Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 23


__ADS_3

mereka sudah sampai di rumah Ana mereka masuk ketika seorang wanita paruh baya membukakan pintu


"Assalamualaikum..." salam mereka serempak ketika ada seorang wanita paruh baya membukakan pintu


"waalaikumsallam..."


" terimakasih bi", kata Ana kepada pelayan itu


" bi masih inget sama aku nggak?" kata Mira wanita itu tampak keningnya berkerut mengingat siapa gadis itu.


" ini neng Mira kan?"


"iiih bibi hebat masih ingat sama aku" kata Mira lagi wanita itu adalah bi Pipin pelayan sekaligus pengasuh Andi dan Ana dari mereka bayi mereka sudah seperti anak bi Pipin sendiri.


" iiiya atuh neng kemana aja atuh si Eneng baru kesini lagi?"


" ada bi sekarang aku tinggal di kampung sama ibu" kata Mira


" oh pantesan atuh tida kesini kesini"

__ADS_1


" bi, kalau sama aku masih kena nggak?" goda Vita


" atuh sama neng Vita mah bibi nggak bakalan lupa orang hampir tiap Hani si Eneng kesini" kata Bu Pipin sambil tersenyum


" bi, kakak udah pulang" tanya Ana


" sudah dari tadi, tuh lagi nonton TV sama bibi tadi" katanya sambil menunjuk keruang tengah


" ya udah bi kita masuk ya" kata Ana lagi, ketika mereka masuk keruang tengah mereka melihat Andi sedang nonton TV


" assalamualaikum kak " kata mereka serempak sambil menyalami Andi


" iya kak aku mau numpang hidup disini" canda Mira, Andi hanya terkekeh mendengar penuturan Mira


" suami kamu tau?" Mira menundukkan kepalanya


" Mir, kita sebaiknya ngomong sama kakak biar semua jelas ya? boleh?" tanya Ana sama Mira dan di jawab anggukan oleh Mira


" sebenarnya ada apa kayaknya serius banget?"

__ADS_1


kata Andi, begini kak ana pun menceritakan semua hal tentang Mira dan hubungannya dengan Arif, Andi manggut-manggut mendengar cerita Ana


" tapi apa suami, sama mertua kamu nggak bakalan khawatir?" tanya Andi


" nggak apa apa kak untuk sementara jangan kasih tau bang Arif dulu tapi tolong kasih tau bapak dan bilang sama bap jangan bilang aku ada disini sama bang Arif aku ingin menenangkan pikiran dulu" kata Mira lagi " dan satu lagi tolong jangan bilang siapa aku sebenarnya dulu ya kak, belum waktunya nanti aku akan kasih tau kalau waktunya sudah tepat"


" ya sudah, apa kamu nggak sebaiknya kamu pulang dulu kerumah kakak kamu"


" aku nggak mau dia khawatir dan dia pasti akan marah, kakak tau sendiri kan sifat Abang seperti apa, aku takut di akan menghajar bang Arif" kata Mira lagi


" ya sudah terserah kalian saja lah" kata Andi " kalian sudah makan belum, kalau belum kalian makan aja kakak udah tadi duluan" kata Andi


" udah tadi" kata Vita


" kalau begitu kalian istirahat aja dulu" kata Andi


Dan mereka pun pergi ke kamar Ana dan secara bergantian membersihkan diri mereka dan berganti baju tidur Ana


" mir apa kamu mau cerai sama PK itu,tapi bagai mana sama anak Lo" tanya ana pada Mira

__ADS_1


" gue belum tau, tapi yang pasti gue mau lihat dulu sikap bang Arif baru gue mutusin mau gimana" jawab Mira sambil tersenyum miris dan mata menerawang hatinya sakit harapannya sudah berada di ambang kehancuran untuk dapat hidup bahagia. dia menghela nafas panjang, Ana dan Vita pun akhirnya memeluk mira, begitulah mereka akan saling menguatkan kalau salah satu dari mereka ada dalam masalah, dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.


__ADS_2