan Mira di belakang menjaga Bu Diah banyak tetangga yang melepas kepergian mereka dan Mendoakan mereka agar pulang dengan selamat dan operasi Bu Diah berhasil. mereka pun berangkat sesampainya mereka di sana Bu Diah langsung ditangani dan sudah ditempatkan diruang rawat kalau kondisi Bu Diah mendukung operasi akan di diadakan dua hari kedepan setelah hasil lab keluar. dan berhubung rumah sakit tempat dirawat Bu Diah tak jauh dari rumahnya Susi mereka berencana menginap di rumah Susi sebagai tempat singgah mereka selama Bu Diah di rawat.
" rif sudah hubungi adikmu kalau mama dirawat disini dan kita berencana untuk menginap di rumahnya sekalian kesempatan buat dia nengok mama kan sekarang dekat ga harus nunggu Ridwan dan anak anak cuti kerja dan sekolah dulu" kata bapa setelah mereka duduk
" belum pak" kata Arif sambil melihat kedepan dengan tatapan kosong sebenarya di males ketemu adiknya perkataan Susi ditelepon waktu itu masih menganggu pikiran nya
__ADS_1
" jangan terlalu dipikirkan apa yang di katakan adikmu mungkin dia sedang banyak urusan jadi capek dan kebetulan kita nelepon, gak baik menyimpan dendam sama orang apalagi dia adik kamu" kata pak Agus seakan tau apa yang ada di pikiran Arif, Arif menoleh pada pak Arif
"iya pak " singkat sebenarnya kalau bukan demi bapaknya mungkin Arif gak akan mau menghubungi adiknya
" ya udah sekarang telepon " kata bapak lagiarif tak menjawab ucapan bapaknya dan mulai mengotak Atik hpnya mencari nama Susi setelah tersambung
" Assalamualaikum sus" kata Agus terlihat ragu"
__ADS_1
"justru itu Abang nelepon Abang mau ngasih tau sama kamu kalau ibu tambah parah dan harus di operasi tahap kedua sebelum sel kankernya menyebar ke bagian tubuh yang lain.." Arif belum selesai bicara sudah terpotong ucapan Susi yang diluar dugaan
" kenapa bang mungkin kemarin dioperasi nya sama dokter abal kali jadi gak berhasil, dan bang kalau untuk bantu biaya mama berobat aku ga bisa karena aku lagi gak punya uang maklum kan bang sekarang apa apa segala mahal" kata Susi tanpa peduli bagaimana perasaan Arif dan yang lainnya, bapak yang mendengar ucapan Susi karena suara telepon sengaja Arif loud speaker agar terdengar sama bapak sedangkan Mira memberi Bu Diah makan diruangan rawat. bapa memberi isyarat agar meminta dia yang bicara dengan Susi bapak sudah ketar ketir Arif akan marah
" bukan masalah biaya nak kami hanya mau memberi kabar kalau mama dioperasi di kota dekat dengan rumah kamu,jadi kalau kamu mau nengok ibu sekarang bisa tak perlu nunggu Ridwan dan anak anak cuti sekolah" kata bapak hati hati takut Susi bicara yang tidak-tidak yang akan memancing emosi Arif
" oh gitu iya deh nanti aku nengok kesana nunggu mas Ridwan pulang ya" jawab Susi
__ADS_1
" iya dan rencananya kami akan menginap sementara dirumah kamu selama mama di rawat nggak apa-apa kan dan kami gantian jga ibu, bisa?" tanya pak Agus
" iya deh mau gimana lagi masa kalian datang aku ga d ngijinin masuk" kata Mira masih deng intonasi datar.