Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 21 Membatalkan Pertunangan


__ADS_3

Kapal pesiar mewah itu akan segera


bersandar disebuah pelabuhan. Suasana tampak lenggang hanya ada beberapa orang


yang sedang beraktivitas. Para pengawal tuan Smith keluar dari kapal dan


langsung berbaris rapi disusul tuan Smith yang berlajan keluar diikuti Kasih


dan tuan John yang berjalan beriringan meninggalkan kapal.


Ketika akan memasuki mobil Kasih


mengedarkan pandangannya kesekeliling mencoba mencari keberadaan Karina. Tuan


smith menyadari gelagat Kasih yang tampak sedang mencari sesuatu.


“Kau menunggu temanmu? “ celetuk tuan Smith


tiba-tiba membuat Kasih tercengang


“apa?” gumam kasih “kau..kau tau darimana?


Ah! Maksudku apa yang sedang kau bicarakan. Memang aku akan menunggu siapa?”


kata Kasih berpura-pura


Tuan Smith menyunggingkan senyumnya lalu


masuk kedalam mobil meninggalkan Kasih yang masih terus menunggu Karina. Dengan


dibukakan pintu oleh John tuan Smith lalu masuk mobil menghiraukan Kasih yang


memilih untuk terus menunggu Karina.


Lama Kasih terus menunggu Karina yang belum


juga kunjung memunculkan dirinya. Sedangkan tuan Smith menunggunya didalam


mobil sembari asyik bermain laptop miliknya. Ia sedang bekerja, mengabaikan


Kasih yang masih terus menunggu sahabatnya yang ia tau betul dia tidak akan


pernah datang menemui Kasih karena ia sudah memastikan hal itu.


“tuan, apa anda akan terus membiarkan nona


Kasih terus menunggu?” sela John pada tuan Smith yang sedang sibuk bekerja


“biarkan saja dia. aku ingin memberikan pelajaran


padanya” jawab tuan Smith acuh sambil tetap sibuk dengan aktivitasnya, bekerja.


“tapi nona Karina tidak akan pernah datang


tuan, Ayahnya sudah memastikan hal itu. Ia berjanji akan mengurus putrinya agar


tidak lagi mencampuri urusan nona Kasih dan anda, semuanya  seperti keinginan anda” ucap john menjelaskan


Tuan smith mendengus sembari melirik Kasih


yang sudah kepanasan menunggu diluar yang sedang terik. Kasih tampak mengelap


keringat yang ada didahinya yang mulai bercucuran.


“dasar gadis keras kepala” guman tuan Smith


“Aaahhh!!! Kemana sebenarnya anak ini?”


desah Kasih kesal mentap ponselnya yang sedari tadi mencoba menghubungi Karina”sejak


tadi aku tidak bisa menghubunginya, dia bilang akan datang membebaskanku dari


sini. Apa yang terjadi padanya, ia tidak mungkin ingkar janji, bukan? Tidak!


Aku yakin dia tidak mungkin begitu” Kasih menggelengkan kepalanya menepis


pikirannya tentang sahabatnya itu.


Di rumah Karina yang sedang dikurung


dikamarnya oleh sang Ayah, ia sedang meronta-ronta minta dilepaskan.


“Ayah! Apa yang Ayah lakukan? kenapa


mengurungku?! Kenapa Ayah melakukan ini padaku? Lepaskan aku! Aku ingin menemui


Kasih, ia pasti sedang menungguku!!! Buka pintunya!!!” ujar Karina sembari


terus memukul-mukul pintu kamarnya yang terkunci.


“apa yang sebenarnya terjadi disini, kenapa


Ayah melakukan ini padaku? Bahkan ponselku juga disita. Bagaimana caranya aku


menghubungi Kasih?!” katanya kesal


Tubuh Kasih sudah mulai lelah dan kepanasan


karena teriknya sinar matahari. Meski ia duduk berlindung di bawah sebuah pohon


yang membuat ia terlindung dari panasnya sinar matahari, namun tubuhnya terasa


sangat lemah saat ini ditambah ia juga sedang hamil.


“nona Kasih”kata John yang menghampiri


Kasih. Kasih menatap John dengan tatapan matanya yang sendu terlihat sekali ia


sudah kelelahan karena menunggu terlalu lama.


“John?”


“nona, kita sudah harus kembali ke mansion”


“aku… bisakah kita menunggu sedikit lagi?”


“anda ingin menunggu teman anda?” tanya


John pada Kasih yang akhirnya tercengang dibuatnya


“dari..ma..na anda tahu..?”

__ADS_1


“anda tidak perlu menunggu lagi nona,


sebaiknya anda ikut saya kembali ke mansion” ajak John


“aku masih ingin menunggu… apa yang anda


lakukan disini, paman? Aku pikir anda sudah kembali ke mansion bersama tuan


Smith?”


“tuan belum kembali nona…” ujar John


membuat Kasih mendelik heran “tuan sedang menunggu anda di mobil” ucap John


menunjuk kearah mobil tuan Smith yang terparkir disana.


“apa???” seru Kasih tidak percaya “dia


sedang menungguku? Apa aku tidak salah dengar?”


“anda tidak salah dengar nona…”


Kasih bangkit dari posisi duduk hendak


mengahampiri tuan Smith, namun tiba-tiba ia merasa sangat pusing hampir saja ia


terjatuh jika saja John tidak sigap membantunya untuk tetap berdiri


“nona, apa anda baik-baik saja?” tanya John


yang menatap wajah Kasih yang kini terlihat sangat pucat.


“aku tidak…apa-a….” belum sempat


menyelesaikan perkataannya Kasih jatuh pingsan kali ini yang menangkap tubuh


Kasih bukanlah John, namun tuan Smithlah yang datang tiba-tiba.


“dasar gadis bodoh” kata tuan Smith sembari


menatap wajah Kasih yang tak sadarkan diri dalam dekapannya.


“kembali ke mansion sekarang” perintah tuan


Smith sambil menggendong Kasih dan membawanya kedalam mobil


“baik tuan”


Dirumah tampak ibu Kasih dan Ayahnya sedang


menikmati makan malam bersama. Tampak juga Alysa dan juga Jenny yang sedang


duduk ikut menikmati makan malam.


“sayang, apa kau akan pergi menjual kue


lagi besok?” tanya Ayah pada istrinya membuka pembicaraan


“iya sayang, tentu saja. aku akan mengantar


kue lebih banyak dan juga ke beberapa tempat yang berbeda besok. Ada apa,


Tiba-tiba Ayah memegang tangan istrinya dan


menatapnya lembut “maafkan aku sayang. Aku sudah membuatmu kesulitan” kata Ayah


Ibu menghela nafas lalu menyentuh tangan


suaminya dan balas menatap lembut padanya “apa yang kau katakan, sayang? Aku


sama sekali tidak merasa kau membuatku terbebani. Jangan berpikir yang


bukan-bukan lagi. Ayo kita makan saja”


“aku akan bekerja secepatnya setelah aku


benar-benar pulih, sampai saat itu, tolong bersabarlah” kata Ayah Kasih


“iya aku mengerti sekarang ayo kita makan


saja ya” ajak ibu pada suaminya lalu memberikan piring yang berisi makanan pada


suaminya. “ayo! kalian juga habiskan makanannya” kata ibu pada kedua putrinya


“baik Bu” ucap mereka serempak. Merekapun


makan bersama-sama dengan tenang.


Sekarang Kasih sudah dibaringkan diatas


tempat tidur oleh tuan Smith.


“dasar gadis bodoh, apa yang dipikirkan


oleh dirinya? dengan tubuh lembek begini beraninya ia menantangku. Tubuhnya


lemah sekali baru berdiri sebentar saja sudah jatuh pingsan”gumam tuan Smith


yang terus menatap lekat pada wajah Kasih.”hei gadis bodoh, kau sangat berani


ya. Tidak ada yang berani menentangku selama ini, tapi kau! Kau berani sekali


padaku. Kau lihat kan kau tidak bisa menentangku. Temanmu yang bernama Karina


itu tidak akan pernah datang. Aku pastikan itu”kata tuan Smith memandangi wajah


Kasih.


Pandangan tuan Smith beralih pada bagian


perut Kasih. Dimana disanalah sedang tumbuh sosok mungil, buah dari hasil


kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan Kasih.


“kau sudah mengandung anakku, jadi jangan


pernah berharap bisa kabur dariku. Akan kugunakan segala cara untuk membuatmu


tetep berada disisiku. Tidak peduli kau suka atau tidak.” Kata tuan Smith pada


Kasih seolah Kasih yang sedang tidak sadarkan diri bisa mendengar semua

__ADS_1


perkataannya barusan.


Di tempat lain di kediaman keluarga Wijaya


tampaklah Rey, Ayah dan Ibunya dan juga Nirmala yang juga didampingi oleh kedua


orangtuanya. Mereka semua sedang duduk berkumpul di ruang tamu di kediaman


tersebut.


“tuan Kusuma, bukankah pembicaraan kita


sudah jelas tempo hari. Pertunangan Nirmala dan anak kami Rey sudah dibatalkan.


Untuk apalagi anda datang kesini dan membahas masalah ini?” ujar tuan Wijaya


membuka pembicaraan


“tuan wijaya, ini adalah perjodohan yang


dilakukan antara kedua kakek buyut keluarga besar, tidak bisa sembarangan


diputuskan begitu saja” ucap tuan Kusuma Ayah Nirmala


“aku mengerti maksud anda” kata tuan Wijaya


menanggapi”tapi masalahnya anak saya menolak perjodohan ini, dan saya tidak


bisa memaksakan perjodohan ini bila Rey tidak menginginkannya.”


“tapi kenapa?” tanya tuan Kusuma “apa yang


kurang dari anak saya Nirmala? Dia cantik dan dari keluarga terpandang, sangat


serasi bila bersanding sebagai istri Rey nantinya”


Rey yang sedari tadi hanya diam


memperhatikan percakapan, akhirnya ikut berbicara “maafkan saya paman, putri


anda memang sempurna tapi saya tidak mencintainya” ujar Rey tegas.


Mendengar itu Nirmala tercengang tidak


percaya. Selama ini dia tidak pernah menerima penolakan dari siapapun. Ia tidak


menyangka bahwa Rey akan menolak dirinya dan membatalkan pertunangan begitu


saja. ia merasa harga dirinya terluka dengan penolakan Rey.


“apa maksudmu? kau menolakku?!” seru


Nirmala pada Rey “Tapi kenapa kau menolakku? Kau bahkan bilang kau tidak


mencintaiku. Apa karena Kasih?” tanyanya kemudian. Rey tercengang bahkan semua


orang yang hadir disitu ikut tercengang.


“apa yang kau bicarakan? Siapa itu Kasih?”


tanya tuan Kusuma pada putrinya


Nirmala mendengus kasar sembari memandang


tajam pada Rey “tanyakan saja langsung pada Rey, Ayah!”


“apa ini Rey?” tanya tuan Kusuma “bisa kau


jelaskan pada paman?”


“Kasih... adalah orang yang aku cintai,


paman” jawab Rey tegas


“APA!!!” seru tuan Kusuma tidak percaya”


apa makasudmu kau mencintai Kasih dan bukan putriku? Apa yang kau maksud itu


Kasih dari keluarga Avisha???” tanya tuan Kusuma bertubi-tubi


“itu benar paman, aku mencintai Kasih Aulia


Avisha” tegas Rey yang membuat tuan Kusuma menghela napas panjang


“astaga! anak bodoh ini. Apa kau tidak tau


keluarga Avisha sudah tidak punya apa-apa?  Mereka sudah jatuh miskin. Apa yang kau harapkan dengan  menikahi gadis miskin itu?” kata tuan Kusuma


merendahkan


“aku tidak peduli soal itu paman. Aku tidak


peduli Kasih adalah orang miskin atau kaya. Aku tetap hanya mencintai dia


seorang. Aku punya banyak uang, jadi aku tidak membutuhkan apapun darinya


selain cintanya.” Ujar Rey yakin “Ayah, dan semuanya saya permisi” ucap Rey


kemudian beranajk pergi dari situ


Nirmala semakin membenci Kasih karena ia


menganggap Kasihlah penyebab pertunangannya dibatalkan.


‘awas saja kau Kasih!’ gumam Nirmala dalam


hati sembari memicingkan matanya yang penuh dengan sorot kebencian ‘aku akan


membuatmu membayar mahal karena sudah merusak pertunanganku dengan Rey’


“maafkan kami tuan Kusuma. Kami tidak bisa


memaksakan perjodohan ini pada Rey. Kami ingin dia bahagia dengan pilihannya


sendiri.” Kata tuan Wijaya pada tuan Kusuma


“ayo kita pergi dari sini sayang!,kami permisi” ucap tuan Kusuma berlalu pergi dengan menahan kekesalannya. Ia merasa


telah dipermalukan tadi dan itu membuatnya sangat marah.


BERSAMBUNG…

__ADS_1


__ADS_2