
MAHESWARA RAKSAKA RANU WIDAGDA
Aku adalah si sulung dari Ayah Widagda!
Menurutnya, aku yang akan menjadi penerusnya di perusahaan milik temannya.
Tapi, mengapa ayah justru menginginkan diriku untuk mendekati anak perempuan dari temannya itu?
Katanya, 'Kamu dekati anaknya. Dan suatu hari kamu akan lihat bahwa temanku itu mulai percaya pada dirimu.'
Aku sempat bingung.
Aku juga cemas.
Siapa tahu, anaknya itu mulai tak terlihat imut lagi seperti saat dirinya masih kecil!
Tapi aku tak bisa mundur.
Inilah pilihanku!
Saat aku mengajar di sanggar milik istri Pak Hardiyata, aku menunjukkan sisi tegasku.
Semuanya harus tunduk kepadaku.
Tapi ada satu orang yang mengolokku.
Rupanya sungguh menawan.
Sehingga aku memberanikan diri untuk mendekatinya.
Aku melihat dirinya mengisi nama di absensi.
Namanya, 'Hansaria.'
Aku tersenyum, dan langsung luluh di hadapannya.
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Namun sekelebat perkataan ayah terngiang di pikiranku.
Aku hanya harus membuat Hansaria jatuh cinta padaku.
Sedangkan aku sendiri, aku tak boleh mencintainya.
Dari sanggar itu, aku baru tahu bahwa Hansaria sangatlah lemah.
Dirinya memiliki masalah dengan ibunya, entah bagaimana dengan ayahnya.
Dia bersembunyi, aku mengikutinya.
Aku masih penasaran dengan dirinya.
Bahkan aku langsung nekat memberi harapan dan janji kepadanya.
Yang nyatanya, itu semua palsu.
Tapi dirinya sangat sangat percaya padaku.
Ego ku benar-benar dia dukung dengan membiarkan diriku menyentuh ujung rambut hingga kakinya.
Anaknya saja sangat mudah aku taklukan, apalagi ayahnya?
Aku semakin optimis untuk merebut kekuasaan ayahnya!
Empat tahun kemudian, aku mendapat kabar mengejutkan!
Ternyata Hansaria telah tahu niat jahat ku yang ingin merebut perusahaan ayahnya!
Ditambah lagi, dirinya telah menikah dengan bocah ing*san itu!
Aku marah! Ayah Widagda lebih marah!
Hingga kami putuskan untuk menyerang perusahaan itu.
Tapi ayah dan suami Hansaria ternyata sangat berani!
Mereka berhasil membuat ayahku masuk tahanan!
Keluargaku seketika hancur!
Ibu semakin keras bekerja sebagai guru.
Adikku tersayang fokus sekolah, hingga tak sudi melihat wajahku.
Aku? Aku masih harus mencari pekerjaan lagi.
Tapi ada yang masih menancap di pikiran ku.
Aku tak akan membiarkan Hansaria diambil sepenuhnya oleh bocah ing*san itu!
Aku sudah siapkan rencana!
Rencana lebih hati-hati dan matang!
Berharap hati Hansaria bisa menjadi milikku lagi ....
JAMARIO IMBA DAGHIAWI
Apa itu?!
Mengapa ayah memeluknya?!
Tindakan itu sangat berlebihan untuk dirinya yang telah menikah!
Aku hanya bisa melaporkan kecurangan ayah kepada kakakku tersayang.
Ya! Mas Deniz!
Tapi apa yang aku dapatkan?
Mas Deniz tak percaya, huhu!
Dari situ, aku baru tahu kekuatan dari sebuah bukti!
Aku tak diam!
Aku akan membuat rencana untuk membuktikannya di hadapan kakakku secara langsung!
Akhirnya Mas Deniz percaya.
__ADS_1
Tapi di sisi lain, aku berkenalan dengan anak dari selingkuhan ayah!
Otakku mulai membuat rencana.
Bagaimana jika aku mengajak dirinya untuk bekerja sama memisahkan kedua orang tua kami?
Ya! Dirinya adalah Ansa! Atau angsa yang indah.
Sebenarnya aku tak terlalu peduli dengan kecantikannya.
Masih banyak yang lain, yang juga cantik.
Aku adalah anak pemilik sekolah! Mudah saja aku memilih seorang wanita.
Tapi, ada satu hal yang membuat Ansa berbeda.
Entahlah, aku tak peduli.
Seiring waktu ....
Aku, Mas Deniz, dan Ansa mulai lupa tentang tujuan kami untuk memisahkan orang tua kami.
Tapi ternyata mereka justru semakin nekat!
Dengan hadirnya calon adik kami di perut ibunya Ansa!
Marah, bingung, sedih menyatu dalam pikiranku!
Bahkan aku hampir melayangkan tanganku ke arah ayah!
Mas Deniz menahanku sembari menatap sendu kepadaku.
Kelakuan ayah, membuatku berpikir.
Ternyata dewasa sangatlah mengerikan!
Dewasa penuh tantangan, drama, tanggung jawab, dan permainan takdir!
Aku takut.
Tapi amarahku lebih banyak! Tak ada rasa belas kasih!
Anak dari selingkuhan ayah harus keluar dari sekolahku!
Aku muak melihat wajahnya.
Ajang balas dendam pun dimulai.
Aku dan Ansa saling menyakiti, mencaci maki, menyumpahi.
Dia menjadi sangat buruk rupa di dalam mataku.
Logikaku seperti itu, tapi hatiku mengatakan sebaliknya.
Saat aku melihatnya bersama si buaya danau, hatiku terasa sesak.
Padahal itu benar, si anak penggoda memang pantas mendapatkan si buaya danau.
Tapi hatiku tak terima!
Lagi-lagi takdir mempermainkanku.
Aku baru mengetahui bahwa ibuku telah melenyapkan ibunya.
Bahkan Mas Deniz mengingatkan diriku untuk tak lagi menyakiti Ansa.
Aku putuskan untuk berhenti menyakitinya.
Berhenti dari ajang balas dendam ini.
Karena menurutku, Ansa lah yang paling kuat di kisah ini.
Si anak tunggal yang kehilangan ibu, bertahan saat disakiti, dan menekan hatinya supaya tak merasa bahagia.
Oh takdir! Hatiku rasanya sedang dipermainkan!
Sekarang aku harus melihat jiwanya yang sedang sekarat!
Aku tak mau kehilangannya, aku ingin suara cerewetnya masih bisa ku dengar, aku ingin sosoknya yang indah itu masih bisa ku pandang.
Aku ingin dirinya menjadi milikku!
Malam itu, aku merayu dirinya bak bayi yang lemah dan mudah terbujuk olehku.
Tidak, Sa. Aku bukanlah si buaya danau itu!
Aku si pelaut! Aku akan melindungi dirimu!
Tapi ingat, jangan sekali-kali berpikir untuk membunuh dirimu.
Aku, Jaro.
Jaro yang mencintaimu.
Jaro yang sangat berani menyerahkan raganya untuk membuat ayahmu percaya.
Jaro yang berhasil menghancurkan keluarga si buaya danau itu!
Angsaku, kamu akan selalu hanyut dalam lautan cintaku.
Aku akan selalu belajar mengendalikan ombak amarahku.
Supaya dirimu tak lagi terluka, atau pun tenggelam di dasar laut.
Selalu tenggelamlah dalam perasaan cintaku ini, Sa.
NAJIHA HANSARIA HARDIYATA
Kalian ingin menjadi diriku?
Yakin?
Cobalah untuk melihat sisi lain dari diriku. Jangan langsung mengatakan bahwa hidupku lebih bahagia dari kalian.
Sebelumnya, kalian sudah membaca luapan hati orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk membuat kisahku ini.
Aku tak perlu banyak cerita lagi.
Sudah cukup tangisku selama perjalanan hidupku ini.
Aku, Hansaria. Atau keluargaku memanggilku, 'Ansa.'
__ADS_1
Aku adalah anak tunggal di keluarga Hardiyata.
Awalnya, aku tak tahu alasan mengapa hanya aku yang diperbolehkan hidup di sini.
Di istana yang penuh rahasia ini!
Hidup rasanya selalu adil padaku.
Ada senang dan sedih menyapa.
Saat aku semakin terkenal hingga ke segala penjuru, semakin banyak musuh yang ingin menjatuhkan diriku.
Aku takut, tapi menurutku itu adalah hal yang wajar.
Tapi, takdir terus mengatakan 'tiba-tiba.'
Tiba-tiba Mas Ranu hadir dengan janji manisnya.
Tiba-tiba Jaro hadir dengan rencananya untuk memisahkan Mama Roro dan Ayah Awi.
Tiba-tiba Mama Roro mengaku bahwa dirinya memang mencintai Ayah Awi.
Tiba-tiba Mama pergi selamanya tepat di hadapan ku!
Tiba-tiba Jaro mengusir diriku dari sekolahnya!
Tiba-tiba Papa Hardi mengenalkan calon mama baru yang merupakan ibunya Yono, teman sekelasku!
Tiba-tiba Mas Ranu mengatakan bahwa dirinya memang tak pernah mencintaiku!
Tiba-tiba Jaro mengatakan bahwa dirinya mencintaiku di saat diriku hilang akal!
Tiba-tiba Bibi Ning dan Mas Deniz merestui aku dan Jaro untuk menikah!
Dengan adanya semua 'tiba-tiba' itu, menurut kalian bagaimana perasaanku?
Aku yang memiliki cherophobia dan overthinking, ditambah lagi aku adalah seorang wanita, menurut kalian bagaimana?
Uang, jabatan, ketenaran apakah membuat kisah ini indah?
Ya! Masalah dan ujian akan tetap terus hadir!
Bahkan juga terselipkan kisah cinta.
Akh! Semakin menyakitkan!
And all I know that this love's a bless and curse.
(Dan semua yang ku tahu, bahwa cinta adalah sebuah berkah dan sebuah kutukan)
Tapi ....
Tuhan memang Maha Penyayang.
Ketika keluargaku seakan hilang, musuhku malah datang dan menyadarkan diriku.
Ya! Sahabatku, musuhku, cintaku. Dialah Jaro!
Rayuan yang keluar dari suara merdunya itu, mampu menghipnotisku.
Pantas saja dirinya pandai bernyanyi!
Dan aku sebagai penari yang menggoda dirinya.
Hingga kami menyatukan cinta kami.
Setelah itu, ada hal yang baru aku ketahui.
Jaro sangatlah setia. Hingga mengerahkan nyawanya untuk Papa Hardi.
Katanya, 'Aku masih merasa bersalah karena sudah merebutmu diam-diam dari papa.'
Aku semakin luluh, semakin jatuh cinta pada dirinya.
Semakin tenggelam dalam lautan cintanya.
Oh pelaut, angsamu ini bisa terbang.
Tapi itu membutuhkan energi lebih! Aku tetap butuh kapal yang kamu kemudikan untuk bersandar.
Mari kita mengarungi lautan kehidupan ini, di atas kapal pernikahan!
Kalaupun ombak emosimu mulai meletup, bulu indahku ini akan menenangkanmu.
Aku janji, aku tak akan pernah berpikir lagi untuk menyayat nadiku, yang juga menyayat hatimu.
Kamu menerima kelemahanku, yang selama ini telah ku sembunyikan dengan rapi.
Dalam pernikahan ini, aku akan terus mencoba menyatukan keluargamu, yang juga menjadi keluargaku.
***
.
.
.
New January is a New Hope (Noejan)
Awal lihat nama platform ini, pikiranku melayang ke kartun-kartun anak kecil.
SpongeBob, Shinchan, Tom & Jerry, Doraemon, Princess, Barbie, Dongeng 1001 malam.
Dunia anak kecil yang penuh imajinasi akan masa depan.
Masa di mana saat mereka memikirkan impian-impian yang terwujud.
Tapi, ternyata beda.
Ternyata yang paling banyak memiliki waktu luang untuk membaca adalah salah satu sosok yang tak terbebani oleh tugas sekolah maupun kerjaan kantor.
Siapa sosok itu?
Kalian pasti sudah bisa menebaknya.
Dahlah.
Di sini aku ingin seperti Deniz.
Aku ingin menampar kalian, dengan karya.
Walaupun itu sia-sia.
__ADS_1