Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 37 Kasih Terjatuh


__ADS_3

 


 


Suatu kali Kasih baru saja menjalani pemeriksaan kehamilannya oleh dokter dari rumah sakit milik keluarga Alexander. Pemeriksaan dilakukan di masion dengan dibantu dua perawat. Kehamilan Kasih sudah memasuki bulan ke 7 dan bayinya juga sangat sehat.


“bayi anda sangat sehat, nyonya” ujar sang dokter pada Kasih yang sedang berbaring di atas kasur dikamarnya


“benarkah? Aku sangat senang mendengarnya” ujar Kasih tersenyum senang


“iya, nyonya” ujar sang dokter membenarkan “anda hanya perlu menjaga diri anda baik-baik sampai hari melahirkan tiba”


“baik”


“tuan dan nyonya saya sudah selesai melakukan tugas saya disini. Saya pamit dulu” kata sang dokter pamit pada tuan Smith dan Kasih


“hm” tuan Smith hanya mendehem menanggapi sang dokter


“terima kasih dokter. Hati-hati di jalan” ucap Kasih ceria


John pergi mengatar dokter dan para perawat untuk pulang. Sementara Kasih menatap tuan Smith kesal.


“ada apa? Ada paa dengan tatapanmu itu?” tanya tuan Smith datar pada Kasih


“kau ini, haruskah selalu menampilkan ekspresi menyebalkan itu setiap hari? Sesekali kau harus tersenyum, agar aku tidak kesal melihat wajahmu” ujar Kasih sambil pergi dengan perasan kesal.


Tuan Smith yang tidak mengerti hanya menatap punggung Kasih dari belakang dengan tatapan bingung.


“ada apa dengan ekspresiku, selama ini tidak ada yang mengeluh mengapa gadis bodoh ini berkata ia kesal melihat wajahku? gadis bodoh yang aneh!” gumam tuan Smith ditengah kebingungannya.


 


 


***


 


 


Di sebuah rumah sakit terlihat seorang pasien yang sedang dibuka perbannya oleh sang dokter. Perban yang membungkus seluruh wajahnya itu perlahan dibuka oleh sang dokter dan menampilkan sesosok wajah pria yang tampan. Pasien itu adalah Rey yang telah mengubah wajahnya seperti orang lain. Ia sengaja mengubah wajahnya demi bisa kembali ke negara asalnya dengan identitas yang berbeda. Karena ia tahu tidak mungkin lagi baginya untuk kembali ke negara asalnya dengan identitasnya sebagai Rey.


Rey tampak puas dengan hasil dari operasi itu, karena telah berhasil mengubah wajahnya secara keseluruhan. Kini, Rey telah benar-benar berubah menjadi orang lain. Tidak ada satupun orang yang mengenali dirinya sekarang kecuali kedua orangtuanya.Kedua orangtua Rey tidak dapat berkata apa-apa dengan keputusan sang anak semata wayang dan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sang anak.


“Kasih...tunggulah aku” ucap Rey sembari memandangi pantulan dirinya yang wajahnya telah sepenuhnya berubah. Sorot matanya memancarkan keyakinan teguh akan tekadnya.


 


 


***


 

__ADS_1


 


Menyiapkan pakaian ganti dan membangunkan tuan Smith dipagi hari adalah pekerjaan Kasih sebagai istrinya dan mendapat gaji 10 juta per jamnya. Hari ini, sambil membawa nampan berisi secangkir kopi untuk tuan Smith Kasih berjalan menuju ke kamar utama untuk membangunkan tuan Smith.


Dengan mudah Kasih masuk kekamar utama karena memang pintu kamar utama tidak pernah dikunci. Kasih melihat tuan Smith yang masih tertidur dibalik selimutnya. Menaruh kopi yang dibawanya diatas meja lalu berjalan mendekati ranjang, Kasih menatap wajah tuan Smith yang masih tertidur.


“wajahnya memang sangat tampan dan mempesona, sayang sekali pemilik wajah itu sangat menyebalkan dan aku sangat membencinya atas apa yang telah ia lakukan pada hidupku” kata Kasih sembari menatap wajah tuan Smith. Lalu sesaat kemudian Kasih terpikir satu ide untuk menjahili tuan Smith. Kasih meraih jam meja lalu mengatur alarm yang akan berbunyi nantinya. Setelah selesai menyetel alarm Kasih meletakkan alarm tersebut kedekat telinga tuan Smith yang sedang tidur.


Saat jarum jam menyentuh waktu yang telah disetel oleh Kasih, benar saja jam tersebut seketika mengeluarkan bunyi yang nyaring dan membuat tuan Smith terbangun seketika dengan mata merah yang terbuka lebar.


“KASIH!!!!!!!” teriak tuan Smith yang langsung bisa menebak siapa yang berani melakukan hal ini padanya. Jam yang berbunyi nyaring itu akhirnya menjadi sasaran kemarahan tuan Smith. Jam itu sudah hancur berkeping-keping akibat dilempar oleh tuan Smith.


Kasih terkekeh senang melihat hal itu. ‘rasakan!’


Setelah terbangun dengan perasaan kesal tuan Smith baru saja selesai mandi dan berganti baju. Melihat kopi yang sudah disiapkan Kasih untuknya ia segera meraih kopi itu dan menyeruputnya.


“dasar gadis bodoh ini, berani sekali menjahiliku” ujar tuan Smith sambil menyeruput kopinya namun, sedetik kemudian tuan Smith terbatuk-batuk karena kopi yang ia minum terasa sangat aneh. Bola mata tuan Smith berubah juling sesaat karena rasa aneh yang menjalar diseluruh lidah dan tenggorokannya. Segera ia memuntahkan sisa cairan kopi itu keluar dari mulutnya.


FLASHBACK ON


Kasih yang mulai bekerja sebagai istri tuan Smith hari itu ia bangun sangat pagi dan mulai membuatkan kopi untuk tuan Smith. Kasih mulai mengambil cangkir yang biasa digunakan oleh tuan Smith. Namun, Kasih bingung harus menambahkan apa setelah menaruh kopi. Lalu akhirnya secara asal Kasih menaruh berbagai macam bumbu dapur ke dalamnya. “aku ingin mengerjai si pria gila. Rasakan kopi buatanku ini” gumam Kasih tetawa jahat sambil mengaduk kopi yang ia buat.


FLASHBACK OFF


Kasih yang sedang membayangkan ekspresi tuan Smith saat meminum kopi buatannya itu tertawa terbahak-bahak merasa sangat senang.


“aku yakin sekali si pria gila itu pasti sekarang penuh amarah” ucap Kasih tertawa senang


Lalu tidak lama tuan Smtih muncul dengan tatapan membunuh pada Kasih


“jangan lari, kau!” teriak tuan Smtih mengejar Kasih yang berlari


Kasih memasang wajah konyol meledek tuan Smith dan berlari dengan lincahnya menghindar dari tuan Smith yang berusaha menangkapnya.


Tidak lama kemudian John datang dengan tatapan bingung melihat tuan dan nyonya nya yang sedang kejar-kejaran di dalam rumah layaknya seperti anak kecil.


“john! Tangkap dia!” perintah tuan Smith pada John yang masih memasang tatapan bingung


“awas saja! Aku akan menghukummu jika kau berani!” ancam Kasih meniru tuan Smith. John pun mengurungkan niatnya untuk menangkap Kasih


Tuan Smith yang melihat hal itu, menjadi semakin kesal.


“apa yang kau lakukan?! Kau tidak menurutiku?!”


John seketika dilanda kegalauan antara menuruti tuan atau nyonya nya. John memalingkan wajahnya menatap wajah tuan dan nyonya untuk memilih pada siapa ia akan menurut.


“John! Kau lupa siapa tuanmu, huh?!” kata tuan Smith penuh ancaman


John seketika tersadar dari dilemanya “maafkan saya, tuan” menunduk patuh lalu segera bergegas untuk menangkap Kasih


“penghianat!” seru Kasih berlari menjauh


“maafkan saya nyonya, saya tidak punya pilihan”

__ADS_1


Kasih berlari menghindari John dan tuan Smith yang berlari mengejarnya. Karena ia sedang hamil iapun berusaha mengecoh dengan membuat tuan Smith dan John berputar-putar mengelilingi kolam renang agar tidak bisa menangkap dirinya.


“Kasih hentikan semua ini, berhenti berlari. Ini sangat berbahaya!” seru tuan Smith khawatir karena iamenyadari lantai yang basah dan licin


“nyonya, saya tidak sanggup lagi mengejar anda, saya mohon pada anda untuk berhenti berlari” ujar John menambahkan. Nafasnya sudah tersengal-sengal lelah karena berlari mengejar sang nyonya yang begitu lincah berkelit.


“aku tidak mau” kata Kasih menjulurkan lidahnya meledek


“Kasih! aku serius kau harus berhenti berlari jika tidak aku akan menghukummu!” kata tuan Smith mengancam Kasih


Akan tetapi, Kasih tidak peduli dengan ucapan tuan Smith yang menyuruhnya untuk berhenti berlari itu, hingga tanpa sadar ia tidak melihat ada genangan air dipinggir kolam renang karena habis hujan. Kasihpun terpleset dan seketika juga ia tidak bisa mengontrol keseimbangan tubuhnya dan akan jatuh. Tuan Smith dan John yang melihat Kasih terpleset dan hendak jatuh kaget bukan main dan seketika tertegun ditempat.


“nyonya!” John berteriak kaget memandang Kasih yang sedang oleng


Kasih terjatuh kedalam kolam renang. Dengan secepat kilat tuan Smith melompat kedalam kolam renang untuk menolong Kasih.Tidak lama kemudian mereka berdua timbul kepermukaan. Tampak tuan Smith yang sedang mendekap Kasih di dalam pelukannya lalu berenang ketepi sambil membawa Kasih ditangannya.


Tuan Smith menangkupkan kedua tangannya kewajah Kasih menatapnya dengan tatapan khawatir


“Kasih!” tuan Smith menepuk pipi Kasih menyadarkan gadis itu yang terlihat sedang Syok. Air kolam yang membasahi seluruh tubuhnya tampak menetes dari rambutnya. Detak jantungnya berdegup kencang dan ia terpaku ditempat dengan tubuh yang menggigil.


“ya Tuhan nyonya” tampak para pelayan dan juga Wendy sang asisten kepala pelayan datang ke tempat kejadian karena mendengar suara gaduh.


“Kasih! sadarlah!” panggil tuan Smith pada Kasih yang mulai mengeluarkan airmatanya namun dengan tatapan kosong hingga tidak lama kemudian ia pingsan tak sadarkan diri. Tuan Smith dengan sigap membawa Kasih kedalam rengkuhannya.


“panggil dokter keluarga, sekarang!” titah tuan Smith tegas sambil menggendong Kasih dan membawanya pergi darisitu.


“ba..baik, tuan!” John tergagap lalu segera mengambil ponsel dari sakunya untuk menghubungi dokter pribadi dari rumah sakit milik keluarga Alexander.


Beberapa saat kemudian tampak dokter pribadi keluarga Alexander sudah datang dan memeriksa tubuh sang nyonya yang sudah diganti pakaiannya dengan pakaian yang kering. Tampak Kasih yang belum juga sadar dari pingsannya dan tuan Smith yang terlihat sangat khawatir sedang menatap wajah Kasih.


“katakan istriku baik-baik saja!” kata tuan Smtih yang terdengar seperti sebuah perintah pada sang dokter.


“anda tenang saja,tuan. Nyonya hanya sedang mengalami syok saja. Jika beristirahat dengan baik, nyonya akan segera sadar” jelas sang dokter berusaha menjelaskan secara hati-hati pada sang tuan yang sedang cemas. ‘jika aku sampai salah bicara, bisa hilang kepalaku’ gumam si dokter dalam hati bergidik ngeri sembari mengelus lehernya.


Tuan Smith yang tampak sangat khawatir tidak melepaskan pandangannya sedetikpun menatap wajah Kasih lekat. ‘gadis bodoh ini benar-benar sesuatu. Selalu membuat sesuatu yang membuat orang tidak tenang!’


“jika boleh saya sarankan, tuan” kata sang dokter hati-hati menatap wajah sang tuan arogan yang sedang terlihat seperti orang yang berbeda dari biasanya.


“Bicaralah!”


“nyonya terlihat sedikit tertekan dan itu tidak baik bagi kondisinya dan si bayi. Terlebih nyonya hamil dalam usianya yang sangat muda. Ada baiknya jika anda membawa nyonya pergi berlibur agar supaya nyonya bisa lebih santai menyambut hari kelahiran nanti”


“baiklah. Kau boleh pergi” kata tuan Smith yang masih terus menatap wajah Kasih. Sang dokter segera meninggalkan ruang kamar milik Kasih itu dengan diantar oleh John.


Tangan tuan Smith bergerak menyentuh wajah Kasih lalu turun mengelus perut buncit berisi buah hatinya yang sebentar lagi akan lahir. Raut wajahnya menampakkan kekhawatiran yang dapat dilihat jelas oleh Wendy yang berdiri tak jauh darinya. Dalam hati Wendy sangat yakin bahwa sang tuan sudah jatuh cinta dengan nyonya mudanya itu. Setelah menjadi asisten pelayan di mansion dan mengabdi pada keluarga Alexander selama bertahun-tahun baru kali ini ia melihat tuannya itu memperlihatkan emosinya, sejak bertemu dengan Kasih tuan Smith seakan berubah menjadi sosok yang berbeda. Tuan Smith yang dulu adalah seorang sosok yang dingin dan tidak peduli dengan apapun selain perusahaan. Bagi pria yang sangat disegani di negara itu, tidak ada seharipun ia akan melewatkan waktunya untuk mengurus perusahaan dan sibuk bekerja dan bekerja. Tidak ada seorang gadispun yang berani mendekati dirinya sebab ia tidak pernah menyukai hal yang berbau romantisme seperti percintaan. Jika ada sorang gadis yang berani mencoba mendekatinya, ia tidak akan segan menolaknya secara terang-terangan. Tanpa mempedulikan gadis itu akan menangis atau patah hati.


 


 


BERSAMBUNG...


 

__ADS_1


 


__ADS_2