Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 63 Cemburu


__ADS_3

Airmata kasih terus mengalir menangisi Dan yang sedang diobati oleh dokter pribadi keluarga Alexander. Dokter Leo dibantu dengan seorang perawatnya dengan cekatan mengobati luka-luka ditubuh Dan atas permintaan Kasih.


“Anda tidak perlu cemas lagi, Nyonya. Saya sudah mengobati seluruh luka pemuda ini. Ia akan baik-baik saja,” ucap Dokter Leo memberi penjelasan pada Kasih.


Kasih menghela nafas lega. “Syukurlah.”


“Baiklah, Nyonya. Tugas saya disini sudah selesai. Jika anda butuh bantuan saya lagi, anda tau akan menemukan saya dimana.”


“Terima Kasih, Dokter Leo,” ucap Kasih tersenyum.


“Anda tidak perlu sungkan. Saya permisi, Nyonya.”


“Baik. Hati-hati Dokter.”


Wendy lalu mempersilahkan Dokter Leo mengikutinya untuk mengantar sang Dokter sampai ke pintu utama.


“Maafkan aku, Dan. Semua ini karena diriku. Aku telah membuatmu menanggung kesalahan yang tidak kau lakukan,” ucap Kasih sedih dengan bola matanya yang berkaca-kaca memandang semua luka yang ada ditubuh pengawalnya yang malang.


‘Kasih, kau sungguh gadis yang berhati lembut. Aku bahagia melihatmu sedekat ini. Meski harus terluka parah sekalipun aku sungguh akan tetap bersyukur.’ Dan tersenyum bahagia melihat Kasih, Gadis yang sangat dicintainya itu sangat mengkhawatirkan dirinya.


“Mana yang sakit? Apakah kau sudah merasa lebih baik? Kau harus mengatakan padaku jika kau butuh sesuatu. Aku akan mengurusmu dengan baik hingga kau sembuh.”


“Aku adalah pengawal pribadi anda, Nyonya. Semua ini merupakan tugasku untuk melindungi anda. Dan lagi, mana ada seorang majikan yang harus merawat anak buahnya,” ucap Dan sambil terkekeh lucu melihat gadis itu kini merasa sangat bersalah.


“Ada.” Ucap Kasih dengan tatapan polosnya. “Itu adalah aku. Aku adalah seorang majikan yang baik. Aku tidak akan membuat bawahanku menderita. Terlebih kau sudah berulang kali menolongku. Jika kau tidak ada, mungkin aku sekarang hanya akan tinggal nama saja.”


‘Aku akan selalu melindungi dan menjagamu, Kasih. Apapun akan kulakukan asalkan bisa membuatmu aman bahagia.’


“Sekarang buka mulutmu dan aku akan memberikan pelayanan yang bagus untuk pasienku yang sedang sakit ini,” ucap Kasih mengambil mangkuk bubur lalu akan menyuapi Dan.


“Nyonya ....” Belum sempat Dan mengatakan penolakannya ia sudah terlebih dulu mendapatkan pelototan Kasih yang seketika membuatnya pasrah mengikuti saja keinginan gadis itu. Membuka mulutnya untuk menerima suapan bubur dari Kasih.


Yang Kasih dan Dan tidak ketahui adalah sejak tadi Karina sudah berdiri diambang pintu memperhatikan segala tindak tanduk keduanya. Dan hal itu membuat Karina semakin menaruh curiga pada pemuda bernama Dan yang terlihat begitu mudahnya mengambil hati Kasih.


“Kau terlihat sangat kurus kau harus ingat untuk makan yang banyak, Dan. Aku tidak ingin memiliki seorang pengawal yang bertubuh kurus,” ucap Kasih berkata seolah ia sedang serius.


“Baiklah, Nyonya. Saya akan melakukan apa yang anda perintahkan.”


“Beristirahatlah. Aku akan pergi, cepat sembuh.” ucap Kasih meninggalkan Dan dengan membawa mangkuk bubur yang sudah kosong.


Melihat Kasih yang akan keluar dari ruangan kamar milik Dan, Karina yang sedang mengawasi keduanya sontak segera bersembunyi dari Kasih. Setelah dilihatnya Kasih telah pergi, Karina segera masuk ke ruangan kamar Dan dan bertanya, “Siapa kau sebenarnya, Dan? Apa motifmu mendekati Kasih. aku peringatkan padamu bahwa jangan coba-coba menggoda sahabatku. Kau lihat sendiri suaminya adalah tuan Smith yang sangat berkuasa kau harus berhati-hati untuk memilih menggoda seseorang jika masih menginginkan nyawamu,” tutur Karina mengancam dengan nada serius.


“Nona Karina anda mungkin telah salah paham disini. Aku tidak ada maksud untuk melakukan hal yang anda tuduhkan padaku,” ucap Dan tenang.


“Tapi yang kulihat tidak seperti yang kau utarakan. Berhati-hatilah semua tindakanmu itu bisa membuatmu kehilangan nyawa disini. Apa kau berfikir tuan Smith tidak mengetahui semua tindakanmu itu?” Dan melirik kamera Cctv yang terpasang di kamar miliknya itu. ia sudah menyadari dari awal bahwa di dalam mansion ini tuan Smith memiliki mata ditiap sudutnya.


“Terima kasih atas perhatian anda, Nona.” Ucap Dan tulus.

__ADS_1


“Baiklah. Aku permisi.” Dan menatap punggung Karina yang menghilang di balik pintu kamar miliknya. Ia tidak bermaksud merahasiakan identitasnya pada sahabat baik Kasih ataupun pada Kasih, hanya saja ia tidak ingin membuka siapa dirinya setidaknya untuk saat ini pada siapapun.


“Sekarang belum waktu tepat. Aku harus bersabar untuk menuntaskan misiku.”


 


 


***


 


 


Sejak kejadian hukuman yang diterima oleh Dan, Kasih merasa sangat kesal dan memutuskan untuk mendiamkan tuan Smith. Jika dihadapan Tuan Smith maka Kasih memasang raut wajah kesalnya lalu bersikap menghindari tuan Smith.


“Kau akan terus mendiamiku demi pemuda itu?” tanya Tuan Smith saat dirinya dan Kasih hendak mulai tidur. Tuan Smith tidak mengijinkan Kasih untuk tidur di tempat lain selain kamar utama sejak Kasih membatalkan perjanjian kontrak pernikahan mereka. Kasih yang tidak punya pilihan mau tidak mau harus menyutujuinya.


“Kasih?!” Panggil tuan Smith kesal. Perasaannya terasa sangat marah ketika melihat Kasih yang notabene adalah istrinya meski gadis itu terpaksa untuk menyandang status itu akan tetapi tidak ada yang bisa membantah bahwa Kasih sekarang ini adalah wanita miliknya. Istrinya yang mulai ia cintai. Rasa ingin memiliki gadis itu tiba-tiba terbersit dalam hati Tuan Smith.


“Jika kau tetap diam maka besok aku akan menghukum Dan lagi ....”


Kasih yang sedang berbaring membelakangi Tuan Smith seketika berbalik menghadap Tuan Smith dengan kesal. “Apa?! Kau ingin menghukumnya lagi? Lakukan saja. Lakukan apapun yang ingin kau lakukan. Aku tidak peduli. Jika kau sampai menghukumnya lagi aku akan kabur dari sini,” Kata Kasih marah.


Tuan Smith yang mendengarnya seketika menjadi diliputi kemarahan yang teramat sangat ia kemudian bangkit dan menindih tubuh Kasih. Kasih seketika terkesiap. Kedua matanya membulat kaget dengan aksi Tuan Smith yang tiba-tiba tersebut. Lalu ia berusaha mendorong tubuh besar milik pria yang adalah suaminya sendiri itu namun ia tidak mampu.


“Apa yang aku lakukan?! Menyingkir dariku!”


“Kau sungguh tidak mengerti akan statusmu, Nona,” kata Tuan Smith dengan tatapan mengintimidasi.


Kasih meneguk ludahnya takut. ‘Apalagi yang ingin dilakukan pria mesum dan gila ini. aku tidak boleh membiarkan hal ini berlanjut, jika tidak aku pasti dalam bahaya. Aku tidak akan membiarkannya mengambil kesempatan seperti waktu itu lagi.’


“Aku sudah mengerti. Mengerti. sekarang bisakah kau menyingkir? Tubuhmu sangat berat asal kau tau,” kata Kasih menempelkan kedua tangannya mendorong dada Tuan Smith.


“Kenapa? bukankah kau bisa begitu lembut dan perhatian bahkan hanya pada pengawalmu saja. Kenapa pada suamimu sendiri kau malah begitu tidak perhatian?”


Kasih merasa salah tingkah karena berada begitu dekat dengan pria menyebalkan ini. ‘Huh! Dasar pria gila. Dan begitu baik dan perhatian padaku jika saja aku adalah seorang gadis tentu saja aku akan jatuh hati padanya.’


“Hm? Kenapa kau diam saja?” desak Tuan Smith meminta jawaban dari Kasih.


“Apakah kau sedang terluka? Atau kau sedang sakit?” tanya Kasih secara beruntun. “Jika kau masih sangat sehat maka kau tidak butuh untuk diperhatikan. Dan lagi ... aku tidak berniat untuk memberimu perhatian.”


“Huh?” Tuan Smith mengangkat alisnya mendengar pernyataan Kasih barusan.


“Apakah aku dan Dan bisa dibandingkan? Aku adalah suamimu dan pemuda bernama Dan itu hanyalah bawahanmu saja. Apa kau kehilangan pikiranmu hingga kau tidak bisa membedakan hal itu?” tanya Tuan Smith dengan tatapan sinisnya.


Kasih tersenyum meremehkan. “Kau memang tidak sebanding dengannya. Dan itu adalah seorang pria yang lembut dan sangat baik. Sedangkan kau ... aku tidak yakin akan ada gadis yang mau mencintaimu.”

__ADS_1


“Kau!” Tuan Smith melotot marah akan tetapi bukannya takut Kasih malah balik menantangnya.


“Baiklah. Mungkin kau benar. Aku memang tidak bisa seperti dirinya. Tapi, tetap saja yang bisa menyentuhmu ... hanyalah aku seorang,” ucap Tuan Smith setengah berbisik ditelinga Kasih.


Sontak seluruh tubuh Kasih seakan bergetar mendengar suara Tuan Smith yang seperti sedang mendesah ditelinganya. ‘Apa yang dikatakan pria gila ini ....’


“Apa kau masih ingin berada dengan posisi ini?” tanya Tuan Smith. “jika kau memang ingin maka aku akan dengan senang hati menemanimu,” ucapnya dengan nada menggoda.


“Dasar mesum! Minggir kau!”


Tuan Smith hampir terjungkang kebelakang karena Kasih secara tiba-tiba menendang tubuhnya, saat itu ia sedang tidak fokus karena sedang menggoda Kasih.


“Kau sungguh tidak sopan pada suamimu, Nona.”


“Tidak dengar. Aku tidak dengar!” Kasih membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut tebal hingga kebagian muka.


“Ck! baiklah. Jika kau terus bersikap menyebalkan seperti ini maka sepertinya aku harus mempertimbangkan untuk memulai malam pertama kita sekarang,” ucap Tuan Smith mencoba untuk menggoda Kasih lagi.


“Dasar pria gila!” teriak Kasih frustasi. “Apa sih yang kau inginkan?! Jika kau tidak ingin tidur maka jangan mengganggu orang yang sedang ingin tidur. Dasar menyebalkan!” kata Kasih marah.


Tuan Smith tersenyum santai lalu berkata, “Aku bukannya tidak ingin tidur, sebelum tidur sepertinya aku ingin berendam air panas dulu karena aku merasa sedikit kegerahan.”


“What?!” Kasih mendelik tidak percaya dengan perkataan pria dihadapannya ini.


 


 


BERSAMBUNG...


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2