Cherophobia Swan

Cherophobia Swan
Bab 20 Gosip Hangat


__ADS_3

...“Saat gosip tentang diriku menyebar dengan cepat,...


...Kamu terlihat tak senang,...


...Dan justru mengajakku berdebat."...


Malam hari,


Pintu kamar Jaro diketuk oleh seseorang. "Ro. Aku masuk ya?"


"Ya," jawabnya dengan malas.


Saat ini Jaro tengah duduk di atas ranjang dan bersandar di tembok hijau muda. Kedua matanya sedang fokus membaca di depan layar handphone-nya, diikuti oleh gerakan jari telunjuk dari tangan kanannya.


Kakaknya memasuki kamarnya dengan mengerutkan dahinya. Dia segera membuka suaranya, "Ro! Aku mau tanya. Sebenarnya aku itu punya adik cowok atau cewek sih?!"


"Ngga ada. Kamu anak tunggal, 'kan?" Jaro menjawab tanpa menoleh ke arah kakaknya, Deniz.


“Heh! Jadi kamu sudah ngga menganggapku sebagai kakakmu, hah?!” ucap Deniz.


Jaro hanya tersenyum mengejek ke arah Deniz. Dia masih fokus menatap layar handphone-nya.


Terserah, aku ngga peduli dengan seorang pembohong, batin Jaro.


“Ro, Ansa itu temanmu. Dan dia juga seorang wanita. Ngga seimbang kalau kamu melawan dia. Dia sudah kehilangan ibunya, tapi kamu malah mengolok dan mem-bully dirinya. Maumu apa sih? Apa gunanya semua yang kamu lakuin ke dia?” tutur Deniz.


Jaro bergeming, tapi pikirannya begitu riuh. Mas, kamu hanya tahu sedikit tentangnya. Yang sebenarnya terjadi adalah ....


“Mauku adalah Ansa keluar dari sekolah ku!” jawab Jaro.

__ADS_1


“Apa?” Dahi Deniz mengerut. “Oh, jadi menurutmu Ansa ngga pantas masuk sekolah kita? Alasannya apa? Ansa salah apa?” cecarnya.


Jaro tertawa, dan bangkit dari duduknya. Dia melangkah mendekati kakaknya dengan tatapan tajam. “Mas pasti akan lebih mendukung Ansa, dan menyalahkan adik sendiri.”


“Bukan gitu Ro. Aku—“


“Kalau kamu memang menyukainya, bilang aja. Ngga perlu menutupinya dariku. Mas Deniz ngga jauh beda dari ayah ya. Sama-sama pem-bo-hong!” sergah Jaro.


“Maksudmu apa? Aku hanya memberitahumu mana yang benar dan mana yang salah! Ngga seharusnya kamu sebagai pria melawan seorang wanita, Ro!” balas Deniz.


“Kalau itu bukan Ansa, apakah Mas masih peduli? Pasti ngga mungkin lah.”


Deniz merapatkan gigi-giginya, gemas dengan perkataan menusuk dari Jaro. “Aku kakakmu. Aku peduli ke kamu, bukan yang lain.”


Oh, masih belum mau mengaku ya? pikir Jaro.



Hari Rabu,


Banyak bisikan dan tatapan yang diarahkan kepada Ansa. Membuatnya semakin yakin bahwa kemarin salah satu anggota gengnya Sari sedang ingin menegurnya. Namun dirinya belum tahu apa yang sedang dibicarakan oleh para murid yang berpapasan dengannya.


Sampai di kelas, Ansa ditarik oleh Mei supaya cepat mendarat di bangku mereka. Mei menampakkan wajah cemas dan memberikan handphone-nya.


“Sa, ada gosip mengenai dirimu bersama anak pemilik sekolah ini!” bisik Mei.


Ansa berpikir mungkin insiden saat di lapangan itu menjadi gosip hangat antara dirinya dengan Jaro. Ternyata salah, dirinya justru digosipkan memiliki hubungan spesial dengan Deniz.


Gosip apa itu?! Ngga waras!! pekiknya dalam hati.

__ADS_1


“Itu ngga benar, Mei,” lirih Ansa.


“Iya, Sa. Kamu masih berpacaran dengan yang lagi kuliah di luar negeri itu, ‘kan? Berarti ini ulah Jaro. Tapi, kenapa dia menggosipkan mu dengan kakaknya ya?”


“Bukan dia, Mei. Tapi ini adalah ulah Sari dan gengnya.” Ansa menceritakan semua yang terjadi kemarin saat dirinya dengan Deniz membahas tingkah Jaro.


“Ya, Jaro berubah. Sebenarnya dia sama sepertimu, Sa. Rasa percaya di antara kalian sudah habis, diganti dengan kebencian. Kasihan kak Deniz. Dia ngga salah, malah kena imbasnya,” tutur Mei.


Jadi, yang salah adalah aku dan Jaro? Ngga! Jaro yang salah! batin Ansa.


“Mei ...,” panggilnya.


Mei menoleh ke arahnya. “Hm?”


“Kemarin dia menciumku,” lirihnya.


Tentunya kedua netra Mei terbuka lebar, disertai mulut yang menganga. Ansa menunduk dan menggigit bibir bawahnya.


Namun, suara Mei juga menjadi lirih. “Jaro atau kakaknya?” bisik Mei.


“Ja-ro.”


“Sa. Kamu selingkuh?”


“Dia yang melakukannya, Mei!” bentaknya. Sejenak Ansa mengatur nafasnya. “Tapi Mei, aku suka dengan gosip itu.”


“Eh? Oh, aku mengerti sekarang. Dengan gosip itu, apa rencanamu selanjutnya, Sa?”


__ADS_1


__ADS_2