Calon Imam Pilihan

Calon Imam Pilihan
Akad Nikah


__ADS_3

Di dalam kamar, tangan lincah Umam, pemilik sanggar rias terkenal di kota Demak bermain-main di wajah Nana.


" Awas, jangan tebel-tebel lho ya, Mas. " Pinta Nana pada Umam. Laki-laki yang berdandan dan bertinggah layaknya perempuan saat sedang di undang sebagai perias.


" Eitt, kalau lagi kayak gini jangan panggil Mas dong, panggil Sis atau nggak Jeng Umam gitu ya. Hihihi. " Ucap Umam dengan nada kecentilan tingkat tinggi.


Aisyah, gadis yang pernah membuat Nana salah paham dengan keakrabannya bersama Zen duduk diatas tempat tidur. Menyaksikan perdebatan antara Nana dan Umam sambil tertawa geli.


" Tu kan kamu cantik banget! " Nana kaget dengan suara asli Umam. " Hihihi, gara-gara lihat cewek cantik, suara asliku jadi kelepasan. " Sudah kembali menggunakan suara centilnya. " Bentar ya, kita foto dulu bareng Mbak Aisyah. "


" Perez, bilang aja kalau mas Umam mau mempromosikan sanggar riasnya kan! "


" Hihihi, Tau aja! " Umar sibuk mengambil gambar dengan kamera ponselnya.


" Hih, Dasar mas Umam! "


" Mbak Aisy, kalau udah selesai di suruh keluar. " Suara anak kecil di depan pintu kamar.


Nana terlihat bersiap-siap untuk keluar bersama Aisyah. " Mas Zen pasti bakal klepek-klepek lihat kecantikan kamu. Hihihi. " Ucap Umam sebelum Nana melewati pintu kamar.

__ADS_1


" Apaan sih! " Nana diam-diam menanggung rasa malu.


Aku malu!


***


Dengan anggun, Nana bergandengan dengan Aisyah berlajan menuju ruang tamu yang sudah hampir penuh dengan anggota keluarga juga tamu undangan yang mengenakan pakaian bagus dan rapi.


Berpasang-pasang mata disana mengarah pada kedatanganya.


Senyum bercampur keharuan pun menghias di wajah Zen, saat melihat kemunculan Nana dan Aisyah di tempat diadakannya acara akad nikah.


Cantik banget, Mumum-ku...


Duh Gusti... Zen memegangi dada. Karna ia merasa tidak yakin, jika jantungnya sanggup bertahan dengan godaan semacam ini.


" Bulek! " Ucap lirih Aisyah, memberikan peringatan pada Nana. Karna Ia melihat apa yang sudah diperbuat Nana pada Pakleknya.


" Bagaimana, sudah siap? " Suara Pak Penghulu menyelamatkan Zen dari zina yang dilakukan matanya.

__ADS_1


Calon pengantin putra menganggukkan kepala, " Kalau sudah siap, mari kita mulai acara akad nikahnya. "


" Bismillahirrohmanirrokhim... " Penghulu memulai dengan membaca basmalah.


Setelah membaca istigfar tiga kali, penghulu mengucapkan kalimat ijab menggunakan bahasa arab.


" Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka ....... "


Karna gugup, mempelai pria lupa untuk menyahuti kalimat ijab yang seharusnya langsung ia jawab seketika itu. Hingga membuat gugur kalimat ijab yang tadi diucapkan oleh penghulu.


Mamam! Nana tidak mengerti, kenapa ia menjadi setegang ini. Ia meremas tangan Aisyah yang berada disampingnya, terasa dingin.


Zen menoleh, seakan ia dapat mendengar panggilan dari batin Nana. Matanya pun bertemu pandang dengan Nana yang sejak tadi memandang kearahnya. Tanpa rasa bersalah, Nana mengulangi kedipan mata yang sama seperti yang sudah ia lakukan tadi pada Zen.


Setelah menerima kedipan yang lagi-lagi menggetarkan dadanya, Zen memalingkan wajahnya dari Nana. Karna ia tidak ingin mengacaukan acara ini. Karna ia tidak mampu mengendalikan hasratnya untuk segera mendekat pada Nana yang duduk agak jauh di belakangnya.


Note :


Mau main tebak-tebakan?

__ADS_1


Kalau mau, coba kakak-kakak tebak. Siapa kira-kira yang lagi melangsungkan akad nikah sekarang. Zen dan Nana kah?


Tapi ini bukan tebakan berhadiah ya, Author cuma pingin tau aja, apakah yang dipikirkan kakak-kakak sesuai dengan apa yang ada dipikiran author.😁


__ADS_2