Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan
Siaran Langsung Author


__ADS_3

" Test... test... " Author sedang mencoba microphone-nya.


Setelah merasa siap, Author pun memulai siaran langsungnya.


" Hallo, Assalamu'alaikum... Perkenalkan, saya Na'imma, Author dari CALON IMAM PILIHAN, yang sedang kalian baca ini. "


Berjalan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).


" Saya sedang berada di depan kamar sang pengantin baru kita. Siapa lagi kalau bukan Nana dan Zen. Tokoh utama dalam cerita. "


" Disini, saya hanya ingin mengumumkan, bahwa kisah mereka sudah tamat alias END. "


" Hooreeeeee!!! " Teriakan di belakang Author.


Karna kaget dengan teriakan yang tidak diduganya itu, Author menjadi emosi.


" Kalian!!! " Emosinya semakin naik saat melihat siapa yang berteriak di belakangnya.


Mereka adalah pasangan yang sedang ia bicarakan.


" Pake dulu, baju kalian!!! " Bagai singa kelaparan, Author meneriaki mereka yang entah lupa atau memang sengaja ingin manas-manasi Author.


Sambil menunggu dua biang kerok muncul kembali, Author mencoba menenangkan diri.


" Udah, Thor. Kita udah pake baju. " Ucap Nana yang masih belum selesai mengancingkan baju tidurnya.


Zen dan Nana ikut duduk di samping Author, yang lemas karna emosi.


" Maksudnya kalian tadi itu, mau pamer apa gimana sih? "


" Tadi pas lagi enak-enak, tiba-tiba denger Author Naimma lagi siaran. Makanya kita putuskan untuk menguping. Soalnya aku tau, kalau Author pasti lagi ngrasani kita. " Jawab Zen.


PD banget sih! Walau itu memang kenyataannya.


" Beneran kan, Thor. Kisah Calon Imam Pilihan, udah selesai? " Nana antusias.


" Bener sih... Tapi kenapa kamu malah girang gitu? " Heran pada Nana.


" Ya kan sekarang kita jadi Beeeebbbaaaaassss!! Merdeka!!! Nggak kamu intilin terus, Thor. "


" Sebenarnya aku juga ogah kali, ngintilin kalian. Bikin sakit hati aja tau! " Guman Author.

__ADS_1


Sambil memeluk Nana, Zen memamerkan statusnya.


" Sekarang kan aku udah buan calon iman lagi Thor... "


" Iya. Udah sah Thor, jadi imam. Jadi bisa kayak gini. " Nana menerucup bibir Zen.


Cruup...


Hiks... Jo... Bojo... Mbok ya jangan ke tambak terus. Aku yo jek pingin diajak peluk-pelukan, Trucup-terucupan kayak mereka gitu. Author meratapi nasibnya yang sering ditinggal sendirian di rumah.


" Lagian, kalau di terus-terusin nanti jadinya malah keluar dari judul cerita, Thor.. "


" Habis sarapan apa sih kalian, kok jadi pinter banget. "


" Pecel terong! " Jawab kompak Nana dan Zen. Sambil mengadu kening mereka.


" Sesuka itu kah kalian sama pecel terong? Sampai semangat banget jawabnya. "


" Enak Thor. Legit. Agak ada bau-bau gimana gitu, tapi malah bikin ketagiahan. Sedep banget pokoknya, pecel terong bikinan Mumum-ku ini. "


Merasa malu dengan pujian Zen, Nana menyungsepkan wajahnya di dada Suaminya.


" Sayang... "


" Thor, kita pamit dulu ya. Mau bikin sambel terong lagi. "


Setelah pamit pada Author, Zen langsung membopong tubuh Nana dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Loh, aku kan belum kasih kalian salam tempel...


Bingung dengan adegan yang terjadi di depannya, Author hanya bisa melongo.


Pluk.


" Aduh! "


Seseorang telah menimpuk Author dengan sebuah benda yang di balut dengan secarik kertas. Rupanya, benda itu adalah suvenir pernikahan Nana dan Zen. Sedangkan kertas yang membalutnya merupakan surat cinta untuk para pembaca kisah mereka.


" Lumayan, dapat suvenir tanpa harus kondangan dulu. "


Author menjadi kembali bersemangat dengan siarannya.

__ADS_1


" Baiklah, kita tinggalkan saja pasangan tidak jelas barusan. " Tiba-tiba siaran Author terpotong karna mendengah desahan demi desahan dari dalam kamar.


" Ahh... Ahhhh... ahhhhhh... "


" Mamam! "


" Lagi, Mam! "


Tidak tahan dengan apa yang ia dengar. Author pun memilih meninggalkan rumah orang tua Nana yang memang sedang sepi. Karna semua penghuninya memilih untuk berkumpul di rumah Nana, yang letaknya hanya di sebelah rumah orang tunnya. Mungkin mereka juga merasakan apa yang saat ini dirasakan oleh Author.


***


" MasyaAllah leganya..., setelah kurang lebih hampir sembilan bulan lamanya (kok berasa kayak orang hamil yang baru lahiran ya) akhirnya saya berhasil menyelesaikan kisah Mamam dan Mumum yang merupakan karya pertama saya. Dan karya ini menjadi begitu istimewa, berkat kehadiran kalian semua. "


Membuka kertas yang tadi di lemparkan pada Author.


" Ehm... ehem.. Disini, Saya sebagai Author akan mewakili Nana dan Zen untuk membacakan atau menyampaikan isi surat mereka. Yang berisi ucapan rasa terimakasih, untuk kalian. Karna dengan setia sudah mendukung kisah cinta mereka hingga ke pelaminan. "


Pertama-tama. Aku ucapan terimakasih buat Kak Nhurhty, yang hadir pertama kali dengan komentar dan likenya.


Selanjutnya, buat Kak Sisti Yanti, yang sudah membuatku lebih berhati-hati dalam memilih judul. Mungkin jika aku masih menggunakan judul yang sebelumnya, yakni MENGGODA CALON IMAM, para pembaca akan merasa kecewa. Karna judul tersebut dirasa kurang mengena untuk kisah Mamam dan Mumum.


Untuk Kak Tresno Sundari, Kak Nur Sugiarti, Kak Dijah Magnae, Kak Diana, Kak Shiro Chan, terima kasih. Kalian sudah menemaniku dari sebelum novel ini terikat kontrak dengan Noveltoon/Mangatoon. Mungkin kalian merasa kebingungan dengan alur ceritanya. Karna sebelum melakukan kontrak, aku sempat merevisi episod 1 sampai episod 48, Ma'af ya...


Terima kasih juga buat Kak Kimie Meonk, lain kali hati-hati ya kalau lagi main Hp, biar nggak kenak siraman rohani dari paksu lagi. Kak Yasin Saputra, sukses buat novel-novel kakak. Kak Husna Mumtaza, Kak Fuji Tuty, Kak Hermawati Pagala, Kak Khaerul, Kak RISTY, Kak Damai Tina, dan Kak Siti Umay. Terimakasih.


Kak Eunike Fresiliariska terimakasih ya, waktu itu udah mau jawab kegalauanku. Walau akhirnya, aku lebih memilih untuk tidak mempromosikan novel ini, karna memang masih perlu banyak perbaikan.


Kak Nur Hamida Sabil Huda, Kak Dina Witantri, Ekawati Nayla, Kak BarbieGirl, Kak Derie, Kak Fuji Ryan, Kak Al Gian dan Yayuk Sulartye Opal, terimakasih banyak atas tanda cinta kalian buat Mamam dan Mumum lewat vote, like dan komentar di setiap episodnya.


Kak Calista Adelia, Kak Misurima, Priska Anita, Kak Titin Asmarani, Rohania Rohani, dan Kak Serly, terimakasih atas kehadiran kalian disini.


Buat Kak Mhmmd Zacky, Kak Aldonna, Kak Anik Nur Yamah, Kak Uswatun Khasanah, Kak Tsiskatsist, kak Tri Muryani, Kak Endah, Kak Aneza Zahra, Kak Queen, Kak Trysa Wailull Umi Safitri, Kak Dian Tiesnawati, terimakasih atas kemunculan kalian akhir-akhir ini.


Buat yang diam-diam membaca dan menmenfavoritkan novel ini, termasuk diriku sendiri. 😂😂😂 Terimakasih. Karna dengan kalian membaca dan mengikuti cerita ini sampai akhir, Author sudah merasa sangat bahagia.


Dan terakhir, Buat kakak-kakak author yang sudah manyempatkan diri mampir kesini. Terimakasih banyak.


Ma'af jika masih ada nama yang terlewatkan untuk aku sebutkan disini, mungkin aku lagi khilaf. Ma'af juga, jika selama ini ada kata-kataku saat membalas komentar, dirasa tidak pantas dan kurang berkenan dihati kalian semua.


Sekali lagi aku mau ucapkan terimakasih kepada kalian yang sudah mendukungku tanpa pamrih, semoga kalian sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin...

__ADS_1


I Love You All.


Wassalamu'alaikum....


__ADS_2