
Di suatu pagi Karina mengajak Kasih untuk berjalan-jalan di sekitar kolam renang dihalaman belakang mansion. Ingatan Kasih masih sama belum ada perubahan ia tidak bisa mengingat siapapun malahan ia akan berteriak histeris ketika Tuan Smith berusaha mendekati dirinya. Mau tidak mau hal itu membuat Tuan Smith tidak dapat mendekat sedikitpun dan hanya bisa pasrah mengawasi istrinya dari kejauhan.
“Rin?” Panggil Kasih pada Karina.
“Hm, ada apa, Kasih? Kau butuh sesuatu?” tanya Karina perhatian.
“Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun?” Seketika raut wajah Karina menegang ia tidak tau harus bagaimana menjelaskannya. Pikirannya tertuju pada perkataan dokter yang melarang mengungkit kejadian apapun yang bisa memicu ingatan pahit yang tidak ingin diingat oleh Kasih.
“I, itu... “ Karina gelagapan mencari jawaban yang tepat. Beruntungnya di saat terdesak seperti itu Dan tiba-tiba datang menghampiri mereka.
“Selamat pagi.” Suara daun yang hangat terdengar menyapa kedua gadis itu pun menoleh ke arah sumber suara.
“Dan?”
“Rey?”
Kasih dan Karina berucap secara bersamaan akan tetapi, Kasih memanggil Dan dengan sebutan Rey yang mana hal itu membuat Karina dan Rey menatap Kasih bingung.
Tidak hanya sampai di situ Karina dan Rey bahkan Tuan Smith juga yang sedari tadi memperhatikan mereka dibuat terkejut oleh Kasih yang tiba-tiba memeluk Dan sembari menangis terisak.
Karina dan juga Dan hanya bisa saling pandang dengan tatapan bingung.
“Nyonya, a... “
“Rey, Maafkan Aku. Maafkan Aku.” Kasih terus saja mengucapkan kata maaf secara berulang dari bibirnya sembari menyebut nama Dan dengan Rey.
Sedangkan dari kejauhan Tuan Smith sudah menggeram kesal menyaksikan kejadian tersebut tidak terima istri yang baru ia sadari telah ia cintai didekap mesra oleh pria lain. Ketika Tuan Smith hendak menghampiri mereka, dirinya lagi-lagi dibuat terkejut bukan main saat tiba-tiba Kasih jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Dengan sigap dan cekatan Dan menggendong tubuh Kasih dan bermaksud untuk membawanya kembali ke kamar. Namun di tengah jalan langkah kakinya terhenti oleh Tuan Smith yang tiba-tiba sudah berdiri menghadang.
“Tuan Smith?” Karina menatap Tuan Smith tidak mengerti. “ Apa yang sedang anda lakukan cepat menyingkir! kami harus membawa Kasih kembali ke kamarnya Ia tiba-tiba pingsan tadi.”
“Berikan dia padaku,” kata tuan Smith datar meminta Kasih dari tangan Dan.
Dengan berat hati terpaksa Dan menuruti perintah Tuan Smith memindahkan tubuh Kasih yang sedang ia gendong di tangannya kepada Tuan Smith.
“Lain kali jangan lagi muncul di hadapannya jika kau masih ingin kupekerjakan,” kata tuan Smith sambil berlalu pergi.
Kedua kepalan tangan Dan dikedua Sisi tubuhnya mengeras menahan luapan emosi. Ingin sekali ia menghajar wajah pria yang telah berkali-kali menyakiti orang yang ia cintai. Akan tetapi hal itu tidak dapat dilakukan olehnya.
‘Aku harus cepat bertindak tidak boleh membiarkan Kasih berlama-lama berada dalam genggaman pria ini.’
“Dan aku harus pergi melihat Kasih, Terima kasih atas bantuanmu.” Karina berbalik pergi menyusul Tuan Smith yang membawa Kasih. Dan membungkuk hormat membalas perkataan Karina seraya menatap punggung Karina yang perlahan semakin menjauh.
__ADS_1
Ketika Karina sudah sampai di kamar Kasih, ternyata Tuan Smith sudah membaringkan tubuh Kasih di atas ranjang kemudian menyuruh John untuk memanggil dokter ke Mansion.
“Jelaskan padaku apa yang telah terjadi padanya kenapa bisa ia tiba-tiba pingsan.”
“Entahlah aku juga tidak mengerti. Tadi Kasih mendadak memeluk Dan ia juga memanggilnya dengan sebutan Rey setelah itu ia jatuh pingsan,” Tutur Karina menjelaskan
Kedua alis Tuan Smith saling tertaut mengernyit. “Rey? Apa maksudmu Rey yang sudah kuusir ke luar negeri itu?” tanya tuan Smith ingin tahu.
“Tentu saja siapa lagi? Rey adalah satu-satunya pria yang dicintai oleh Kasih. Bahkan di saat ingatannya hilang hanya nama Rey yang ia ingat. Bukankah itu membuktikan bahwa Kasih sangat mencintainya?”
Tangan Tuan Smash tanpa sadar mengepal erat. Darahnya mendidih menahan emosi.
“Aku heran dibandingkan dengan diriku apa hebatnya pemuda tidak berguna itu. Aku bisa memberikan apapun dan melakukan apapun untuknya tapi kenapa dia tidak pernah membuka hatinya untukku,” kata Tuan Smith pada Karina.
“Anda memiliki 1000 kelebihan Tuan, yang tidak dimiliki oleh pemuda itu, sedangkan pemuda yang bernama Rey itu punya satu kelebihan yang tidak anda miliki,” ucap Karina membuat Tuan Smith menatapnya serius.
“Apa itu?” tanya Tuan Smith penasaran.
“Cinta Kasih, ” Ucap Karina tenang. “Pemuda itu hanya memiliki cinta yang diberikan oleh Kasih untuknya seorang. Cinta tulusnya hanya untuk pemuda itu. Mereka berdua sudah saling mencintai sejak lama, belum sempat cinta itu saling tertaut, takdir membawa anda mengikat Kasih dalam ikatan pernikahan. Anda mungkin memiliki tubuh Kasih namun, hati dan juga cintanya hanya untuk Rey selamanya,” tutur Karina.
“Bagaimana jika aku juga telah jatuh cinta padanya dan aku sangat takut kehilangan dirinya.” Ucapan Tuan Smith membuat Karina tersentak menatap kearah Tuan Smith dengan tatapan tidak percaya.
“Ya, pada awalnya aku tidak memiliki perasaan apapun kepada gadis bodoh itu. Kuakui aku memang telah banyak melakukan kesalahan padanya dan aku juga memaksanya agar tetap berada di sisiku, aku membuatnya mengandung anakku dan tidak ingin membiarkannya pergi. Dengan sedikit trik, aku berhasil membuatnya tetap bersamaku. Semua kulakukan karena aku tidak ingin ia meninggalkan aku. Awalnya saat aku tahu dia mencintai pria lain aku tidak peduli sama sekali, namun sekarang, aku ingin ia mencintai diriku dan melupakan segala hal tentang Rey.”
“Apakah Anda sungguh mencintai Kasih?” tanya Karina memastikan.
Karina menatap lekat wajah Tuan Smith mencari kebohongan di wajah itu namun tidak menemukannya.
“A, apa maksud anda dengan hampir kehilangan Kasih?”
***
Kasih telah tersadar dari pingsannya, dihadapannya berdiri Karina dan juga Wendy yang menatap khawatir.
“Kasih?!”
__ADS_1
“Ugh! Kepalaku sakit sekali, Aku ada di mana?” tanya kasih sambil memijat pelan kepalanya yang terasa sakit.
“Kau sudah berada di dalam kamarmu. Tadi kau tiba-tiba pingsan, berbaringlah sebentar jangan banyak bergerak dulu,” jelas Karina pada Kasih.
“Rey?” ucap Kasih dengan suara lemah. “ di mana dia? Aku ingin bertemu dengannya.”
Karina menatap ke arah Tuan Smith yang berdiri dibalik pintu mengawasi dari sana. “Um, kau baru saja sadar sebaiknya kau tidak usah banyak pikiran. Lebih baik kau makan dulu, mau kesuapi?” tawar Karina mencoba mengalihkan pembicaraan.
Kasih menggeleng pelan membuat Karina menggigit bibir bawah tanpa sadar. “Aku ingin kau memanggilkan Rey untukku. Aku sangat merindukannya, bisakah kau melakukannya untukku?”
Lagi-lagi Karina mengalihkan pandangannya pada Tuhan Smith seolah meminta izin padanya. Menyadari hal itu Tuan Smith mengangguk kecil.
“Rin, kumohon panggilkan Rey kemari,” pinta kasih dengan tatapan memelas.
***
Dan duduk di samping tepi ranjang Kasih yang mendekapnya hangat seolah tidak ingin kehilangan pemuda itu. Di sisi lain Karina menghampiri Tuan Smith yang hanya membiarkan keduanya tanpa berekspresi.
“Apakah kau bersungguh-sungguh?” tanya Karina pada Tuan Smith.
Tuan Smith menatap wajah Karina lalu berkata dengan nada datar. “Aku sangat mencintainya dan tidak tahan melihatnya menderita. Kupikir sudah cukup ia hidup menderita bersamaku. Kini, Aku akan melakukan apapun asalkan dia bahagia sekalipun itu akan mengorbankan perasaanku sendiri.”
Karina menatap lekat Tuan Smith. Ia sungguh tidak mempercayai bahwa yang sedang berbicara di hadapannya ini adalah Tuan Smith yang ia kenal.
“Kau .... “
“Aku hampir saja membuatnya Kehilangan nyawa bahkan aku juga tidak sengaja telah membunuh anakku yang berada dalam kandungannya,” Potong Tuan Smtih tanpa jeda. Karina membulatkan matanya saat mengetahui fakta Kasih sempat mengalami keguguran baru-baru ini.
“Membiarkannya meraih kebahagiaannya yang telah kerenggut selama ini hal itu mungkin akan membuatku sedikit merasa lega dan tidak terlalu merasa berdosa padanya.”
BERSAMBUNG...
__ADS_1