
Hari ini Kasih sedang menjalani kelas senam kehamilannya. Tentunya dengan tenaga profesional yang diutus tuan Smith untuk membimbingnya. Namun hari ini tampak sedikit berbeda dari biasanya karena tuan Smith juga tampak hadir menemani Kasih untuk melakukan senam.
“apa kau sungguh tidak punya kegiatan lain? Apa kau tidak harus bekerja?” Kasih mencecar dengan berbagai pertanyaan karena merasa risih dan aneh dengan tuan Smith yang tiba-tiba saja memberinya perhatian yang tidak biasa.
“tentu saja aku harus bekerja, tapi aku tidak harus bekerja keras jika aku punya begitu banyak pegawai yang bisa kuandalkan. Mereka bekerja untukku dan aku tidak harus bersusah payah untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu” tutur tuan Smith
Kasih mendengus kesal entah sudah berapa kali ia terus mendengus sejak menikah dengan pria gila itu. Ia mendadak menjadi terbiasa untuk mendengus.
“baiklah tuan kaya raya yang punya waktu santai melimpah, bisakah anda tidak mengangguku?”
“mengganggu? Siapa?” tuan Smith memasang wajah bingung
Gadis berbadan dua yang akan menyambut kelahiran bayinya sebentar lagi itu memutar bola matanya bosan. “dasar tidak tahu diri”
“kau sedang mengumpatku?” tanya tuan Smith menatap tajam Kasih yang mengacuhkannya
“aku lelah. Bisakah kita hentikan sekarang?” Kasih beranjak pergi meninggalkan tuan Smith yang sangat mengganggu menurutnya.
“kau lelah?” tanya tuan Smith pada Kasih sebelum ia menjauh
“aku ingin mandi dan beristirahat”
Kasih pergi menuju kamarnya dan bergegas untuk mandi. Saat akan beristirahat tuan Smith ternyata sudah ada diatas tempat tidur dan sedang berbaring dibalik selimut. Kasih terkejut ketika membuka selimut dan mendapati suaminya sudah berbaring disitu.
“astaga! Kau mengejutkanku! Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kasih terkejut
“ini adalah rumahku, kemanapun aku ingin pergi tidak mesti melapor padamu, bukan?” jawab tuan Smith bernada santai
Dada Kasih seketika mengembang menahan amarah yang akan segera meledak ‘tentu saja ini adalah rumahmu, tuan sombong. Tapi ruangan ini sementara adalah kamarku! Kamarku!’
Kasih menatap tuan Smith kesal ingin sekali ia menjambak dan memukul wajah tampan suaminya itu. Namun ia urungkan dan mencoba untuk mengabaikan keberadaannya.
“aku ingin menganti pakaian, bukankah kau harus keluar sekarang?” ucap Kasih yang masih menggunakan baju mandinya berusaha mengusir tuan Smith dengan cara halus
“ganti saja, apa kau berpikir aku akan mengintipmu? Tenang saja. Aku tidak tertarik dengan tubuh kerdilmu itu” ucap tuan Smith menyindir tubuh Kasih. saat masih menjadi nona keluarga Avisha, semua hal untuk dirinya diatur dengan ketat. Pola makan, jenis makanan dan tentu ia juga harus menjalani diet ketat agar bentuk tubuhnya terjaga. Oleh karena itulah Kasih memiliki tubuh yang ideal. Namun dimata tuan Smith yang sudah biasa melihat wanita seksi dan berbadan aduhai tubuh Kasih bukanlah apa-apa jika dibandingkan.
‘bukankah sejak tadi kita sudah berbicara? Tuhan, pria ini tidak hanya gila. Tapi ternyata ia juga bodoh dan aneh’
Tuan Smith melirik Kasih yang tampak sedang larut dengan dirinya sendiri
__ADS_1
“apa yang sedang kau pikirkan? Apa kau sedang membayangkan diriku?”
“ Hah? “ Kasih kebingungan tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh tuan Smith
“apa yang kau katakan?” tanyanya tidak mengerti
“aku mengerti, kau tidak mungkin bisa menolak godaan dari pesonaku. Aku gagah. Tampan dan juga kaya” ucap tuan Smith membanggakan dirinya didepan Kasih
Kasih merasa jijik melihat kenarsisan pria yang lebih dewasa dari dirinya itu. Ingin sekali ia mencekik dan menjambak rambut pria itu sampai terlepas dari kepalanya. ‘Arrggghhhh!!! Aku tidak tahan dengan kenarsisan pria gila ini.Tidak bisa membiarkannya berlama-lama, aku harus segera mengusirnya dari sini’
“baiklah” Kasih berusaha menarik sudut bibirnya agar bisa tersenyum mengabaikan gejolak didadanya yang begitu ingin berteriak menyuruh pria gila ini untuk tidak mengganggunya.
‘aku sengaja menyudahi kegiatan senamku karena aku sedang malas meladeninya, tidak disangka ia malah mengejarku sampai ke kamar. Sungguh pria gila ini, apakah tidak bisa membiarkanku bersantai sejenak?!’
“ada apa dengan senyummu itu, jelek sekali. Tidak usah tersenyum jika memang tidak ingin” kata tuan Smith menatap wajah Kasih yang tersenyum paksa
‘kurang ajar sakali! Mengatai senyumku jelek! Kau yang jelek! Dasar pria gila menyebalkan!’
Kasih hanya merengut tidak suka dengan sindiran tuan Smith. Berusaha tenang, Kasih menghembuskan napasnya sekuat tenaga.
“aku akan menghadiri sebuah acara penting, aku ingin kau ikut denganku” kata tuan Smith bersender dengan angkuh di senderan ranjang besar di kamar itu. Sembari melipat kedua tangannya didepan dadanya tuan Smith menatap Kasih yang masih berbalut baju mandi. Matanya yang tajam memperhatikan lekuk tubuh Kasih dari ujung kaki hingga ujung kepala.
‘tubuh gadis kecil ini... tidak heran jika ia masih belum genap berumur 20 tahun. Sungguh seorang gadis kecil yang baru mulai tumbuh’
“apa...apa yang kau lakukan? Kenapa menatapku seperti itu? Sangat tidak sopan!” hardik Kasih sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya berusaha menutupi dirinya dari mata tajam tuan Smith.
Tuan Smith mendecih meremehkan.
“apa yang kau pikirkan? Kau pikir dengan tubuh pendek dan rata begitu akan mampu membuatku tertarik?”
“apa? Kau sungguh tidak tau malu. Jika kau tidak tertarik padaku, mana mungkin kau bisa membuatku hamil! Dan lagi aku tidak pernah ingin membuatmu tertarik padaku”
Melangkah kasar Kasih pergi menuju ruangan khusus tempat pakaiannya dan tuan Smith disimpan. Tidak hanya pakaian, segala macam aksesoris, sepatu dan tas tertata rapi di dalam ruangan itu.Dari luar ruang ganti yang masih menjadi satu dengan kamar itu tuan Smith berseru “aku tidak ingin kau sampai mempermalukanku, kau harus berdandan dengan baik”
Dari dalam kamar Kasih yang sedang mengenakan pakaiannya melihat seluruh tubuhnya yang terpantul dari cermin besar yang ada di ruang ganti itu. Ditatapnya setiap bagian tubuhnya yang telah berubah menjadi lebih gemuk dari sebelumnya. Pandangannya terjatuh pada perutnya yang buncit tempat sang jabang bayi sedang bersemayam. Pikirannya melayang membayangkan semua hal yang telah ia lalui beberapa waktu sebelum ia menikah dengan tuan Smith. Menjadi orang yang kehilangan segalanya, rumah besar, sekolah, cinta pertamanya, tanpa sadar Kasih meneteskan airmatanya. Air bening itu mengalir tanpa disadari olehnya.
“Tuhan, aku sangat sedih. Aku sangat bersyukur aku akan segera menjadi seorang ibu, namun, aku hanyalah seorang anak yang masih sekolah. Apakah aku bisa menjadi seorang ibu yang baik? Apakah aku bisa merawat seorang bayi? Aku bahkan tidak pernah membuat makanan untuk diriku sendiri, bagaimana aku akan memberi makan untuk bayiku? Ah! Bisa gila aku!!!”
“setelah bercerai dengan tuan Smith apa yang akan aku lakukan? Apakah anakku akan baik-baik saja? Pasti baik-baik saja. Ya. Aku yakin itu. Dia punya banyak perawat dan dokter, tapi, kenapa aku merasa sedih jika aku mengingat aku akan meninggalkan anak ini?”
__ADS_1
Kasih mengelus perutnya dan mendapati balasan sebuah tendangan kecil dari si bayi yang berada di dalam perutnya.
“tumbuhlah menjadi anak yang baik, bayiku sayang. Ibu sangat mencintaimu” ucapnya seperti berbisik pada bayi yang belum lahir itu.
“Kasih?! apa kau mendengarkan apa yang kukatakan?” seru tuan Smith dari luar ruang ganti
“setiap hari hanya membuatku kesal. Ugh! Sungguh menyebalkan! Anakku, lihatlah Ayahmu yang bodoh itu, kau jangan meniru dirinya, ya” ucap Kasih tersenyum lembut. “Ibu berharap bisa melihatmu bertumbuh dengan sehat sayang, tapi Ibu tidak bisa melakukan hal itu”
Setelah selesai berganti baju, Kasih lalu keluar dari ruang ganti dan langsung melihat tuan Smith yang masih setia dengan posisinya sebelum Kasih masuk ke ruang ganti.
“kau sudah selesai berganti pakaian?” tanya tuan Smith pada Kasih yang baru saja keluar dari ruang ganti
“ya” jawabnya singkat
Tuan Smith lalu beranjak dan langsung menarik tangan Kasih. “apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kasih menatap tuan Smith bingung
“ayo pergi”
“kemana?”
“ikut saja” ucap tuan Smith acuh
“tapi aku ingin istirahat”
Tanpa memedulikan Kasih yang tampak enggan untuk mengikutinya, tuan Smith menarik paksa tangan Kasih sampai ke dalam mobil.
“apa sebenarnya yang sedang kau lakukan? Aku tidak ingin pergi kemanapun aku ingin istirahat” Kasih sempat berontak sebelum tuan Smith menariknya masuk kedalam mobil.
“ Hei! Aku sedang berbicara denganmu. Kenapa kau diam saja? Jika memang harus pergi, bukankah aku harus berganti pakaian dulu” tanya Kasih yang sekarang sudah duduk dikursi mobil. Tuan Smith masih diam saja tidak menjawab pertanyaan Kasih dan hal itu membuat Kasih menjadi kesal, namun ia terpaksa mengikuti kemana tuan Smith akan membawanya.
‘sebenarnya apa yang mau dilakukan pria gila ini? kemana ia akan membawaku?’ Kasih menatap lekat wajah tuan Smith yang menatap lurus kearah depan. Garis rahang yang tegas mempertegas ketampanan dan kesan gagah tuan Smith yang dibalut jas desainer khusus. Tuan Smith memang sangat tampan, Kasih tidak memungkiri hal itu hanya tidak ingin mengakuinya dikarenakan sifat tuan Smith yang dingin dan ia adalah orang yang telah menghancurkan kehidupannya.
‘sadarlah Kasih! pria gila dihadapanmu ini adalah pria yang sudah merebut segalanya darimu’
BERSAMBUNG...
__ADS_1