Cherophobia Swan

Cherophobia Swan
Restu Keluarga_3


__ADS_3

Malam hari, di kediaman keluarga Hardiyata.


Mereka telah membuka semua kado dan amplop pemberian dari para tamu undangan.


Tentu saja, Ansa dan Jaro tak membiarkan ayah dan ibu bekerja terlalu banyak. Sehingga mereka yang membuka, membereskan, dan membuang bungkus-bungkusnya.


"Sa, Jaro. Ini sudah malam. Sebaiknya kita segera tidur," titah Ayah Hardi.


"Jangan lupa, setel alarm kalian pukul empat pagi ya! Kalau kalian ngga bangun, Mama akan mengetuk pintu kalian."


"Eh?" Jaro menahan rasa kagetnya.


"Besok kita mau ke mana, Ma? Kenapa bangun pagi-pagi?"


"Besok kalian akan tahu ya!" jawab ibu.


Ibu Aisyah menyalami ketiga anaknya, lalu pergi menuju kamar. Jaro dan Ansa masih dalam kebingungan.


"Sa, selama kamu tinggal dengan mama Ais, apa yang mama lakukan saat di pagi hari?"


"Aku ngga tahu, Ro. Selama aku bersama mama, aku bangun jam enam pagi."


"Eh, Yon!" Jaro mendekat ke arah Yono yang duduk di sofa ruang keluarga.


"Apa, Ro?"


"Lu kalau pagi biasanya ngapain sih? Kok mama Ais nyuruh kita bangun jam empat?"


"Oh, mungkin salat berjamaah kali! Biasanya gua sama mama ngelakuin itu. Gua yang jadi imamnya," jawab Yono.


"Oh gitu ya. Ya sudah deh."


"Turutin aja. Biar berkah, Ro."


Jaro mengangguk. "Thanks ya! Gua duluan ya, bye!"

__ADS_1


"Waalaikumussalam," lirih Yono.


Di kamar, Jaro langsung memeluk Ansa. Akhirnya kita bisa serumah, hihi.


"Jaro. Takut," bisiknya.


Jaro melonggarkan pelukannya. "Iya, kelihatan kok tadi. Senyummu ngga lebar, kayak ketahan gitu."


"Sebenarnya, aku sudah membahas tentang fobiaku ke ke mama Ais."


"Terus, mama jawab apa?"


"Mama Ais bilang, kalau mama punya caranya. Tinggal niatku aja, mau sungguh-sungguh ngga untuk mengubah mindset tentang fobiaku ini. Gitu, Ro."


"Em ... gimana caranya? Kamu sudah beberapa kali ke pusat terapi, tapi fobiamu masih agak-agak muncul lagi, 'kan?"


"Iya. Caranya ... ada deh~" ucap Ansa.


"Ih! Gimana caranya? Biar aku bisa membantumu, Sa."


"Hu'um."


"Terus aku bakalan pamit ke semua orang di perusahaan itu. Karena aku ingin keluar dari sana."


Perkataan Ansa mendapat pelototan Jaro. "Ansa ih! Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu malah berhenti jadi model?!"


"Kamu ngga suka kalau aku berhenti jadi model?" tanya Ansa.


"Itu pilihanmu, sayang." Jaro mengelus pipi Ansa. "Tapi aku suamimu. Aku perlu tahu alasannya."


"Hehe, nanti aku kasih tahu. Sudah, Ro. Ayo kita tidur."


Ansa menarik Jaro yang masih diam dan berpikir. Sehingga dia harus membujuknya lagi.


"Sayang. Ngga usah terlalu mikirin tadi deh. Serius nih, ngga ada hubungannya sama pria-pria ataupun yang lainnya!"

__ADS_1


"Terus apa?" Jaro menatap sendu.


Membuat Ansa berpikir, apa dia takut kalau aku akan bertingkah seperti mama Roro? Haduh.


"Ngga ada hubungannya dengan kamu. Aku hanya ingin mengikuti saran mama Ais, Ro. Oke?"


Jaro memeluknya sangat erat, dan kembali menyatukan perasaan cinta mereka. Membuat suhu hangat di antara mereka yang beradu kasih.



Esok paginya, Ansa dan Jaro telah bangun pukul tiga pagi. Padahal mereka menyetel alarm pukul empat pagi.


Mereka sendiri merasa heran, mengapa sangat susah untuk kembali tidur?


"Ja-ro!" Ansa menggerakkan pundak Jaro.


"Ro!"


Jaro membalikkan badannya, dan kini mereka berhadapan. "Hm? Sa! Aku ngga bisa tidur lagi. Kenapa ya?"


"Ya sudah. Mungkin masih kurang ya?" tanya Ansa, lalu dirinya menarik wajah Jaro.


Ansa melepas ciumannya. "Kita tambah gendut ya? Mulai besok, aku akan rajin olahraga."


"Ngga usah terlalu diforsir, sayang. Aku suka kamu yang empuk sana sini."


Jaro duduk dan menarik selimut hingga bahunya. Lalu menutupi istrinya bak pakaian yang menutupi tubuh. Mereka kembali hanyut dalam perasaan cinta suami-istri di balik selimut.


Pukul empat pagi, suara alarm menggema di kamar mereka. Sebuah tangan mematikan alarm handphone tersebut. Namun kedua pemiliknya masih tak turun dari ranjang.


Tok tok!


"Ansaa. Jaroo." Terdengar suara Bu Aisyah memanggil.


Jaro segera duduk dan menoleh ke arah pintu. "Kami sudah bangun, Maa!"

__ADS_1


***


__ADS_2