Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 49 Bayiku Ed


__ADS_3

Bermacam jenis bunga, hadiah bahkan juga balon warna-warni menghiasi ruang rawat Kasih saat ini. tuan Smith yang memerintahkan hal itu, ia ingin menyambut kelahiran bayi kecilnya ke dunia dengan meriah. Iya bahkan Berencana untuk membuat suatu pesta penyambutan untuk bayinya.


Keluarga kasih yakni ayah ibu serta kedua adiknya datang untuk melihat keadaan kasih. Mereka Semua terlihat sangat senang dengan membawa buah tangan berupa buah-buahan dan juga bunga yang langsung disambut oleh John untuk disimpan.


“Oh! Sayangku. Bagaimana keadaanmu? Apakah kau baik-baik saja?” Tanya Ibu Kasih menghampirinya dengan raut wajah cemas.


“Aku baik-baik saja Bu. Aku hanya tidak menyangka ternyata melahirkan itu sangat menyakitkan.” Kata kasih dengan nada bercanda.


Ibu Kasih tersenyum lembut menanggapi perkataan putrinya yang baru saja resmi menjadi seorang ibu itu. “Tidak apa-apa. Ibu juga mengalaminya dulu saat melahirkanmu, bahkan dulu Ibu melahirkan mu dengan cara normal.” Ibu Kasih mengelus lembut helaian rambut Kasih dengan tatapan sayang.


“Kau sungguh sudah berusaha keras, Nak! Ibu sangat khawatir terjadi sesuatu padamu kau menghilang begitu saja. Sebenarnya apa yang terjadi?”


Kasih terdiam ia mencoba untuk mengingat kembali kejadian penculikan waktu itu. “Aku ...  Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tiba-tiba saat aku terbangun aku sudah berada di sebuah kamar. Saat aku melihat gaunku yang sudah bersimbah darah. Aku sangat takut. Aku sempat berpikir aku sedang mendapat datang bulanku karena perutku sangat sakit.” Sesaat sebelum pingsan dengan padangan kabur ia teringat seperti melihat sesosok pria yang ia kenal. Namun hal itu tidak ditanggapinya serius. Ia menganggap hal itu hanya sebagai halusinasinya saja.


Ibu kasih menghela nafas lega. “Syukurlah kau tidak apa-apa. Sekarang Ibu bisa merasa tenang.”


“Kakak! Di mana adik bayi Aku ingin melihatnya,” celetuk Jenny tiba-tiba.


“Hem! Aku juga ingin melihatnya!” Sahut Karina yang tiba-tiba sudah berada di dalam ruangan itu Sambil berkacak pinggang menampilkan raut wajahnya yang seakan-akan sedang marah.


“Kakak Karina!”


“Kakak Karina!”


Alysa dan Jenny berseru kegirangan dengan kedatangan Karina.


“Hei! Kau sudah datang?” sapa Kasih memandang Karina.


“Kau ini!” Karina mencubit hidung Kasih. “Kau sudah membuat semua orang khawatir, Kau tahu?”


Kasih tersenyum merasa lucu. “Apa kau sedang menganiaya orang yang sedang sakit? kau sungguh kejam! Kau harus berbicara lembut padaku. Aku sekarang adalah seorang Ibu.” Kasih membanggakan status yang baru saja ia dapatkan itu dihadapan Karina.


“Ck! Dasar kau ratu drama!” Karina berdiri dengan santai sambil melipat tangannya di depan dada memasang wajah cemberut. “Aku tidak akan mengurusimu lagi, sekarang katakan di mana keponakanku?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.


Bersamaan dengan itu Tuan Smith dan John datang dengan membawa kereta bayi menghampiri mereka. Sontak seluruh pandangan tertuju pada pria tampan yang berwajah dingin itu dan asisten pribadinya.


Lidah Kasih terasa kelu ia tertegun menatap bayi yang di digendong John dari kereta bayinya dan kemudian diberikan pada Kasih, ibu si bayi. Saat bayi yang baru saja ia lahirkan ke dunia itu berada tepat didepan wajahnya, ia terdiam dengan pandangan bingung.


Semua orang tampak heran melihat Kasih yang hanya diam saja dengan pandangan bingung. “Eh? Apa yang kau lakukan, Nak? Cepat gendong bayimu?” ucap Ayah Kasih menyuruhnya untuk segera menggendong sang cucu yang juga sedang menatap wajahnya untuk pertama kali dengan tatapan yang sangat menggemaskan.


“Itu ... “ Kasih menggigit bibir bawahnya menutupi perasaan malu yang sedang ia rasakan. Sementara orang-orang menatap Kasih dengan wajah yang serius menantikan apa yang akan dikatakan oleh Ibu baru itu.

__ADS_1


“ada apa denganmu, Nak? cepat ambil bayimu.” kata Ibu Kasih menambahkan.


“Aku ... aku ... sebenarnya aku ... tidak tau caranya,” Kasih merasa sangat canggung. “aku tidak tau cara menggendong bayi kecil itu,” pungkasnya.


“Astaga!” seketika semua orang ternganga menatap tak percaya pada Kasih tidak menyangka dengan apa yang ia katakan barusan. Namun, tentu saja Kasih juga tidak bisa disalahkan disini. Sebab, bagaimanapun ia hanyalah seorang gadis yang masih sangat muda bahkan lulus sekolah saja belum. Terlebih ia sebelumnya adalah seorang nona keluarga terpandang yang bahkan menyentuh ruang dapur saja ia tidak pernah.


“Kau benar-benar lucu, bagaimana kau bisa menjadi seorang ibu jika kau saja tidak bisa menggendong bayimu?” celetuk Karina dengan memasang wajah datar.


“Jika kau bisa, bagaimana jika kau mencobanya sekali,” ucap Kasih menantang.


“Aku ... aku tidak berminat. Kau coba sendiri saja.” Karina melambaikan kedua tangannya cepat menolak. ‘Aku tentu tidak ingin membuat tuan Smith yang mengerikan itu membunuhku karena menjatuhkan bayinya.’


“Dasar culas!” ucap Kasih bersungut.


Ibu kasih yang memperhatikan kelakuan dua gadis muda yang selalu suka sekali saling mengolok satu sama lain itu maju untuk melerai pertengkaran keduanya. Meski ia tau mereka berdua tidak sedang sungguh-sungguh bertengkar.


“Sudah! Kalian berdua jangan berdebat lagi. Sini biar Ibu saja yang menggendong bayi Ed ....” ucap Ibu Kasih maju mengulurkan tangannya hendak mengambil Bayi Ed dari tangan John. Akan tetapi, sebelum Ibu Kasih berhasil mengambilnya, tuan Smith segera mendahului mengambil Bayi Ed dan menggendongnya dilengannya. Sontak hal itu membuat semua orang cengo. Bahkan Ayah Kasih yang menyakini sosok pria seperti tuan Smith adalah seorang pria pebinsnis yang tidak mungkin memahami cara untuk mengurus seorang bayi melotot takjub dibuatnya.


‘Waduh! Aku saja tidak bisa menggendong Kasih sewaktu ia lahir. Tapi, lihatlah pria seperti tuan Smith ini ... dia merupakan seorang pria yang penuh dengan kejutan besar!’ Ayah Kasih menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap tuan Smith kagum.


‘Dari mana dia belajar menggendong bayi?’ Kasih bertanya pada dirinya sendiri. Iya sama sekali tidak menyangka dengan apa yang sedang ia lihat. Sosok dingin dan kejam yang melekat pada diri tuan Smith seakan menghilang entah kemana saat sedang berada didepan bayinya.


‘Syukurlah jika ayahmu menyayangimu, maka Ibu juga bisa tenang meninggalkanmu. Yang harus aku lakukan sekarang adalah menata masa depanku setelah semua ini berakhir.’


“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya,” ucapnya menyapa semua orang sambil membungkuk sopan.


Kasih tercengang. Ia merasa mengenali pria itu. ‘Bukankah dia itu_’


“Dan?” ucap Kasih menatap bingung kepada pemuda yang bernama Dan itu. “Bukankah kau yang menolongku waktu itu? Apa yang sedang kau lakukan disini?”


“Halo Nyonya apa kabar, saya adalah pengawal pribadi anda mulai dari sekarang,” ungkapnya menjawab pertanyaan Kasih dengan sopan.


Kasih melongo bingung menanggapi perkataan dari Dan lalu mengalihkan pandangannya menatap tuan Smith dengan tatapan penuh tanya. ‘apa-apaan ... apa aku sungguh butuh seorang pengawal? Entah apa yang dipikirkan pria gila ini. Aku sungguh tidak bisa mengerti dirinya.’


“Apa?” tanya tuan Smith seolah ia tidak mengerti dengan pandangan bertanya yang ditujukan Kasih padanya. “Kenapa kau menatapku seperti itu?” Bayi Ed yang sedang berada digendongannya kini sedang menatap pria yang sedang menggendongnya itu dengan tatapan yang sungguh menggemaskan.


“Tidak ada. Aku hanya ingin segera pulang ke rumah,” ujar Kasih berbohong. ‘Aku tidak boleh berbicara sekarang.’


 


 

__ADS_1


***


 


 


Saat keluar dari gedung rumah sakit, para wartawan yang ingin meliput berita sudah berkumpul menanti kedatangan tuan Smith dan juga Kasih. Mereka ingin meliput berita mengenai Nyonya Alexander yang sempat diculik dan kini telah berhasil kembali dengan selamat. Bahkan kini sudah melahirkan seorang putra yang akan menjadi pewaris dari tuan Smith. Sang penguasa yang melebihi pemerintah di negara itu.


Para pengawal tuan Smith dengan sigap menghalau para wartawan yang dengan gigih berebut mengambil gambar itu agar tuan Smith serta Kasih dan bayinya dapat memasuki mobil dan pergi dari tempat itu dengan aman. Sebagai pengawal pribadi dari Kasih, Dan ikut duduk semobil dengan tuan Smith dan Kasih setelah ia menutup pintu mobil.


Kasih menatap Bayi Ed yang sedang berada dalam gendongan tuan Smith. Parasnya sungguh mirip dengan sang ayah yang sangat tampan. Seakan-akan Bayi Ed adalah ciplakan dari tuan Smith versi junior. Ia tersenyum lembut seiring jemarinya mengelus lembut pipi si bayi yang sedang tertidur.


“Oh, Bayi Ed kau sungguh manis sekali,” ujar Kasih kagum.


“apa kau ingin mencobanya?” tanya Tuan Smith tiba-tiba. Kasih sontak menatap tuan Smith dengan mata yang membulat sambil bertanya, “Apa maksudmu? Mencoba apa?”


Tuan Smith memberi isyarat membawa tubuh bayi Ed yang sedang ia gendong lebih dekat pada Kasih.


“Apa ....”


“Cobalah menggendongnya.” Potong Tuan Smith. “Kau adalah ibunya.”


Kasih tertegun bergelut dengan pikirannya. ‘Aku bukan tidak ingin menggendongnya, aku hanya takut jika aku menjatuhkannya. Bukannya tubuhnya begitu kecil bagaimana jika tangannya patah setelah aku menggendongnya. Apa bayiku akan hancur jika aku tidak sengaja menjatuhkannya?’


“Cobalah!” desak tuan Smith. “Bukankah kau sudah belajar cara menggendong dengan dokter keluarga? Atau kau tidak belajar apapun dari dokter itu? Awas saja jika itu benar_”


“Aku akan mencobanya!” potong Kasih cepat. ‘apalagi yang akan dilakukan pria gila ini? jika ia akan membuat masalah dengan dokter keluarga, aku tidak boleh membiarkannya.’


Tuan Smith kemudian memberikan bayi Ed pada Kasih yang dengan kikuk dan gagap membawa bayi itu kedalam gendongannya. Namun begitu, karena Tuan Smith mengarahkan Kasih dengan baik akhirnya Kasih berhasil menggendong bayinya.


“Aku ....” Kasih menatap Tuan Smith dengan kedua bola matanya yang berbinar. “Aku bisa menggendongnya! Aku berhasil!”


Tuan Smith mengangkat sedikit sudut bibirnya. ‘Kau harus belajar merawat bayiku, karena itulah tugasmu.’


Dari kaca spion mobil Dan melirik kedua pasangan suami istri yang baru saja memilik bayi itu. Amarah terpendam didalam hatinya membuat darahnya mendidih hingga kedua tangannya mengepal kuat untuk menenangkan perasaannya.


 


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


 


 


__ADS_2