Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 63


__ADS_3

Arif yang mendapat perlakuan seperti itu dari pak Agus menyasak rambutnya kebelakang mukanya memerah, rahangnya mengeras dengan gigi yang gemulutuk menahan amarah


" Aaaaah..." Arif berteriak untuk melampiaskan kemarahannya " ini semua gara gara si Mira kalau bukan karena dia dan komplotannya itu mama dan bapak nggak mungkin bersikap seperti itu gue benciii..." katanya " aku yakin apa yang dikatakan Mona benar buktinya sekarang mama sama bapak malah seakan benci sama gue, gue harus nyusul mereka" katanya sambil masuk kedalam mobil dan sebelum menjalankan mobilnya tak lupa memberi tahu Susi kalau mama ngedrop lagi, dan langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.


sesampainya dirumah sakit Arif langsung menuju bagian informasi untuk menanyakan di ruangan mana Bu Diah di rawat, setelah mendapat informasi Arif langsung menuju ruangan tersebut, dan terlihat pak Agus sedang duduk di kursi tunggu dengan siku bertopang di paha dan kepala menunduk terlihat sekali kalau pak Agus sedang sedih dan tak jauh dari pak Agus ada Mira yang menangis dan di tenangkan oleh ana dan Vita yang mengelus punggung Mira dan pak Agus bergantian, Arif yang melihat pemandangan itu malah tersulut emosi dan berjalan cepat menghampiri mereka, tanpa bicara Arif langsung menarik tangan Mira kasar, Mira yang tak siap terhuyung, dengan tanpa perasaan Mira yang belum bisa menyeimbangkan tubuhnya langsung didorong oleh Arif, untung ada seseorang yang dengan sigap menangkap tubuh Mira hingga tubuh Mira tak jadi menyentuh lantai, semua yang menyaksikan apa yang dilakukan Arif pada Mira kaget Arif bisa sekasar itu,


" kamu itu kenapa sih, setan apa yang sudah merasuki kamu" Paka agus sudah tak tahan lagi menahan amarahnya dari tadi di mencoba untuk diam tapi melihat kelakuan Arif yang makin menjadi, membuat kesabaran pak Agus habis " lihat ibu kamu tadi siang begitu sehat dan lihat karena kelakuan kamu langsung ngedrop begini, apa sekarang kamu puas?" kata pak Agus.

__ADS_1


"sudah pak, Mira nggak apa apa kok, untung ada Abang jadi Mira nggak jatuh," kata Mira menenangkan, pak Agus yang merasa malu dengan apa yang sudah di lakukan Arif sudah membuka mulutnya untuk bicara


" sudah nanti saja kita lagi dirumah sakit kita harus tenang ya" kata Vita sambil mengusap punggung pak Agus


" kalau kamu mau bikin gaduh lebih baik kamu pergi,!"kata pak Agus pada Arif dia mencoba meredam amarahnya karena tempat dan waktu yang tidak memungkinkan, Arif yang mendengar itu langsung berbalik pergi meninggalkan tempat itu.


" aku nggak apa-apa, Abang tenang saja" kata Mira bergelayut manja ditangan kakaknya

__ADS_1


" saya minta maaf atas apa yang sudah dilakukan Arif, saya sangat malu dengan kamu" kata pak Agus menunduk menahan marah kepada Arif dan malu kepada semua yang ada di sana.


" bapak tidak bersalah kenapa minta maaf yang bersalah itu putra bapak dan seharusnya dia yang minta maaf " kata Farhan tenang


" tapi saya juga mau minta maaf bila saya akan memberikan pelajaran buat anak bapak." sambung Farhan sambil mengepalkan tangannya, pak Agus yang mendengar ucapan Farhan hanya menunduk lesu.


" sudahlah bang nggak baik ini dirumah sakit nanti kita di usir kak Andi kerena bikin gaduh " kata Vita menengahi, dan di balas senyuman lembut buat ketiga perempuan itu, dan mereka bertiga langsung menghambur memeluk tubuh kekar Farhan dan dibalas Farhan.

__ADS_1


Pak Agus yang melihat hal itu menatap mereka dengan mata berkaca-kaca, Mira yang diperlakukan bak putri raja di keluarganya tapi malah di sia siakan dikeluarganya, dalam hati pak Agus bertekad untuk menyayangi Mira seperti anaknya sendiri.


__ADS_2