
Semua orang tampak sedang sangat sibuk dimana hari ini adalah hari pernikahan tuan Smith
dan juga Kasih. Semua orang tampak sangat sibuk berwara wiri mengurus segala
sesuatu untuk hari pernikahan yang diadakan di mansion. Acara diadakan secara
privat hanya orang-orang tertentu saja yang diundang ke pesta pernikahan orang yang
sangat berpengaruh di negara itu. Walau begitu, pesta pernikahan tetap saja
tampak sangat mewah dan luar biasa, padahal sebelumnya Kasih sudah meminta pada
tuan Smith untuk mengadakan pesta pernikahan secara sederhana saja, ia sangat
merasa tidak nyaman dengan kemewahan berlebihan yang disuguhkan keluarga
Alexander ini.
“bukankah aku sudah mengatakan aku tidak ingin mengenakan gaun yang ini? Aku ingin gaun yang
sudah kupilih sebelumnya” ujar Kasih yang masih mengenakan kimono mandi pada
Wendy si asisten kepala pelayan
“maafkan saya nona. Tapi tuan Smith sendiri yang memerintahkan untuk mengenakan gaun yang
ini. Kami tidak berani membantah tuan Smith, nona” ujar Wendy menjelaskan
“tapi aku tidak menyukai gaun ini” kata Kasih kesal “ aku ingin gaun yang sudah kupilih, aku
tidak ingin yang lain” putus Kasih akhirnya
Wendy lalu menghubungi John dan menjelaskan masalah itu dan tentunya hal itu terdengar
langsung oleh tuan Smith yang juga berada disitu dengan John.
***
“apa anak itu tidak ingin mengenakan gaun yang kupilihkan untuknya?” tanya tuan Smith pada
John yang baru saja mengakhiri pembicaraannya dengan Wendy.
“iya tuan” timpal John membenarkan
Tuan Smith menghembuskan nafas kesal “dasar gadis bodoh kekanak-kanakan, inilah konsekuensi menikahi gadis kecil. Sungguh merepotkan” Gumam Smith pada dirinya sendiri
“katakan pada Ibu mertuaku untuk membujuknya memakai semua yang telah aku aturkan untuknya. Pastikan ia patuh, mengerti? “ perintah tuan Smith pada John
“baik, tuan” John lalu pergi keluar ruangan untuk melaksanakan perintah dari tuan Smith
***
Di kamar Kasih yang sedang dirias menggerutu kesal karena tuan Smith secara tiba-tiba dan tanpa sepengetahuannya mengubah seluruh konsep pernikahan. Tadinya konsep yang mereka sepakatiadalah konsep
sederhana seperti permintaan dari Kasih. Namun, saat hari pernikahan akan digelar semuanya tidak tampak seperti yang telah disepakati mulai dari tidak boleh mengundang para media yang akan meliput pernikahan dan pesta yang diadakan sangat mewah.
Kasih juga mengeluhkan soal gaun pengantin yang tampak terlalu berlebihan bagi dirinya.
“apa-apaan gaun itu. Aku tidak akan mengenakan gaun itu” gerutu Kasih menampilkan wajah kesal sembari melipat kedua tangan di depan dada. Gaun itu adalah gaun yang telah dipesan khusus oleh tuan Smith sendiri untuknya. Gaun putih yang penuh dengan berlian putih yang memenuhi bordiran gaun itu. ‘terlalu berlebihan!’ begitu pikir Kasih
Para perias dan pelayan yang melayaninya
tidak bisa berbuat apa-apa karena takut akan terkena masalah jika menentang
calon Nyonya Alexander itu. Mereka hanya bisa saling berpandangan satu sama lain tanpa tau harus berbuat apa.
“Kasih apa yang kau lakukan, Nak? Ibu dengar kau tidak ingin memakai gaun pengantinmu, apa yang terjadi, Nak?“ tanya Ibu Kasihyang secara mendadak memasuki kamar Kasih dan langsung mengomelinya.
‘dasar tukang mengadu! pria tua yang tukang mengadu. Awas saja nanti aku akan membalasnya!’
“Kasih!”
“Ah? Baiklah akan segera kupakai” Kata
Kasih akhirnya
“sudah ibu katakan padamu untuk tidak bersikap menyebalkan, kau tidak boleh menyusahkan suamimu sayang” omel Ibu tidak berhenti
“ baik. Aku akan menurut lain kali ”Kata Kasih malas
“Aih! Anak ini masih bertingkah kekanakan padahal sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu” Gumam Ibu menatap Kasih yang sedang memakai gaun pengantinnya akhirnya. Walaupun dengan berat hati Kasih
terpaksa menurut karena tidak ingin mengecewakan Ibunya. Tampaknya tuan Smith sudah mulai pandai menggunakan kelemahan Kasih dengan baik.
***
Para tamu undangan tampak sudah hadir semua. Jumlah mereka tidak banyak, hanya berkisar pulahan orang dan ada pula sejumlah awak media yang sedang sibuk mengambil gambar.
Pesta pernikahan yang sangat mewah walau hanya dengan undangan yang terbatas dan diadakan di mansion. Mansion besar milik keluarga Alexander tentu akan membuat orang-orang akan berdecak kagum dan
banyak diantara mereka penasaran dengan sosok calon Nyonya pemilik mansion megah ini nantinya.
Tuan Smith yang terkenal sangat acuh dan tidak pernah tersiar kabar jika ia pernah mengencani seorang wanita tentu saja semakin membuat semua orang sangat penasaran dibuatnya. Terlebih, diketahui
kini calon istri dari tuan Smith itu kini tengah mengandung penerus keluarga Alexander.
Suasana sangat apik sebelum sebuah suara gaduh terdengar yang akhirnya membuat para tamu yang hadir kebingungan. Orang-orang berseragam hitam tiba-tiba menerobos masuk ke tengah pesta. Lalu disusul Rey
__ADS_1
yang kemudian melangkah masuk dikelilingi pria berbaju hitam tersebut yang ternyata adalah para pengawal pribadinya.
“aku perlu bertemu dengan Kasih” Kata Rey dengan suara lantang.
Orang-orang yang berada disitu tampak kebingungan dan bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi. Lalu John datang menghampiri Rey.
“tuan Rey anda tidak boleh berada disini dan membuat keributan” ucap John tenangmenghadang Rey
“aku ingin bertemu Kasih. Dimana dia!” tanya Rey setengah berteriak menahan amarahnya
“anda tidak bisa menemui Nona Kasih saat ini. Anda harus keluar dari sini, tuan”
“tidak”tolak Rey tegas ”aku ingin bertemu Kasih. Dimana dia?! ” tanya Rey sekali lagi mendesak John agar mau
memberitahunya dimana keberadaan Kasih.
***
Kasih baru saja selesai mengenakan gaun pengantinnya dan bersiap untuk turun kelantai bawah namun, tiba-tiba ia tercengang dengan suara gaduh yang berasal dari lantai bawah.
“suara berisik apa itu?” tanya Kasih heran. Lalu ia memutuskan untuk turun ke bawah hendak memeriksanya.
Berjalan perlahan Kasih menuruni tangga yang mengarah kelantai bawah. Ia merasa heran dengan keadaan para tamu yang tampak sedang kebingungan.
“ada apa ini? “ tanya Kasih pada salah satu pelayan yang sedang berada disitu
“ada seorang pemuda yang sedang mencari anda, Nona” Kata pelayan itu padanya
Kasih tampak terkejut dan membelalakkan kedua matanya
‘Rey’
Setengah berlari Kasih tampak tergesa-gesamenuju ruang tengah untuk memastikan dugaannya.
‘tidak! Jangan lakukan itu Rey. Aku mohon kau tidak boleh datang kesini’ harap Kasih dalam hatinya.
Akan tetapi kenyataan berkata lain, Kasih sangat terkejut melihat Rey yang sedang berdiri diantara para pria berseragam hitam.
“Re..Rey..?” Kata Kasih tergagap
Pandangan seluruh mata seketika tertuju padanya
“Kasih! Itu kau? “ tanya Rey ketika mendengar suara Kasih yang menyebut namanya. Segera ia berjalan serta mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kasih diantara kerumunan orang.
“Rey? Apa yang kau lakukan disini? Pulanglah, kumohon ”
“tidak. Aku tidak akan pergi tanpamu” Kata Rey sembari menarik tangan Kasih
Kasih menarik tangannya kembali dan
harus pergi dari sini, Rey”
“kau tidak boleh menikahi pria itu, Kasih. Pria itu tidak pantas memilikimu. Pergilah bersamaku, kumohon. Aku akan
melindungimu” Ucap Rey tulus sambil mengamit kedua tangan Kasih
Kasih terlihat sangat sedih airmatanya mulai menetes “aku mohon jangan membuat hal ini jadi sulit, Rey. Pergilah dari sini segera! Aku mohon padamu!”
Kasih menarik tangan Rey untuk pergi dari sana namun Rey tak bergeming
“Rey!” Ujar Kasih dengan tatapan memohon “aku mohon padamu”
“Manis sekali. Tuan muda keluarga Wijaya apa kekurangan wanita sampai harus menggoda calon istriku?” seru tuan Smith yang tiba-tiba sudah berada disitu
Kasih tampak semakin cemas dengan situasi yang semakin memanas ini.
“Rey, kumohon pergilah sekarang juga!”
“ikutlah denganku, kita pergi dari sini!” ajak Rey sambil menarik tangan Kasih hendak pergi. Namun seketika itu juga para pengawal dan penjaga tuan Smith dalam jumlah yang sangat banyak datang menghadang mereka.
“Kau cukup berani mengganggu acaraku dan berniat membawa pergi pengantinku.
Aku sangat terkesan dangan keberanianmu itu, kau tau” Kata tuan Smith tenang sembari berjalan menuju kearah Rey dan Kasih.
“lepaskan, Kasih! Kau tidak pantas memilikinya” ucap Rey tegasmenatap tuan Smith nyalang
“tidak pantas?” ulang tuan Smith “lalu yang pantas untuknya... apakah kau?” tukasnya
sembari mengarahkan telunjuknya tepat di depan wajah Rey
Tuan Smith menyeringai dan mendekatkan wajahnya pada telinga Rey
“bocah, asal kau tau, Kasih telah mengandung anakku” bisik tuan Smith kepada Rey yang lalu melirik kearah perut Kasih yang emmang tampak membuncit
Mendengar itu amarah seketika menguasai Rey dan langsung melayangkan sebuah pukulan kearah
tuan Smith yang langsung menangkisnya dengan mudah.
“brengsek kau! Kau bukan manusia, kau memperkosanya hingga ia hamil. Kasih tidak mencintaimu” amuk Rey
Para pengawal tuan Smith bermaksud membantu namun dilarang oleh tuan Smtih.
“heh! Aku tidak membutuhkan cintanya, aku hanya membutuhkan bayi dikandungannya” bisik tuan
Smith menyeringai
“perglilah...kumohon”
__ADS_1
kata Kasih dengan suara lemah riasan yang ia kenakan tampak mulai luntur karena
terus menangis
Secara tiba-tiba Ayah Rey datang dan langsung menarik Rey untuk pergi.
“apa yang sedang kau lakukan, Rey?!” tanya Ayah Rey “apa kau tidak tau siapa yang sedang kau
singgung?”
Rey tidak menjawab perkataan dari sang Ayah dan hanya mengepalkan kedua tangannya hingga
buku-buku jarinya terlihat dan terus mentap tuan Smith penuh amarah.
“maafkan atas kelancangan putra saya tuan, saya akan mendisiplinkannya setelah ini” ucap Ayah
Rey membungkuk hormat
“pastikan putramu tidak memasuki kediamanku lain kali” kata tuan Smith bernada dingin
“baik tuan” kata Ayah Rey patuh kemudian menyeret Rey pergi.
Rey menatap Kasih yang menatapnya dengan linangan airmata. Tidak tahan melihat kepergian Rey,
Kasih memutuskan berbalik menyembunyikan airmatanya yang semakin mengalir deras membasahi kedua pipinya.
Tuan Smith hanya mendengus melihat pemandangan dua kekasih dihadapannya itu lalu memasukkan
kedua tangannya kedalam saku celanannya ‘aku merasa seperti merebut permen dari
anak kecil. Huh! Kau ingin merebut kepunyaanku? Kau terlalu memandang tinggi dirimu’
Pada akhirnya Rey pergi dari sana dan pesta pernikhan berlangsung dengan lancar. Tuan Smith dan
Kasih kini telah resmi menikah. Masih berbalut gaun pengatin Kasih duduk
diujung tempat tidur sembari menangis mengingat Rey dan semua perjuangannya
untuk dapat terus memandangnya dari kejauhan.
“Rey.. aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu” ucap Kasih sepenuh hatinya sambil menangis
keras sampai udara dirongga dadanya terasa menipis.
“aku mencintaimu dengan seluruh hatiku Rey.... aku mencintaimu... Oh! Ya Tuhan kenapa harus seperti
ini?! tidak pantaskan aku berbahagia? Aku ingin berbahagia dengan pangeran impianku. Aku ingin bersamamu Rey.” ucap Kasih disela isak tangisnya. Dipandanginya jemarinya yang telah tersemat sebuah cincin pernikahan yang baru saja mengikatnya dengan seorang pria yang adalah Ayah biologis dari bayi yang tengah dikandungnya.
Flashback On
“ada apa, Kasih? Apakah kau
tidak ingin
menikah denganku? “tanya Reysedih
“tentu saja tidak. Aku pasti sangat bahagia jika bisa menikah denganmu, Rey. Hanya saja, itu tidak mungkin terjadi. Anak yang kukandung bukan tidak memiliki Ayah yang tidak mau bertanggung jawab...”
Kasih meneteskan airmatanya menahan perasaan sedih dihatinya “besok aku akan menikah” sambung Kasih dengan suara pelan
“menikah?”
Kasih mengangguk membenarkan “aku akan menikah dengan tuan Smith Alexander”
“kau... “ Rey menatap Kasih yang terisak “apa kau mencintainya?” tanyanya kemudian
Airmata Kasih semakin mengalir deras, ia lalu menceritakan apa yang terjadi pada dirinya malam itu pada Rey. Malam dimana ia harus kehilangan mahkota berhaganya yang direnggut paksa oleh tuan Smith.
Rey tampak sangat terkejut seketika amarah menguasai dirinya. Ingin sekali ia menghajar tuan
Smith saat itu ini juga.
“itulah yang terjadi. Aku tidak bisa menerima perasaanmu meski aku juga sangat ingin
bersamamu,Rey. Lagipula, aku tidak pantas untuk kau cintai. Aku bukan seorang gadis lagi”
Sekali lagi Rey terkejut dengan kenyataan yang pahit ini. Gadis yang ia cintai selama bertahun-tahun akan
segera menjadi milik pria lain.
Dengan perasaan marah dan kecewa Rey bangkit dan berteriak
“brengsek!” umpat Rey marah “aku akan membunuhnya”
“tidak” cegah Kasih menggeleng cepat “jangan lakukan apapun, Rey. tuan Smith bukan orang
sembarangan. Dia pria yang berkuasa dan kejam” Kasih memegang tangan Rey lembut menenangkan amarahnya.
“maafkan aku karena baru mengatakan perasaanku sekarang, Kasih” kata Rey dengan nada lemah.
Kasih tampak menggenggam erat jaket yang membalut tubuhnya
“ya tidak apa-apa Rey. Mungkin ini adalah takdirku”
Flashback Off
BERSAMBUNG...
__ADS_1