
Mira dan Budi sedang berada di perjalanan menuju rumah mereka sebelum mereka pindah ke kampung, dan di belakang mobil Vita mengikuti mereka.
" dek, ..." kata Budi menjeda ucapannya, dia melirik kearah mira "kamu jangan sedih kayak gitu kita cari solusinya ok, Abang nggak mau lihat kamu kayak gini apalagi sekarang Syifa dan ibu disini, Abang nggak mau lihat kamu sakit, kamu harus semangat kita jalani semuanya insyaallah semua ada jalannya, kalau memang Arif memang baik dia tidak akan lebih memilih bersama wanita lain, abangnya bukan ngomporin kamu, tapi kita lihat nanti akhirnya apapun nanti yang terjadi kamu harus tetap semangat ok demi Syifa, dan semuanya kita akan memperjuangkan yang terbaik buat kamu, jadi kamu jangan terpuruk" kata Budi sambil membelai sayang kepal adiknya, dalam hati dia bertekad untuk cari tahu yang sebenarnya terjadi tapi dia butuh sahabat sahabatnya dan sepertinya mereka sudah lebih dulu tahu, kalau memang benar dia akan menginterogasi mereka kenapa tidak memberi tahu padanya tapi yang pasti mereka harus bersatu, sepertinya wanita itu bukan wanita baik.
" bang gimana kalau ibu nanya? aku nggak mau buat ibu sedih"
" gini aja kita kasih tau ibu pelan pelan kita jangan ibu merasa bersalah karena pada awalnya ibu yang ngotot ngejodohin kamu sama Arif, tapi ibu harus tahu kita nggak mungkin menyembunyikan ini terus karena ibu pasti akan nanya kemana Arif," kata Budi memberi pengertian dan diangguki oleh oleh Mira karena semua yang dikatakan Budi ada benarnya.
akhirnya mereka sampai di buah rumah besar, dan pintu pagar dibukakan oleh seorang satpam dan langsung memarkirkan mobil dan diikuti mobil Vita dan Ana, mereka langsung masuk rumah
" Assalamualaikum..." kata Mira ketika melihat Syifa dan ibu sedang nonton TV
" Bunda..., Syifa kangen" katanya sambil berlari dan langsung memeluk Mira yang sudah merentangkan kedua tangannya menyambut Syifa
__ADS_1
" Bunda juga kangen banget sama Syifa" kata Mira sambil terus menghujani Syifa dengan ciuma di seluruh wajahnya Syifa yang kegelian tertawa dan mereka tertawa lepas dan hal itu disaksikan oleh semua yang ada dengan rasa haru,
" bunda sudah geli, bunda aku capek" kata Syifa sambil mengakt tangannya tanda menyerah
" Bu ibu sehat-sehat kan maaf bikin ibu repot ngurus Syifa" kata Mira sambil menyalami ibunya
" mana ada ibu repot ibu malah senang ibu bisa main sama cucu ibu, lagian yang selama ini ngurus Syifa adalah bibi sama Salma" kata ibu, Salma adalah istrinya Budi
" assalamualaikum bu, ibu masih ingat nggak sama kita?" ibu asih mengalihkan pandangannya kepada Vita dan Ana yang menghampiri dan menyalaminya.
" maaf, kita sibuk banget Bu, lagian ngapain juga ibu malah pindah ke kampung, kan jauh" kata Ana
" iya kayaknya ibu deh yang ngejuhin kita, karena nggak mau berisik " timpal Vita dengan nada manja
__ADS_1
" wah wah ada siapa ini pantesan rame banget sampai kedengaran kedapur" ternyata Salma yang muncul dari arah dapur
" mbak Salma kita kangeeeen " kata Vita dan Ana sambil langsung memeluk Salma
" iiih kalian lebay banget " kata salma sambil tertawa, ya mereka memang dekat banget sam keluarga masing masing dan mereka menganggap adalah satu keluarga begitu juga dengan Andi dan Ridwan maklum Vita dan Ana sudah tidak memiliki orang tua, sedangkan orang tua Ridwan tinggal di Kalimantan daerah asal ayahnya Ridwan.
" mbak masak apa baunya enak banget ini," kata Vita
" mbak mau masak ayam bakar kebetulan kalian datang bantuin ya"
" ok.."
" di kamu ajak Ridwan sama Andi sekalian biar rame ibu kangen banget sam mereka, juga kalau bisa kamu ajak Arif ya nak," kata Bu asih pada Budi dan Mira, mereka semua saling pandang mendengar permintaan ibu mereka yang meminta Arif datang
__ADS_1
" begini Bu Arif sepertinya belum bisa kesini soalnya masih sibuk ngurusin Bu Diah " kata Budi yang mengerti arti tatapan semua orang,. Salma yang menyadari ada yang tidak beres menyipitkan matanya pada suaminya dan mengedarkan pandangannya pada semua orang, dan mereka salah tingkah di tatap Salma seperti itu, tapi Budi memberi isyarat agar salm tak bertanya lagi dan akhirnya dia mengerti dan akan menanyakannya nanti.