Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 62 Raja Iblis Jahat


__ADS_3

Kasih berlari tak tentu arah ia terus berlari seakan ingin menjauh dari kenyataan masa lalu yang menyakitkan baginya. Ia tidak ingin orang-orang yang berada disekitarnya saat ini mengetahui mengenai dirinya yang dulu yang sering sekali dibully bahkan ia juga menerima tindakan pelecehan dari teman sekolahnya. Baginya semua itu sangat menyakitkan dan ia sama sekali tidak ingin mengingat kembali. Jika bisa Kasih ingin sekali mengubur semua kenangan masa lalunya itu selamanya.


Sayangnya, hari ini ia tidak sengaja melihat salah seorang pelaku tindak pelecehan seksual atas dirinya dan hal itu sontak membuat dirinya seketika hilang kendali. Ia merasa sangat trauma ketakutan yang teramat sangat menguasai dirinya.


Terengah-engah Dan terus saja berlari sembari mengedarkan pandangannya mencari kemana perginya Kasih. ia merasa sangat bingung dan khawatir pada Kasih.


“Kemana kau, Kasih?” gumam Dan bertanya entah pada siapa sembari melihat sekelilingnya.


Sementara Kasih yang terus berlari tanpa arah sambil menangis ketakutan sudah berlari keluar Mall dan sampai di jalan. Karena begitu ketakutan ia tidak menyadari sebuah mobil sedang melaju kearahnya dan dengan cepat akan menabrak dirinya. Akan tetapi, beruntung sebelum hal itu terjadi sesosok pria berlari dan menariknya dengan cepat sehingga ia bisa selamat dari kecelakaan yang hampir menimpanya.


“Cari mati ya?!” teriak pengemudi mobil itu marah lalu melanjutkan kembali mengemudikan mobilnya meninggalkan Dan yang tengah memeluk Kasih yang ketakutan. Tubuhnya gemetaran sambil menangis histeris.


“Tenanglah, Kasih aku ada bersamamu,” kata Dan mencoba menenangkan Kasih yang terus saja menangis tanpa henti. Ia sangat sedih melihat Kasih yang saat ini terlihat sangat menyedihkan. ‘Entah apa yang telah terjadi padamu, Kasih. Maafkan aku yang tidak mampu melindungimu dengan baik.’ Dan mengeratkan pelukannya pada Kasih berharap gadis itu bisa sedikit merasa tenang. Karina yang baru saja sampai di tempat itu melihat hal itu. ia merasa curiga pada Dan namun ia hanya menyimpannya dalam hatinya.


“Apa yang terjadi, Dan?” tanya Karina pada Dan. “Cepat bawa Kasih kembali ke mansion.”


Dan kemudian menggendong Kasih lalu membawanya ke mobil diikuti oleh Karina yang berjalan mengikutinya dari belakang.


 


 


***


 


 


Sebuah majalah yang memuat berita Kasih yang telah resmi menjadi Nyonya Alexander tergeletak begitu saja disebuah meja tamu di rumah Brandon. Pemuda itu telah mengetahui bahwa Kasih kini adalah istri dari pria terkaya dan paling berkuasa di negaranya.


“Gadis itu terlalu beruntung dan keberuntungannya juga akan membuatku mendapat keuntungan yang besar,” ucapnya tersenyum licik.


Wendy serta para pelayan yang lain sangat terkejut mendapat kabar Nyonya mereka hampir saja mengalami sebuah kecelakaan. Entah apa yang harus mereka jelaskan pada tuan Smith jika hal itu sampai terjadi. Mereka semua merasa sangat bersyukur Nyonyanya tidak terjadi apa-apa dan pulang dengan keadaan selamat.


“Dan, bisa kau jelaskan padaku sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nyonya muda bisa hampir tertabrak?” tanya Wendy tegas pada Dan selaku pengawal pribadi sang Nyonya. Perasaan cemas tergambar jelas pada wajah wanita yang jago bela diri ini.


“Itu .... “


“Nona Wendy, jangan menyalahkan Dan. Aku bisa menjelaskannya. Saat itu, kami sedang berbelanja dan saat akan pulang tiba-tiba Kasih berlari ketakutan. Kami juga tidak tau apa yang membuatnya begitu ketakutan. Itu juga Dan lah yang telah menyelamatkan Kasih dari tabrakan,” tutur Karina menjelaskan pada Wendy.

__ADS_1


“Aku harus mengabari tuan Smith segera mengenai hal ini. Aku takut tuan Smith akan marah besar,” ucapnya gusar sembari menatap Kasih yang sedang terbaring tidur di atas tempat tidurnya.


“Anda tenang saja Nona Wendy. Aku akan membantu menjelaskan pada tuan Smith mengenai hal ini.” Karina berusaha menenangkan Wendy yang terlihat sangat cemas.


Wendy menatap serius pada Karina. “Kau tidak tau seperti apa Tuan Smith jika ia sudah marah, Nona muda.”


 


 


***


 


 


Tuan Smith sedang berada di ruang kerjanya lalu secara tiba-tiba John datang dan mengabari kejadian Kasih yang hampir tertabrak. Setelah mendengar kabar itu, Tuan Smith bergegas pulang dan mengundurkan semua jadwalnya hari itu. Raut mukanya jelas sangat marah John menyadari hal itu dan berharap Tuannya itu tidak akan melakukan sesuatu yang mengerikan.


Akan tetapi harapan John itu hanyalah menjadi harapan belaka karena kini Tuan Smith telah memerintahkan untuk memberikan hukuman cambuk pada Dan yang adalah pengawal pribadi Kasih. Tuan Smith adalah seorang yang terkenal kejam dan berhati dingin. Tentu saja ia tidak akan mengindahkan perkataan Karina yang berusaha menjelaskan peristiwa sebenarnya padanya.


“Jika kau masih terus membuang waktuku untuk mendengarkan omong kosongmu ini, maka aku akan membuatmu menerima hukuman cambuk seperti bocah itu,” kata Tuan Smith dengan nada dingin.


Ternyata ia pergi menemui Kasih dan membangunkannya.


“Kasih! Bangunlah! Kau harus menolong Dan. Kumohon bangunlah!” Ucapnya sembari mengguncang tubuh Kasih berusaha membangunkan sahabatnya dari tidurnya setelah mendapat obat dari dokter.


“Kasih!” panggil Karina lagi.


Secara perlahan kedua mata Kasih yang masih berat dengan rasa kantuk luar biasa dari obat yang diberikan oleh dokter padanya perlahan mulai terbuka. Samar-samar ia melihat Karina yang menatapnya dengan raut wajah khawatir.


“Rin?! Apa yang terjadi?” tanya Kasih bingung.


“Kasih! kau harus cepat. Dan dalam bahaya,” ucap Karina panik.


 


 


***

__ADS_1


 


 


Tubuh Dan kian lemah karena menerima banyaknya cambukan yang diberikan padanya. Jika saja kedua tangannya tidak sedang terikat pastilah kini ia telah jatuh terkulai tak berdaya. Tubuh bagian atasnya telah berlumuran oleh darahnya sendiri, bajunya sobek oleh kerasnya cambukan yang mengenai tubuhnya. Dengan nafas terengah-engah ia berusaha bertahan menerima cambukan demi cambukan yang terus saja menghantam kulitnya. Semua orang menatap ngeri dengan hukuman yang diberikan oleh tuan Smith tersebut. Memang seorang tuan Smith tidak pernah memandang bulu dalam memberikan sebuah hukuman. Siapapun pasti akan dihukumnya jika berani melakukan kesalahan atau melanggar aturannya. Maka dari itu, semua pelayan dan pengawal yang bekerja padanya sangat takut jika mendapat hukuman dari tuannya itu.


“Hentikan!” seru sebuah suara yang kemudian menghentikan cambukan selanjutnya yang akan diterima oleh Dan. Samar-samar Dan dapat melihat sebuah sosok yang amat ia rindukan datang menghampiri dirinya dengan tatapan khawatirnya. Dan tersenyum tipis setelah sesaat kemudian ia pingsan tak sadarkan diri.


“Apa yang kalian lakukan?! Kalian sungguh kejam!” ujar Kasih sembari menatap para pengawal yang sedang menghukum Dan dengan marah.


Ia sangat marah dan merasa sangat sedih melihat keadaan Dan yang begitu mengenaskan. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka cambukan dengan darah yang mengalir dimana-mana. Sontak airmata Kasih mengalir deras tangannya mengusap lembut wajah Dan yang kini sudah tidak sadarkan diri.


“Apa yang kalian tunggu?! Cepat lepaskan dia!” perintah Kasih tegas.


Para pengawal itu saling beratatapan seakan meminta pendapat satu sama lain. mereka tidak tau harus menuruti perkataan siapa. Yang satu adalah tuannya dan yang satu lagi adalah nyonyanya.


“Kalian ingin kupecat?! Kalian lupa siapa aku? Aku adalah ....” Ucapan Kasih terjeda karena ia sedikit enggan untuk menyebut statusnya sebagai Nyonya rumah ini. ‘Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengatakan aku adalah Nyonya Alexander pada mereka? Itu seakan aku sangat bangga menjadi istri pria gila itu. Tapi ....’


“Aku Nyonya rumah ini yang sedang memberi perintah pada kalian dan kalian tidak mau menuruti perkataanku?!” ucap Kasih menahan amarah.


“Lepaskan!” satu kata dari Tuan Smith yang sekarang tiba-tiba muncul dibelakang Kasih seakan seperti sebuah sihir yang membuat seluruh pengawal itu menurutinya dan segera bergegas melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan Dan.


Kasih menoleh menatap marah pada Tuan Smith yang sedang menatapnya balik dengan tatapan datar.


“Kau! Apa kau tidak punya hati nurani?! Kau menghukum orang dengan sangat kejam apa kau masih seorang manusia?!” cecar Kasih meluapkan emosinya yang menggebu-gebu. Ia tidak habis pikir mengapa ada orang yang sangat kejam seperti Tuan Smith ini.


“jika kau tidak ingin orang disekitarmu mengalami hal buruk, maka kau harus menjaga dirimu dengan baik. Ingat apa statusmu. Kau adalah istriku. Milikku. Mereka semua kubayar untuk menjaga kepunyaanku. jika mereka tidak dapat melakukan tugas mereka dengan baik, maka mereka harus menerima konsekuensinya,” ucap Tuan Smith berbisik ke telinga Kasih.


Kasih tercengang sebercak aliran bening mengalir membasahi pipinya. ‘Pria gila ini sungguh bukan seorang manusia. Ia adalah raja iblis. Iblis yang sangat jahat.’


Tuan Smith berjalan dengan tenang meninggalkan Kasih yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


 


 


BERSAMBUNG...


 

__ADS_1


 


__ADS_2