Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan
Bertemu Rif'an


__ADS_3

Tiga episod telah berlalu, Nana masih melaju diatas sepeda motor maticnya. Menyusuri jalan raya pantura yang ramai akan kendaraan yang saling salip menyalip di depannya.


Akhirnya...


Nana kembali bersemangat walau hanya melihat tulisan "Selamat Datang di Kota Wali" digapura yang baru saja Ia lewati. Ya, walaupun masih jauh jarak yang harus Ia tempuh untuk mencapai rumah, namun bagi Nana inilah rumahnya, kampung halamannya. Ini juga perasaan yang selalu Ia rasakan saat perjalanan pulang dari Lampung.


Bertahun-tahun Ia hidup di pulau seberang, tanpa mengetahui seluk beluk kotanya sendiri. Disana pun Nana dengan mudah diingat oleh orang dengan hanya menyebutkan nama kota kelahirannya itu.


Setelah lama berkendara, sampailah Nana di traffic light pertigaan yang mengarah ke jalan desanya.


Emmm, Ke Masjid Agung dulu lah nunggu waktu Asyar sekalian istirahat. Begitu pikirnya, lalu menghentikan laju motornya karna lampu sedang menyala merah. Diikuti kendaraan lainnya yang berada disamping dan belakangnya.


Lampu berubah menjadi hijau. Nana melajukan kendaraannya kembali, lurus melewati jalan menuju rumahnya.


Bruaakkkk. Nana mencoba menghindari tabrakan didepannya. Brruaaakkkk. Pletakkkk... Peltakkkk...


Dalam beberapa saat Nana hanya merasakan sunyi disekitarnya. Tidak mengingat apa yang baru saja menimpanya. Aku kenapa ini????


" Dek... dek...."


" Mbak... mbak..."


Suara orang-orang bersaut-sautan memanggilnya.


Siapa ya? Nana membuka mata.


" Ayo kita bawa kepinggir dulu, yang lain tolong urus motor sama barang-barang yang tercecer." Datang lagi orang yang memberi pengarahan kepada sekerumunan orang.

__ADS_1


Aku kenapa ? Pak, Ini aku mau dibawa kemana ? Suara Nana yang tidak terucap. Saat tubuhnya diangkat oleh beberapa orang.


***


Disisi lain pertigaan jalan, pedagang kaki lima berjajar rapi menjajakan dagangan mereka. Mendengar suara benturan keras memaksa sepasang mata mereka masing-masing mencari sumber dari suara.


" Ada kecelakaan! " Seru beberapa orang secara bersautan.


Aktivitas jual beli dibeberapa kedaipun terhenti, karna pemiliknya reflek berlari kearah lokasi terjadinya kecelakaan.


Terlihat pelanggan di salah satu kedai Es melongokan kepalanya melihat apa yang terjadi.


" Ada apa, Mas ?" Tanyanya pada salah seorang yang berjalan menjauh dari kerumunan. Lokasi terjadinya kecelakaan.


" Itu dipertigaan ada kecelakaan, Mas! Ceweknya cantik katanya."


" Denger ada cewek cantik aja, jiwa jomblo langsung bergejolak."


" Hahaha. Gak gitu juga kali !"


" Udah sana kalau mau lihat." Rif'an mencoba menghabiskan tahu bunting yang penuh didalam mulutnya.


" Ya udah kamu tunggu disini aja. Aku mau nolongin cewek cantik dulu, siapa tau bisa kenalan. Hehehe"


Cih. Anak zaman sekarang ! Penjual es tebu menggelengkan kepala mendengar ucapan Ilman. Yang diketahui hanya sebatas gurauan.


Sesampainya dilokasi, yang dimaksud telah terjadi kecelakaan. Ilman ikut membantu memungut botol minum serta helm yang terlepas dari kepala Nana. Lalu menghampiri Nana yang sedang dibantu untuk duduk ditrotoar pinggir jalan.

__ADS_1


" Ini minum dulu, Mbak." Ilman menyodorkan botol air minum milik Nana yang Ia pungut.


" Aduh..." Nana meneteskan air mata. Karna merasakan sakit yang tidak tertahan disekitar pergelangan kaki kanannya.


" Lho, mbak Nana?" Pandangan semua orang mengarah pada Rif'an.


Siapa ya? Nana mengangguk. Tapi tidak mampu berfikir lebih dari itu, karna rasa sakit memakin mendera dibagian kakinya.


" Masnya kenal sama genduk ini?" Tanya laki-laki paruh baya yang menyangga tubuh Nana.


" Kamu kenal mbaknya, Rif?" Tanya Ilman bersamaan.


" Injih, Pak. "


" Masnya bawa mobil?"


" Bawa sepeda motor."


" Pak itu mobil buat ngangkut korban udah ada." Kata seorang yang menghampiri kerumunan.


" Udah. Genduknya suruh ninggal aja! Masa mau diangkut bareng orang sekarat !" Jawab ketus pria baruh baya itu. " Mas tolong temeni genduknya ya, tak anterin ke rumah sakit pake becakku."


" Ini helmnya?" Tanya Ilman.


" Motornya tak taruh didepan taman, Mas. Ini kuncinya." Seseorang yang juga menolong Nana dengan mengurus sepeda motornya, menyerahkan kunci pada Rif'an.


" Man, tolong urus ya." Melemparkan dua buah kunci sepeda motor pada Ilman. Satu milik Nana dan satunya milik Rif'an.

__ADS_1


Hadeh ! Yang beginian aja diserahin ke aku ! Nasib... nasib... Keluh Ilman.


__ADS_2