Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 53 Ulang Tahun Kasih


__ADS_3

“Apa kau sudah selesai menyiapkan apa yang kuperintahkan?” tanya Tuan Smith pada John.


“Sudah, Tuan. Semuanya sudah sesuai dengan yang anda inginkan.”


“Bagus, sekarang suruh Kasih untuk pulang ke mansion. Sebelum ke mansion bawa dia pergi untuk merias diri dahulu. Belikan semua yang terbaik untuk dia kenakan,” Perintah Tuan Smith kemudian.


“Baik.”


 


 


***


“Nona, sudah saatnya kita kembali,” ujar Dan pada Kasih.


Kasih yang berada di dalam mendengar suara Dan dari balik pintu kamarnya lalu keluar menghampiri Dan.


“Aku masih punya urusan. Aku akan pulang setelah urusanku selesai.”


“Baik. Saya akan menyampaikan hal itu,” kata Dan lalu pergi.


Karina yang baru saja datang menghampiri kasih bertanya, “Kau belum kembali?”


“Aku akan kembali setelah aku melakukan sesuatu dan aku butuh bantuanmu.”


Mendengar hal itu Karina melotot menatap Kasih. “Eh?”


“Ada sesuatu yang harus aku ceritakan padamu,” kata Kasih dengan wajah serius.


Alangkah terkejutnya Karina setelah mendengar penuturan dari sahabatnya soal ia akan melarikan diri ke luar negeri untuk mencari keberadaan Rey.


“Apa kau bilang?!” seru Karina dengan tatapan tak percaya. “Astaga! Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar.”


“Shuuuush ...!!!” jari telunjuk kasih diletakkannya di depan bibirnya, menyuruh Karina untuk Jangan berbicara keras-keras. Karena ia takut jika seseorang akan mendengar apa yang ia rencanakan.


“Perjanjian antara aku dan tuan Smith akan segera berakhir.”


“Lalu setelah kau berpisah darinya kau akan mencari Rey? Apa kau berpikir Tuan Smith akan melepaskanmu begitu saja?” tanya Karina menebak pemikiran sahabatnya. Dia sangat paham Bagaimana berkuasanya seorang Tuan Smith dari keluarga Alexander maka ia tidak ingin sahabatnya satu-satunya itu mengambil jalan yang akan membahayakan dirinya sendiri.


Kasih terdiam sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain. Karina menyadari ada sesuatu yang sedang disembunyikan ibu muda dihadapannya ini.


“Kasih.” Karina menatap serius Kasih sembari memegang kedua tangannya. “Katakan padaku apa yang sedang kau rencanakan. Kau menganggapku sahabatmu, bukan? Aku mohon jangan melakukan sesuatu yang dapat melukaimu dan kau bahkan tidak mau mengatakannya padaku. Kau tau, aku mencemaskanmu setiap saat.”


Kasih tersenyum kikuk. Karina benar adalah sahabatnya yang selalu memahami dirinya. Ia sama sekali tidak dapat menyembunyikan apapun dari hadapannya.


 


 


***


 


 

__ADS_1


Segala sesuatu sudah dipersiapkan tuan Smith untuk membuat Kasih, istrinya itu terkesan pada dirinya. Ia memerintahkan John untuk menghiasi mansion dengan megah dan menyiapkan sebuah kue ulang tahun untuk Kasih, kue yang sangat besar berwarna merah, warna favorit sang istri. Ia menyadari ia telah membuat gadis itu marah padanya dan ia berniat untuk meminta maaf. Hadiah kejutan sudah dipersiapkannya untuk mengejutkan Kasih nanti. Bunga, balon dan berbagai hiasan khas acara ulang tahun sudah menghiasi mansion megah itu dan membuatnya tampak cantik dengan kerap kerlip dari lampu-lampu hias yang memenuhi seluruh ruangan.


Pria itu, dengan gagahnya berdiri didepan cermin besar di dalam sebuah ruangan sambil merapikan dirinya. Ia menatap pantulan dirinya dan memikirkan tentang istrinya yang pasti saat ini sedang sangat kesal pada dirinya. Untuk itu, ia mempersiapkan kejutan besar yang ia harpakan nantinya bisa meluluhkan gadis itu dan mau memaafkannya. Sejujurnya ia berharap bahwa Kasih mau membatalkan perjanjian perceraian mereka berdua karena Tuan Smith mulai menyadari bahwa ia sebenarnya menyukai istrinya. Walau awalnya ia sempat meragukan hal itu, namun setelah diyakinkan oleh John sebagai orang terdekat dan kepercayaannya. Pada akhirnya ia mulai tersadar akan perasaannya sendiri.


“Apa Kasih sudah menuju kemari?” tanya Tuan Smith pada John yang baru saja memasuki ruangan.


“Belum, tuan. Nyonya berpesan bahwa ia akan menyelesaikan urusannya terlebih dulu baru akan kembali ke mansion.”


Sebelah Alis tebal Tuan Smith terangkat menatap John dari pantulan cermin dibelakang dirinya.


“Apa dia mengatakan akan datang pukul berapa?” Tuan Smith melanjutkan menata dasi dan melihat menyempurnakan penampilannya.


“Tidak, tuan.”


Mendengus kesal Tuan Smith menyuruh John untuk memberitahu dirinya jika Kasih sudah kembali. Kemudian John pamit untuk pergi meninggalkan sang Tuan sendirian di ruangan itu.


“Urusan?” Tuan Smith bertanya-tanya. Urusan apakah yang dimaksud, mengapa ia sangat penasaran dengan urusan yang sedang dikerjakan Kasih.


‘Cepatlah pulang gadis bodoh. Aku ingin melihat wajahmu itu terkesan akan kejutan yang kusiapkan untukmu ini.’


 


 


***


 


 


Dari tempat kediaman orang tuanya, mobil yang dikendarai Kasih dan pengawalnya melaju menuju ke kediaman sang Nenek.


“Tidak.”


“Tapi....”


“Antar aku ke jalan ini.” Kasih lalu memperlihatkan ponselnya pada Dan. Sebuah GPS menunjukkan arah tujuan yang dimaksud sang majikan. Kasih tidak mengetahui nama jalan karena selama ini dirinya jarang keluar rumah dan hanya menghabiskan waktunya di rumah belajar. Jikapun ia ingin pergi keluar rumah ia akan dibawa oleh supir pribadinya yang akan dengan setia mengantarkannay kemanapun ia ingin pergi.


“Baiklah.”


Walau sedikit ragu, namun pada akhirnya Dan menuruti perkataan sang majikan.


“Nyonya, apa yang sedang anda pikirkan?” tanya Dan sambil sesekali melirik Kasih yang terlihat sedikit gugup dari kaca mobil.


“Aku ... Aku tidak apa-apa. Mengemudi saja dengan benar.”


Dan lalu tersenyum. “Apa Nyonya sedang ada masalah? Mungkin terdengar sedikit lancang, namun saya biasanya adalah seorang pendengar dan pemberi nasihat yang terbaik. Saya jamin masalah anda akan segera terselesaikan setelah anda menceritakan masalah anda pada saya.”


“Apa kau sedang bergurau? Aku bilang mengemudi saja tidak perlu ikut campur urusanku.” Ucap Kasih bernada dingin.


‘Aku harus menutup mulut supir bodoh ini, mengapa ia harus banyak sekali pertanyaan, membuatku kesal saja.’


Ponsel Kasih menerima sebuah pesan singkat yang dikirimkan oleh Tuan Smith.


DIMANA KAU, GADIS BODOH. AKU SUDAH MENYURUHMU UNTUK KEMBALI.

__ADS_1


“Ck! Sungguh menyebalkan!” Dengan kesal ia lalu mengklik layar ponselnya untuk beralih kemenu yang lain.


“Nyonya sedang kesal?” tanya Dan pada Kasih.


“Jika aku mengatakan Ya, apa kau akan berhenti bertanya?” tanya Kasih tidak sabar.


“mungkin saja,” ujar Dan dengan nada bercanda. “dengar Nyonya, anda masih sangat muda dan juga... Cantik.” Dan berkata serius diakhir kalimatnya. Kata yang berasa dari lubuk hatinya itu secara tidak sadar terucap dari mulutnya.


Kasih menata kesal wajah Dan yang berada dipantulan cermin. “Apa kau sedang menggodaku? Aku ini adalah majikanmu, apa kau tidak takut aku akan mengadukanmu pada tuan Smith? Kau bisa kehilangan pekerjaanmu.” Celetuk Kasih bernada kesal.


Dan malah menampilkan senyum manisnya melihat wajah Kasih yang semakin kesal pada dirinya. Ia merasa senang karena setelah sekian lama akhirnya hari ini tiba, ia bisa berbicara secara dekat dengan orang yang ia cintai, meski situasinya sedang tidak tepat. Kasih sama sekali tidak mengenali siapa dirinya. Orang yang sangat ia rindukan telah ada didepan matanya namun dengan wajah orang lain.


‘syukurlah aku bisa berbicara denganmu secara langsung seperti ini, Kasih. aku akan segera membebaskanmu dari tuan Smith dan kita bisa hidup bahagia bersama.’


“Hei! Kenapa kau malah melamun. Apa kau tidak ingin berangkat? Sepertinya aku terlalu baik padamu hanya karena kau pernah menolongku beberapa kali dan kau kini sudah berani kepadaku,” Omelnya kesal. Perasaannya saat ini begitu tidak tenang, ia kesal, marah dan takut. Ia takut jika apa yang akan ia lakukan ini akan ketahuan oleh Tuan Smith dan membahayakan keluarganya. Namun ia harus mengambil resiko karena ia yakin sebentar lagi ia akan terbebas dari cengkraman tuan Smith.


Kasih menatap Bayi Ed yang berada digendongannya dengan tatapan sedih. ‘maafkan Ibu, Nak. Ibu harusnya tidak meninggalkanmu, tapi Ibu tidak ingin selamanya hidup bersama dengan Ayahmu yang tidak Ibu cintai. Hiduplah dengan baik, Ibu akan mendoakanmu dari kejauhan.’


Sementara itu, dikediaman orang tua Kasih sebuah undangan datang menyuruh mereka semua bersiap untuk memberi kejutan pada Kasih di mansion.


Karina dan tuan Adam mengajak keluarga Kasih untuk pergi bersama dan akhirnya mereka berangkat ke mansion bersam-sama menggunakan mobil milik tuan Adam.


“Kakakku, sungguh luar biasa, baru kali ini dia membuat pesta ulang tahun semegah ini di mansion. Seperti bukan dirinya saja.” Ungkap tuan Adam sambil menyetir mobil yang didalamnya juga ada keluarga Kasih yang ikut serta bersama mereka.


“Benarkah? Apa yang terjadi?” tanya Karina penasaran.


“Entahlah. Mungkin Kakak sedang dimabuk cinta?” ucap Tuan Adam asal dengan nada bercanda.


Sontak candaan itu membuat semua orang dimobil tertawa senang.


“Bukankah itu adalah hal yang baik? Berarti sebentar lagi paman akan mendapat satu cucu lagi.” sahut Ayah Kasih tertawa senang.


Perjalanan menuju mansion akhirnya dipenuhi canda tawa mereka disepanjang jalan. Hingga akhirnya mobil yang dikendarai memasuki halaman mansion besar keluarga Alexander. Mereka disambut oleh banyaknya tamu yang datang.


Mereka semua sontak takjub dengan kemegahan pesta yang didesain sendiri oleh Tuan Smith. Manison yang sudah megah semakin meriah dengan seluruh hiasan yang ada.


“Woah! Kakak! Apa semua hiasan ini tidak tampak berlebihan? Kau ingin membuat pesta untuk seluruh negeri atau apa?” celetuk Tuan Adam pada sang kakak yang sedang berbicara dengan seorang rekan bisnisnya.


“Apa kau ingin kukurung dan tak kuberi makan lagi?” ucap Tuan Smith dengan nada mengintimidasi namun gayanya tetap santai sambil memainkan gelas minuman ditangannya.


Mendengar ucapan dari kakak kejamnya itu Tuan Adam seketika memucat. Ia tentu tidak ingin mengulang hari-harinya saat berada dalam masa hukuman Tuan Smith karena kecerobohannya yang membuat Kasih akhirnya harus menikahi pria dihadapannya ini. Tuan Adam bergidik ngeri lalu dengan cepat menggeleng kuat.


 


 


BERSAMBUNG ...


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2