Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 53


__ADS_3

ketika mereka sedang asik ngobrol sambil bercanda


" den, ini untung ada satu yang nyempil" kata Bu irah sambil menyerahkan selembar foto Kumal kepada Andi,


" iya nggak apa-apa makasih ya bi" kata Andi pada Bu irah sambil tersenyum kearah wanita paruh baya itu


" ya udah kalau nggak ada apa-apa lagi bibi kebelakang dulu mau bersih bersih soalnya kan habis bongkar gudang" katanya


" ya udah maaf ya bi " kata Mira


" iya sama sama atuh neng kan itu kewajiban bibi belyanin kabutuhan kalian" katanya sambil tersenyum dan berjalan kearah kamarnya.


" ini " kata Andi menyerahkan foto itu pada Ridwan Karena hanya Ridwan yang belum tahu bagaimana wajah Ivan, Ridwan mengambil foto itu sambil menyeruput kopinya

__ADS_1


" eh bego basah ni mujay gue kata Budi yang tepat ada di depan Ridwan yang kena sembur minuman oleh Ridwan, Ridwan tak menghiraukan ucapan Budi matanya melotot dan rahangnya mengeras dan tubuhnya menegang.


" dia...." katanya, dan sontak semua nya tertuju pada Ridwan


" Lo kenal?" tanya farhan


" iya gue kenal" kata Ridwan sambil mengangguk" dia adalah saudara angkat gue" katanya


" iya dia si Jovan anak tiri mami Eva"


"maksud kalian apa sih, gue nggak ngerti" Farhan bertanya mewakili semua yang ada dengan penasaran, Ridwan menapik nafas panjang sebelum memulai perkataan nya


" sebenarnya gue bukanlah anak kandung papi sama almarhumah mami, gue anak panti asuhan yang beruntung di adopsi mereka karena mereka tak dikaruniai anak jadi mereka ngangkat gue sebagai anak, dan mereka menyayangi gue seperti anak mereka sendiri, gue juga baru tahu setelah gue kelas 6 SD, tapi kasih sayang mereka tak membuat gue marah dan kecewa setelah mengetahui siapa gue sebenarnya, tapi gue bertekad untuk menjadi anak kebanggaan mereka dan akan melakukan apapun untuk membuat mereka bahagia itu tekad gue dan pas waktu kelas satu SMP mami meninggal, setahun kemudian pami nikah lagi sama mami Eva, yang seorang janda suaminya yang pertama meninggal dan menitipkan anak dari istrinya yang dulu jadi mami Eva membawa anak tirinya bersama kami karena tidak ada keluarga yang bisa merawat anaknya itu dialah Jovan Rahadi, hidup dengan mami Eva tak membuat gue kehilangan kasih sayang tapi si Jovan itu tak pernah suka sama gue dia selalu nyari masalah buat ngejatuhin gue, karena dia iri sama gue yang selalu menjadi kebanggaan mami sama papi, tapi dia sifatnya yang bertolak belakang sama gue yang malah sering membuat mami sama papi kesal dan justru itu malah membuat dia makin benci sama gue, dari situ dia selalu berusaha membuat gue celaka, dan puncaknya dia mendorong gue pas gue sama Andi lagi berdiri di pinggir jalan dan tertabrak mobil sampai gue mengalami koma, dan sejak saat itu gue nggak pernah melihat dia lagi pas gue sadar dan mami Sam papi cuma bilang kalau dia di bawa sodaranya sampai sekarang gue nggak pernah dengar kabarnya lagi" kata Ridwan menutup ceritanya sambil menarik nafas panjang.

__ADS_1


" apa yang ngebuat Lo yakin kalau dia adalah jovan?" tanya reynand yang dari tadi diam, insting polisinya muncul mendengar cerita Ridwan.


" Lo lihat tahi lalat ini dan satu lagi liha bekas luka di dahi antara alis ini adalah bekas dia jatuh dan mengenai kaca" jelas Ridwan.


" oh gue yakin dia masih nyimpen dendam sama Lo tapi Andi kenapa dia ngincer Andi juga" kata Reynand " Lo pernah terlibat masalah nggak Sam dia" tanyanya lagi sama Andi, Andi tampak berfikir dan akhirnya mengangguk


" beberapa kali dia ngajak gue bekerjasama buat misahin Ridwan dari om Hadi tapi gue malah marah dan nggak mau temenan sama dia, dan gue juga yang ngadu sam om dan Tante soal dia yang dorong Ridwan Samapi ketabrak mobil sang mengakibatkan Ridwan koma selama sebulan, om Hadi dan Tante Eva marah besar dan mengusir Jovan" kata Andi


" apa Lo nggak pernah mengenali dia waktu dia punya hubungan sama Ana" tanya reynand lagi


" gue Sam sekali nggak ngenalin dia soalnya gue nggak pernah Deket Sam dia yang ada gue males sama dia" kata Andi, semua mengangguk mengerti dan reynand tampak mengerutkan keningnya tanda dia sedang berfikir keras


" sekarang gue bisa sudah bisa menarik benang dari semua masalah ini," katanya menjeda ucapannya sambil melihat ekspresi semua orang, lalu "dia mendekati Ana memang itu sengaja untuk balas dendam sama Lo" katanya menunjuk Andi " dan sama Lo, dia dendam karena Lo menghancurkan perusahaannya dan otomatis menghancurkan rencana yang suda h dia suaun, dengan mendekati Ana, dan Lo emang Lo biang dari semua dendam berawal" katanya menunjuk Farhan dan Ridwan.

__ADS_1


__ADS_2