Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 48 Pengawal Pribadi


__ADS_3

Setelah operasi berjam-jam dan sangat menegangkan akhirnya para dokter yang menangani Kasih sudah berhasil menyelesaikan operasinya dan tampak keluar dari ruang operasi dan langsung menemui tuan Smith untuk melaporkan hasil pekerjaan mereka.


Tuan Smith yang sudah menunggu sejak tadi tidak sabar menghampiri sang dokter yang bertindak sebagai ketua dalam operasi Kasih. Dokter itu menjelaskan bahwa mereka pada akhirnya berhasil menyelamatkan sang ibu dan bayinya. Meski Kasih sempat kehilangan banyak darah dan hal itu membuat nyawanya dalam bahaya namun para dokter terbaik itu untungnya masih bisa menyelamatkan nyawanya. Tuan Smith menghela nafas lega setelah mendengar penuturan dari sang dokter. Tidak menunggu lama setelah selesai berbicara dengan sang dokter iapun segera bergegas menemui Kasih yang masih tidak sadarkan diri di ruangannya.


Di ranjang ruang VIP itu Kasih terbaring tidak sadarkan diri dengan sebelah tangannya sedang terinfus. Wajahnya yang cantik nan imut terlihat pucat setelah sukses melahirkan bayinya dengan jalan operasi. Karena kehilangan banyak darah, kini tangannya juga tertancap jarum yang terhubung dengan kantong darah yang mengalir langsung kepembuluh darahnya.


Ada perasaan lega bercampur bahagia yang menyeruak dari dalam hati tuan Smith ketika ia memandang wajah Kasih yang tertidur karena efek obat bius pasca operasi untuk melahirkan buah hatinya. Wajah itu begitu tenang dan damai. Seperti seorang malaikat murni yang sedang terlelap.


“kau sungguh sial telah bertemu dengan pria sepertiku, namun begitu, karena Tuhan telah menentukan takdirmu bersama denganku. Maka tidak akan ada satupun orang yang mampu mengambilmu dariku.”


Flashback On


Sang dokter dengan raut wajah serius berkata dengan hati-hati, “nyonya kehilangan banyak darahnya sebelum sampai ke rumah sakit tuan, ada kemungkinan nyonya tidak bisa diselamatkan. Jika hal itu terjadi apakah kami harus mengutamakan untuk menyelamatkan istri anda atau...”


“Anakku!” kata tuan Smith cepat. “aku ingin kau...menyelamatkan...anakku.” pandangan tuan Smith tidak bergeming sedikitpun dari menatap wajah Kasih. ‘aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dariku, bahkan Tuhan sekalipun’


Dokter itu sempat terlihat sedikit terkejut ‘sungguh pria yang kejam!’


“apa kau...” tuan Smith menatap dokter yang tertunduk takut padanya itu dengan tatapan tajam dan menusuk. Sang dokter merasa bulu kuduknya merinding seketika ‘astaga! Betapa mengerikan pria bernama Tuan Smith Alexander ini, apa Tuhan sedang marah padaku? Mengapa mengirim orang yang bisa dengan mudah mengambil nyawaku dan menjadi keluarga dari pasienku?’


“apakah kau ingin mendengar aku mengatakan hal seperti itu?”


“aa..apa?”Sang Dokter hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah karena perasaan takut yang semakin menggila.


“Alih-alih berharap sesuatu yang memuakkan, lebih baik kau bekerja dengan baik untuk menyelamatkan mereka berdua!!!” ucap tuan Smith dengan nada dingin. Sang dokter terdiam kaku “itu juga jika kau masih ingin berkarir sebagai seorang dokter.” Tambahnya dengan aura mengintimidasi yang membuat sang dokter semakin ketakukan, hampir saja ia tidak lagi sanggup menopang seluruh tubuhnya karena kedua lututnya secara mendadak terasa lemas.


“Bbaik! Baik, tuan. Saya akan melakukan segala upaya yang saya punya” tuan Smith melirik tajam kearah dokter itu “Ah! Saya akan menyelamatkan istri dan putra anda,” ralatnya kemudian sambil membungkuk penuh hormat.


“pergi.” satu kata dari tuan Smith itu seketika membuat sang dokter berbalik dan lari ketakutan. Ia sama sekali tidak ingin berada lebih lama lagi seruangan dengan pria yang sedang menggila itu. Pria yang menolak analisa dokter dan memaksa para dokter untuk melakukan apapun agar bisa menyelamatkan istri dan putranya. Jika berani membantah maka bersiaplah untuk menerima nasib tragis. Kehilangan nyawa masih lebih baik, tuan Smith mampu melakukan hal yang lebih mengerikan lagi bahkan ia sanggup menghancurkan seluruh kota hanya dengan satu jentikan jarinya.


“sungguh pria yang mengerikan. Entah apa yang telah kulakukan di masa lalu sehingga aku harus berhadapan dengan pria menakutkan sepertinya.” Sang Dokter mengelap keringatnya sambil berlalu.


Flashback Off

__ADS_1


Tangan besar Tuan Smith terulur mengelus lembut pipi Kasih yang terasa dingin dikulit Tuan Smith. Ia tidak lelah untuk menatap wajah istrinya sambil tersenyum senang. Suasana hati tuan Smith yang sempat dipenuhi api amarah karena mendapati Kasih yang tiba-tiba menghilang secara misterius, secara ajaib amarahnya menguap begitu saja. Berganti dengan sebuah senyum lembut yang mampu melelehkan hati kaum hawa yang memandangnya.


“Kau sudah berusaha keras!” ucap tuan Smith kembali mengelus pipi dan bibir Kasih yang masih betah menutup kedua matanya. Menyembunyikan kedua bola jernih yang biasanya akan memancarkan sinarnya. “Kau sudah berhasil memberiku seorang putra dan kini kita berdua benar-benar telah terikat satu sama lain. Jika kau berani kabur dariku, kita lihat saja kau sanggup lari sejauh mana. Aku pasti akan membawamu kembali kepadaku.”


Tidak ada jawaban apapun dari Kasih yang masih belum siuman. Hanya ada suara mesin penyaring udara yang menemani pria yang baru saja resmi menjadi seorang ayah itu berbicara.


Tiba-tiba tuan Smith terkekeh ia sedang menertawakan dirinya sendiri. “ini aneh. Aku merasa seperti seorang pedofil saat ini. Aku menikahi gadis kecil sepertimu, membuatmu mengandung keturunanku dan sekarang aku bahkan tidak ingin melepaskanmu.”


“aku mungkin telah salah paham padamu sebelumnya, aku mengira kau dengan sengaja menaiki ranjangku hanya untuk menjadi seorang nyonya Alexander, hal itu membuatku sangat marah padamu. Akan tetapi, semakin kesini kau semakin menarik. Menjadikanmu mainan tentu saja sungguh disayangkan.”


Tok! Tok! Tok!


John memasuki ruang rawat Kasih dan membungkuk hormat pada tuan Smith. “tuan, saya sudah memberikan sejumlah uang untuk pemuda yang menolong nyonya.” ucap John pada tuan Smith


Tanpa mengalihkan pandangannya pada John, tuan Smith mengangguk mengerti. Pandangan serta fokusnya tidak teralih dari wajah Kasih.


“pemuda itu...” tuan Smith tampak berpikir sejenak “siapa namanya? Apa kau sudah menyelidiki identitasnya?” tanya tuan Smith masih dengan posisinya yang sedang duduk dikursi samping tempat tidur Kasih sementara John sedang berdiri tak jauh darinya.


Mendengar hal itu membuat tuan Smith merasa sedikit tertarik. “benarkah? Jika begitu ... jadikan dia pengawal pribadi Kasih.” titah tuan Smith tiba-tiba yang membuat John menatap tuannya itu tak percaya


“baik, tuan.” Namun John adalah orang yang sangat setia pada keluarga Alexander, apapun perintah dari tuan Alexander tidak ada alasan baginya untuk berkata tidak.


 


 


***


Atas rekomendasi oleh tuan Smith sendiri akhirnya pemuda yang sebenarnya adalah Rey yang sedang menyamar sebagai seseorang bernama Dan yang bekerja pada tuan Smith itu akhirnya memulai pekerjaanya sebagai pengawal pribadi dari istri sang bos.


Dan POV


‘Untuk mendekati kediaman keluarga Alexander dan mengawasi tuan Smith aku harus masuk ke dalam kediaman itu langsung. Aku tidak mungkin kembali dengan wajahku asliku. Belum sampai aku akan langsung tertangkap. Tidak. tidak bisa begini. Aku perlu mengubah wajahku terlebih dulu’

__ADS_1


Dan menyuap seorang pemuda yang bekerja sebagai salah seorang pengawal dikediaman keluarga Alexander untuk berganti tempat dengannya. Demi hal itu, ia mengoperasi wajahnya sama persis dengan wajah pemuda itu dan memakai identitasnya. Pemuda itu adalah orang yang sempurna untuk melancarkan aksinya karena pemuda itu hanyalah seorang yatim piatu dengan latar belakang biasa saja. Tidak akan ada orang yang akan curiga jika ia berganti tempat dengannya.


Dengan sejumlah uang yang cukup banyak yang diberikan Dan. Pemuda itu setuju untuk bertukar tempat dengannya. Pemuda itu pindah keluar negeri dan bersembunyi. Sedangkan Dan harus berakting sebagai seorang pengawal di kediaman pria yang telah memporak-porandakan hidupnya.


Dan menatap sebuah koper yang berisi uang yang diberikan John atas perintah tuan Smith dengan tatapan penuh amarah.


“dasar iblis!” gumam Rey marah “apa dia pikir semuanya akan selesai hanya dengan memberiku uang? Pria itu sungguh seorang bajingan. Aku akan membuatnya merasakan penderitaan atas apa yang telah ia lakukan padaku dan Kasih.”


Dan bangkit mengambil koper berisi uang itu lalu kemudian membuangnya ke tempat sampah.


“hutangmu padaku harus kau bayar dengan darahmu,” ucap Dan, kepalan tangannya mengepal lalu meninju sebuah cermin yang berada di dalam kamarnya. Tubuhnya tampak lebih berotot karena selama ia berada di luar negeri ia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi tuan Smith. Ia selalu pergi berlatih bela diri dan berolahraga untuk membentuk tubuh serta melatih ketangkasannya. Ia tidak ingin kalah hanya karena ia masih muda dan memiliki tubuh yang kecil.


 


 


BERSAMBUNG....


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2