Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 10 Rencana Kasih


__ADS_3

Kasih tersadar dari pingsan. ia mengerjapkan matanya


berkali-kali mengedarkan pandangannya melihat kesekeliling ruang yang hanya ada


dirinya sendiri saat ini. Ruang itu sudah dibersihkan semua perabot bahkan sudah


diganti dengan yang baru. ‘berapa lama aku tak sadarkan diri sampai mereka


sempat merapikan semuanya’ pikir Kasih. Kepalanya masih sedikit terasa pusing


pikirannya sibuk mencerna situasi yang sedang terjadi. Merasa sudah sepenuhnya


sadar ia lalu menggerakkan kakinya menuruni tempat tidur. Kini Kasih sudah


berpakaian sebuah gaun berwarna putih selutut membalut tubuhnya saat ini. Rasa


sakit di selangkangannya sudah sedikit mereda membuatnya bisa berjalan walau


sedikit tertatih. Dengan perlahan Kasih berjalan menuju pintu mengecek pintu


berharap pintunya tak terkunci.


‘sial pintunya terkunci’ Kasih lalu berjalan kearah jendela


mengecek apakah ada jalan baginya untuk kabur dari tempat ini. jendela tak


dikunci.Kasih membuka jendela lalu menegok kebawah.


‘sial. Tinggi sekali’ Kasih merinding melihat ketinggian. Tepat


dibawahnya ada kolam renang yang luas. Ia mencoba mencari cara agar bisa kabur.


Ditariknya sprei dan selimut yang tergeletak dilantai lalu mengikatnya kencang


pada tiang ranjang. ‘aku tak boleh diam saja, aku harus bisa kabur dari sini’


Kasih lalu melempar simpulan kain sprei dan selimut itu keluar jendela.


Pelan-pelan namun pasti Kasih sudah berada setengah jalan untuk sampai kedasar.


‘bagus tinggal sedikit lagi’


Sedikit lagi Kasih akan sampai didasar namun panjang kain


sudah tak cukup, kasih bingung bagaimana melanjutkan aksi kaburnya. Agak lama


ia tergantung sambil berpikir bagaimana cara untuk turun dari sana sampai


sebuah suara mengejutkannya yang masih bergelut dengan pikirannya.


“mau sampai kapan kau bergelantungan disitu?” suara itu


membuat Kasih tersentak pegangannya pada kain terlepas iapun jatuh ke bawah.


Beruntung tubuhnya tak mendarat ketanah melainkan jatuh kedekapan tuan Smith


yang  dengan sigap menangkap tubuh Kasih,


ternyata sudah sedari tadi ia mengawasi aksi kabur Kasih. Kasih mengutuki tuan


Smith yang membuatnya tampak seperti orang bodoh karena menganggap aksinya akan


berhasil dengan mulus. ‘pantas saja sangat sepi tadi’


Kasih berontak mencoba melepaskan diri dari dekapan tuan


Smith namun tubuh tuan Smith yang lebih besar dari tubuh Kasih membuat tuan


Smith dengan mudah mengatasi tingkah barbar Kasih.


“lepaskan aku!”


“kau masih ingin kabur?”


“bukan urusanmu! Lepaskan aku!” tuan Smith tak memedulikan


Kasih yang terus meronta-ronta minta dilepaskan. Tuan Smith membawa Kasih


kembali ke kamar yang tadi malam dengan mengendong Kasih ala bridal style. Susah


payah Kasih berusaha untuk kabur dari kamar ini sampai diriny ahampir saja


terjatuh dari ketinggian jika saja tuan Smith tak menagkap tubuhnya mungkin


saat ini Kasih sudah tinggal nama saja.


Tiba dikamar tuan Smith melempar Kasih ke atas tempat tidur


membuat Kasih semakin kesal dan marah. “kelurakan aku dari sini” kata Kasih


“aku mau pulang”


“bisa” kata tuan smith membuat Kasih menatapnya heran” ‘semudah


itu?’


“asal kau menagatakan padaku siapa orang yang sudah


menyuruhmu untuk menaruh obat dalam minumanku”


‘sudah kuduga tak semudah itu’


“apa…apa?” Kasih tak mengerti mengapa pria gila ini terus


menuduhnya ,menaruh sesuatu diminumannya? “apa yang kau bicarakan tuan? Aku tak


mengerti sama sekali”


“masih tak mau mengaku?”tanya tuan Smith dengan nada

__ADS_1


mengancam “baiklah mungkin kau masih mau mengulang yang semalam?” tuan Smith


mengeluarkan evil smirk nya yang membuat Kasih merinding melihatnya.


Kasih terperangah dengan sikap pria tak tahu malu pria yang


sudah menculik dirinya. ‘betapa pria gila ini tak tau malu dan sangat


menyebalkan. aku benci sekali melihat seringainya itu’ Kasih mengutuki tuan


Smith dalam hati.


“apa yang anda bicarakan tuan, aku tak paham maksud anda.


Meracuni? Aku bahkan baru melihat anda semalam saat di bar. Aku sama sekali tak


mengenali anda untuk apa aku meracuni anda” tutur Kasih menjelaskan


“benarkah?” tanya tuan Smith “lalu bagaimana dengan bukti


bahwa kau yang membawa dan menuangkan minuman itu untukku?jika bukan kau


pelakunya lalu siapa?”


Pertanyaan itu membuat Kasih terdiam. Ia berpikir ‘waktu itu


memang aku yang membawa dan menuangkan minuman itu tapi aku tak menaruh apapun


didalamnya.’


“bagaimana?” tanya tuan Smith “sudah berpikir untuk


memberitahuku siapa yang menyuruhmu? Atau kau lebih memilih untuk tetap tinggal


disini dan melayaniku?maksudku melayaniku di…”


“apa?” potong Kasih terkejut dengan perkataan tuan Smith


“aku ingin pulang. Aku tak ingin berada disini, bebaskan aku”


“kalau begitu bicara!” desak tuan Smith


“aku harus bicara apa. aku tak tahu apapun. Sungguh! Kasih


mencoba meyakinkan tuan Smith namun tuan Smith tak mempercayainya.


“kalau begitu kau masih harus tinggal disini untuk menjadi


mainanku”


“tunggu, aku mohon lepaskan aku.” Kasih memohon ‘aku tak


boleh berada disni lebih lama Ibu dan adik-adikku pasti cemas, aku harus  memikirkan sebuah cara’


“aku akan melepasmu jika kau mengatakan yang sebenarnya”


’ Kasih berteriak dalam hati


“aku mohon percayalah padaku tuan aku tak bersalah. Jika anda


tak percaya anda bisa mengeceknya sendiri”


“aku sudah melakukannya.”kata tuan Smith mantap “tebak apa


yang kutemukan?”


‘jik aku bisa menebaknya sendiri buat apa menanyakannya


padamu tuan pria gila’ dengus Kasih kesal dalam hati


“minuman yang kau bawa saat di bar mengandung obat


perangsang dosis tinggi. Aku yakin kau sengaja melakukannya agar kau bisa tidur


denganku dan memerasku dengan mengatakan bahwa kau sudah tidur denganku. Lebih


baik kau mengatakan padaku siapa orang yang berada dibelakangmu nona Kasih


Aulia Avisha.” Kasih sempat terperangah tak percaya ‘pria gila ini bukan hanya


gila namun ia ternyata sangat narsis. ‘Menjijikkan….!!!’Kasih menggelengkan


kepalanya. Melihat Kasih yang tak memperhatikan apa yang baru saja dikatakannya


membuat tuan Smith sedikit kesal ia lalu melambai-lambaikan tangannya didepan


Kasih. “hei bocah ingusan apa yang kau pikirkan? Kau tak memperhatikan yang


kukatakan padamu? Kau sungguh berani sekali”


“ah ia tuan aku mendengar apa yang anda katakan barusan”


“apa yang kau dengar?”


“aku mendengar semuanya tuan. Termasuk saat anda memanggil


nama lengkap saya barusan.” Kasih berkata dengan santai namun sesaat kemudian


ia tersadar akan sesuatu. ‘tunggu…. Apa barusan aku menyebut.. ah! Maksudku dia


menyebutkan Nama lengkapku?? Darimana pria gila ini mengetahui namaku bahkan


nama lengkapku?!”


Kasih mulai gelisah. Ia penasaran siapa tuan Smith


sebenarnya. Kasih menoleh kearah tuan Smith yang sekarang sudah tersenyum


kemenangan. ‘menjijikkan! Apa-apan senyum itu’

__ADS_1


“kau tentu ingin tau bagaimana keadaan ayahmu tuan Avisha


sekarang bukan?” tanya tuan Smith kemudian sukses membuat Kasih membeku


seketika. Dilemparkannya pandangannya bingung pada tuan Smith.


“apa yang kau lakukan pada keluargaku?” tanya Kasih marah. “jangan


berani menyentuh mereka atau aku akan membunuhmu!” Kasih berkata dengan nada


mengancam berharap tuan Smith tak akan berani macam-macam dengan keluarganya. Namun


sialnya tuan Smith tak terperdaya malahan saat ini tuan Smith tersenyum sinis


kearah Kasih yang membuat Kasih semakin kesal dan membencinya. ‘aku benci pria


gila ini. aku sangat benci!!!’


“kau tenang saja, selama kau bekerjasama dengan baik


denganku aku janji tak akan berbuat macam-macam pada mereka” tawar tuan Smith


pada Kasih


“tapi tuan..sungguh aku tak tau apapun. Aku bahkan tak


mengenal anda. Aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi. tolong lepaskan saja


aku dan aku tak akan melaporkan anda pada polisi aku akan menganggap semua ini


tak pernah terjadi. lepaskan aku dan keluargaku kumohon tuan.”


“dalam mimpimu nona. Sebelum aku menemukan siapa tuanmu aku


akan terus menyiksamu bahkan aku tak akan segan menyakiti keluargamu. Jika


memang perlu aku bisa menghentikan pengobatan ayahmu dengan mudah” ancam tuan


Smith dengan seringainya. Sepertinya tuan Smith sangat suka menampilkan


seringaiannya pada Kasih.


Mendengar hal itu membuat Kasih bangkit dan memegang kaki


tuan Smith.


“tuan aku mohon jangan sakiti ayahku. Aku akan melakukan apa


saja untuk anda.” Ucap Kasih sambil melipat tangannya di depan tuan Smith.


“benarkah?” tanya tuan Smith mengeryitkan keningnya tanda


tak yakin dengan perkataan Kasih.


Kasih mengangguk kuat. “sungguh tuan. Apapun perintah anda


akan saya lakukan. Jika anda ingin mencari siapa yang meracuni anda sewaktu itu


saya akan membantu anda menyelidikinya. Tapi tolong tuan jangan menyakiti


keluarga saya” mohon Kasih dengan mata berkaca-kaca. Tuan Smith tampak berpikir


sejenak. Lalu menarik dagu Kasih tepat kearah wajahnya sendiri membuat napas


Kasih tercekat. ‘ini snagat dekat! Aku bahkan bisa merasakan deru napasnya. Tahan


Kasih kau harus bersabar, yang terutama  sekarang adalah keselamatan Ayah dan yang


lainnya. untuk sementara aku ikuti saja kemauan orang ini setelah ada


kesempatan aku akan langsung kabur sejauh mungkin’


“baik” ujar tuan Smith “aku akan mempercayaimu kali ini


saja. Tapi, jika kau berani menipuku aku akan menyiksamu melalui keluargamu


tercinta. Apa kau paham?”


“iya tuan saya tak akan berani melakukan hal itu. Tuan dapat


mempercayai saya” ucap Kasih meyakinkan tuan Smith


“baik” tuan Smith melepaskan tangannya dari dagu Kasih yang


kini tampak  sedikit memerah. “mulai


sekarang aku mengijinkanmu keluar melakukan aktivitasmu seperti sebelumnya,


tapi aku tak mengijinkanmu pulang ke rumahmu. Kau akan tinggal disini sampai


kebenarannya terungkap. Dan, satu lagi, jangan berani menghianatiku Kasih, jika


kau tak ingin keluargamu kuhabisi.” Kata tuan Smith bernada mengancam. Ia lalu


bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Kasih sendirian didalam kamar besar


itu.Kasih hanya membeku tak sanggup berkata- kata. Ia bingung harus berbuat


apa. ia tak boleh bermain-main dengan nyawa keluarganya. Saat ini ia yakin sedang


berhadapan dengan bukan orang sembarangan. Jika salah mengambil tindakan maka


bisa-bisa ia sendiri bahkan tak akan lolos. Untuk sementara, ya hanya untuk sementara


ini saja Kasih harus bersabar sampai waktunya tiba bagi dirinya untuk kabur. Aku


hanya perlu bersabar dan menunggu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2