Batas Kesabaran

Batas Kesabaran
Bab 90


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu dari mereka kembali dari kampung dan sekarang adalah hari pernikahan Mira dan Reynand, pernikahan di adakan secara tertutup hanya keluarga dan sahabat dekat mereka saja yang menghadiri pernikahan mereka, yang penting sah dulu dan resepsi akan di adakan setelah kasus Ridwan dan Ivan selesai.


Rombongan Reynand sudah tiba di dampingi orang tua dan saudara dan keluarga terdekat Reynand.Reynand tampak gagah dan tampan dengan memakai setelan jas yang pas di tubuh diapit oleh mama dan papanya dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir mereka, bagaimana tidak, dengan umur Reynand sudah kepala tiga masih saja belum ada niatan untuk menikah, mana adiknya mau menikah pun tak diizinkan Reynand dengan alasan pamali, padahal alasannya saja tidak mau di langkah, makanya ketika Reynand mengatakan mau menikah langsung saja mereka setuju.


Mereka langsung dipersilahkan masuk ke kediaman keluarga Mira dan duduk lesehan melingkari meja ijab Reynand duduk di depan meja berhadapan dengan Farhan yang akan menjadi wali dalam pernikahan Mira Karena Farhan adalah anak tertua yang hanya selisih tiga menit dari Budi, Farhan tersenyum penuh arti melihat Reynand yang terlihat tegang, dia memajukan tubuhnya dan Reynand mengerti dia pun melakukan hal yang sama


" lu tau nggak, kalau akan banyak s***n yang akan berusaha menganggu pria yang mau ijab" bisik Farhan dengan wajah serius, padahal sekuat tenaga dia menahan tawa agar tidak pecah.


" hah kok bisa, lu tahu dari mana?" bisik Reynand dengan muka makin tegang


" lu mau tahu dari mana?" tanya Farhan dan Reynand mengangguk mantap " dari Mbah Loklok" katanya sambil tertawa terbahak berhasil mengerjai Reynand


" eh ****** lu ngerjain gue ?" Reynand kesal dan ternyata semua yang ada mendengar bisikan Mereka Mereka tak sadar alat pengeras suara sudah diaktifkan dan sontak semua ikut tertawa, muka Reynand memerah karena malu,


matanya melotot pada Farhan


" lu jangan marah sama gue, lu mau kagak gue nikahin Ama adek gue lu" ancaman itu ternyata sangat ampuh langsung saja Reynand dim dengan tatapan tajam kearah Farhan yang dari tadi tak berhenti tertawa.aktivitas Mereka terhenti ketika Mira sudah keluar dari kamar Reynand sampai tak bisa berkedip Menatap Mira yang begitu cantik dengan kebaya modern warna putih senada dengan hijabnya di dampingi oleh Susi, Vita dan Ana, jantung Reynand tambah tak dapat dikendalikan, Mira duduk di samping Reynand.


Ijab pun di mulai dengan lancar Farhan dan Reynand mengucapkan ijab qobul dalam satu tarikan nafas.


" bagai mana saksi SAH?" tanya penghulu ketika Reynand selesai mengucapkan ijab


" S A H..." kata para saksi dan yang hadir.


" Alhamdulillah ..." dan doa pun terlantun dari semua orang yang hadir. Mira mencium tangan Reynand lalu Reynand mengecup puncak kepala Mira dengan kata doa, lalu saling menyematkan cincin dan menandatangani buku nikah mereka.


Sekarang adalah waktunya sungkeman hal yang paling ditunggu oleh Farhan dan Budi karena itu adalah hal yang tak akan pernah terulang kedua kalinya dan membuat mereka di atas angin dah hal sebaliknya terjadi bagi Reynand


" Maaf semuanya bisa nggak acara sungkem ini di hilangkan" katanya dengan muka malas


" eh mana ada kagak bisa, sungkeman itu wajib malah kalau bisa cuci kaki kita dan di minum airnya sama mempelai prianya" tolak Budi dan bukannya mau menghilangkan adat sungkem tapi yang ada malah ingin di tambah,

__ADS_1


Farhan dan Budi sudah tersenyum menyambut adik iparnya sedangkan Reynand mencebikan bibirnya kesal sambil memutar bola matanya, semua yang hadir tak ada yang berhenti tertawa karena menurut mereka ini adalah pernikahan paling lucu, acara yang harusnya berlangsung dengan khidmat dan penuh hari beda dengan pernikahan mereka tapi semuanya ambyar dengan kelakuan kakak dan adik ipar yang nggak bisa berhenti membuat mereka tertawa dan geleng kepala.


" ayo ah mas MC di mulai sungkem ya udah ngga sabar nih" kata Farhan tak sabar, ingin rasanya Reynand memukul kepala Farhan dan Budi memakai palu si Thor, sungkeman pun di mulai tibalah saatnya Reynand sungkem pada Farhan dan senyum kemenangan tak lepas dari Farhan dan Budi


" sungkem nya yang bener dek Bambang sudah nggak sabar di sungkem oleh Reynand, tiba tiba wajah Reynand berseri seperti akan mendapatkan Jack pot besar dan hal itu tidak disadari oleh Farhan dan Budi dan hanya Ridwan yang sadar akan hal itu


" gue rasa akan ada pembalasan yang lebih seru" bisik Ridwan pada Andi


" Gue tahu itu" jawab Andi dan mereka hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absurd Mereka yang tak mengenal tempat dan benar saja setelah selesai acara sungkeman ketika Farhan dan Budi berdiri dan melangkah mereka jatuh bertumpuk dan hal itu sontak mengundang tawa, Farhan dan Budi terlalu menikmati momen Reynand sungkem tak mere sadari tali sepatu mereka di ikat oleh Reynand


" aaaduuuuh kenapa kakak ipar ku sayang, kenapa pada bobo disini di kamar gih" kata Reynand


" mas ih, kalian itu bikin malu saja" kata Mira kesal dengan kelakuan kedua kakaknya dan suaminya


" eh ****** awas lu tunggu pembalasan gue" kata mereka sambil berusaha bangkit"


" kalian itu ya Allah nggak bisa sekali aja nggak saling jail " kata Bu Asih pada anak dan menatu nya


" dia Bu" kata Farhan dan Budi kompak


" hah kalian sama saja" kata maminya Reynand


" kalian ini umur aja udah pada bangkotan, kelakuan kayak anak TK" kata papinya Reynand tak habis pikir dengan kelakuan anaknya kalau sudah ketemu pasti ada saja ulah mereka.


Di tengah keriuhan itu tiba tiba saja datang tamu yang tak Mereka harapkan


" selamat siang semuanya, mohon perhatian semuanya perkenalkan nama saya Jovan Rahadi saya datang kesini saya akan menemui saudara saya yang bernama Ridwan Dewantara, oh ternyata kebetulan mami dan papi juga ada disini" katanya sambil tersenyum pada mami dan papi Ridwan " ternyata kalian sangat perhatian sama anak pungut ini" tunjuknya pada Ridwan dan pada kesempatan ini saya ingin mengatakan seluruh aset saudara Ridwan Dewantara sudah pindah tangan kepada saya.


" Jovan apa yang kamu lakukan pada Ridwan, kalian itu saudara walaupun tak sedarah tapi kalian hidup bersama nak" kata mami Eva, maminya Ridwan


" sudah mi, mami tenang aja aku bisa mengatasi ini ok" kata Ridwan menenangkan

__ADS_1


" oh ya, kapan saya mengalihkan aset aset saya pada anda?" seringai Ridwan para bodyguard Ridwan, dan Farhan sudah maju tapi tangan Ridwan menghentikan mereka


" ha ha Ridwan Ridwan dasar bodoh kamu mau saja di kibulin sama istri lu yang sama bodoh nya sih" Ivan menjeda ucapannya " lu tahu Ridwan istri lu yang bodoh itu mau saja gue suruh buat mengambil surat surat kepemilikan seluruh aset lu" katanya sambil tertawa


" Susi apa yang kamu lakukan?" bentak papi Ridwan pada Susi menantunya


" om tenang dulu semuanya sudah kami rencanakan " kata Andi


" maksudnya?" tanya nya


" nanti kami jelaskan" kata Andi


" Riky tunjukan " perintah Ivan pada Riky


" saudara Jovan Rahadi apa anda sudah meneliti kalau surat suara itu asli?" kata Ridwan sambil menyeringai " dan istri saya yang ada bilang bodoh ternyata lebih pintar dari anda yang katanya jenius, coba anda chek berkas itu asli atau palsu" kata Ridwan, Dengan cepat Ivan dan Riky memeriksa dokumen itu, tapi tak sedikit pun mereka menemukan kejanggalan.


" Anda tidak akan bisa membedakan secara anda kan bukan seorang pengacara," kata Ridwan sambil tersenyum" sebaiknya anda kembali lagi setelah anda mengetahui dokumen dokumen itu asli." kata Ridwan lagi


" silahkan jalan keluar sebelah sini mas, " kata Vita sambil menunjuk kearah pintu keluar.


" Hai bang apa kabar " kata Ana dengan tatapan tajam sambil tersenyum sinis. Ivan mematung mendapatkan pertanyaan dari Ana, matanya sendu menatap lekat pada Ana


" aku hampir tak mengehali kamu, begitu juga dengan sifat kamu yang sekarang " kata Ana sambil tersenyum kecut " kamu sudah sangat menyakitiku dengan pengkhianatan kamu aku mohon tolong jangan ganggu orang disekitar ku, kalau kamu mau sakiti aku lagi saja dari pada yang lainnya" kata Ana dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya


" sayang dengarkan aku aku ngelakuin in..."


" jangan sentuh adikku" ucapan Ivan terpotong oleh Andi


" aku mohon pergilah " kata Ana sambil berlari dengan tangis yang tak henti, luka yang dulu hampir sembuh dan mengering sekarang luka itu kembali menganga dan berdarah


" Nana sayang dengarkan penjelasan ku " kata Ivan yang meronta karena di cekal oleh para pengawal Ridwan dan Farhan dan menyeretnya keluar. setelah kepergian Ivan suasana hening tak ada yang berani membuka suara.

__ADS_1


__ADS_2