Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 16 Hamil?


__ADS_3

“Wah!” seru Karina tercengang tidak percaya


dengan apa yang barusan ia dengar.”Kak Rey tiba-tiba menyatakan perasaannya


padamu dan kau dengan mudahnya malah menolak?!” suara Karina terdengar lantang ”kau


bahkan melarikan diri!!!” menarik napas kasar “ Kasih kau membuatku benar-benar


tidak percaya!” Karina akhirnya menurunkan volume suaranya sembari


menggelengkan kepalanya menatap Kasih yang terlihat sedih


“aku harus bagaimana?” suara Kasih


terdengar lirih “kau tau sendiri bagaimana keadaanku sekarang. Aku bukan gadis


suci lagi, aku sudah kehilangan kehormatanku. Aku tidak tau harus berbuat apa.


Aku sangat malu dengan diriku sendiri…Hiks!” airmata mengalir dipipinya.


Karina mendekat dan memeluk Kasih yang


menangis


“aku mengerti bagaimana perasaanmu Sih.


Maafkan aku. Aku hanya tidak ingin kau membuang kesempatan ini.” Karina


berusaha menenangkan Kasih yang masih menangis dalam dekapannya


“lalu kau ingin aku bagaimana? aku tidak


mungkin mengatakan yang sebenarnya pada kak Rey.”


Karina terdiam ia nampak berpikir


“kita akan memikirkannya nanti. Sekarang,


katamu kau ingin bertemu dengan orang yang akan memberitahukanmu kebenaran yang


terjadi pada malam itu di bar. Ayo! Aku akan menemanimu.”Ujar Karina pada Kasih


yang sudah berhenti menangis.


Di sebuah hotel tempat Kasih membuat janji


dengan seseorang yang tiba-tiba mengiriminya pesan singkat waktu itu. Kasih


ditemani Karina yang ikut menemaninya bertemu dengan orang misterius itu


memasuki hotel. Setelah berjalan menaiki lift dan mencari nomer kamar yang dituju,


tibalah Kasih pada kamar itu. Kasih dan Karina berpandangan memberi keyakinan


untuk mengetuk pintu kamar.


Tok! Tok!


Setelah beberapa saat pintu kamar terbuka.


Kasih dan Karina langsung masuk.


“tidak ada yang mengikuti kalian kesini


bukan?” tanya orang itu menutup pintu


“tidak ada.” Ucap Kasih sambil menggeleng


yakin


Orang itu lalu melirik Karina yang ada


disebelah Kasih seolah bertanya siapa dia


“ah! Ini sahabat saya tuan, anda bisa


mempercayainya” Ujar Kasih menjelaskan


“hm! Terserah kau saja” kata orang itu


ketus.”tuan sudah menunggumu” kata orang itu kemudian


Karina dan Kasih saling berpandangan


bingung “siapa?”


Setelah bertanya bersamaan dengan itu Kasih


dan Karina dibekap dari belakang hingga pingsan tak sadarkan diri


Beberapa saat kemudian..


Kasih yang perlahan memperoleh kembali


kesadarannya membuka matanya. Perlahan penglihatannya tampak buram dan


kepalanya pusing. “apa yang terjadi?” gumam Kasih entah pada siapa karena saat


ini ia hanya seorang diri didalam kamar itu. Mengedarkan pandangannya


kesekeliling mencoba mengenali kamar siapa ini. Namun ia sama sekali tidak


mengenali dimana dia sekarang. Ditengah kebingungannya ia tersadar akan


sahabatnya yang tadi sedang bersamanya. “dimana Karina?” gumam Kasih mencari


keberadaan sahabat cerewetnya itu yang entah ada dimana sekarang.


Sementara itu …


“lepaskan aku!!!” teriak Karina yang saat


ini sedang terkurung disebuah kamar lain. Sedari ia tersadar ia sudah


memberontak sambil berteriak-teriak minta dilepaskan. “apa yang kalian lakukan?


apa kalian tidak tau aku siapa? Kalian akan tamat jika Ayahku tau kalian


melakukan ini padaku. Lepaskan aku!” Kasih terus berteriak kencang sambari


menggebrak pintu kamar itu. Diluar dua orang penjaga siap siaga menjaga pintu


kamar mengacuhkan suara Karina yang terus berteriak “apa yang kalian lakukan


pada sahabatku dimana dia!! Aku akan membunuh kalian jika kalian berani


menyakitinya. Lepaskan aku sialan!”


 Lelah


berteriak Karina mondar-mandir berusaha berpikir tenang namun ia terlalu cemas


dengan Kasih yang entah ada dimana sekarang “semoga kau baik-baik saja Kasih.


Kau harus baik-baik saja” guman Karina bernada khawatir


“aku tidak bisa diam saja. aku harus


mencari jalan keluar dan menemukan keberadaan Karina. Ia tidak boleh sampai


kenapa-kenapa karena diriku. Sebenarnya ada apa ini? Kenapa orang itu malah


menculikku?” gumam Kasih berpikir

__ADS_1


Kasih POV


 


 


“kau ini


benar-benar..” ibu memukul dada Ayah pelan lalu kedua


adik Kasih datang menghambur kedalam pelukan Ayahnya. Karina dan Kasih yang


menyaksikan kehangatan ini hanya tersenyum bahagia. Mereka semua tertawa


bahagia dan masuk kedalam rumah. Saat hendak ikut masuk ke dalam rumah langkah


kaki Kasih terhenti saat sebuah pesan masuk ke ponselnya yang membuat raut


wajah


Kasih berubah tegang seketika.


TEMUI AKU DI HOTEL


XXX AKU PUNYA BUKTI KEJADIAN SEWAKTU DI BAR


Begitulah pesan yang membuat


Kasih termenung seusai membacanya. Kasih mencoba menelpon nomer itu namun tidak


bisa terhubung. Dengan rasa penasaran yang tinggi dan harapan bahwa dengan


memegang bukti bahwa ia tidak ada kaitannya dengan kejadian di bar waktu itu


Kasih sangat yakin ia bisa segera terbebas dari belenggu si pria gila.


“kau serius mempercayai


orang itu Sih?” tanya Karina pada Kasih yang tampak sedang berpikir”bisa saja


kan orang itu hanya menipumu.” Lanjut Karina mengemukakan pendapatnya


“aku tau bisa saja


aku ditipu, tapi, jika memang benar orang itu punya bukti kejadian di bar waktu


itu bagaimana?” ujar Kasih


Karina mengangguk


setuju”lalu, Kau akan menemui orang itu” tanya Karina kemudian


“aku tidak punya


pilihan lain Rin, aku harus mengungkap siapa pelaku sebenarnya agar aku bisa


segera terbebas dari pria gila itu” guman Kasih terdengar lirih


Kasih END POV


Saat sedang termenung


pintu kamar tiba-tiba terbuka seorang pria masuk kedalam kamar itu. Tersadar


Kasih memasang sikap waspada terhadap pria yang baru masuk itu. Pria itu


berjalan mendekati Kasih yang sudah waspada.


“apa yang anda


inginkan? Kenapa anda menculik saya dan teman saya? Dimana teman saya


sekarang?!” tanya Kasih bertubi-tubi. Pria itu hanya tersenyum simpul menatap


“apa yang anda


lakukan? kenapa menatap saya seperti itu?” Ucap Kasih menyilangkan kedua


tangannya didepan dadanya risih dengan tatapan pria itu.


Pria itu hanya terus


menatap Kasih sembari melangkah mendekat. Kasih memundurkan tubuhnya sampai


dipojokan. Punggungnya menyentuh tembok ia sudah tidak bisa kemana-mana.


“lepaskan saya anda


tidak akan untung jika menangkap saya.” Kasih menutup matanya dengan kedua


tangannya “saya hanya orang miskin. Saya tidak punya apapun. Tolong lepaskan


saya”


“aku tidak butuh


uangmu” ujar pria itu akhirnya setelah jarak antara dirinya dan Kasih sangat


dekat sampai Kasih bisa merasakan deru nafas orang itu


Mendengar perkataan


orang itu membuat Kasih terdiam tidak berani bergerak. Napasnya serasa tercekik


“jika anda tidak


ingin uang, bisa tolong lepaskan saya?” tanya Kasih hati-hati


“tidak bisa” ujar


pria itu mantap


Kasih bingung “eh?!


Kenapa?!” suara Kasih terdengar seperti teriakan pria itu spontan menatap Kasih


yang sontak menggaruk belakang lehernya yang tidak terasa gatal tersadar dengan


apa yang  baru saja dia lakukan ‘apa yang


kau lakukan Kasih? Kau berteriak pada orang yang menculikmu. Bisa saja aku


langsung dibunuh setelah ini. Aku harus tenang jangan membuat orang ini marah.


Setelah ada celah aku akan langsung kabur dari sini. Tunggu aku Karina aku akan


menyelamatkanmu’


Seseorang lalu


memasuki ruangan lagi. Kali ini seorang pria paruh baya yang masuk diiringi


beberapa pengawal dibelakangnya.Setelah membungkuk hormat, pria itu membisikkan


sesuatu ketelinga pria yang pertama masuk


“bagus!” seru pria


itu senang “kali ini rencanaku berhasil. Pastikan tidak ada kesalahan”perintah


pria itu tanpa melepaskan pandangannya pada Kasih yang menatap mereka semua


bingung

__ADS_1


“sebenarnya apa yang


terjadi?”sela Kasih tidak mengerti


Pria itu


mengisyaratkan bawahannya untuk pergi.


“selamat gadis kecil


kau telah berhasil mengandung pewaris keluarga Alexander” Ujar pria itu lantang


Mendengar itu Kasih


semakin bingung “mengandung?” gumam Kasih tanpa ada suara yang keluar yang


keluar dari bibirnya”tunggu sebentar tuan, aku tidak mengerti apa yang anda


maksud dengan mengandung? Siapa? Aku?” menunjuk dirinya sendiri”itu tidak


mungkin terjadi aku…”tiba-tiba Kasih teringat sesuatu yang membuatnya mengingat


kejadian malam dimana kesuciannya direnggut paksa oleh si pria gila.


“sebentar, tadi anda


menyebutkan mengandung, maksud anda hamil??? Aku??? Aku hamilll…???!!!”


teriakan keras itu memenuhi seisi ruangan. Pria itu hanya mengangguk mengiyakan


pertanyaan Kasih.


Kasih yang syock


merasakan seluruh tubuhnya melemas bahkan ia tidak sanggup lagi menopang


tubuhnya dengan kedua kakinya. Ia jatuh terduduk dengan airmata yang membanjiri


kedua pelupuk matanya.


“habis sudah! Aku benar-benar


sudah tamat.” Gumam Kasih dengan lirihnya diringi dengan jatuhnya butiran kristal


bening yang lolos dari pipi gadis muda itu. Pupus sudah harapan Kasih untuk


bersekolah atau mengejar cita-citanya bahkan ia tidak akan mungkin bisa


bermimpi lagi untuk bersama pangeran impiannya Rey.


“kasihan sekali


padahal kau masih sangat muda. Tapi tenang saja kau sangat beruntung karena


anak yang kau kandung bukan anak biasa. kau mengandung pewaris dari keluarga


yang sangat berkuasa di negara ini. Hidupmu akan sangat terjamin…bla..blaa..blaa”


Perkataan orang itu


tidak dapat Kasih dengar lagi, ia menulikan pendengarannya. Ia benci dengan


dirinya sendiri ‘mengapa aku begitu sial’ seketika tangisan pilu Kasih terdengar


begitu menyayat hati.


“ibu…ayah…maafkan


Kasih Huhuuuuu…!!!”


Pagi harinya…


Kasih tidak tidur semalaman ia hanya


menangis sepanjang malam menumpahkan kesedihannya. Hanya airmata yang dapat


Kasih tumpahkan ia tidak mungkin tega menggugurkan janin yang ada di dalam


kandungannya saat ini. Jika bukan karena orang-orang yang menculiknya yang ternyata


adalah orang yang sama yang telah menaruh obat itu kedalam minuman tuan Smith


waktu itu dan memeriksa tubuh Kasih saat ia pingsan, mungkin ia tidak akan


pernah tau bahwa ia sedang mengandung anak dari pria yang sangat dibenci


olehnya. Ternyata orang-orang itu sengaja ingin menjebak tuan Smith dengan


menaruh obat perangsang dan menyiapkan seorang wanita yang akan mereka suruh


untuk merayu tuan Smith. Tujuannya agar wanita itu hamil dan mereka bisa


menggunakan anak yang merupakan darah daging tuan Smith untuk memprovokasi tuan


Smith. Rencana sudah tersusun dengan rapi namun semua berakhir karena Kasih


yang dibawa oleh tuan Smith malam itu , ia tidak jadi bermalam karena sudah


menyadari dari awal ada yang salah dengan dirinya setelah meminum minuman yang


dituangkan oleh Kasih. Maka, Kasihlah yang dibawa karena ia mengira Kasihlah


yang mencoba untuk mencelakai dirinya.


Pria yang tadi malam datang lagi menghampiri


Kasih yang sudah seperti zombie. Matanya sembab disertai lingkaran mata yang


menghitam, rambutnya juga acak-acakan. Kasih sudah tidak peduli akan


penampilannya ia sangat sedih.


“bersiaplah” ujar pria itu menyerahkan baju


ganti pada Kasih “kita akan segera berangkat.”


Tidak menjawab perkataan pria itu, airmata


Kasih berlinang.


“hei! Jangan menangis terus. Aku tau ini


sangat berat bagimu. Tapi kau harus kuat demi anakmu.” Ujar prai itu menguatkan


Kasih.


‘apanya yang demi anak, aku ini bahkan


terbilang masih anak-anak paman. Aku bahkan belum 17 tahun’ batin Kasih tidak


terima


“kalian akan membawaku kemana?” tanya Kasih


dengan suara serak karena menangis sepanjang malam.


“kau akan tau nanti. Sudah pakai saja


pakaian itu dan bergegaslah!” perintah pria itu sambil berlalu meningalkan


Kasih yang kembali menangis entah sudah berapa banyak airmata yang ia curahkan


bahkan matanya sudah sangat bengkak dan merah.

__ADS_1


BERSAMBUNG…


__ADS_2