
Mereka semua berkumpul dalam formasi yang lengkap Ana dan Indra juga sudah datang bergabung
" Dek kakak mau minta restu sama kamu kakak mau nikah sama Vita, gimana ?" kata Andi dengan tatapan penuh harap, Ana yang mendengar itu membelalakkan matanya kaget dan menutup mulutnya dengan tangan
" kakak beneran" katanya dengan mata berbinar senang
" rencananya Minggu ini" kata Andi mantap, "terus aku gimana?" kata Ana sambil tertunduk lemah, semua mata berfokus pada Ana dengan hati berdebar semua khawatir Ana akan menolak rencana pernikahan Andi dan Vita
" aku nggak..." semua perhatian makin berfokus pada Ana " aku nggak akan nolak" kata Ana dengan suara cemprengnya sambil melompat kepangkuan kakaknya, semua orang yang tadi tegang langsung merosot kan tubuh mereka tapi mereka lega
" aduh dek kamu bikin kakak takut setengah mati tau nggak" kata Andi sambil mencubit pipi Ana gemas
" kaget nggak, kaget dong" kata Ana sambil tertawa cekikikan dan bahagia sambil bergelayut di leher kakaknya
" sudah tua juga masih saja manja kayak anak TK" cibir Indra sambil mencebikan bibirnya, Ana mendengus mendengar ucapan Indra
" dasar om om renta bisanya cuma ngeledek orang tua padahal dirinya bentar lagi juga lansia" balas Ana dengan tersenyum sini
" apa kamu bilang, aku renta? aku baru berumur
37 tahun kamu bilang renta ?" kata Indra tak terima di bilang Renta " aku bahkan masih kuat untuk ngangkat kamu dengan satu tangan" katanya menantang
" Halah sombong, coba buktikan?" kata Ana berdiri dan berkacak pinggang tak gentar, tanpa aba aba Indra langsung mengangkat tubuh Ana oleh satu tangan dan Ana replek mengalungkan tangannya pada leher Indra
" aaaaa..." Ana menjerit kaget, dan memeluk leher Indra erat saking takut dan kagetnya, sedang yang lain malah asik menonton drama Ana dan Indra sambil tersenyum
" lu setuju nggak?" tanya Farhan pada Andi, Andi mengalihkan pandangannya pada Farhan
" kalau gue sih yang penting dia sayang dan bisa jaga Ana dengan baik, setia dan tidak menyakiti adek gue dan yang paling penting Ana mau sama dia gue setuju" kata Andi sambil menarik nafas berat
__ADS_1
" target berikutnya di depan mata nih" kata Reynand mengerling kan matanya pada yang lain dan di balas acungan jempol.
sedangkan Ana masih menormalkan detak jantungnya karena kaget
" sekarang udah percaya kalau aku belum setua yang kamu bilang" sbil tersenyum penuh kemenangan dan tak bisa di pungkiri jantungnya berdetak kencang berada seintim ini dengan Ana, dia laki laki normal yang pernah berumah tangga dan pernah merasakan bagaimana rasanya berhubungan intim, tak bisa di pungkiri sisi lain dalam tubuhnya beri tak, apalagi posisi Ana yang sangat membahayakan untuk dirinya, nafas Ana menghembus tepat di area sensitifnya membuatnya makin merasa tak kruan, " rupanya kamu senang berada di gendonganku" kata Andi datar dengan suara yang agak tercekat karena menahan sesuatu, Ana yang tersadar oleh perkataan Indra segera mengangkat kepalanya yang dari tadi berada di ceruk leher Indra dan langsung berontak minta di turunkan
" iiih dasar om om modus" kata Ana kesal sambil berusaha turun dari gendongan Indra dengan muka memerah malu karena menyadari semua mata menatap pada mereka
" hmmm..." Indra mencoba menguasai dirinya dan mencoba bersikap normal dan jangan lupakan jantung nya yang tak kunjung normal, Indra kembali duduk ditempatnya semula sambil tersenyum canggung dan mengusap leher bagian belakang nya, dan begitu juga dengan Ana yang bersikap canggung pada semuanya
" ok sekarang sudah bisa mulai sekarang?" tanya Indra mencoba mengalihkan perhatian dan mencairkan suasana yang tegang karena ulahnya dan Ana.
Akhirnya Reynand menceritakan semuanya tentang Arif bahwa Arif sudah mengetahui tentang perbuatan Mona pada Syifa dan Rayhan dan juga tentang Susi juga yang Mona juga ikut andil, mereka menyimak dengan fokus
" jadi intinya Abang sudah tahu semuanya"tanya Susi dengan mata berkaca kaca, Farhan mengangguk, Mona tak kuasa menahan air matanya yang sudah mengalir di pipinya, Ridwan yang peka segera menarik Susi kedalam pelukannya memberi ketenangan
" tenang saja semuanya akan baik baik saja, kita tidak sendiri, ada mereka yang akan selalu bantu kita" Kata Ridwan pada istrinya sambil mengelus punggung Istrinya
" tidak akan Si, kita disini saling bantu " kata Mira sambil tersenyum dan mengusap tangan Mira lembut memberi kekuatan untuk Susi
" dan untungnya dia mau bantu kita untuk mengorek informasi dari Mona untuk kita" sambung Farhan
" dan kayaknya gue rasa si Arif insyaf dan tak mau lagi berc***a dengan Mona dan kayaknya si Mona juga nggak bakalan mau karena dia takut" kata Budi sambil terkekeh mengingat itu
" emangnya kenapa?" tanya Andi heran sambil menautkan kedua alisnya, dan Farhan pun menceritakan semu tentang Arif yang ingin menjauhi Mona dan tentang surat pernyataan dokter tentang penyakit Arif
" kalau gue nggak begitu yakin, sama dia secara dia kan sudah sering bilang mau berubah tapai nyatanya nihil" kata Ridwan yang masuk kesal dengan kakak iparnya yang selalu saja ingkar janji
" gue rasa kali ini dia bener benar akan berubah" kata Andi sambil mengangguk yakin
__ADS_1
" tapi lu kagak takut ngelepas Syifa bersama Arif?" tanya Ridwan masih ragu
"kalian tenang saja banyak orang gue yang akan selalu mengawasi Arif " kata Farhan yakin
" dan gue juga yakin nggak bakalan ngejauhin si Arif karena jijik dan takut tertular penyakit itu"
kata Indra yakin
" terus rencana kita gimana" tanya Ridwan
" kita sebaiknya tunggu konfirmasi dari Arif saja dulu tapi kita jangan lengah Karena Ivan, Mona dan Riky tak akan tinggal diam " kata Indra lagi dan yang lain pun menyetujui itu
" ya sudah sudah malam kita pulang aja, bini gue minta di kelonin" kata Farhan beranjak dari duduknya dan menyambar kunci mobilnya
" Ta sebaiknya kamu tinggal Sama kita dulu lah jangan disini calon penganten jangan ketemu dulu pamali" kata Budi
" nggak apa bang aku pulang ke apartemen aja" kata Vita
" jangan, aku takut terjadi apa-apa sama kamu" kata Andi yang tampak khawatir calon istrinya di apartemen sendiri
" tapi aku nggak bakalan Apa apa" kata Vita beralasan
" udah dek nurut sama kita, kalau ada apa-apa ntar pernikahannya bakalan di undur lagi, mau kamu?" tanya Farhan
" tapi barang barang aku masih di apartemen" tanya Vita lemah sambil menunduk
" kamu tenang saja besok bisa di ambil kamu bisa pake baju aku atau Yuni dulu" sambung Mira.
" ya sudah kamu mau sama Abang atau sama Mira" tanya Budi menatap Vita
__ADS_1
" aku bareng Abang aja, ya kali kalau aku bareng mereka bakalan jadi obat nyamuk" kata Vita sambil memanyunkan bibirnya, dan akhirnya mereka pun bubar kerumah masing masing.