
Matahari sudah meninggi. Kasih baru terbangun dari tidurnya
sementara disebelahnya seorang pria yang sudah merenggut paksa mahkotanya masih tertidur lelap. Kasih menangisi kemalangan dirinya yang bahkan tak tahu apa-apa atas semua yang tengah terjadi.
FLASHBACK ON
‘aku tak akan membiarkan orang ini berbuat semaunya, aku
harus melawannya’ Kasih terus menendang sekuat yang ia bisa berharap ada salah satu tendangannya akan mengenai orang brengsek yang sedang mencoba menggeranyanginya. ‘ah! Aku kalah kuat dengan kekuatan pria gila ini. kakiku tertangkap dan sangat susah melepaskannya. Siapapun tolong aku!!!!’
“tolong!!!” Kasih mencoba berteriak kencang berharap ada
yang akan mendengar dan datang menolong dirinya
“diamlah!”perintah pria itu “kau pikir akan ada yang mendengar
teriakan bodohmu itu dari sini?” pria itu berkata dengan sebuah seringai dibibir seksinya. Ia menatap wajah Kasih intens “betapa bodohnya orang yang menyuruhmu untuk menjebakku,”suara pria itu terdengar pelan namun masih bisa terdengar oleh Kasih karena pria itu berbicara didekat telinganya. pria itu menelusuri lekuk wajah Kasih dengan jemarinya ‘tunggu…tungguu…siapa yang hendak menjebakmu? Aku bahkan tak tau
mengapa aku disini dan kenapa kau melakukan tindakan menjijikkan ini padaku?!’ ingin sekali Kasih berteriak di depan wajah pria dihadapannya ini tapi tak
berani dilakukannya. Ia terus berpikir apakah ini ada hubungannnya dengan tuan
Darma? ‘jangan-jangan tuan Darma menyuruh pria ini untuk menghancurkan masa
depanku, apakah tak cukup dengan semua yang telah ia lakukan terhadap keluargku?
Apakah masih kurang? Sampai harus menghancurkanku juga. Ya Tuhan tolong aku.’
Kasih mengumpulkan keberaniannya lalu menggigit tengkuk pria itu dangan kuat, pria itu lengah. Kesempatan itu digunakan Kasih untuk kabur. Dengan tangannya yang terikat ia berusaha bangkit dan berlari kearah pintu sementara
pria itu masih mengerang kesakitan memegangi tengkuknya yang sedikit berdarah karena gigitan Kasih yang kuat.
“sial!” teriak pria itu marah. Kasih sudah sampai didepan
pintu kamar itu bersiap untuk keluar dari kamar namun ternyata pintunya terkunci.
“Tolong! Tolong! Buka pintunya” Kasih terus mencoba membuka
pintu kamar yang terkunci sambil terus berteriak. Pria itu lalu segera bangkit menghampiri Kasih yang sudah menangis ketakutan. Tanpa aba-aba pria itu lalu membopong Kasih seperti karung beras dipundaknya. Kasih berontak sekuat tenaga dengan tangan yang masih terikat ia memukul-mukul pria itu. Didepan ranjang
besar dikamar itu lalu ia melempar tubuh Kasih dengan keras ke atas ranjang membuat Kasih melototkan matanya pada pria jangkung nan tampan itu. Ia hanya
tersenyum melihat Kasih yang marah atas perlakuannya.
“terimalah nasibmu.” Kata pria itu “dan katakan pada orang
yang menyuruhmu untuk jangan macam-macam denganku” lalu malam itu pria itu memaksa Kasih untuk melayaninya tanpa memperdulikan teriakan histeris dan tangisan dari Kasih pria kejam itu tetap melakukan hal itu padanya.
FLASHBACK OFF
Kasih duduk sambil menutupi
wajahnya dengan kedua lututnya yang tertekuk sambil terus menangis diujung ranjang
besar itu meratapi kemalangan dirinya. Tampak bercak darah keperawanannya yang
direnggut paksa oleh pria itu masih berada disitu yang membuat hati Kasih miris.
‘aku bahkan belum pernah berpacaran, ciuman pertamaku dan
segalanya direnggut pria gila tak tau malu yang aku bahkan tak mengenalnnya sama
__ADS_1
sekali hanya dalam waktu semalam. Ibu…Ayah…mnaafkan Kasih Huhuuu’ tangisan Kasih semakin kencang membuat pria itu terbangun. Diliriknya Kasih yang
menutupi wajahnya dengan kedua lututnya. Kasih membungkus dirinya dengan selimut tebal yang ada dikamar itu. Ia tak ingin menatap pria brengsek itu.
Pria itu bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk
membersihkan diri. Kasih masih terus menangis bahkan setelah pria itu sudah selesai mandi. Melihat Kasih yang tampak bergeming dan masih terus menangis
membuat pria yang baru saja selesai mandi itu berjalan mendekati Kasih diambilnya
handuk dan melemparkannya pada Kasih. Kasih masih bergeming.
“Mandi” katanya memberi perintah “jika kau tak mau mandi,
mungkin kau masih mau mengulang yang semalam?” pria itu menyeringai
Kasih yang mendengar perkataan pria itu merasa berang. Matanya
melotot. Ia marah lalu bangkit hendak memukul pria tak berperasaan dihadapannya
itu. Sudah memperkosanya dan sekarang berkata seperti orang yang tak tau malu
“dasar berengsek gila.” Suara Kasih terdengar serak karena
ia terus menangis. Kasih menguatkan tubuhnya berusaha memukul pria itu namun
karena selangkangannya sangat sakit ia terjatuh namun segera ditangkap pria itu.
“sepertinya kau benar-benar tidak puas dengan yang semalam
ya?”ledek pria itu menyeringai menatap mata Kasih intens. Wajah Kasih memerah marah. Ia berontak.
“lepaskan tanganmu dariku! Jangan berani menyentuhku!” kata
“memang bagian mana lagi yang tak kulihat dan kusentuh nona?”
kata-klata pria itu sukses membuat Kasih sangat kesal diambilnya bantal yang ada disekitarnya lalu mulai memukul pria itu membabi buta. Pria itu hanya tertawa menerima pukulan Kasih.
“John, kau diluar?” panggil pria itu masih pasrah menerima
pukulan Kasih dengan bantal. Kepala pelayan yang bernama John itu lalu masuk ke dalam kamar.
“iya tuan” ucap nya sopan
“suruh Wendy dan para pelayan untuk memandikan dia” kata
pria itu
“baik tuan” kata kepala pelayan John membungkuk hormat pada
tuannya. Ia lalu mengeluarkan alat kemunikasi khusus yang seperti walki talkie yang dimilikinya sebagai kepala pelayan mansion itu dan memerintahkan beberapa
pelayan wanita untuk segera datang.
Pria itu lalu menagkap tangan Kasih yang terus memukulinya.
“sekarang kau harus mandi, atau kau sangat nyaman dengan bau
tubuhku ditubuhmu nona? Hahahaa..” katanya sembari tertawa senang pria itu diikuti
John melangkah keluar kamar meninggalkan Kasih yang melemparinya dengan bantal
__ADS_1
yang dipakai untuk memukuli pria itu tadi.
“mati saja kau! Pergi ke neraka sana. Aku membenci makhluk menjijikkan sepertimu! Biarkan aku pergi brengsek!!!” kasih berteriak-teriak memaki dengan
marah “kelurkan aku dari sini brengsek!!! Aku akan membunuhmu!!!”
Saat masih didepan pintu kamar pria itu lalu mengulurkan
tangannya pada John. John yang langsung paham maksud sang tuan langsung memberikan hp milik tuannya. Pria itu menelpon seseorang
“selidiki gadis itu dan siapa yang berada dibelakangnya”
kata pria itu memberi perintah pada orang yang berada di sebrang telvon. “aku ingin semua infomarsinya segera sebelum siang”
“baik tuan”
Pria itu lalu melangkah pergi dari sana diikuti John
dibelakangnya setelah Sebelumnya melempar Hp kearah John yang dengan sigap menangkap Hp itu.
“PERGI KALIAN BERENGSEK! JANGAN MENDEKAT!” teriak Kasih ketika
para pelayan yang datang hendak memandikannya.
“nona tenganglah, kami hanya akan membantu anda untuk mandi”
kata pelayan wanita itu tenang
“PERGI!!!” teriak Kasih “aku tak butuh mandi. Keluarkan aku
dari sini. Aku ingin pulang. Huhuuu” Kasih kembali menangis ditengah amukannya. Sementara para pelayan tak berani mendekat karena Kasih terus melempari mereka. Kamar itu sekarang sudah hancur berantakan akibat ulah Kasih.
“apa salahku sampai diperlakukan seperti ini” kata Kasih disela tangisnya suaranya hampir tak terdengar karena serak. “Ibu Ayah… tolong Kasih. Kasih ingin pulang”
Sementara pria yang sudah berpakain rapi itu terus
memperhatikan tingkah Kasih dari layar monitor yang berada di ruang kerjanya. ‘masih belum menyerah juga rupanya’ lalu terdengar suara pria itu dari pengeras suara
yang ada diruang kamar
“Wendy, aku tak mau tau bagaimana caranya dia sudah harus
siap dalam 30 menit. Kau tentu tak ingin membuatku kecewa kan?”
Setelah mendengar perintah itu lalu para pelayan termasuk
asisten pelayan yang bernama Wendy itu berani melangkah mendekati Kasih. Mengetahui
itu Kasih berniat mengancam dengan menodongkan sebuah vas kearah mereka.
“Kalian tentu sudah mendengar sendiri bukan perintah dari
tuan Smith.” Kata Wendy kepada para pelayan 'pria itu bernama Smith?' akhirnya Kasih mengetahui pria yang telah lancang merenggut hal berharganya
Para pelayan bersiap mendekat menghiaraukan ancaman Kasih
“awas saja jika kalian berani mendekat, maka aku tak akan
segan…” kalimat Kasih terpotong ketika ia tak menyadari Wendy yang memukul tengkuknya hingga ia pingsan tak sadarkan diri. Para pelayanpun dapat dengan
mudah mengerjakan tugas mereka untuk memandikan Kasih.
__ADS_1
BERSAMBUNG…