
Setelah selesai menyiapkan makanan untuk makan malam Ridwan, Susi berjalan menuju kamar untuk memanggil Ridwan untuk makan,
Susi mengetuk pintu kamar beberapa kali tapi tak juga ada jawaban dari dalam kamar, akhirnya Susi masuk dan ternyata Ridwan tidak ada di kamar, sepertinya Ridwan masih di kamar mandi, karena memang kamar mandi dirumah pak Agus cuma ada satu yang ada di bagian belakang dekat dapur, Susi membaringkan tubuhnya di tempat tidur, tak terasa Susi pun akhirnya tertidur dan ketika Ridwan masuk pendanaan Ridwan langsung mengarah pada tempat tidur dan Ridwan pun menggelengkan kepalanya sambil terkekeh melihat Susi yang tidur dengan posisi terlentang,
" dasar, tidak tahu kah dia kalau posisi tidur seperti itu bisa mengundang ..." Ridwan menghentikan monolognya lalu menggeleng gelengkan kepalanya menghilangkan pikirannya yang mulai error'.
Ridwan berjalan mendekati tempat tidur lalu dia menyelimuti tubuh Susi,
" maaf selama ini aku sudah membuat mu menderita dan tertekan, " kata Ridwan pelan sambil mengusap lembut pipi Susi " mulai sekarang aku akan menjaga kalian " katanya sambil tersenyum lalu berlalu untuk memakai pakaian, Ridwan membuka kopernya dan mengambil pakaiannya.
setelah rapi Ridwan menuju keruang makan dan makan dengan tenang sendiri, setelah makan Ridwan lalu merapihkan bekas makannya dan mencuci piring bekas makannya, lalu kembali menuju ke kamar lalu membaringkan tubuhnya di samping susi yang sudah dari tadi berlayar di alam mimpi, Ridwan menatap lekat wajah Susi yang begitu dekat dengan nya
" ternyata aku baru tahu kalau kamu itu cantik kenapa aku baru menyadarinya" katanya sambil tersenyum lalu mematikan lampu dan kembali menidurkan tubuhnya di samping Susi, karena aktivitasnya seharian ini dan juga efek perjalanan dari Jakarta ke kampung cukup menguras energinya akhirnya Ridwan pun tertidur pulas, dan selama pernikahan mereka ini adalah pertama kalinya mereka tidur di ranjang yang sama.
Suara Tahrim berkumandang di mesjid menandakan umat muslim untuk segera bangun dan bersiap untuk menunaikan ibadah shalat subuh, Susi mulai tersadar dan ketika membuka matanya Susi merasa ada Yang aneh pada bagian tubuhnya serasa ada yang menghimpit, tubuhnya terasa berat dan susah bergerak ketika Susi membuka matanya wajah tampan Ridwan berada begitu dekat dengan wajahnya tangannya melingkar di perutnya dan kakinya berada di atas kedua pahanya Susi hampir saja berteriak untuk dia keburu tersadar, Susi menutup mulutnya dengan tangan yang bebas tapi dia mengurungkan niatnya untuk berteriak, Susi mengamati dengan seksama melihat setiap inci wajah Ridwan yang begitu tenang, Susi memberanikan diri untuk untuk mengelus wajah Ridwan yang tanpa cela di matanya tapi dia takut Ridwan marah dan malah mengganggu tidurnya Yanga begitu lelap tangannya hanya mengambang di udara
" kenapa nggak jadi?" suara serak khas bangun tidur itu mengagetkan Susi, Susi buru buru berusaha untuk bangkit tapi Ridwan malah mengeratkan dekapannya pada tubuhnya Ridwan seakan sedang memeluk guling, kepalanya malah makin masuk kedalam ceruk leher Susi, Susi yang mendapat perlakuan seperti itu makin menegang
" mas sebentar lagi Subuh" kata Susi pelan
" sebentar lagi biarkan seperti ini" Ridwan merasa nyaman dan rasanya tak ingin melepaskan pelukannya
" Si..." kata Ridwan kepalanya masih betah pada posisinya
" hmmm..." Susi menjawab hanya dengan deheman
" bisa nggak mulai saat ini dan seterusnya kita tidur seperti ini terus?" kata nya
__ADS_1
" maksudnya kita tidur bareng seperti ini" tanya Susi heran tapi campur bahagia sebenarnya sudah sejak lama Susi menginginkan diperlakukan seper ini, tapi melihat ridwan
yang seakan membencinya, Susi
" iya, dan bagaimana kalau mulai sekarang sikap kita coba untuk menjadi suami istri pada umumnya, mungkin memang tak akan mudah tapi kita mulai semuanya dari awal kita coba untuk saling menerima selayaknya suami istri " kata Ridwan dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh Susi karena jarak mereka yang begitu dekat sehingga membuat jantung mereka yang berdetak tak beraturan.
" beneran mas? kamu tidak bercanda kan ? apa kamu tidak ..." ucapan Susi terpotong oleh ucapan Ridwan.
" kita mulai dari awal untuk saling menerima dan saling melindungi" kata Ridwan, Susi menatap lekat ke wajah Ridwan mencari kejujuran di balik wajah tampan itu, Susi akhirnya mengangguk dengan pipi merona malu dan mata mereka saling menatap Ridwan mendekatkan wajahnya dan bibir mereka pun bertemu awalnya hanya menempel biasa dan entah siapa yang memulai keduanya sudah perpagutan tiba tiba terdengar suara adzan subuh berkumandang mengingatkan umat muslim untuk melakukan shalat subuh mereka melepaskan pagutan mereka dengan nafas terengah
" kita shalat dulu" kata Ridwan dan melerai pelukannya pada tubuh Susi, akhirnya mereka pun bangkit untuk melakukan kewajiban shalat subuh.
setelah selesai melaksanakan shalat subuh Susi dan Dewi menyiapkan makanan untuk mereka sarapan, Ridwan pak Agus dan Rayhan belum pulang dari masjid.
" Assalamualaikum..." terdengar suara salam dari arah pintu yang tak lain suara cempreng Rayhan yang masuk dengan berlari dan di sambung dengan suara salam pak Agus dan Ridwan
" waalaikumsallam ..." kata Susi sambil mencium tangan suami dan ayahnya dan Rayhan pun melakukan hal yang sama dengan ibunya, Dewi yang melihat hal itu memandang kedekatan mereka dengan penuh haru tak terasa air matanya menitik, Dewi bahagia melihatnya dan buru Dewi menghapus air matanya.
setelah sarapan mereka mengobrol.
*** Di Lain Tempat***
Mira dan Vita sedang makan siang di sebuah kafe ketika mereka sedang asik ngobrol tiba tiba terdengar dari meja belakang mereka, karena meja kafe di desain mirip dengan sofa yang saling merapat dan saling membelakangi
terdengar obrolan di meja belakang yang awalnya terdengar obrolan biasa saja
" sorry gue telat" kata seorang perempuan yang baru datang
__ADS_1
" it's ok !" kata laki laki yang
mungkin yang sudah datang lebih dulu.
" sepertinya ada adahal yang sangat penting hingga lu ngajak gue ketemuan secara mendadak jam segini, lu ganggu jam kerja gue tau nggak lu" kata si perempuan, " lu tau kan kerjaan gue di kafe lagi numpuk karena Arif lagi balik kampung karena nyokapnya yang sombong itu mati"Mira dan Vita saling lirik dan menghentikan kunyahan mereka karena sepertinya mereka pernah mendengar suara itu dan mendengar nama Arif di sebut, tak lama si laki laki terdengar bertanya lagi.
" gue mau tanya bagaimana perkembangan hubungan lu sama kakaknya si Susi itu" kata si lelaki
" sepertinya baik baik saja tapi yah orang tuanya masih tetap tidak merestui hubungan kami gue juga kesal sama bang Arif yang selalu patuh sama orang tua yang kolot itu tapi gue sudah berhasil melenyapkan ibunya " Mira dan Vita yang mendengar kata melenyapkan walaupun kata itu terdengar sengaja di buat pelan oleh si perempuan tapi masih bisa didengar, mata mereka melebar dan mereka yakin kalau itu adalah Mona, Vita yang ada di depan Mira memeberi isyarat supaya merekam pembicaraan mereka
" wah sadis juga lu, secinta itu lu sama dia" kata si laki laki
" lu tau sendiri kan gue cinta banget sama arif, tapi gara gara Abang lu kita pisah," kata Mona
" iya gue rasa lu sama Abang gue satu tipe tau nggak cinta sama orang tapi tetep aja kalian saling selingkuh dibelakang mereka" kata laki laki yang baru Vita dan Mira sadari sepertinya si Riky Riky itu mantannya Susi,
" iya gue kan kasian Abang lu butuh kebutuhan nya yang itu terpenuhi juga, gue kasian juga sih sama Abang lu cintanya bertepuk sebelah tangan" kata Mira
" iya itu kan gara gara lu juga" iya juga sih
" eh gue mau tanya emang Abang lu beneran ya cinta banget sama tuh dokter" kata Mona
" dia itu memang cinta banget sama Ana tapi setelah kejadian itu Ana menghilang, entah kemana Abang gue sudah mencarinya kemana mana tapi nggak juga ketemu mana waktu itu dia disibukan sama si Farhan b******ek itu membuat perusahaan nya kolap, yang kita yakini itu disuruh kakaknya Ana buat ngehancurin perusahaan Abang gue jadi fokusnya buat cari si Ana terpecah, " kata Riky
" eh tadi lu bilang ada hal penting, hal penting apa?" kata Mona
" Abang semalem ngehubungin gue kalau dia curiga si Susi mulai mencurigakan karena menurut orang suruhan yang di utus ya semalem si Ridwan ada di kampungnya dan ikut nginep juga, sebaiknya lu nyusul kesana secara lu kan sahabatnya dia dan lu bisa pura pura ngedeketin tu si Arif " kata Riky
__ADS_1
" iya juga ya, ya udah ntar sore gue nyusul kesana deh gue rampungkan dulu kerjaan gue biar gue tenang ninggalin kafe" kata Mona" ya udah gue balik kafe lagi ya biar ntar sore gue bisa nyusul Susi" katanya sambil beranjak.
Setelah kepergian Mona Riky pun pergi Mira dan Vita pun pergi setelah mengirimkan rekaman percakapan Mona dan Riky ke grup chat mereka.