Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 15 Pernyataan Cinta yang Tiba-tiba


__ADS_3

Di sebuah Cafe tampak seorang gadis muda


sedang duduk sembari menatap ponselnya. Sesekali ia akan melihat kesekeliling


seperti sedang mencari sesuatu. Gadis itu tampak sangat cantik dengan riasan


tipisnya. Gadis remaja 16 tahun itu tampak sedang menunggu seseorang yang mengajakmnya untuk bertemu..Tatapan gadis itu menerawang jauh ketika ia mengingat apa yang dikatakan sahabatnya


waktu itu pada dirinya.


Kasih POV


 


 


“hah? Perjodohan?” tanya


Kasih tidak


mengerti


“hm!” Karina mengagguk


cepat “aku


mengetahuinya saat sedang dihukum. Waktu itu…” Jelas Karina pada Kasih yang


menatapnya penuh tanya


Karina POV


Karina yang lupa mengerjakan PR


matematikanya akhirnya dipanggil ke ruang guru untuk diberi hukuman. Dengan


langkah gontai Karina berjalan menuju ke ruang guru untuk memenuhi panggilan


sang guru.


“astaga aku benar-benar dalam masalah


sekarang! Jika Ayah sampai tau aku tidak mengerjakan PRku lagi dan aku akan


dihukum karena itu, Ayah pasti akan benar-benar marah dan memblokir kartu


kreditku. Ya Tuhan aku tidak bisa hidup tanpa kartuku tersayang” Kata Karina


kesal ia terus merutuki ketelodorannya karena semalam ia keasyikan pergi


berbelanja maka ia tidak mengingat lagi akan PR nya yang belum sempat ia


kerjakan.  Saat sedang melewati ruang


kepala sekolah, langkah Karina sontak terhenti ketika mendengar kepala


sekolahnya sedang marah besar. Melihat sekeliling dan mengendap-endap Karina


lalu mengintip pembicaraan sang Kepala sekolah ditelepon. Kepala sekolah tampak


menahan kekesalannya saat berbicara ditelepon.


“Tuan Wijaya anda tidak bisa membatalkan


pertunangan putra putri kita begitu saja. apa yang akan saya katakan pada


Nirmala putri saya. Anak saya itu sangat menyukai putra anda. Mereka juga sudah


bersama sejak kecil bukan? “


Karina terkejut dengan apa yang barusan ia


dengar ‘apa? Jadi Nirmala dan Rey…mereka dijodohkan? Jadi bukan karena suka


sama suka. Ah! Kasih sahabatku tersayang sepertinya kau sedang beruntung


sekarang, kau punya kesempatan untuk mendapatkan pangeran impianmu.’ Batin


Karina senang ia kembali mengintip kedalam ruangan kepala sekolah dan mendapati


kepala sekolah terlihat sedang memohon agar pertunangan putrinya tidak


dibatalkan. ‘aku harus mengabarkan ini pada Kasih ia pasti akan sangat senang


mendengarnya…’ Karina kembali cekikikan.


Karina POV End


Kasih sedang gundah dengan apa yang sedang


ia pikirkan. Disatu sisi ia sangat senang karena akhirnya ia kembali punya


kesempatan mengejar cintanya namun disisi lain ia tidak ingin menjadi orang


yang merebut kekasih orang lain terlebih ia sadar betul akan kondisi dirinya


yang sudah tidak suci lagi.


“Kasih!”


Kasih tersadar dari lamunannya dan menoleh


kesumber suara. Ia gugup setelah melihat siapa yang memanggil dirinya. seorang


pemuda tampan sedang tersenyum kepadanya dari arah pintu masuk. Pemuda itu


adalah Rey orang yang ditunggunya sedari tadi. Karena gugup dan terpana dengan

__ADS_1


penampilan kakak kelasnya itu ia hanya terdiam bengong.


“apakah aku sudah boleh duduk?” tanya Rey


yang sudah berjalan kearah meja Kasih dan melihat Kasih yang masih terbengong


Melambaikan tangannya didepan Kasih yang


tampak bengong “Kasih!” Kaish masih tak bergeming”Kasih! Hei!” Rey mendekat


lalu menepuk pundak Kasih


Kasih lalu tersadar. Ia tampak tersipu


didepan pemuda tampan dambaan hatinya ini. senyum manis tertoreh dibibirnya


yang merah muda berusaha mengaburkan kegugupan yang dirasakan.


“ah! maafkan aku Kak tadi aku sedang


melamun” ucap Kasih menyelipkan rambut ditelinganya.


Rey mengambil bangku didepan Kasih lalu


duduk “apa yang sedang kau lamunkan?”


Kasih tertawa hambar “tidak ada. Hanya sesuatu


yang tidak terlalu penting.” Kasih berusaha menahan keingintahuannya.


Rey mengangguk mengerti. “apa kau sudah


lama?”


“tidak juga” Ucap Kasih sambil tersenyum ‘oh!


Jantungku tolong tenanglah! Aku tidak akan bisa menampakkan wajahku lagi di


depannya jika ia dengar jantungku yang sedang berdebar ini. ah! aku bisa gila


dengan senyumannya itu. Kak Rey kau memang sudah mencuri hatiku’ ingin sekali


Kasih menari-nari saat ini. hatinya berbunga-bunga bak padang bunga yang sedang


bersemi.


“kita pesan dulu deh.” Rey mengambil menu “kau


ingin pesan apa?” tanya Rey pada Kasih yang kembali larut dengan pikirannya


sendiri


Rey mentap Kasih bingung “Kasih? Kau melamun


lagi?” Rey melambaikan tangannya tepat didepan wajah Kasih yang terbengong.


Tersadar Kasih tersipu malu dengan apa yang


tidak punya peluang untuk memilikimu, tapi aku bersyukur kita akhirnya bisa


sedekat ini. aku akan mencintaimu dan mengagumimu dalam diam seperti ini


pangeran impianku”


“kau mau pesan apa?” tanya Rey sekali lagi


“Ah! pesan?” Kasih menatap Rey bingung


Rey menunjuk dengan  dagunya menu yang ada dihadapan Kasih. “ah!


iyaa..Hehe” Kasih benar-benar salting di hadapan Rey.


‘astaga! Bodoh!!! Bisa-bisanya aku tampak


begitu bodoh didepannya. Memalukaannnn!!’ Kasih menundukkan wajahnya pada menu


ditangannya. Pipinya memerah karena malu ketahuan sedang melamun tadi.


“Kasih?” tanya Rey


“ah?! iya?!” Kasih mendongak menatap Rey


yang sedang menatap balik dirinya


‘Aaaaa ia menatapku!!!’ debaran jantung Kasih


semakin menggila tatkala mereka saling bertatap.


“apa kau sudah memutuskan?”


“putus?!” tanya Kasih setengah berteriak


“maksudku apa kau sudah memutuskan akan


memesan apa?” tanya Rey lagi


“Ah! itu…aku pesan…” Kata Kasih tersenyum


kikuk matanya menelusuri daftar asal


“Ice cream?”imbuh Rey seakan dapat menebak


apa yang ada dipikiran adik kelasnya itu”…kalau begitu aku juga pesan ice cream


”tanpa menunggu tanggapan Kasih yang masih menatapnya kebingugan Rey mengangkat


tangannya memanggil pelayan. Seorang pelayan pun datang menghampiri meja

__ADS_1


mereka.


“kami ingin 2 Ice cream coklat ” ucap Rey


pada si pelayan. Rey seakan sudah mengetahui ice cream rasa apa yang akan


dipesan oleh Kasih tanpa perlu bertanya.


“aku belum memberitahu aku ingin ice cream


coklat…” Kata Kasih dengan suara yang terdengar pelan diakhir kalimatnya. Rey hanya


tersenyum membuat Kasih menatapnya bingung tidak mengerti darimana Rey bisa tau


makanan kesukaannya


“aku tau kau sangat suka makan ice cream


disini...” kata Rey menjelaskan


‘hah? Benarkah? Darimana Kak Rey


mengetahuinya?’ Kasih tidak mengerti. Seingatnya pemuda tampan dihadapannya ini


tidak pernah sekalipun muncul disini. Café ini adalah tempat favorit Kasih dan


Karina mereka sering berkunjung kemari hanya untuk memakan ice cream di café ini.


ditengah kebingung yang Kaish alami, Rey menyentuh tangan Kasih dengan lembut. Membuat


Kasih terdiam membeku matanya terbuka lebar menatap tangannya yang berada dalam


gengaman tangan Rey, pemuda yang menjadi pangeran impian Kasih selama ini. ‘Ya


Tuhan aku pasti sedang bermimpi, tolong jangan bangunkan aku.’


“aku tau. Aku bahkan tau semuanya…Kasih”


ucap Rey serius


Ucapan Rey semakin membuat Kasih bingung. Tangannya


mulai berkeringat karena gugup bahkan wajanya sudah sangat merah. “maksud Kak


Rey?”


“Kasih…”ucap Rey menatap jauh kedalam bola


mata Kasih yang balas menatapnya dengan tatapan penuh tanya “aku menyukaimu”


“WHAT?!” Kata Kasih dengan nada yang keras.


Sontak beberap pengunjung dan pelayan yang sedang membawakan pesannya tersontak


kaget menatap kearahnya. Kasih tersenyum malu


“Kakak sedang bercanda?” tanya Kasih kemudian.


Matanya menelisik menatap kedalam bola mata Rey mencoba mencari kebohongan dari


sana.


Rey menggeleng yakin


“aku sungguh menyukaimu, Kasih”ucap Rey


meyakinkan Kasih.


“tidak! Ini pasti bohongkan? Kak Rey pasti


sedang bercanda.” Ucap Kasih menyangkali perasaannya sendiri yang sangat senang


namun juga sedih. Ditatapnya kedua mata Rey yang menatapnya penuh keyakinan. “bagaimana


bisaa…”


“aku serius, Kasih” ujar Rey pasti “maukah


kau jadi pacarku?” tanya Rey kemudian yang membuat Kasih semakin terkejut. Matanya


terbelalak lebar. ‘appaa???? Tidak! Aku tidak boleh menerima perasaan Kak Rey.


Tidak bisa! aku tidak ingin dia mengetahui kenyataan aku sudah tidak suci lagi.


aku tidak sanggup menatapnya jika ia tau tentang diriku yang telah kotor ini.’


Dengan perasaan gundah gulana dengan cepat Kasih


bangkit dari duduknya membuat kursinya berdecit keras akibat terdorong secara tiba-tiba


dengan keras. Ditarikya tangannya yang berada dalam gengaman tangan milik Rey.


“maafkan aku Kak Rey aku tidak bisa,


maafkan aku. Aku pamit dulu terima kasih” ujar Kasih sambil berlalu


meninggalkan Rey yang terdiam membisu menyaksikan kepergian Kasih. Ia tidak


sanggup  menghentikan Kasih yang


tiba-tiba berlari meninggalkan dirinya seorang diri di café itu dengan Ice


cream yang bahkan belum tersentuh. Ditatapnya telapak tangannya yang


menggenggam tangan Kasih tadi


“aku serius. Aku menyukaimu, Kasih….” Ujar

__ADS_1


Rey dengan suara yang terdengar pelan.


BERSAMBUNG…


__ADS_2