Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 71


__ADS_3

Part ini mengandung bawang dan memacu emosi ya tarik nafas dulu sebelum mulai baca siapkan tisu ya😘😘😘😘


Seminggu sudah Bu Diah di rawat di rumah sakit dan masih belum ada kemajuan Sam sekali dan masih belum siuman, dan selama seminggu itu pula Arif harus bolak balik kafe, rumah dan rumah sakit, bulan jam pulangkantor sudah tiba Arif akan buru buru pulang untuk membawa baju ganti untu pak Agus dan bu Diah dan selama itu pula sikapnya tidak terlalu hangat pada Mona entah mungkin karena capek dan banyak pikiran Mona mencoba untuk mengerti dan selalu memeberi dukungan buat Arif, dan selama itu pula tak pernah ada waktu untuk mereka bermesraan seperti yang biasa mereka lakukan dan perubahan sikap Arif itu di artikan Mona kalau Arif sudah ikut terpengaruh oleh Mira lagi, seperti hari ini Arif sedang beres beres karena jam kantor sudah berakhir, Mona menghela nafas melihat sikap Arif yang seperti ini


" bang kamu mau langsung pulang?" tanya Mira pada Arif


"iya" jawabnya singkat


" kamu sepertinya butuh hiburan kamu kelihatan kusut banget tau nggak" kata Mona mulai mengeluarkan jurus andalannya, Arif yang mendengar itu mendongakkan kepalanya demi menatap pada gadis yang katanya dicintainya itu.


" nggak lain kali saja kasihan dari pagi bapak nungguin mama dan baru tadi jam dua baru istirahat karena Susi datang " kata Arif menjelaskan.


Mona yang mendengar itu merasa sedikit kesal Karena sikap Arif yang dingin


" ya sudah kalau mau pulang atau kerumah sakit asal jangan belok kerumah mantan saja" katanya sambil cemberut, Arif yang melihat dan mendengar ucapan Mona menghela nafas lalu menghampiri Mona dan susu di kursi di hadapan Mona

__ADS_1


" kamu itu kalau ngomong suka ngawur, aku sama sekali ngga ada pikiran kesana aku aja harus bolak balik kafe, rumah sakit dan rumah sudah cukup menguras tenaga apalagi kondisi mama yang belum ada kemajuan membuat aku nggak fokus." kata Arif sambil menarik nafas berat


" kamu mau aku bilangin lelahnya" kata Mona sambil tersenyum penuh arti, dan Arif yang seakan lupa dengan pesan pak Agus selama ini kali jangan lagi melakukan zina tak bisa menahan pesona Mona dan Manahan hasrtanya yang selama ini tak tersalurkan.


Sementara di rumah sakit


Pak Gus mondar mandir di temani Ridwan, Susi, dan mira,


" bang telepon bang Arif lagi kasi tahu keadaan mama" kata Mira pada Ridwan


" lagian kemana sih kan ini sudah waktunya pulang kantor juga " kata Susi yang kesal dan gemas dengan sikap kakaknya


" ya sudah mungkin lagi di jalan " kata Mira menengahi tapi dalam hati Mira juga sama Merasa kesal sama Arif tapi dia orang luar sekarang tak berhak untuk tahu urusan Arif lagi. pa Agus yang hanya duduk menunduk dengan paha sebagai penopang sikutnya tak ingin ikut bicara dengan anak dan mantunya, dia masih mengingat ketika setengah jam yang lalu tiba tiba saja istrinya membuka matanya tapi dengan napas yang tersengal hebat dengan mata memerah dan jangan lupakan air mata yang mengalir deras yang membuat Susi dan pak Arif panik.


Tak lama pintu ruang ICU terbuka menampilkan Andi dengan muka lelahnya dan wajah kusut berjalan gontai mereka semua langsung menghambur menghampiri Andi

__ADS_1


" gimana mama" kata ridwan langsung, Andi hanya menatap mereka bergantian


" jawab ih kak malah diam, " kata Mira sambil menggoyangkan lengan Arif kasar, Andi yang di tanya menghela nafas berat dan menggelengkan kepalanya. Mira dan susu yang menyaksikan itu mundur beberapa langkah sambil menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir di pipi mereka,pak Agus hanya diam menatap Andi sambil beristighfar


"Apa yang terjadi nak tolong jelaskan sama bapak" kata pak Agus dengan suara parau dan nafas seakan tercekat


" aku minta maaf kami sudah mengusahakan yang terbaik tapi Allah lebih sayang mama" kata Andi dengan pelan tapi masih bisa di dengar semuanya sambil menundukkan kepalanya


" lu jangan bercanda nggak lucu tau nggak lu" kata Ridwan dengan mata memerah meski Ridwan tahu benar kalau Andi serius dengan ucapannya.


" apa lu lihat gue sedang ngelawak" kata Andi mendelikan mata pada Ridwan.


Mira dan susi menangis sambil berpelukan tanpa sadar, pak Agus yang mendengar itu berjalan masuk menuju ranjang tempat istrinya yang terbujur kaku seluruh tubuhnya tertutup kain putih, mendekatinya lalu perlahan membuka kain putih yang menutupi muka istrinya terlihat wajah tenang dengan mata tertutup seakan mengatakan aku sudah tenang


" pergilah tunggu aku, aku ikhlas aku akan menunggu kamu menjemputku terima kasih atas tiga puluh lima tahun yang telah kita lewati bersama, terima kasih atas kesabaranmu menghadapi sikap dan sifat ku dan terima kasih atas suka duka juga kesetiaan yang telah kau berikan padaku, kini kamu sudah lepas dari rasa sakit kau tenang sekarang" kata pak Agus sambil mengecup seluruh wajah istrinya untuk yang terakhir kalinya. semua yang menyaksikan itu tak ada yang tak menangis.

__ADS_1


akhirnya saat itu juga jasad Bu Diah langsung di bawa ke kampung karena pak Agus menginginkan almarhumah Bu Diah dikuburkan di kampung mereka tinggal.


__ADS_2