Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 42 Rahasia Karina


__ADS_3

Karina sedang termenung sendiri di dalam kamarnya. ia duduk dipinggiran ranjang sambil memeluk bantal dan terus berpikir tentang pembicaraannya dengan tuan Smith tempo hari.


Karina’s POV


“aku tidak bisa mengkhianati sahabatku, asal anda tahu itu” kata Karina tegas


Tuan Smith tersenyum “yang menyuruhmu mengkhianati seseorang memangnya siapa? Apakah aku ada berbicara seperti itu?”


Karina merasa canggung dibuatnya “anda berbicara begitu ambigu hingga membuatku salah paham. Akan tetapi, aku tetap pada pendirianku, aku tidak ingin membantu orang yang telah menghancurkan hidup sahabat baikku” Karina sudah bergegas untuk pergi namun langkahnya segera terhenti saat mendengar perkataan tuan Smith.


“kau adalah pacar Adam Alexander, bukan?” ucap tuan Smith singkat. Karina sontak sangat terkejut nafasnya seakan terhenti dan bola matanya membulat seketika. Bahkan seluruh tubuhnya terasa membeku ia tidak berani menatap tuan Smith ataupun bergerak. Ia tahu rahasia besarnya kini sudah terbongkar. Jika Kasih sahabatnya sampai mengetahui fakta yang coba ia sembunyikan ini, tentu Kasih akan sangat kecewa padanya dan nasib persahabatnnya akan dipertaruhkan.


“apa maksud anda?” Karina mencoba untuk menutupi keterkejutannya dan ingin menutupi kebenaran dari hadapan tuan Smith.


“kau masih tidak ingin mengakuinya?” tanya tuan Smith dengan nada sarkasme “jika begitu, kita lihat apa kau masih akan mengelak setelah aku memberitahu Kasih fakta sesungguhnya”


“aku mengaku. Aku mengaku!” ucap Karina cepat tidak ingin menyakiti sahabat baiknya dengan mengetahui bahwa sahabat baiknya merupakan kekasih dari orang yang telah menjebaknya. Meski semua itu merupakan ketidaksengajaan namun, tetap saja hidup Kasih kini sudah terlanjur hancur. Ia harus menjadi istri dari pria yang tidak ia cintai dan melepas masa depan serta cita-citanya. Karina tidak berani membayangkan bagaimana kecewanya sahabatnya jika mengetahui fakta bahwa ia adalah seorang kekasih dari tuan Adam.


‘sepertinya mencintai keluarga Alexander sungguh tidak akan luput dari masalah’


“baiklah. Mohon kerjasamanya, nona Karina” tuan Smith tersenyum puas karena telah berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan


“sungguh menyebalkan!” Karina merengut kesal namun ia sendiri tidak punya pilihan lain.


Karina POV End


“sialan!” Karina memukul bantal yang sedang ia peluk dengan sekuat tenaga. Meluapkan kekesalannya pada tuan Smith.


“aku terpaksa harus mengikuti semua perintah dari tuan Smith, jika tidak, semua akan menjadi kacau. Aku tentu tidak akan tega melihat sahabatku Kasih terus bersedih. Ia sudah mengalami banyak hal buruk dihidupnya. Ia sungguh mempercayaiku, jika ia sampai mengetahui rahasiaku, ia pasti akan sangat membenciku. Tidak! tidak! aku tidak ingin semua itu sampai terjadi. Aku harus menyembunyikannya darinya”


Karina mau tidak mau mengambil keputusan sulit dengan ikut membantu rencana tuan Smith. Ia mau tidak mau harus menurut jika tidak ingin melihat sahabatnya menderita karena merasa tertipu oleh orang yang ia percayai.


“astaga! Aku akhirnya harus mengingkari prinsip yang kubuat sendiri!!! Ini sangat menyebalkan. Kurasa aku akan gila!” teriak Karina frustasi


  “kau memang sudah gila” sebuah suara dari ambang pintu membuat Karina seketika terlonjak kaget. Ia sampai terjatuh dari ranjang dan terduduk dilantai yang dingin.


“kau mengagetkan aku! Kau sudah seperti hantu, kau tau!” Karina mengomel sambil mengelus bokongnya yang terasa sakit.


“hahaa... kau harus melihat tampangmu itu, kau sangat lucu!” Kasih tertawa sambil meledek Karina yang sedang merintih sambil mengelus bokongnya.


“kau masih bisa tertawa sesenang itu? Benar-benar tidak punya nurani. Kau sangat senang melihatku menderita, apa kau ini sahabatku?!”


Kasih tersenyum merasa lucu dengan tingkah Karina yang sedang mengomel didepannya.


“baik. Baik. Aku akan membantu nona cantik ini agar ia tidak terus mengomeliku” Kasih mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Karina.

__ADS_1


“ada apa? Kenapa menatapku seperti itu? Ingin menertawaiku lagi?” Karina memajukan bibirnya tanda merajuk kesal


“aku ingin meminta sedikit bantuan dari nona cantik ini, apakah boleh?” Kasih seketika merubah cara bicaranya untuk merayu Karina


“sudah kuduga” celetuk Karina masih memasang wajah merajuk kesal. Kasih hanya menampilkan cengirannya


“cepat katakan kau ingin meminta bantuan apa dariku?”


“aku ingin kau mencari kabar...Rey” kata Kasih ragu


Karina mendelik terkejut mendengar permintaan sahabat berambut pendeknya ini


“apa yang kau katakan? Kau ingin aku menghubungi mantan kekasihmu yang sekarang berada di luar negeri?” Karina ingin memastikan bahwa apa yang baru saja didengarnya tidak salah.


Kasih mengangguk memastikan dengan senyum manis merekah dibibir mungilnya


“kau benar-benar...apa kau tidak takut jika suamimu mengetahui hal ini? aku akan mati jika ketahuan suamimu, kau tau!”


“tentu saja aku tidak ingin dia sampai mengetahuinya, maka dari itu aku menyuruhmu yang melakukannya”


“astaga! Sahabatku ternyata sedang ingin memanfaatkan diriku” sindir Karina pada Kasih


“Haha... aku janji akan memenuhi apapun permintaanmu” Kasih memberikan tatapan puppy eyes pada Karina berharap ia akan luluh dengan hal itu. Akan tetapi, Karina tampak masih belum menerima penawaran sahabatnya itu.


“aku juga akan menemanimu berbelanja sampai kau puas!” tambahnya memberi penawaran


“berubah secepat itu? dasar!”


“kau tidak boleh menarik perkataanmu” ancam Karina menatap Kasih serius


“Haaahh... terserah kau sajalah...” Kasih menghela nafas pasrah “ingat untuk melakukan hal yang kuminta. Jangan sampai tuan Smith atau orang lain mengetahuinya”


“siap, kapten!” Karina memberi hormat layaknya anak buah pada komandannya


 


 


***


 


 


Di sebuah ruang gelap yang hanya diterangi sebuah lampu gantung yang menerangi ruangan itu. Rey muncul dan bertemu dengan beberapa orang pria yang sedang duduk berkelompok di tempat itu. Pria-pria asing itu adalah orang yang bisa dibayar untuk mencari berbagai informasi.

__ADS_1


“ini adalah informasi yang kau inginkan” ucap salah seorang pria asing itu yang merupakan ketuanya.


Rey mengambil berkas yang dilempar pria asing itu. Membacanya dengan teliti.


“dan ini.... identitas barumu” katanya lagi


“kerja bagus!” ucap Rey sembari mengeluarkan sejumlah uang dari dalam sakunya dan meletakkan uang tersebut diatas meja.


Setelah menerima uang dari Rey, para pria asing itupun pergi meninggalkan Rey sendirian. Rey tampak membaca berkas itu dengan teliti.


“bertahanlah sebentar lagi, Kasih. Aku akan datang dan membebaskanmu dari pria brengsek itu!” ucap Rey dengan amarah yang terpancar dari kedua bola matanya. Rasa marah, dendam dan juga rindu bercampur menjadi satu hingga Rey bertekad untuk merebut semua hal yang sudah direbut darinya. Cintanya dan juga perusahaan keluarganya.


Sesaat kemudian ponsel Rey berdering dan ia lalu menjawabnya.


“Halo”


“Rey, apa kabarmu? Apa kau sungguh melakukan operasi untuk menjalankan rencanamu itu? Kau merubah wajahmu?” cecar Karina tanpa jeda


“ya, aku memang melakukannya” balas Rey singkat


“astaga! Kau benar-benar...” Karina merasa kehilangan kata-katanya


“bagaimana kabarnya?” tanya Rey kemudian


“Kasih sebentar lagi akan melahirkan. Untuk membuat Kasih lebih siap menghadapi persalinannya, tuan Smith membawa semua keluarga Kasih pergi berlibur di pulau pribadi milik keluarga Alexander. Kau harus berhati-hati. Kasih masih merindukanmu. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun”


“aku tau. Aku bisa menjaga diriku sendiri”


“apa kau sungguh akan kembali kemari?” tanya Karina ragu


“aku akan menjemput Kasih saat waktunya tiba. Tolong jaga dia untukku”


Panggilan berakhir namun Karina merasa sangat takut dengan rencana Rey yang akan kembali ke negara asalnya dan berencana memulai perang dengan tuan Smith. Karina menyimpan kekhawatirannya itu dalam hati dan hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja.


Sedangkan Rey selalu menatap potret wajah Kasih yang sengaja ia simpan di dalam sakunya. Ia selalu membawa potret kasih kemanapun ia pergi, dengan begitu ia merasa selalu dekat dengan cinta pertamanya.


“maafkan aku membiarkanmu melalui semua ini, aku berjanji akan segera kembali dan membawamu pergi. Tunggulah aku, kumohon, Kasih.”


 


 


BERSAMBUNG...


 

__ADS_1


 


__ADS_2