
Berbeda dengan Nana yang mengalami perubahan dalam hatinya. Zen justru belakangan ini mengalami perubahan pada raut wajahnya. Raut wajah yang beberapa tahun ini terlihat kaku, kini kembali menjadi cerah dan bersinar karna terlihat banyaknya senyuman disana.
Alasan perubahan Zen tersebut baru diketahui oleh Ayah dan Ibunya setelah Rif'an memperlihatkan foto yang Ia dapat dari postingan Naila, yang kini sudah tidak terlihat lagi. Dihapus sesuai keinginan salah satu model dalam fotonya.
Zen yang hingga kini, belum beritahukan pada siapapun tentang pertemuannya dengan Nana, membuat Ayah Zen juga bertahan untuk pura-pura tidak mengetahui hal itu. Agar anaknya tidak merasa malu padanya.
Dan keajaiban lain tentang foto itu adalah kesehatan Ayah Zen yang menjadi semakin membaik dari sebelumnya setelah melihat foto yang menjadi bukti pertemuan antara Zen dan Nana dibelakang keluarga itu. Mungkin slogan di apotik langganan Zen yang menyatakan " Hati yang bahagian adalah obat paling mujarab " sekarang sedang dibuktikan kebenarannya oleh Ayah.
" Bapak mau kekamar ?" Zen bertanya untuk mengalihkan pikirannya sekejab dari pesan Nana.
" Nanti aja, Bapak masih nunggu Ibu kamu pulang. Sana kalau kamu mau istirahat dulu." Ayah tersenyum.
Zen pun berlalu, masuk kedalam kamar. Karna inilah yang memang ingin Ia lakukan sebelum menanyai Ayah tadi. Ingin berada didalam kamar, agar bisa bebas berekspresi dan menikmati kencan dengan ponselnya. hehe.
" Biarpun harus keracunan aku rela kok, demi bisa merasakan masakannya mbak Nana. Mbak Nana kapan pulang?"
__ADS_1
" Hahha. GOMBAL ! InsyaAllah minggu depan, Dek. Besok pagi baru mulai ujian semesternya. Kenapa ? Pasti udah gak bisa nahan rindu sama aku ya? hehehe." Balasan dari Nana. Yang setiap katanya sudah tidak kenal takut, malah terasa nyaman bahkan cenderung memalukan sebagai seorang gadis yang baru saja mengenal lawan bicaranya.
Mungkin itu adalah keajaiban lain dari gadis bernama, Nana. Meski sudah sering kali berpacaran, namun baru sekali ini dia mengeluarkan kata-kata yang bisa dibilang menggoda hati lawan jenisnya
Zen memeluk erat gulingnya yang sedari tadi Ia dekap untuk melampiaskan rasa gemas disekujur tubuhnya, karna ulah Nana.
" Nggak kangen tuh ! Weeekkk. Kan kemaren pas ketemu gak dibolehin lama-lama lihat wajah mbak Nana. Lha gak belajar? "
" Iya ini juga lagi belajar ! Belajar mencintai kamu maksudnya. Hehehe. "
Wajah Zen memerah, karna tidak mampu mengerem bibirnya yang terus menyunggingkan senyum dan tawa. Dia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana untuk melampiaskan perasaannya sekarang. Guling yang tidak berdosa itupun sudah merasakan gigitan gigi Zen beberapa kali dibagian yang sama.
" Wah, berani mancing-mancing ini ! Awas, nanti nyampe rumah langsung tak ajakin ke KUA lho !"
" Hahaha. Ampunn !!!!! Auto aku nggak berani pulang ini !"
__ADS_1
" Harus pulang lah... !"
" Kenapa? Katanya nggak kangen."
" Iya nggak kangen. Tapi pingin ketemu sama mbak Nana lagi lagi lagi lagi dan lagi."
" Berarti cuma pingn ketemu lima kali aja ni?"
" Iya. Yang kelima kan ketemunya di pelaminan."
" Mohon ma'af. Orang yang sedang Anda ajak bicara sedang mencoba melarikan diri. Mohon jangan menunggu, dan silahkan segera bersiap untuk tidur. Sekian dan terima kasih."
Hahaha. Dasar bocah ! Dia sendiri yang mancing-mancing, dia sendiri juga yang kabur.
" Hati-hati melarikan dirinya, jangan sampai jatuh apalagi terluka. Hehhe. Jaga kesehatan dan semangat buat belajarnya. Tapi tidurnya jangan kemalaman ya ? Sampai ketemu lagi. Assalamu'alaikum." Pesan panjang Zen yang tidak mendapat balasan dari Nana.
__ADS_1
Entah sudah sejauh mana gadis itu melarikan dirinya sendiri. Tapi dia sudah meninggalkan kisah malam yang indah untuk Zen. Mungkin lebih indah dari mimpi-mimpi malam Zen sebelumnya.
Ya Allah... Terimakasih atas kebahagiaan ini. Aku mohon, Engkau benar-benar menjadikan mbak Nana jodoh yang terbaik untukku didunia hingga akhirat. Amin... Do'a penutup dari Zen, sebelum Ia memejamkan mata untuk beralih kedunia mimpi.