Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 17 Masa Lalu Tuan Smith Part 1


__ADS_3

Sebuah kapal pesiar yang begitu besar sudah


disiapkan untuk membawa Kasih pergi entah kemana. Dermaga itu dipenuhi oleh anak


buah pria itu. Dari arah rumah besar yang ternyata berada disebuah pulau entah


dimana tampak Kasih dan pria itu melangkah keluar menuju kapal.


“bagaimana dengan sahabatku?” tanya Kasih


pada orang itu


“kau tenang saja, aku hanya membutuhkan


bayi yang ada diperutmu aku tidak akan menyakiti siapapun selagi kau


bekerjasama dengan baik” jawab pria itu meyakinkan Kasih. Namun Kasih masih


belum sepenuhnya tenang, ditatapnya pria itu lekat seakan meminta untuk diberi


penjelasan lebih


“kau benar-benar, Hais! kau tidak usah


khawatir. Tenang saja, temanmu yang sangat cerewet itu aku sudah memulangkannya


dengan selamat” lanjut pria itu dengan nada kesal. Mendengar itu Kasih baru merasa


tenang.


“yang harus kau lakukan hanya menurut, agar


orang-orang yang kau sayangi tidak terluka, mengerti?!” ancam pria itu membuat


Kasih mengangguk pelan. Kasih tidak akan bisa berbuat apa-apa jika sudah


diancam tentang keluarganya. Ia sangat menyayangi keluarganya.


Di perusahaan milik tuan Smith tampak John setengah


berlari menghampiri ruangan milik tuannya.


Tok! Tok! Tok!


“tuan ini saya” ucap John dibalik pintu


“masuk” kata tuan Smith tanpa mengalihkan


pandangannya pada dokumen yang sedang dibacanya.


John segera masuk dan berjalan mendekati


tuan Smith. “tuan saya punya sesuatu yang harus saya tunjukkan pada anda”


Tuan Smith mengeryit bingug


“hal penting apa yang membuatmu sampai


begitu tergesa-gesa, datang ke ruanganku tanpa menelpon dulu. Aku harap itu


benar-benar penting John” Kata tuan Smith dengan nada sinis


Jhon sang kepala pelayan sekaligus tangan


kanan tuan Smith lalu menyerahkan sebuah dokumen beramplop coklat ketangan


tuannya.


Tuan Smith membukanya dan terkejut dengan


isinya. Ada foto Kasih yang terjatuh dari dalam amplop. Tuan Smith lalu membaca


secarik kertas yang menjelaskan bahwa Kasih saat ini sedang mengandung seorang


bayi. Dan tuan Smith sangat yakin bahwa bayi itu adalah bayi miliknya karena


pada malam itu ia membuktikan sendiri bahwa Kasih masih perawan.


“saya mendapatkan dokumen itu tadi pagi


tuan, itu dari tuan Adam” ujar John menjelaskan “tuan Adam menculik nona Kasih


dengan memanipulasi nona Kasih untuk menemuinya dengan alasan akan diberi bukti


ketidakterkaitan nona Kasih atas kejadian di bar waktu itu.


“lalu dengan bodohnya ia percaya begitu


saja?!” tanya tuan Smith dengan nada tinggi. John tidak berani berkata-kata


lagi ia yakin tuannya sedang sangat marah sekarang lebih baik diam saja


daripada kena amukannya.


“dasar gadis bodoh itu. Otaknya sangat


pintar di sekolah dan tempramennya juga sangat buruk, tapi aku tidak bisa


mengerti dengan kepolosan yang gadis bodoh itu miliki, benar-benar tidak masuk


akal” gumam tuan Smith kesal dengan kepolosan Kasih yang dengan begitu mudahnya


tertipu. Tuan Smith sudah memeriksa berkas milik Kasih, ia tau segala hal


tentang Kasih dari berkas yang diberikan John padanya. Entah darimana dan


bagaimana cara John untuk mendapatkan berkas yang sangat lengkap itu, tidak


perlu kita pikirkan karena itu adalah memang tugas seorang kepala pelayan sekaligus tangan kanan dari seorang tuan Smith Alexander. Kasih memanglah seorang


siswi yang cerdas namun karena sangat minim pergaulan, membuat kepribadiannya


sangat polos dan lugu. Hal itu yang membuat Kasih hanya berani menjadi pengagum


rahasia pangeran impiannya selama bertahun-tahun tanpa pernah berani


mengutarakan perasaannya. Ketika mengalami pembullyanpun, meski Kasih dapat


dengan mudah melawan karena pada saat itu keluarga Kasih masih sangat kaya.


Tentu hanya untuk membungkam mulut-mulut para pembullynya bukan hal yang sulit


bagi Kasih. Namun Kasih bertekad untuk menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa


membebani kedua orangtuanya. Alhasil, walau seringkali menerima tindak


pelecehan oleh murid pria disekolahnya Kasih tetap diam walau memendam


kemarahan dihatinya.


Di kapal pesiar yang hanya dikhususkan


untuk membawa Kasih, tuan Adam dan para pengawalnya. Jadi tidak akan ada


penumpang lain selain mereka, Kapal pribadi itu berlayar dengan tenang. Angin


laut menerpa wajah cantik Kasih yang masih sangat muda. Walau matanya masih


bengkak dan merah bahkan wajahnya tampak sangat pucat, hal itu tidak mengurangi


sedikitpun aura kecantikan alami yang dimiliki oleh gadis kelahiran bulan juni


ini. Rambut pendeknya yang halus seakan menari-nari diterpa kencangnya angin


laut. Ditatapnya perutnya yang masih rata, perlahan tetesan air bening mulai

__ADS_1


berjatuhan membasahi kedua pipi Kasih bersamaan dengan itu wajahnya semakin terlihat muram. Ia kembali terisak membayangkan


bagaimana nanti ia membesarkan seorang anak. “aku bahkan baru belajar mengurus


diriku sendiri, bagaimana caranya aku membesarkan anak ini?” gumam Kasih disela


tangisnya. “Ayah..Ibu… bagaimana kabar kalian?” Kasih menutup matanya menikmati


hembusan angin dan panas dari sinar matahari yang menerpa tubuhnya. Air matanya


masih terus mengalir tanpa henti.


“hei! Gadis bodoh!” terdengar suara dari


arah belakang Kasih sontak membuat Kasih yang sedang termenung terkejut dan


segera berbalik. Saat melihat siapa yang tengah ada dihadapannya kini, sontak membuat


Kasih tercengang mulut dan kedua matanya secara tidak sadar perlahan terbuka


lebar.


“apa aku sedang berhalusinasi?”Kata Kasih


memegang kedua pipinya “aku seperti melihat pria gila itu sedang ada didepanku


sekarang” mata Kasih tidak berkedip menatap sosok pria yang selalu dipanggilnya


dengan sebutan pria gila sedang menatap balik dirinya. Sosok yang terhalang


oleh sinar matahari yang bersinar terik dari arah belakangnya membuat Kasih


tidak bisa melihat secara jelas siapa sosok pria yang ia yakini adalah sosok


tuan Smith.


“kenapa aku bisa berpikir dia bisa datang


kemari? Sekarang aku sedang berada diatas kapal ditegah lautan. Tidak mungkin…”


Kasih tidak melanjutkan kalimatnya setelah pria yang memanggilnya barusan


melangkah mendekat. Kasih diam mematung.


Sosok itu berjalan semakin dekat “dasar


gadis bodoh! Sedang apa kau di luar sini?” menarik tubuh Kasih masuk kedalam


dekapannya dengan sekali tarikan tubuh Kasih yang mungil tenggelam dalam


dekapan tuan Smith yang terasa hangat bagi Kasih. tidak ada kata yang terlontar dari mulutnya ia hanya diam mematung ”kau ingin bunuh diri?” tanya


sosok yang ternyata benar adalah tuan Smith. Kasih yang tersadar dari


pikirannya melepas paksa dekapan tuan Smith yang lalu menatap Kasih


dengan alis tertaut.


“apa aku sedang bermimpi?” gumam Kasih pada


dirinya sendiri “oh! Kenapa mimpi ini terasa…”


“kau memang tidak sedang bermimpi, dasar


gadis bodoh!” celetuk tuan Smith sembari berkacak pinggang menatap Kasih kesal


“apa yang anda lakukan disini?” tanya Kasih


terheran


“harusnya aku yang bertanya, gadis bodoh.”


Kata tuan Smtih menyentil dahi Kasih hingga meninggalkan bekas merah seperti


“Aduh! Sakit sekali!!!” erang Kasih


menyentuh jidatnya yang mulai memerah”apa anda sudah gila?! Kenapa bertingkah


kekanak-kanakan begitu? Lihat jidatku sakit sekali tau!”


“kau memang pantas mendapatkan itu.” ledek


tuan Smith sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana membuat Kasih


memelotkan mata padanya, marah.


Kapal pesiar super mewah milik pria yang


menculik Kasih ternyata pria itu bernama tuan Adam yang merupakan adik tiri


tuan Smith yang tidak pernah diketahui keberadaannya. Tuan Adam sengaja


bersembunyi dari dunia karena ia tidak ingin berebut harta atau apapun dari


Kakaknya. Yang diketahui oleh dunia selama ini adalah bahwa yang tersisa dari


keluarga Alexander hanyalah tuan Smith Alexander seorang. Media tidak pernah


bisa meliput kehidupan pribadi Tuan Smith setelah kematian anggota keluarganya.


Media juga tidak pernah tau jika tuan Adam masih hidup dan merupakan saudara tiri


dari tuan Smith. Tuan Adam sudah cukup merasa bersalah dengan kelahirannya dari


istri simpanan sang Ayah. Sebagai salah satu tuan muda dari keluarga Alexander


tentunya meski ia hanya anak dari seoarang istri simpanan, tetap saja ia


memiliki hak berupa harta warisan setelah orangtuanya meninggal. Dan bagian warisan


itu tidaklah sedikit, meski akan terbilang sedikit jumlahnya jika dibandingkan


dengan apa yang diterima oleh tuan Smith sebagai putra dari istri sah.


Dengan warisan yang diterimanya ia pergi


keluar negri untuk memulai hal baru dihidupnya. Pilihan itu dipilihnya karena


ia tidak ingin sang Kakak merasa terbebani dengan kehadiran dirinya yang


notabene anak dari hasil hubungan gelap sang Ayah. Karena ibu tuan Smith hamil


dengan terpaksa tuan besar Alexander menikahi ibu dari tuan Smith dan


menjadikannya sebagai istri simpanan. hal itu membuat keretakan diantara tuan


besar Alexander dan sang istri yang mengakibatkan ibu dari tuan Smith menderita


karena tidak terima sang suami memiliki istri lain bahkan akan segera memiliki


anak dari wanita lain tersebut. Hingga suatu hari ibu dari tuan Smith memilih


jalan bunuh diri untuk mengakhiri penderitaannya.


Flashback On


Malam itu keheningan mansion utama keluarga


Alexander terusik dengan pertengkaran yang terjadi antara tuan besar Alexander


dan sang istri. Tampak tuan besar Alexander hanya bisa pasrah menerima luapan


kemarahan dari sang istri setelah hubungan gelapnya diketahui sang istri.


Sebenarnya ia tidak bermaksud untuk berselingkuh hanya saja saat itu ia sedang

__ADS_1


mabuk dan tidak sengaja meniduri seorang wanita, hingga wanita itu


mendatanginya dan mengatakan bahwa ia sedang megandung bayi dari tuan besar.


Mau tidak mau tuan besar terpaksa menikahi wanita itu. Rencananya tuan besar


tidak ingin istrinya mengetahui perihal masalah ini. Ia tidak ingin menyakiti


sang istri. Benar saja, setelah mengetahuinya, hatinya sangat hancur tidak


kuasa menerima kenyataan bahwa sang suami kini sudah memiliki istri lain dan bahkan


seorang bocah laki-laki.


Prang!!!


Sebuah Vas besar dilempar begitu saja dan


hancur berkeping-keping oleh nyonya Alexander. Ia sangat murka saat ini. Baru


saja ia mengetahui sesuatu hal yang membuat hatinya hancur seketika.


“katakan!” ujar Nyonya Alexander pada tuan


besar “katakan padaku bahwa semua itu salah, suamiku. Katakan! Kau harus


menyangkalnya demi aku dan putramu” tangis Nyonya Alexander pecah seketika. Tuan


besar hanya terdiam tidak tau harus berbuat apa. Ada penyesalan dalam hatinya melihat


istri yang dicintainya sedang menangis histeris. Namun ia tak dapat berbuat


apa-apa sekarang ia hanya bisa pasrah menerima kemarahan sang istri dan


berusaha menenangkannya.


“apa yang kurang dariku?” tanya Nyonya


Alexander marah tangisnya kembali pecah tatkala mengingat keharmonisan rumah


tangganya salama ini. “katakan apa yang kurang dariku! Aku akan mengubahnya


untukmu, aku mohon aku akan berusaha menjadi istri yang kau inginkan. Jangan lakukan


ini padaku suamiku…Hiks!”Nyonya Alexander perlahan jatuh terduduk tak kuasa


menahan kepedihan dihatinya. Bayangan keharmonisan bersama sang suami selama


ini seketika kembali terlintas membuat hatinya makin teriris pilu. “apakah


kebahagiaan yang kau berikan padaku, rasa cinta, juga kasih sayang dan semuanya itu


palsu?! Apa itu hanya sandiwaramu untuk menutupi kebohonganmu selama ini?!” dari


posisi terduduk dilantai Nyonya Alexander menatap tuan besar yang sedang


berdiri dihadapannya.


Tuan besar berjalan mendekat lalu memegang


kedua bahu sang istri.


“apa yang kau bicarakan, aku sangat


mencintaimu, istriku.” Kata tuan besar tulus namun Nyonya membuang wajahnya


sembari mendecih ia sudah tidak ingin mempercayai sang suami lagi. Hatinya sudah


terlanjur sakit. “semua ini terjadi murni karena ketidaksengajaan saja, aku


yang ceroboh. Maafkan aku” lanjut tuan besar mencoba menjelaskan pada sang


istri.


Dengan kasar Nyonya Alexander melepaskan


kedua tangan tuan besar dari pundaknya “kau sudah menghancurkan perasaanku. Aku


begitu berbahagia berpikir hanya aku sebagai satu-satunya Nyonya di rumah ini


dan dengan betapa bodohnya, aku meyakini bahwa selamanya aku akan menjadi satu-satunya


wanita yang memilikimu. Tapi kau sudah menghancurkan semuanya! Kau menipuku!!!”


ujar Nyonya Alexander berurai airmata. Tuan besar hanya bisa tertunduk sedih


dan menyesali perbuatannya yang begitu menyakitakn bagi sang istri. Bagaimana tidak,


ia sudah merahasiakan hal ini begitu lama."kau sungguh tega berbuat ini padaku, suamiku Huhuuu.."


“aku mohon maafkan aku. Tolong beri aku


kesempatan. Aku hanya merasa bersalah pada anak yang dilahirkan wanita itu,


anak itu tidak bersalah” ujar tuan besar berusaha membuat istrinya mengerti


“apa katamu?” tanya Nyonya Alexander


mendelik kecewa “anak itu tidak bersalah? Lalu bagaimana dengan anak kita.


Smith masih sangat muda, apa kau tidak memikirkan perasaannya dan malah hanya


memikirkan perasaan anak hasil selingkuhanmu?! Apa kau sadar dengan apa yang


sedang kau katakan?!” teriak Nyonya diakhir kalimatnya seiring dengan itu


tangisnyapun pecah.


Bersamaan dengan itu Smith yang mendengar


suara pertengkaran kedua orangtuanya berlari datang menghampiri


”ibu?” gumam Smith muda. Ibunya hanya


menangis tertunduk sedih. “apa yang terjadi?”tanya Smith muda heran baru kali


ini ia melihat orangtuanya yang selama ini terlihat amat sangat harmonis bertengkar


bahkan bertengkar dengan begitu hebatnya.Hal itu terlihat jelas dari sang ibu


yang menagis terisak dan banyaknya perabotan guci dan vas yang berceceran


dilantai.


“kami hanya sedang berbicara Nak,”ujar tuan


besar memberi alasan untuk menutupi yang sebenarnya tidak ingin membuat sang


anak menjadi cemas“kau tidak usah khawatir, Ayah dan ibu hanya perlu waktu


untuk berbicara, sekarang kau pergilah ke kamarmu” tuan besar lalu memberi


isyarat pada John yang sedang berdiri disitu untuk segera membawa Smith ke kamarnya. Smith


muda berjalan pergi meninggalkan kedua orangtuanya dengan ditemani John


disisinya. Ia samasekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, pikiran


mudanya belum sanggup berpikir terlalu jauh.


Tuan besar menatap sang anak yang pergi


berlalu dengan tatapan sedih


BERSAMBUNG…

__ADS_1


__ADS_2