Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 60 Belikan Aku Sebuah Dasi


__ADS_3

Di sebuah Cafe Karina dan Kasih sedang berbincang sembari menikmati hidangan kue manis yang telah mereka pesan.


“Cepat katakan padaku sebenarnya apa yang telah terjadi. Kemarin kau langsung menutup teleponku tanpa berkata apa-apa. Sangat menyebalkan!” ucap Karina kesal.


“Aku juga tidak mengerti mengapa tuan Smith melakukan hal itu,” kata bingung.


“Apa maksudmu?” tanya Karina mulai tertarik dengan pernyataan Kasih. “Mengapa tuan Smith melakukan hal itu? Dalam semalam membuat nenekmu kehilangan segalanya. Entah apa yang memprovokasinya sampai melakukan hal kejam itu.”


“Emmm ... Itu ....” Kasih terlihat ragu-ragu.


“Apa? Kau jangan berani untuk menyembunyikan sesuatu dariku.” Ujar Karina dengan nada mengancam.


“Haahhh.... Kau ini. Baiklah aku akan menjelaskannya padamu. Sebenarnya aku juga tidak mengerti dengan tuan Smith ini, ia terlihat seperti peduli padaku? Entahlah aku juga bingung.”


“Cepat ceritakan semuanya padaku.” Desak Karina tidak sabaran.


“Baiklah. Baiklah.” Akhirnya kasih mengalah dan menceritakan semuanya kepada Karina dimulai dengan kejadian sewaktu neneknya datang ke perusahaan dan menampar dirinya hingga Ia juga menceritakan saat ia menemui Tuan Smith setelah mengetahui Tuan Smithlah yang membuat neneknya bangkrut dalam sekejap.


FLASHBACK ON


“Apa maksudmu? Jangan berbicara bertele-tele lagi! Aku tidak punya waktu meladenimu,” ujar kasih sambil mendorong dada Tuan Smith menjauh darinya.


‘Entah apa maksud pria gila ini yang jelas aku tidak suka dia berada begitu dekat denganku.’ Kasih mengelus dadanya yang berdebar tak menentu, ia merasa ribuan kupu-kupu sedang menari-nari di dalam perutnya saat Tuan Smith berada begitu dekat dengan dirinya. Hal itu membuatnya merasa gelisah dan pipinya menjadi terasa sangat panas.


‘Ah! Aku tidak ingin memikirkannya! ini semua pasti karena aku sangat membenci dirinya.’


“Berhentilah melakukan hal-hal yang menyebalkan dan jangan mencampuri urusanku. Aku bisa mengatasi masalahku sendiri,” katanya kemudian.


Tuan Smith tersenyum kecil dan berkata, “Apa kau lupa aku ini siapa mu?”


‘Apa maksud pria gila ini untuk apa dia bertanya dia siapaku?’ pikir kasih bingung.


“Kau ini, sungguh menyebalkan, ya! Jika kau tidak ingin berbicara kau juga tidak perlu berbicara berbelit-belit seperti itu membuatku pusing. Apa yang kulakukan disini berbicara denganmu hanya menghabiskan waktuku lebih baik aku pergi sa....” Kasih belum sempat menyelesaikan ucapannya seketika ia merasa tubuhnya tertarik kebelakang dan jatuh ke dalam pelukan Tuan Smith. Bola mata kecolaktan milik Kasih beradu pandang dengan bola mata milik Tuan Smith yang berwarna biru. Kasih dapat mendengar detak jantungnya berdetak ribuan kali lebih cepat serta aliran darahnya seakan berdesir hebat. Saat itu Kasih terpesona menatap maha karya ciptaan Tuhan yang luar biasa tampan di hadapannya.


‘Ya Tuhan betapa pria ini sangat tampan dan mempesona ...  Jika saja ... Apa yang sedang kupikirkan?! Sadarkan dirimu Kasih! Apakah kau sudah melupakan apa yang telah dilakukan bajingan jahat yang telah merebut segalanya darimu itu?!’


Saat Kasih tersadar dari pikirannya, ia mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdetak tidak karuan. Akan tetapi, hal lebih mengejutkan kemudian terjadi di mana Tuan Smith meraih wajah Kasih lalu menciumnya tepat di bibir.


Kasih yang terkejut tidak dapat berbuat apapun. Kedua matanya terbuka lebar dan pikirannya seolah menjadi kosong.


Flashback off


Karina yang mendengarkan cerita Kasih menatap tak percaya dengan mulut terbuka sangat lebar.


“Mulutmu terbuka lebar begitu apakah untuk menangkap lalat?” sindir Kasih pada Karina yang kemudian seketika menutup mulutnya rapat dengan kedua tangannya.

__ADS_1


“Sebenarnya apa yang telah terjadi?!“ ucap Karina dengan nada kencang. Sontak Kasih menyuruh Karina untuk memelankan suaranya.


“Apa yang ingin kau lakukan? kau ingin semua orang tahu jika tuan Smith telah menciumku?!”


“Maafkan aku. Tapi aku sungguh tidak percaya dengan pria itu apa yang ia inginkan sebenarnya?”


Kasih mendesah pasrah. “Jika aku mengetahuinya aku mungkin tidak pusing sekarang. Semua tindakan pria gila itu benar-benar hampir membuatku juga menjadi gila.”


Karina terkekeh pelan mendengar pernyataan dari sahabatnya itu. Di dalam hatinya ia mulai menduga bahwa Tuhan Smith telah jatuh hati pada kasih. ‘Jika benar tuan Smith telah jatuh hati padamu aku tidak tahu aku harus memberikan selamat atau mengasihanimu, kasih’


“Apa kau telah menceritakan semuanya padaku?” tanya Karina pada Kasih.


Kasih yang sedang memasukkan satu suapan kue ke dalam mulutnya kemudian menjawab, “Tentu saja, Memangnya apalagi yang ingin kau ketahui?”


“Aku rasa kau tidak menceritakan semuanya. Contohnya saja cincin pernikahan yang tiba-tiba kau pakai setiap hari itu. Bukankah cincin itu hanya akan kau pakai jika berada di depan orang tuamu?” tutur Karina sembari menyinggung tentang cincin pernikahan yang berada dijemari manis Kasih.


“Maksudmu cincin ini?” tanya Kasih sembari mengangkat tangannya agar terlihat oleh Karina.


Karina mengangguk cepat. “Cincin ini ... aku sendiri juga tidak ingin mengenakannya. Hanya saja si pria gila menyebalkan itu terus saja memaksaku. Ia bahkan sampai mengancamku.”


“Mengancammu?!” seru Karina takjub. ‘Tuan Smith ini sungguh aneh. Apa dia ingin Kasih semakin membencinya? Dasar tidak tau memperlakukan hati wanita.’


“Menurutmu apa yang sedang direncanakan pria gila itu?” tanya Kasih khawatir.


‘Rencana apalagi? Tentu saja membuatmu jatuh cinta padanya.’ Batin Karina tersenyum senang.


“Ah? Aku tidak seperti itu. aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Ah! Sudahlah tidak usah membahas lagi. Lebih baik kita pergi berbelanja saja bukankah kau pernah berjanji menemaniku pergi?” kata Karina mengalihkan pembicaraan.


Mereka berdua melanjutkan kesenangan mereka dengan pergi berbelanja disebuah Mall. Dan mengantar mereka berdua dan terus mengawal mereka pergi memasuki beberapa toko di sana.


“Hey! Coba lihat yang ini bagus tidak?” tanya Karina memperlihatkan sebuah gaun yang dipegangnya sembari meminta pendapat Kasih.


“Kau bisa membelinya jika kau menyukainya. Gaun apapun yang kau pakai semua terlihat bagus padamu. Pilihlah. Aku yang akan membayar tagihannya,” jawab Kasih sembari memberi sebuah kartu yang seketika membuat Karina mebelalakkan matanya menatap kartu itu.


Tangan Karina bergetar memegang kartu yang diberikan oleh Kasih padanya. “Kartu ini? kartu unlimited, bukan? A .. aku baru pertama kali melihatnya. Apakah aku sungguh boleh menggunakan kartu ini?” tanya Karina penuh harap.


“Tentu saja. Kau boleh memakainya sesuka hatimu,” ucap Kasih santai. ‘Lagipula kartu itu, aku tidak tau harus menggunakannya untuk apa.’


Dengan kartu super ditangannya Karinapun bisa memuaskan hasrat belanjanya dengan leluasa. Ia mengambil banyak sekali pakaian, sepatu dan tas. Dan semua tagihannya dibayarkan menggunakan kartu milik Kasih. Karina sangat senang sekali berkali-kali ia memeluk Kasih dan berterima kasih padanya.


“Nyonya Alexander kita memang yang terbaik. Aku mencintaimu gadis bodoh.” Puji Karina memeluk Kasih sembari tersenyum senang.


“Baiklah. Tapi aku tidak mencintaimu,” balas Kasih dengan nada ketus yang dibuat-buat.


Karina malah tersenyum senang. “Tidak masalah. Aku tidak peduli. Haha.”

__ADS_1


 


 


***


 


 


Tring!


Tuan Smith menerima sebuah notifikasi diponselnya bahwa kartunya melakukan transaksi yang sangat banyak.


“Gadis bodoh ini akhirnya tau bagaimana cara menggunakan uangku dengan benar,” gumam Tuan Smith sesaat setelah ia melihat pesan itu. Ia lalu mengetikkan sebuah pesan yang kemudian ia kirimkan pada Kasih.


Tuan Smith: KAU DIMANA?


Kasih: DI MALL.


“gadis bodoh ini, bisa-bisanya ia membalas pesanku begitu singkat,” ucap Tuan Smith tidak senang.


Tuan Smith: JIKA BEGITU BELIKAN AKU SEBUAH DASI.


“Dasi?” kata Kasih bingung. “untuk apa ia tiba-tiba menyuruhku membeli sebuah dasi?”


Kasih: KAU BISA MEMBELINYA SENDIRI. DAN LAGI BUKANKAH KAU PUNYA BANYAK SEKALI DASI DI RUMAH?


Seketika Tuan Smith menjadi kesal. “Gadis bodoh ini sungguh tidak penurut. Menghabiskan begitu banyak uangku, tapi membeli sebuah dasi untukku saja malah begitu enggan.”


Tuan Smith: KENAPA? TIDAK INGIN MEMBELIKANKU?


“Ck! pria gila sungguh menyebalkan sekali. ya sudahlah! Beli ya beli saja!” Kasih menjadi sangat kesal dengan permintaan Tuan Smith yang menurutnya sangat menyebalkan.


Karina yang melihat Kasih terlihat kesal sembari membalas pesan kemudian bertanya, “Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat sangat kesal?”


“Itu karena aku ingin menggantung seseorang dengan sebuah dasi!” ucap Kasih kesal sembari berlalu meninggalkan Karina yang kebingungan.


“Kenapa ia sangat marah? Apakah karena aku menghabiskan setengah isi toko dengan kartu miliknya? Tapi bukannya itu hanyalah uang kecil bagi dirinya yang seorang Nyonya Alexander? Gaji para pelayan saja setara dengan uang jajanku yang diberikan Ayah. Jika sungguh tidak ingin membiarkankku menggunakan kartunya bukankah bisa tinggal bilang saja, kenapa sampai ingin menggantungku menggunakan dasi? Mengerikan sekali.” Karina merasa merinding sambil tangannya mengelus lehernya membayangkan Kasih menggantung dirinya dengan dasi seperti yang baru saja ia katakan padanya.


 


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


 


 


__ADS_2