Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 80 Persiapan Pertunangan


__ADS_3

“Aduh! ya ampun, apa yang harus aku lakukan Kasih begitu bersikeras untuk menikahi Rey aku juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya padanya tapi ia masih istri seorang Tuan Smith,” Karina bergumam dengan gelisah di dalam kamarnya. Pandangannya kemudian beralih pada sebuah kotak dimana ia meletakkan kalung simbol seorang Nyonya Alexander. Sekilas Ia pun mengingat wajah dari bayi Ed. “Haruskah semua ini terjadi Kasih, apa yang akan dikatakan oleh anakmu nanti ketika ia tahu kau telah menikah lagi dengan pria lain sedangkan ayahnya masih menantikan dirimu.”


Tok! Tok! Tok!


“Karina Ayo berangkat!” Suara dari Kasih terdengar memanggil. Ia pun segera berdiri mengambil tas selempangnya lalu pergi menyusul Kasih meninggalkan kotak itu tergeletak begitu saja diatas tempat tidurnya.


“Apa yang membuatmu begitu lama? Bukankah yang akan bertunangan itu aku, dasar kau ini.” celoteh kasih pada Karina.


“Ck! Berhentilah mengomel atau aku akan berubah pikiran.” Karena berjalan meninggalkan Kasih yang mengerucutkan bibirnya.


“Ada apa dengannya? sensitif sekali apa dia sedang datang bulan?” ucap Karina menatap punggung Kasih dari arah belakang.


 


 


***


 


 


Mata kasih berbinar kesenangan menatap begitu banyak cincin yang berkilauan di hadapannya. Lengkungan Senyum manisnya terus tergambar di wajah cantik itu matanya masih saja mengamati satu-persatu cincin yang akan menjadi cincin pertunangannya dengan Rey.


“Oh! Semua cincin ini tampak sangat cantik aku jadi tidak tahu harus memilih yang mana.”


Rey berjalan mendekati kasih mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh gadis itu yang sedang menekuk sedikit  memperhatikan dengan jelas semua cincin yang terpajang. “Apakah kamu membutuhkan bantuan tuan putri?” tanya Rey ketika wajahnya sudah begitu dekat dengan wajah Kasih.


“Apa yang kau katakan Rey semua orang mendengarnya kau membuatku sangat malu,” kata Kasih malu-malu rona merah sudah menghiasi kedua pipinya membuat Rey tersenyum gemas.


“Biarkan saja mereka mendengarnya bukankah sebentar lagi kita akan menikah dan menjadi sepasang suami istri yang paling berbahagia.”


“Amin,” ucap kasih tersenyum lembut. Karina yang sejak tadi hanya memperhatikan keduanya mendesah pasrah.


“Apakah anda sudah menentukan pilihan anda nona?” tanya seorang pelayan toko menghampiri keduanya.


“Tolong perlihatkan yang ini,” ucap Kasih menunjuk salah satu cincin di dalam etalase yang lalu kemudian pelayan toko itu mengeluarkannya memperlihatkan pada kasih.


“Bagaimana dengan yang ini Rey apakah ini cantik?”


Rey menekuk wajahnya memasang pose wajah sedang berpikir. “Cincin ini tidak cantik sama sekali,” ucapnya membuat Kasih merengut sedih. “Tapi yang cantik adalah tuan putriku yang akan mengenakan cincin ini,” tambah Rey menggoda Kasih membuat gadis itu benar-benar salah tingkah.


“Kau!” tangan kasih memukul pelan bahu Rey. Kini, Rona merah telah memenuhi seluruh wajahnya bahkan hingga sampai kedua telinganya. Kedua pasang kekasih itu akhirnya tersenyum bahagia lalu memutuskan untuk membeli cincin yang dipilih oleh Kasih.

__ADS_1


Selesai dengan memilih cincin pertunangan ketiganya melanjutkan perjalanan menuju sebuah butik yang masih berada dalam satu Mall dengan tempat mereka membeli cincin.


Kasih membuka tirai lalu melangkah keluar dengan Rey dan Karina yang telah menunggu untuk melihat dirinya yang sedang mencoba gaun. Langkah pelan Kasih yang telah mengenakan gaun panjang berwarna putih sederhana dengan bagian dada dan punggung belakang Kasih yang terbuka menampilkan kulit mulus yang indah.


Rey terperangah menatap takjub pada sosok Kasih yang sangat cantik berdiri di hadapannya bak seorang Dewi. Tanpa sadar ia berdiri dari posisi duduknya menatap calon tunangannya itu tanpa berkedip.


“Bagaimana menurutmu, Rey?” Tanya kasih meminta pendapat.


“Cantik.” satu kata itu lolos dari mulutnya begitu saja matanya masih menatap lurus kearah Kasih.


“Kau hanya mengatakan satu kata itu aku jadi ragu apakah aku sungguh menarik di matamu.”


“Kasihku adalah gadis tercantik di mataku, meskipun seribu gadis cantik berdiri di hadapanku tidak akan ada yang bisa mengalahkan kecantikannya selamanya dialah yang tercantik di dalam hatiku,” tutur Rey menggenggam erat tangan Kasih. Gadis itu kini sudah tersenyum malu-malu merasakan ribuan kupu-kupu sedang berterbangan di dalam perutnya membuatnya seolah terbang menari-nari diatas awan.


 


 


***


 


 


“Ini adalah hari yang sangat melelahkan, kalian beristirahat saja dulu aku akan pergi memesan makanan. Apa yang ingin kalian makan?”


“Aku ingin makanan manis dan sesendok es krim sepertinya akan sangat menyegarkan tenggorokan yang kering ini.”


“Sedangkan kau Rey, kau ingin makan apa?” tanya Karina pada Rey.


“Tolong pesankan aku burger dan soda, terima kasih.”


“Baiklah aku akan pergi memesan dulu kalian tunggu lah di sini.” Karina pergi meninggalkan kasih dan Rey berjalan memesan makanan.


“ Aku ingin ke toilet sebentar.”


“Apa kau ingin kutemani?”


Kasih menggeleng seraya bangkit berdiri. “Tak apa, aku sendiri saja,” tolak kasih sembari tersenyum lembut pada Rey.


Kasih membasuh tangannya pada air yang mengalir dari wastafel lalu menatap wajahnya pada pantulan cermin yang ada dihadapannya.


“Aku sangat berbahagia tidak lama lagi aku dan Rey akan bersama selamanya,” gumamnya bahagia.

__ADS_1


Saat sudah selesai keluar dari toilet wanita, Kasih berjalan dengan tatapan matanya yang hanya tertuju pada Rey yang sedang duduk menunggunya lalu secepat kilat tanpa ia sadari seseorang berjalan dari belakangnya dan membekap mulutnya. Segenap tenaga Kasih berusaha memberontak pandangannya masih tertuju pada Rey yang sedang menunggunya tanpa tahu apa yang sedang terjadi pada Kasih saat ini. Gadis itu sedang berusaha berteriak tangannya terulur berusaha menggapai bayangan Rey dari kejauhan air matanya lolos seketika lalu kemudian matanya terpejam tak sadarkan diri yang lalu tubuhnya segera dibawa pergi oleh dua orang pria berjas hitam seiring dengan pandangan Rey yang sedang menatap kearah mereka akan tetapi ia tidak sempat melihat sosok Kasih yang telah ditutupi dengan kain berwarna hitam.


“Kemana Kasih?” gumam Rey bertanya entah pada siapa saat merasa Kasih sudah pergi ke toilet beberapa saat lamanya. Hingga pada saat Karina kembali kemeja dengan beberapa plakat tanda pesanan di tangannya menghampiri Rey dengan pandangan heran. “Loh, Kasih ke mana Rey?”


“Ke toilet. Tapi sejak tadi dia belum juga kembali apa sebaiknya kau susul saja dia,” ucap Rey pada Karina.


Tanpa aba-aba Karina langsung meletakkan semua bawaannya lalu dengan setengah berlari menghampiri toilet wanita yang berada tak begitu jauh dari meja mereka. Karina mencari di setiap bilik toilet wanita itu sembari memanggil nama Kasih berulang kali. Akan tetapi, tak ada jawaban ia juga tidak menemukan sosok Kasih di sana. Di tengah kebingungannya Karina meraih ponsel dari sakunya mencoba untuk menghubungi nomor Kasih.


“Kemana gadis ini apa yang telah dilakukannya kenapa ponselnya tidak aktif?” Karina menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku berjalan dengan cepat menghampiri Rey yang masih menunggu di meja food court.


“Gawat!”


“Ada apa denganmu, Karina? Kemana Kasih Kenapa dia tidak bersamamu bukankah kau pergi untuk menyusulnya?” tanya Rey sembari melihat ke belakang Karina mencari keberadaan sosok Kasih namun tak menemukannya.


“Ka, Kasih menghilang, Rey! Aku mencarinya di setiap bilik toilet wanita tapi tidak menemukan dirinya. Entah Kemana perginya gadis itu membuatku sangat khawatir.”


Rey segera bangkit berdiri berlari menuju ke arah toilet mencari keberadaan Kasih, pandangan heran dari beberpa wanta yang sedang berada di toilet wanita itu tidak lagi diindahkan oleh pemuda yang sedang sangat kalut mencari sang calon tunangan. Karina mengekorinya dari arah belakang. Benar saja mereka berdua tidak menemukan sosok Kasih maupun tanda-tanda keberadaan Kasih di dalam toilet itu.


“Kasih, kemana kau pergi?” Rey mengusap kuat rambutnya ke belakang dirinya begitu frustasi mencari keberadaan calon tunangannya itu. Perasaan bingung takut dan juga cemas bercampur aduk menjadi satu.


 


 


BERSAMBUNG...


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2