
“nona?” tanya pria itu menyadarkan Kasih dari lamunannya. “apa anda baik-baik saja?” tanyanya lagi
“aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolongku” Kata Kasih sontak menegakkan tubuhnya melepaskan dirinya dari rengkuhan pemuda itu dengan suasana yang agak canggung.
Kasih menatap wajah pemuda itu sekali lagi. Ia sungguh merasakan dadanya berdebar saat berada didekat pemuda itu terlebih lagi saat ia berada dalam rengkuhan pemuda itu. Tanpa ia sadari setetes air bening lolos dari mata Kasih yang jernih saat mata itu menatap kedua mata pemuda itu. Detak jantungnya berdebar hebat hingga membuat dadanya sedikit terasa sakit.
‘apa yang terjadi padaku? Mengapa dadaku terasa sangat sakit?’ Kasih memegang dadanya dimana letak jantungnya yang sedang berdebar tidak karuan.
“baiklah jika begitu saya permisi dulu nona”
“tunggu” Langkah Kaki pemuda itu terhenti “anda sudah sangat berjasa pada saya, saya sangat berterima kasih pada anda, bisakah anda memberitahu saya nama anda?” tanya Kasih yang merasa berhutang budi
Pemuda yang sebenarnya adalah Rey itu berbalik dan menatap Kasih. Mata keduanya saling bertemu memberi sinyal pada masing-masing hati yang berdebar. Setiap kali menatap manik pemuda itu hati Kasih terasa bergetar dan entah mengapa ia ingin sekali menangis.
“Dan” ia mengulurkan untuk berjabat tangan memperkenalkan dirinya “nama saya Dan” tegasnya
Lalu secara kebetulan Wendy datang menghampiri nyonyanya itu dengan pandangan penuh tanya
“ada apa ini? anda siapa?” tanya Wendy yang melihat Dan
“Nona Wendy, ini adalah Dan. Dia menyelamatkan saya tadi saat hampir terjatuh” kata Kasih menjelaskan
“begitukah? Terima kasih atas bantuan anda” ucap Wendy pada Dan
“tidak masalah. Aku permisi” ucap Dan pergi berlalu pergi
Wendy menatap nyonyanya dengan tatapan khawatir “apakah anda baik-baik saja nyonya?”
“tidak apa-apa. Aku baik-baik saja” kata Kasih menjelaskan pada Wendy. Walau demikian, sesekali Kasih merasa perutnya sedikit terasa sakit. Ia berpikir rasa sakit hanyalah rasa sakit ketika ingin buang air maka ia meminta Wendy untuk mengantarnya pergi ke toilet.
Kasih mencuci tangannya setelah ia masuk ke dalam bilik toilet. Ia bingung mengapa ia tidak bisa menuntaskan buang airnya, bahkan dengan sakit perut yang ia rasakan.
“sepertinya aku harus meminta Dokter keluarga untuk meresepkanku sebuah obat untuk menangani masalah buang air besarku ini, tapi, apa itu tidak tampak memalukan? Bagaimana jika pria gila itu akan menertawaiku? Ah! Memang kenapa dengannya? Kenapa aku harus memikirkan dirinya? Sadarlah Kasih! pria gila itu...” belum sempat Kasih menyelesaikan kalimatnya dari belakang tiba-tiba seseorang datang dan membekap mulutnya. Kasih berusaha berontak namun setelah beberapa saat ia mencium aroma dari sapu tangan yang digunakan orang yang membekapnya iapun akhirnya jatuh tak sadarkan diri dan segera dibawa pria itu pergi.
Sementara itu Wendy yang sejak tadi menunggu sang nyonya di luar toilet mulai merasa aneh karena menunggu terlalu lama. Takut terjadi sesuatu dengan nyonya mudanya ia pun bergegas masuk menyusul ke dalam toilet. Di depan pintu toilet tidak sengaja ia hampir menabrak seorang tukang bersih yang baru saja keluar dari toilet.
“maafkan saya nona” ucap tukang bersih itu membungkuk meminta maaf.
Wendy yang sedang terfokus dengan keadaan sang nyonya hanya mengangguk dan segera masuk untuk mencari sang nyonya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa nyonya yang ia cemaskan kini sudah disembunyikan di dalam kereta alat bersih-bersih yang dibawa tukang bersih yang ia hampir tabrak tadi.
__ADS_1
***
Di tengah acara tuan Smith yang tengah mencari Kasih ditempat Kasih tadi duduk tidak menemukan istrinya dan juga pengawal wanita yang ia tugaskan untuk menjaga sang istri.
“apa kau sudah menyuruh Wendy untuk mengawal Kasih?” tanya tuan Smith to the point melalui sambungan ponselnya
“saya sudah melakukan perintah tuan sejak tadi. Sekarang pasti Wendy pasti sudah bersama dengan nyonya muda tuan” jelas John menjawab pertanyaan tuannya
“mereka tidak ada disini. Cepat cari keberadaan istriku!” perintah tuan Smith tegas. Kasih sedang mengandung dan ia tidak ingin mengambil resiko apapun dengan membiarkan gadis ceroboh itu berkeliaran.
“baik, tuan”
John sempat merasa sedikit bingung untuk sesaat karena ia sangat yakin jika Wendy pasti sudah bersama sang nyonya, jika memang harus pergi ke suatu tempat, Wendy pasti mengabari John. Akan tetapi, ia sendiri tidak tau apa yang sedang terjadi. Pada akhirnya ia memutuskan akan menghubungi Wendy untuk mencari jawaban, namun sebelum ia menghubunginya sebuah panggilan lebih dulu masuk dari Wendy.
“Halo?” John seketika memucat sesaat ia mendengar apa yang dikatakan Wendy disambungan ponsel itu.
Tuan Smith yang merasa cemas sejak tadi berusaha menghubungi ponsel Kasih namun tidak ada yang mengangkat. Ia mulai merasa kesal dan cemas.
“kemana gadis bodoh itu pergi?” katanya kesal sembari terus berusaha menghubungi nomer ponsel milik Kasih.
“tuan...tutu...tuanku!” John berusaha mengontrol dirinya yang sedang diliputi ketakutan
“ada apa denganmu? Apa kau sudah menemukan istriku?” tanya tuan Smith sambil terus menelpon ponsel Kasih yang masih tidak seorangpun yang menjawab panggilan darinya dan hal itu membuatnya sangat kesal.
“gadis bodoh ini! berani sekali dia mengabaikan panggilan dariku, awas saja...”
“tuanku, nyonya muda menghilang!” ucap John hati-hati meski ia tau taunnya itu pasti akan sangat murka. Jelas saja seketika raut wajah tuan Smith berubah serius aura menghitam mulai menyebar disekelilingnya. John bersiap dengan kemungkinan yang sudah bisa ia tebak. Yah! Tuan Smith memerintahkan untuk mengunci seluruh tempat itu dan melakukan pemeriksaan pada semua orang.
“kunci tempat ini jangan biarkan siapapun keluar dari sini sebelum kalian menemukan dimana istriku!” perintahnya dengan nada yang menakutkan. John paham betul sang tuan saat ini sangat marah dan ia tidak berani membuat kesalahan yang bisa membuat kemarahan itu semakin parah.
Bergerak secepat mungkin seluruh jalan keluar dikunci dan para pengawal dikerahkan untuk mengepung gedung itu. Para tamu tampak kebingungan dengan apa yang terjadi namun tidak dapat berbuat apa-apa selain mengikuti instruksi yang diberikan.
Wendy datang menghadap tuan Smith dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka juga sudah memeriksa cctv namun tidak bisa menemukan apapun.
“apa saja yang kalian lakukan hingga menjaga satu orang saja tidak becus?! Apa kalian semua sudah tidak ingin hidup?! Cepat temukan istriku, brengsek!!!” tuan Smith sedang mengamuk karena mendapat laporan bahwa anak buahnya tidak ada satupun yang melihat Kasih yang menghilang. Karena frustasi ia membanting barang-barang yang ada disekitarnya. Ia samasekali tidak memedulikan barang apa yang sedang berada ditangannya semuanya tidak luput dari pelampiasan kemarahannya. John yang khawatir dengan hal itu berusaha untuk menenangkan.
“tuan, tenanglah. Saya yakin nyonya akan baik-baik saja” ucap John berusaha menenangkan amukan sang tuan.
“jika terjadi sesuatu dengannya maka aku akan membunuh kalian semua!” ucap tuan Smith memberi peringatan dengan nada mengintimidasi yang kuat.
__ADS_1
“tunggu apalagi?! Cepat temukan dia!” perintahnya marah. Para pengawal yang mendengar hal itu bergegas pergi melakukan tugasnya tidak berani berlama-lama menghadapi kemarahan tuan Smith yang sangat menakutkan.
“cek seluruh fasilitas transportasi, kerahkan semuanya untuk mencarinya, lakukan segera!” kata tuan Smith pada John dengan penuh tekanan.
“baik, tuan” John segera melakukan perintah tuannya dengan cekatan menghubungi seluruh bagian fasilitas tranportasi di kota itu, pesawat, kerta api, bus semuanya ia juga meminta kepala polisi untuk mengecek CCTV yang ada di seluruh jalan dikota itu.
***
Samar-samar Kasih melihat sebuah cahaya lampu yang menerangi tempat dimana ia berada saat ini. Kepalanya terasa sedikit pusing. Ia melihat sekelilingnya dan mengetahui ia sedang berada disebuah kamar entah dimana. Kamar yang sangat sederhana dan terkesan kecil. hanya ada sebuah ranjang untuk ukuran satu orang yang sedang dipakai Kasih saat ini selain itu tidak ada lagi benda lain. Kamar tersebut juga tidak memiliki jendela dan hanya mengandalkan sebuah lampu bohlam sebagai sumber pencahayaannya.
Perlahan Kasih bangkit dan memeriksa sekeliling. Ia mendapati pintu terkunci rapat tidak ada jalan untuk kemanapun. Rasa sakit diperutnya terasa semakin nyata dan ia merasa sesuatu telah membasahi gaun indahnya. Ia begitu terkejut saat melihat gaun warna merahnya itu telah bercampur dengan cairan darah kental.
‘Darah..?’ ia memeriksa kemana asal darah tersebut dan mendapati darah itu berasal dari vaginanya
‘apa aku sedang datang bulan...?’ pikirnya.
“Ah! Tidak mungkin! Aku sedang hamil sekarang, mana mungkin aku datang bulan dokter bilang aku tidak mungkin mendapatkan datang bulanku saat aku sedang hamil, lalu apa ini? kemana tuan Smith dan nona Wendy? Aku harus bertanya pada mereka,” katanya cemas “kenapa aku bisa ada di tempat ini? bukankah aku sedang berada di pesta? Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Perutku..perutku terasa sakittt sekali! Seseorang tolong aku!”
Rasa sakit dibagian perutnya semakin menjadi hingga membuat seluruh tubuhnya lemah iapun jatuh tersungkur di lantai yang dingin dengan darah yang terus mengalir dari selangkangannya hingga sesaat kemudian ia kehilangan kesadaran dan pingsan.
BERSAMBUNG...
__ADS_1