Cinta Itu Kasih

Cinta Itu Kasih
Episode 4 Berteman dengan Karina


__ADS_3

Malam harinya Kasih dan seluruh anggota keluarganya tampak


sedang makan malam bersama. Mereka makan dengan khidmat seperti biasanya, namun


tak lama ponsel Ayah berdering memecah keheningan diantara mereka. ayah


kemudian menerima panggilan di ponselnya itu.


“halo” sapa Ayah pada si penelfon


“halo tuan Avisha saya ingin menanyakan kapan Anda akan


membayar hutang Anda” tanya si penelfon


Sontak Ayah tercekat. Namun segera menenangkan diri


“maafkan saya pak. Bisa tolong beri saya sedikit waktu lagi.


Saya masih menunggu pembayaran dari sahabat saya, baru saya bisa melunasi semua


hutang saya pada Anda”


“saya hanya bisa memberikan Anda waktu 1 minggu lagi. Jika lewat


dari itu maka pihak kami akan menyita seluruh aset bahkan rumah Anda untuk melunasi


semua hutang Anda, apa Anda mengerti?!”


“baik pak, terima kasih.”


Televon berakhir. Ayah menghela nafas panjang. Ibu nampak


khawatir namun tak berani berkata apapun. Makan malampun berlalu dengan


kebisuan kembali.


Setelah makan malam Kasih melanjutkan hobi yang paling


disukainya yaitu membaca Novel. Saat sedang asyik membaca Kasih sedikit terusik


dengan notif yang masuk


'Oh ini dari Karina' Batin Kasih girang


Hai Kasih, kau sedang apa? Karina


'Dia benar-benar menepati janjinya.' Ucap Kasih dalam hati


setengah tak percaya dengan hari ini yang terasa mimpi ingin saja rasanya ia


tak tidur malam ini jika memang ini adalah sebuah mimpi. Ia takut begitu ia


bangun semua ini akan berakhir.


“Hai Karina, aku sedang bersantai di kamarku.” Kasih


berhenti mengetik pesan berpikir sejenak sebelum mengirimkan pesan yang


diketikkannya.


Apakah aku harus  bertanya juga padanya apa yang sedang dilakukannya? Kasih mulai bimbang


agaknya ia takut jika nanti ia salah mengetikkan pesannya pada Karina lalu


Karina akan marah padanya dan tak akan mau berteman lagi dengan dirinya. Lama Kasih


tenggelam dengan pikirannya itu sampai sebuah pesan dari Karina menyadarkannya.


Apa kau sibuk? Jawablah! Aku sedang ingin punya teman


ngobrol. Sangat menyebalkan jika aku terus menunggu balasan chatmu yang lamaa…


apa aku boleh menelvonmu? Karina


Tak lama Hp Kasih berdering tanda ada pnggilan masuk.


'Wah! Dia menelvon' .batin Kasih makin kelagapan. Apa yang


harus aku lakukan? Haruskah kuangkat? Atau aku pura-pura tertidur saja ya? Aku bingung


harus bicara apa ditelvon padanya. Selama ini aku belum pernah menerima telvon


dari selain keluargaku.


Karina POV


'Hari ini  adalah hari


pertama aku masuk di sekolah ini. Aku baru saja pindah mengikuti Ayah yang


pindah ke kota ini. Kuharap orang-orang di sekolah ini menyenangkan agar aku

__ADS_1


lebih betah tinggal disini'Batin Karina


Karina berjalan pelan sambil memperhatikan


sekeliling sekolah barunya. Karina baru saja pindah dari kota L ke kota X


mengikuti ayahnya yang pindah ke kota X untuk memulai usahanya.


Sekolah ini tidak terlalu besar seperti sekolahku dulu, tapi


kurasa aku akan berusaha betah tinggal disini, aku akan mulai dengan berteman


dengan murid-murid disini.


Karina memperhatikan setiap detail dan terus menemukan


perbedaan dari sekolahnya yang lama. Memang, sekolah ini bukan sekolah elit. Karina


memilih sekolah ini karena lebih dekat dengan rumahnya ia enggan bila harus


berlama-lama di perjalanan hanya untuk pergi ke sekolah apalagi nanti bila terjebak


macet. Dih! Bisa mati sebal aku pikirnya. Karina memang terbiasa dengan hal-hal


yang simple dan tidak merepotkan. Ia lebih suka begitu. Lihat saja


penampilannya walau terlahir dari keluarga yang cukup kaya ia lebih memilih


setelan biasa-biasa saja supaya bisa lebih berbaur dengan murid-murid yang


lain. Katanya


Karina masih terus berjalan dengan sambil


memperhatikan teman-temannya yang ada di depannya. Sampai…


Aww!


Rintihnya bersamaan dengan


sesesorang yang ditabraknya didepannya.


“maafkan aku, aku tidak sengaja.” Gadis


itu tampak menyesal sudah menubrukku tadi


“ aku tidak apa-apa kok. Namaku


“aku?” ucap gadis itu sambil


menunjuk dirinya sendiri.


'Kenapa dia tampak ling lung sih? Apa


otaknya sempat terbentur tadi?' Batin Karina ngawur


Karina tersenyum manis dan berkata


“hei! Tanganku pegal loh!” ucap


Karina pura-pura kesal


Gadis itu tersadar


“Namaku Kasih.” Gadis bernama Kasih


itu menjabat tangan Karina


“kasih nama yang bagus. Mau berteman


denganku?


Kasih tampak berpikir sejenak.


Karina lalu menyadarkan Kasih dengan melambai-lambaikan


tangannya didepan wajah Kasih.


'Dia kenapa sih? Apa otaknya


benar-benar sudah terbentur?' Haha kali ini Karina tertawa dalam hati


“mau tidak?” tanyaku lagi


 "mau apa?" tanya


Kasih dengan muka setengah bingung,


'Nah kan mulai lagi ling lung nyaa…


ih gemes amat..'

__ADS_1


“ah! Iya aku mau kok” timpal Kasih


kemudian


Kami banyak berbincang-bincang


sepanjang perjalanan sampai memasuki ruang kelas.


Kita ternyata sekelas. Aku senang


sekali.


“emm… Karina?” tanya gadis itu


padaku


“ya” aku yang sedang membaca menghentikan aktivitasku


sejenak menatapnya. Ia nampak ragu-ragu


“ada apa?” tanyaku apadanya” jangan malu-malu kita kan sudah


berteman. “ ujarku meyakinkan


“boleh bertukar no ponsel denganku?” katanya kemudian sambil


memberiku ponselnya agar aku memasukkan nomer ponselku di hpnya. Aku meraih


ponsel itu dan mengetikkan nomerku beserta namaku disana. Setelah selesai aku


mengembalikan ponselnya kembali.


'Aku melihat matanya berbinar. Ia senang sekali. Begitu saja


sudah senang, lucu juga' Ucap Karina dalam hati.


“itu nomerku dan alamatku. Aku sudah memasukkannya disitu”


kataku kemudian


“iya makasih Karina”


Aku rasa


Kasih gadis yang baik. Baiklah aku sudah memutuskan akan mulai berteman dengannya.


Di kamar Karina


Aku baru


saja selesai mengerjakan PR yang menumpuk semua ini karena mengurus kepindahan


kami ke kota X ini jadilah aku harus mengerjakan begitu banyak soal-soal yang


menyebalkan ini. Huhu poor Karina


“oh astaga! “


kutepuk jidatku kasar”Aku hampir lupa aku sudah berjanji akan menghubunginya


saat sudah di rumah” aku segera menyambar Hpku yang berada diatas meja


belajarku. Aku harus cepat, nanti keburu dia tidur.


Hai Kasih, kau sedang apa?


kok dia belum membalas pesanku sih? Aku jadi merasa sedikit


kesal anak ini ngapain sih? Coba chat lagi


Apa kau sibuk? Jawablah! Aku sedang ingin punya teman


ngobrol. Sangat menyebalkan jika aku terus menunggu balasan chatmu yang lamaa…


apa aku boleh menelvonmu?


Lagi? Kenapa dia lama sekali sih membalas pesanku? Aku telvon


saja


Karina End POV


Balik ke Kasih lagi. Kasih akhirnya memilih mengangkat


telvon dari Karina meski agak sedikit lama.


Mereka mengobrol sangat lama. Obrolan mereka begitu seru


sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam dan mereka berdua


sudah harus beristirahat karena besok mereka harus bangun pagi untuk bersekolah.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2