
Kapal pesiar mewah itu akan segera
bersandar disebuah pelabuhan. Suasana tampak lenggang hanya ada beberapa orang
yang sedang beraktivitas. Para pengawal tuan Smith keluar dari kapal dan
langsung berbaris rapi disusul tuan Smith yang berlajan keluar diikuti Kasih
dan tuan John yang berjalan beriringan meninggalkan kapal.
Ketika akan memasuki mobil Kasih
mengedarkan pandangannya kesekeliling mencoba mencari keberadaan Karina. Tuan
smith menyadari gelagat Kasih yang tampak sedang mencari sesuatu.
“Kau menunggu temanmu? “ celetuk tuan Smith
tiba-tiba membuat Kasih tercengang
“apa?” gumam kasih “kau..kau tau darimana?
Ah! Maksudku apa yang sedang kau bicarakan. Memang aku akan menunggu siapa?”
kata Kasih berpura-pura
Tuan Smith menyunggingkan senyumnya lalu
masuk kedalam mobil meninggalkan Kasih yang masih terus menunggu Karina. Dengan
dibukakan pintu oleh John tuan Smith lalu masuk mobil menghiraukan Kasih yang
memilih untuk terus menunggu Karina.
Lama Kasih terus menunggu Karina yang belum
juga kunjung memunculkan dirinya. Sedangkan tuan Smith menunggunya didalam
mobil sembari asyik bermain laptop miliknya. Ia sedang bekerja, mengabaikan
Kasih yang masih terus menunggu sahabatnya yang ia tau betul dia tidak akan
pernah datang menemui Kasih karena ia sudah memastikan hal itu.
“tuan, apa anda akan terus membiarkan nona
Kasih terus menunggu?” sela John pada tuan Smith yang sedang sibuk bekerja
“biarkan saja dia. aku ingin memberikan pelajaran
padanya” jawab tuan Smith acuh sambil tetap sibuk dengan aktivitasnya, bekerja.
“tapi nona Karina tidak akan pernah datang
tuan, Ayahnya sudah memastikan hal itu. Ia berjanji akan mengurus putrinya agar
tidak lagi mencampuri urusan nona Kasih dan anda, semuanya seperti keinginan anda” ucap john menjelaskan
Tuan smith mendengus sembari melirik Kasih
yang sudah kepanasan menunggu diluar yang sedang terik. Kasih tampak mengelap
keringat yang ada didahinya yang mulai bercucuran.
“dasar gadis keras kepala” guman tuan Smith
“Aaahhh!!! Kemana sebenarnya anak ini?”
desah Kasih kesal mentap ponselnya yang sedari tadi mencoba menghubungi Karina”sejak
tadi aku tidak bisa menghubunginya, dia bilang akan datang membebaskanku dari
sini. Apa yang terjadi padanya, ia tidak mungkin ingkar janji, bukan? Tidak!
Aku yakin dia tidak mungkin begitu” Kasih menggelengkan kepalanya menepis
pikirannya tentang sahabatnya itu.
Di rumah Karina yang sedang dikurung
dikamarnya oleh sang Ayah, ia sedang meronta-ronta minta dilepaskan.
“Ayah! Apa yang Ayah lakukan? kenapa
mengurungku?! Kenapa Ayah melakukan ini padaku? Lepaskan aku! Aku ingin menemui
Kasih, ia pasti sedang menungguku!!! Buka pintunya!!!” ujar Karina sembari
terus memukul-mukul pintu kamarnya yang terkunci.
“apa yang sebenarnya terjadi disini, kenapa
Ayah melakukan ini padaku? Bahkan ponselku juga disita. Bagaimana caranya aku
menghubungi Kasih?!” katanya kesal
Tubuh Kasih sudah mulai lelah dan kepanasan
karena teriknya sinar matahari. Meski ia duduk berlindung di bawah sebuah pohon
yang membuat ia terlindung dari panasnya sinar matahari, namun tubuhnya terasa
sangat lemah saat ini ditambah ia juga sedang hamil.
“nona Kasih”kata John yang menghampiri
Kasih. Kasih menatap John dengan tatapan matanya yang sendu terlihat sekali ia
sudah kelelahan karena menunggu terlalu lama.
“John?”
“nona, kita sudah harus kembali ke mansion”
“aku… bisakah kita menunggu sedikit lagi?”
“anda ingin menunggu teman anda?” tanya
John pada Kasih yang akhirnya tercengang dibuatnya
“dari..ma..na anda tahu..?”
__ADS_1
“anda tidak perlu menunggu lagi nona,
sebaiknya anda ikut saya kembali ke mansion” ajak John
“aku masih ingin menunggu… apa yang anda
lakukan disini, paman? Aku pikir anda sudah kembali ke mansion bersama tuan
Smith?”
“tuan belum kembali nona…” ujar John
membuat Kasih mendelik heran “tuan sedang menunggu anda di mobil” ucap John
menunjuk kearah mobil tuan Smith yang terparkir disana.
“apa???” seru Kasih tidak percaya “dia
sedang menungguku? Apa aku tidak salah dengar?”
“anda tidak salah dengar nona…”
Kasih bangkit dari posisi duduk hendak
mengahampiri tuan Smith, namun tiba-tiba ia merasa sangat pusing hampir saja ia
terjatuh jika saja John tidak sigap membantunya untuk tetap berdiri
“nona, apa anda baik-baik saja?” tanya John
yang menatap wajah Kasih yang kini terlihat sangat pucat.
“aku tidak…apa-a….” belum sempat
menyelesaikan perkataannya Kasih jatuh pingsan kali ini yang menangkap tubuh
Kasih bukanlah John, namun tuan Smithlah yang datang tiba-tiba.
“dasar gadis bodoh” kata tuan Smith sembari
menatap wajah Kasih yang tak sadarkan diri dalam dekapannya.
“kembali ke mansion sekarang” perintah tuan
Smith sambil menggendong Kasih dan membawanya kedalam mobil
“baik tuan”
Dirumah tampak ibu Kasih dan Ayahnya sedang
menikmati makan malam bersama. Tampak juga Alysa dan juga Jenny yang sedang
duduk ikut menikmati makan malam.
“sayang, apa kau akan pergi menjual kue
lagi besok?” tanya Ayah pada istrinya membuka pembicaraan
“iya sayang, tentu saja. aku akan mengantar
kue lebih banyak dan juga ke beberapa tempat yang berbeda besok. Ada apa,
Tiba-tiba Ayah memegang tangan istrinya dan
menatapnya lembut “maafkan aku sayang. Aku sudah membuatmu kesulitan” kata Ayah
Ibu menghela nafas lalu menyentuh tangan
suaminya dan balas menatap lembut padanya “apa yang kau katakan, sayang? Aku
sama sekali tidak merasa kau membuatku terbebani. Jangan berpikir yang
bukan-bukan lagi. Ayo kita makan saja”
“aku akan bekerja secepatnya setelah aku
benar-benar pulih, sampai saat itu, tolong bersabarlah” kata Ayah Kasih
“iya aku mengerti sekarang ayo kita makan
saja ya” ajak ibu pada suaminya lalu memberikan piring yang berisi makanan pada
suaminya. “ayo! kalian juga habiskan makanannya” kata ibu pada kedua putrinya
“baik Bu” ucap mereka serempak. Merekapun
makan bersama-sama dengan tenang.
Sekarang Kasih sudah dibaringkan diatas
tempat tidur oleh tuan Smith.
“dasar gadis bodoh, apa yang dipikirkan
oleh dirinya? dengan tubuh lembek begini beraninya ia menantangku. Tubuhnya
lemah sekali baru berdiri sebentar saja sudah jatuh pingsan”gumam tuan Smith
yang terus menatap lekat pada wajah Kasih.”hei gadis bodoh, kau sangat berani
ya. Tidak ada yang berani menentangku selama ini, tapi kau! Kau berani sekali
padaku. Kau lihat kan kau tidak bisa menentangku. Temanmu yang bernama Karina
itu tidak akan pernah datang. Aku pastikan itu”kata tuan Smith memandangi wajah
Kasih.
Pandangan tuan Smith beralih pada bagian
perut Kasih. Dimana disanalah sedang tumbuh sosok mungil, buah dari hasil
kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan Kasih.
“kau sudah mengandung anakku, jadi jangan
pernah berharap bisa kabur dariku. Akan kugunakan segala cara untuk membuatmu
tetep berada disisiku. Tidak peduli kau suka atau tidak.” Kata tuan Smith pada
Kasih seolah Kasih yang sedang tidak sadarkan diri bisa mendengar semua
__ADS_1
perkataannya barusan.
Di tempat lain di kediaman keluarga Wijaya
tampaklah Rey, Ayah dan Ibunya dan juga Nirmala yang juga didampingi oleh kedua
orangtuanya. Mereka semua sedang duduk berkumpul di ruang tamu di kediaman
tersebut.
“tuan Kusuma, bukankah pembicaraan kita
sudah jelas tempo hari. Pertunangan Nirmala dan anak kami Rey sudah dibatalkan.
Untuk apalagi anda datang kesini dan membahas masalah ini?” ujar tuan Wijaya
membuka pembicaraan
“tuan wijaya, ini adalah perjodohan yang
dilakukan antara kedua kakek buyut keluarga besar, tidak bisa sembarangan
diputuskan begitu saja” ucap tuan Kusuma Ayah Nirmala
“aku mengerti maksud anda” kata tuan Wijaya
menanggapi”tapi masalahnya anak saya menolak perjodohan ini, dan saya tidak
bisa memaksakan perjodohan ini bila Rey tidak menginginkannya.”
“tapi kenapa?” tanya tuan Kusuma “apa yang
kurang dari anak saya Nirmala? Dia cantik dan dari keluarga terpandang, sangat
serasi bila bersanding sebagai istri Rey nantinya”
Rey yang sedari tadi hanya diam
memperhatikan percakapan, akhirnya ikut berbicara “maafkan saya paman, putri
anda memang sempurna tapi saya tidak mencintainya” ujar Rey tegas.
Mendengar itu Nirmala tercengang tidak
percaya. Selama ini dia tidak pernah menerima penolakan dari siapapun. Ia tidak
menyangka bahwa Rey akan menolak dirinya dan membatalkan pertunangan begitu
saja. ia merasa harga dirinya terluka dengan penolakan Rey.
“apa maksudmu? kau menolakku?!” seru
Nirmala pada Rey “Tapi kenapa kau menolakku? Kau bahkan bilang kau tidak
mencintaiku. Apa karena Kasih?” tanyanya kemudian. Rey tercengang bahkan semua
orang yang hadir disitu ikut tercengang.
“apa yang kau bicarakan? Siapa itu Kasih?”
tanya tuan Kusuma pada putrinya
Nirmala mendengus kasar sembari memandang
tajam pada Rey “tanyakan saja langsung pada Rey, Ayah!”
“apa ini Rey?” tanya tuan Kusuma “bisa kau
jelaskan pada paman?”
“Kasih... adalah orang yang aku cintai,
paman” jawab Rey tegas
“APA!!!” seru tuan Kusuma tidak percaya”
apa makasudmu kau mencintai Kasih dan bukan putriku? Apa yang kau maksud itu
Kasih dari keluarga Avisha???” tanya tuan Kusuma bertubi-tubi
“itu benar paman, aku mencintai Kasih Aulia
Avisha” tegas Rey yang membuat tuan Kusuma menghela napas panjang
“astaga! anak bodoh ini. Apa kau tidak tau
keluarga Avisha sudah tidak punya apa-apa? Mereka sudah jatuh miskin. Apa yang kau harapkan dengan menikahi gadis miskin itu?” kata tuan Kusuma
merendahkan
“aku tidak peduli soal itu paman. Aku tidak
peduli Kasih adalah orang miskin atau kaya. Aku tetap hanya mencintai dia
seorang. Aku punya banyak uang, jadi aku tidak membutuhkan apapun darinya
selain cintanya.” Ujar Rey yakin “Ayah, dan semuanya saya permisi” ucap Rey
kemudian beranajk pergi dari situ
Nirmala semakin membenci Kasih karena ia
menganggap Kasihlah penyebab pertunangannya dibatalkan.
‘awas saja kau Kasih!’ gumam Nirmala dalam
hati sembari memicingkan matanya yang penuh dengan sorot kebencian ‘aku akan
membuatmu membayar mahal karena sudah merusak pertunanganku dengan Rey’
“maafkan kami tuan Kusuma. Kami tidak bisa
memaksakan perjodohan ini pada Rey. Kami ingin dia bahagia dengan pilihannya
sendiri.” Kata tuan Wijaya pada tuan Kusuma
“ayo kita pergi dari sini sayang!,kami permisi” ucap tuan Kusuma berlalu pergi dengan menahan kekesalannya. Ia merasa
telah dipermalukan tadi dan itu membuatnya sangat marah.
BERSAMBUNG…
__ADS_1